Osteonecrosis (Avascular Necrosis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit osteonecrosis (avascular necrosis)?

Osteonecrosis atau avascular necrosis adalah kematian jaringan tulang karena kekurangan suplai darah. Gangguan muskuloskeletal ini juga punya sebutan medis lain yaitu nekrosis aseptik atau nekrosis tulang iskemik.

Kondisi tersebut mengakibatkan adanya remukan kecil di tulang dan membuat tulang jadi keropos. Jika jaringan tulang yang mati berada di dekat sendi, permukaan sendi bisa kolaps (berpindah dari posisi seharusnya).

Nekrosis tulang iskemik merupakan salah satu komplikasi dari osteomyelitis yang terus bertambah parah.

Penyakit ini bisa terjadi di bagian tulang mana pun pada tubuh Anda. Akan tetapi, paling sering menyerang ujung tulang panjang (epifisis), contohnya tulang paha (femur), tulang lengan dekat sendi bahu, dan tulang pergelangan kaki.

Nekrosis aseptik dapat menyerang satu tulang saja. Bisa juga lebih dari satu tulang dalam waktu yang sama atau waktu yang berbeda.

Sebenarnya, tulang yang rusak dengan sendirinya akan kembali membangun tulang baru yang sehat. Namun pada orang dengan avascular necrosis, proses penyembuhan tulang ini menjadi efektif dan jaringan sekitarnya akan rusak lebih cepat.

Seberapa umum osteonecrosis?

Osteonecrosis adalah masalah tulang yang bisa terjadi siapa pun. Akan tetapi, lebih sering terjadi pada orang yang berusia sekitar 30 hingga 50 tahun.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala osteonecrosis?

Pada tahap awal perkembangan penyakit nekrosis aseptik sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun seiring waktu dan kondisinya semakin memburuk, gejala nekrosis tulang iskemik barulah menimbulkan tanda dan gejala.

Gejala khas dari osteonecrosis (avascular necrosis) adalah rasa nyeri ringan hingga berat dan biasanya berkembang secara bertahap. Gejala tersebut biasanya muncul di sekitar pinggul, selangkangan, paha, bokong, bahu, lutut, dan tangan atau kaki.

Pada awalnya, rasa nyeri muncul ketika Anda melakukan aktivitas yang menempatkan beban tambahan pada tulang yang bermasalah. Jika sudah parah, rasa nyeri juga terus ada ketika Anda berbaring tidur.

Jika penyakit menyebar hingga ke sendi, area tubuh yang terkena akan terasa kaku dan membatasi gerak tubuh Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Terutama jika gejala terus muncul dan tidak kunjung membaik dengan perawatan sederhana.

Penyebab

Apa penyebab osteonecrosis?

Penyebab osteonecrosis (avascular necrosis) adalah terhambatnya aliran darah ke tulang sehingga membuat tulang kekurangan suplai darah bahkan tidak mendapatkan darah sama sekali.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan suplai darah ke tulang terganggu, di antaranya:

  • Trauma pada sendi atau tulang. Cedera, seperti dislokasi sendi, dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya.
  • Pengobatan tertentu. Perawatan kanker seperti radioterapi pada tulang bisa melemahkan tulang dan merusak pembuluh darah di sekitarnya.
  • Timbunan lemak di pembuluh darah. Lemak dapat menyumbat pembuluh darah kecil sehingga mengurangi aliran darah ke tulang.
  • Masalah kesehatan tertentu. Aliran darah ke tulang bisa terhambat oleh anemia sel sabit dan penyakit Gaucher.

Meski begitu, sebanyak 25% kasus kematian pada jaringan tulang ini tidak diketahui penyebab pastinya.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena penyakit ini?

Berikut ini adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko osteonecrosis (avascular necrosis), berdasarkan situs National Organization for Rare Disease:

  • Mengalami cedera pada sendi, paling sering sendi yang berada di sekitar pinggul.
  • Menggunakan obat-obatan kortikosteroid seperti prednison, yang biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan. Obat golongan ini diketahui bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk membangun tulang baru dan memecah lemak sehingga mungkin mempersempit pembuluh darah.
  • Kebiasaan minum alkohol dapat memperlambat pembentukan tulang, dan ini bisa meningkatkan risiko kematian jaringan pada tulang.
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti pankreatitis, diabetes, HIV/AIDS, dan lupus.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit osteonecrosis (avascular necrosis) didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki penyakit ini, pemeriksaan fisik dilakukan. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menekan sendi, memeriksa adanya kepekaan.

Dokter juga akan menggerakan sendi dengan berbagai posisi untuk melihat apakah rentang pergerakan telah berkurang.

Tes pencitraan dapat menunjukkan sumber rasa sakit, pilihannya meliputi:

  • RontgenRontgen dapat menunjukkan perubahan tulang yang muncul pada tahap akhir kondisi ini. Pada tahap awal, hasil rontgen biasanya normal.
  • MRI dan CT scanTes-tes ini menghasilkan gambar detail yang dapat menunjukkan perubahan dini pada tulang yang dapat mengindikasi kondisi avascular necrosis.
  • Scan tulang. Jumlah kecil dari materi radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Nantinya materi itu akan bergerak ke bagian tulang yang cedera atau memutih dan muncul sebagai bintik terang pada plat imaging.

Apa saja cara mengobati osteonecrosis (avascular necrosis)?

Pengobatan osteonecrosis yang umumnya dilakukan, meliputi:

Minum obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat untuk membantu meredakan gejala, mencegah pengeroposan, dan mengobati masalah kesehatan yang menjadi penyebab, seperti:

  • Obat NSAID, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve) untuk meringankan rasa sakit.
  • Obat osteoporosis, seperti alendronic acid (Fosamax, Binosto) untuk mencegah tulang yang bermasalah mengeropos.
  • Obat penurun kolesterol agar lemak darah lebih terkontrol.
  • Obat pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin, Jantoven), mungkin disarankan untuk mencegah pembekuan di pembuluh darah.

Terapi fisik

Selain minum obat, terapi fisik berupa latihan olahraga juga bisa menjadi pengobatan untuk pasien avascular necrosis. Tujuannya, untuk mempertahankan dan meningkatkan rentang gerak sendi tubuh.

Di samping itu, terapi listrik juga mungkin perlu dijalani untuk mendorong pertumbuhan tulang baru sebagai pengganti tulang yang rusak.

Prosedur bedah

Jika pengobatan di atas tidak ampuh dalam mengatasi kematian jaringan pada tulang, dokter akan merekomendasikan operasi seperti berikut ini:

  • Dokter akan mengangkat sebagian lapisan dalam tulang dan memberi ruang ekstra agar terbentuk jaringan tulang yang sehat.
  • Dokter akan melakukan transplantasi tulang, yakni mengangkat tulang yang bermasalah dan menggantinya dengan tulang sehat dari bagian tubuh lain.
  • Osteotomi (prosedur pembentukan tulang kembali) akan dilakukan sehingga prosedur penggantian sendi yang terkena bisa ditunda.
  • Prosedur untuk mengganti sendi yang rusak dengan plastik atau logam.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Selain menjalani pengobatan dokter, Anda juga harus menerapkan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti:

  • Berhenti merokok dan sebaiknya berhenti minum alkohol agar tidak mengganggu efektivitas obat-obatan.
  • Menjaga pilihan makanan agar tidak meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
  • Sesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh Anda.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit osteonecrosis (avascular necrosis)?

Osteonecrosis bisa dicegah dengan menurunkan risikonya lewat cara berikut ini:

  • Batasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok. Jika Anda kesulitan keluar dari kebiasaan ini, konsultasi ke dokter.
  • Konsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat steroid. Penggunaan obat ini sebaiknya diawasi oleh dokter.
  • Jaga kadar kolesterol tetap stabil dengan membatasi makanan yang tinggi kolesterol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiludronic Acid

Fungsi & PenggunaanUntuk apa obat Tiludronic Acid digunakan? Tiludronic acid adalah obat untuk mengobati penyakit tulang. Tiludronic acid bekerja dengan menghambat penyerapan tulang. Obat ini juga mencegah pembentukan ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 28 Juli 2017 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Skoliosis dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Skolisosis adalah kelainan tulang belakang sehingga membuat tulang berbentuk huruf S atau C. Lantas, apa penyebab dari penyakit skoliosis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Juni 2017 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Skoliosis, Saat Tulang Belakang Melengkung Ke Samping

Selain tinggi bahu yang tidak simetris, orang yang mengalami skoliosis juga memiliki panggul dan lingkar dada pada bagian kiri dan kanan yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Juni 2017 . Waktu baca 4 menit

5 Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Skoliosis Pada Anak dan Orang Dewasa

Cara menyembuhkan skoliosis sangat beragam. Yuk, pelajari lebih lanjut pengobatan untuk orang yang mengidap skolisosi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 5 Mei 2017 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk osteoporosis

Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
flu tulang adalah

Flu Tulang Alias Chikungunya, Penyakit Apa Itu Sebenarnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2018 . Waktu baca 12 menit
dampak obesitas

3 Dampak Obesitas Terhadap Kesehatan Tulang Anda

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit
myofascial pain syndrome

Myofascial Pain Syndrome: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit