Oligospermia (Jumlah Sperma Rendah)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu oligospermia?

Oligospermia atau jumlah sperma rendah adalah ketika air mani yang diejakulasi (dikeluarkan) saat orgasme mengandung lebih sedikit sperma dari jumlah normalnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, jumlah sperma sedikit, atau dianggap lebih rendah dari normal, apabila hanya berjumlah kurang dari 15 juta sperma per milliliter air mani.

Ketika sama sekali tak ada kandungan sperma di dalam air mani, kondisi ini disebut azoospermia.

Oligospermia atau memiliki jumlah sperma sedikit kemungkinan dapat menjadi kondisi infertilitas. Salah satunya mengurangi kemungkinan Anda untuk membuahi sel telur pasangan hingga terjadi kehamilan.

Meski begitu, banyak pria yang memiliki jumlah sperma sedikit masih bisa menjadi ayah bagi seorang anak.

Seberapa umumkah kondisi jumlah sperma rendah?

Jumlah sperma rendah alias oligospermia sangatlah umum terjadi. Ini dapat mengenai pasien pada usia berapa pun.

Oligospermia dapat diatasi dengan mengurangi faktor pemicu. Maka dari itu, diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala oligospermia (jumlah sperma sedikit)?

Gejala umum dari oligospermia adalah:

  • Masalah fungsi seksual — misalnya, dorongan seks rendah atau kesulitan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi)
  • Nyeri, bengkak, atau benjolan pada area testis
  • Berkurangnya rambut wajah atau tubuh, tanda-tanda lainnya yang menandakan adanya kelainan kromosom atau hormon

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Atau bahkan Anda tidak memiliki gejala yang khas saat sperma Anda ternyata rendah. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki yang berikut:

  • Masalah ereksi atau ejakulasi, dorongan seksual rendah, atau masalah lain terkait fungsi seksual
  • Nyeri, ketidaknyamanan, benjolan atau bengkak di area testis
  • Riwayat masalah testis, prostat atau seksual
  • Operasi selangkangan, testis, penis, atau skrotum

Penyebab

Apa penyebab oligospermia (jumlah sperma rendah)?

Produksi sperma adalah suatu proses yang kompleks. Proses ini membutuhkan fungsi testis yang normal, begitu juga dengan hipotalamus dan kelenjar hipofisis (organ dalam otak yang memproduksi hormon pemicu produksi sperma).

Setelah sperma diproduksi di testis, saluran yang sangat kecil akan mengangkutnya hingga sperma bercampur dengan air mani dan diejakulasikan ke luar penis.

Ketika terjadi gangguan hormon, maka produksi sperma akan terganggu. Selain itu, bisa jadi ada masalah bentuk abnormal sperma (morfologi), pergerakan (motilitas), atau fungsi sperma.

Penyebab oligospermia atau jumlah sperma rendah biasanya terjadi karena sejumlah masalah kesehatan dan pengobatan medis. Beberapa meliputi:

1. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengeringkan testis. Ini adalah penyebab paling umum dari infertilitas pada pria dan kemungkinan akan berdampak pada penurunan kualitas sperma.

2. Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi atau kesehatan sperma termasuk oligospermia. Kondisi ini kadang juga dapat menyebabkan luka parut yang menyumbat jalan sperma.

3. Masalah ejakulasi

Ejakulasi retrograde terjadi ketika air mani masuk ke kandung kemih selama orgasme, bukannya muncul dan keluar dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan ejakulasi terbalik atau oligosepermia.

4. Tumor

Kanker dan tumor jinak dapat memengaruhi organ reproduksi pria secara langsung. Ini berpengaruh pada kondisi jumlah sperma sedikit. Operasi, radiasi, atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat memengaruhi kesuburan pria.

5. Testis tidak turun

Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis terkadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya menampung testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria penderita kondisi ini.

6. Ketidakseimbangan hormon

Hipotalamus, hipofisis, dan testis memproduksi hormon penting untuk membentuk sperma. Perubahan hormon ini, serta sistem lain seperti kelenjar tiroid dan adrenal, dapat mengganggu produksi sperma. Akibatnya, terjadi oligospermia atau jumlah sperma rendah.

7. Cacat pada tubulus yang mengangkut sperma

Banyak saluran berbeda yang mengangkut sperma. Saluran-saluran ini dapat tersumbat akibat penyebab lainnya. Termasuk cedera yang tidak disengaja dari operasi dan infeksi sebelumnya.

Lalu, penyebab oligospermia lainnya juga bisa terjadi karena trauma atau perkembangan abrnormal, seperti cystic fibrosis atau sindrom serupa yang diwariskan.

8. Obat-obatan tertentu

Terapi pengganti testosteron, penggunaan steroid anabolik untuk waktu yang lama, obat-obatan kanker (kemoterapi), beberapa obat antijamur dan antibiotik, dan obat lainnya dapat mengganggu produksi sperma termasuk oligospermia.

9. Operasi sebelumnya

Operasi tertentu dapat mencegah Anda menghasilkan sperma atau oligospermia ketika berejakulasi. Termasuk vasektomi, perbaikan hernia inguinal, operasi skrotum atau testis, operasi prostat, dan operasi perut besar yang dilakukan untuk kanker testis dan rektum.

Penyebab oligospermia juga dapat dipengaruhi oleh unsur lingkungan tertentu, termasuk:

  • Paparan berkepanjangan bahan kimia industri.
  • Paparan logam berat seperti timah atau logam berat lainnya juga dapat menyebabkan ketidaksuburan.
  • Radiasi atau X-ray.
  • Suhu yang tinggi pada testis atau skrotum dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko seseorang memiliki kondisi oligospermia?

Ada banyak faktor risiko untuk jumlah sperma rendah, seperti:

  • Merokok tembakau
  • Minum alkohol
  • Menggunakan narkoba tertentu
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki infeksi tertentu di masa lalu atau di saat ini
  • Terpapar zat racun
  • Testis terlalu panas
  • Mengalami trauma pada testis
  • Terlahir dengan gangguan kesuburan atau memiliki riwayat keluarga yang menderita gangguan kesuburan
  • Memiliki kondisi medis tertentu, termasuk tumor dan penyakit kronis
  • Menjalani pengobatan kanker, seperti radiasi
  • Menggunakan obat-obatan tertentu
  • Sebelumnya menjalani vasektomi atau operasi perut besar atau panggul
  • Memiliki riwayat testis tidak turun

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana dokter mendiagnosis jumlah sperma sedikit?

Ketika Anda menemui dokter karena mengalami kesulitan untuk hamil, ia akan mencoba menentukan penyebab yang mendasarinya.

Jika dokter menemukan bahwa masalahnya adalah jumlah sperma rendah, maka akan dievaluasi untuk mengeliminasi potensi faktor yang berkontribusi dan menentukan pengobatan.

Tes dan diagnosis oligospermia dapat meliputi:

Pemeriksaan fisik umum dan riwayat medis

Pemeriksaan ini melibatkan pemeriksaan alat kelamin dan menanyakan setiap kondisi yang diturunkan. Seperti masalah kesehatan kronis, penyakit, cedera atau operasi yang dapat memengaruhi kesuburan.

Dokter mungkin juga akan menanyakan mengenai kebiasaan dan perkembangan seksual Anda.

Analisis air mani

Mendiagnosis oligospermia atau jumlah sperma rendah adalah bagian dari tes analisis air mani. Memeriksa air mani dengan mikroskop untuk melihat berapa banyak sperma yang muncul dalam kotak pada pola grid.

Tergantung pada temuan awal, dokter mungkin akan menganjurkan tes tambahan untuk mencari penyebab oligospermia dan kemungkinan penyebab ketidaksuburan lainnya pada pria.

Beberapa tes tambahan untuk mendiagnosis oligospermia ini dapat meliputi:

  • USG skrotum. Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat testis dan struktur penyokongnya.
  • Tes hormon. Menentukan kadar hormon yang berperan penting dalam perkembangan seksual dan produksi sperma.
  • Urinalisis pasca ejakulasi. Sperma dalam urin dapat mengindikasikan bahwa sperma bukan keluar lewat penis.
  • Tes genetik. Dilakukan untuk mendiagnosis berbagai sindrom bawaan.
  • Biopsi testis. Hasilnya apakah produksi sperma normal atau Anda memiliki jumlah sperma sedikit.
  • Tes antibodi anti-sperma. Tes ini untuk memeriksa sel-sel imun (antibodi) yang menyerang sperma dan memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi.
  • USG transrektal. Tongkat kecil dimasukkan ke dalam rektum untuk memeriksa prostat dan penyumbatan saluran yang mengangkut air mani

Apa saja pengobatan untuk jumlah sperma rendah (oligospermia)?

  • Operasi.
  • Mengobati infeksi. Antibiotik dapat menyembuhkan infeksi saluran reproduksi, tetapi ini tidak selalu mengembalikan kesuburan.
  • Pengobatan untuk masalah hubungan seksual. Obat-obatan dapat membantu memperbaiki kesuburan dalam kondisi seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi prematur.
  • Terapi dan obat hormon. Apabila penyebab oligospermia adalah kadar hormon tertentu yang terlalu tinggi atau rendah, atau masalah tubuh yang berkaitan dengan hormon.
  • Teknologi reproduksi bantuan (ART). Pengobatan ART melibatkan pengambilan sperma melalui ejakulasi normal, kemudian dimasukkan ke dalam saluran kelamin wanita,

Pencegahan & Pengobatan di Rumah

Apa saja pencegahan dan pengobatan di rumah yang bisa dilakukan?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi oligospermia atau jumlah sperma rendah untuk meningkatkan potensi kehamilan, adalah:

1. Meningkatkan frekuensi seks

Melakukan hubungan seksual setiap hari atau paling sedikit dua hari sekali sejak empat hari sebelum ovulasi. Hal ini dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk membuat pasangan hamil.

2. Melakukan hubungan seks saat pembuahan

Seorang wanita lebih mungkin untuk hamil selama ovulasi—yang terjadi di tengah-tengah siklus masa subur.

Ketika Anda melakukannya, sperma yang dapat hidup selama beberapa hari di dalam rahim, memiliki kemungkinan untuk bertemu dengan sel telur lebih besar.

3. Hindari pelumas

Beberapa produk seperti Astroglide atau K-Y jelly, lotion, dan air liur dapat mengganggu gerakan dan fungsi sperma. Tanyakan pada dokter mengenai pelumas yang aman bagi sperma.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Azoospermia, Ketika Air Mani Pria Tidak Mengandung Sperma

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Februari 2019 . Waktu baca 7 menit

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Mioma uteri adalah sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal, tetapi tidak memiliki sifat kanker. Apa saja gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22 November 2018 . Waktu baca 11 menit

Kata Peneliti, Orang dengan Golongan Darah Ini Rentan Mengalami Masalah Kesuburan

Selain faktor genetik, masalah kesuburan ternyata mengintai orang dengan tipe golongan darah tertentu. Apakah ini termasuk golongan darah Anda? Cek disini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesuburan, Kehamilan 10 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Tomat Disebut-sebut Bikin Pria Lebih Subur, Benarkah?

Kesuburan pria dipengaruhi oleh pola makan Anda. Makan tomat disebut-sebut mampu meningkatkan kesuburan pria. Benarkah ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesuburan, Kehamilan 1 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan toge

Makan Taoge Bikin Pria Lebih Subur, Fakta atau Mitos?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
ciri-ciri pria tidak subur

6 Faktor yang Dapat Menjadi Penyebab Pria Tidak Subur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 11 April 2020 . Waktu baca 9 menit
masalah masa subur pria

Kapan Masa Subur Pria dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2019 . Waktu baca 7 menit
pengobatan pcos obat

6 Pilihan Pengobatan Bagi Pengidap PCOS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit