Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu obstructive sleep apnea (OSA)?

Obstructive sleep apnea atau OSA adalah gangguan tidur yang membuat Anda berhenti bernapas untuk sementara saat tidur. Obstructive sleep apnea atau OSA adalah gangguan tidur yang serius.

Obstructive sleep apnea atau OSA dapat terjadi sampai 30 kali dalam satu jam, saat Anda tidur di malam hari. Anda bahkan mungkin tidak akan mengingat atau menyadari bahwa hal ini terjadi.

Akibatnya, kualitas tidur tidaklah cukup untuk membuat Anda enerjik dan produktif pada hari berikutnya.

Obstructive sleep apnea atau OSA adalah salah satu dari dua jenis sleep apnea, yaitu gangguan tidur serius yang muncul ketika napas seseorang terinterupsi selama tidur. Penyebab OSA adalah penyumbatan saluran napas, biasanya ketika jaringan lunak di belakang tenggorokan ambruk saat tidur. 

Seberapa umumkah obstructive sleep apnea (OSA)?

Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi. Obstructive sleep apnea atau OSA adalah kondisi yang lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Obstructive sleep apnea OSA adalah kondisi yang dapat menyerang pasien pada usia berapa pun. 

Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala obstructive sleep apnea (OSA)?

Ketika napas berhenti, kadar oksigen dalam tubuh menurun dan karbondioksida meningkat. Ini biasanya memicu otak bangun untuk bernapas. 

Seringnya, obstructive sleep apnea atau OSA terjadi dengan cepat dan Anda akan kembali tidur, tanpa mengetahui bahwa Anda baru saja bangun. Pola tersebut dapat terjadi berulang kali, sehingga Anda tak mencapai kualitas tidur yang baik

Gejala yang umum dari obstructive sleep apnea atau OSA adalah:

  • mendengkur dengan keras dalam waktu yang lama hampir setiap harinya
  • tersedak, mendengus atau terengah-tengah saat tidur
  • berhenti bernapas secara mendadak
  • kelelahan, mengantuk sepanjang hari
  • mulut kering dan sakit tenggorokan pada pagi berikutnya
  • hipertensi

Pada anak-anak, akibat obstructive sleep apnea atau OSA adalah:

  • Mengalami kesulitan bangun di pagi hari
  • Lelah atau tertidur di siang hari
  • Kesulitan memperhatikan atau menjadi hiperaktif. 

Kalau sudah begini, obstructive sleep apnea atau OSA dapat mengganggu kegiatan sekolah pada anak. Orang lain mungkin akan berpikiran bahwa anak memiliki masalah belajar atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).  

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala obstructive sleep apnea atau OSA yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala obstructive sleep apnea atau OSA yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter Anda. 

Gejala obstructive sleep apnea atau OSA yang membutuhkan pertolongan segera adalah:

  • Mengorok sangat kencang hingga mengganggu Anda atau orang lain tidur
  • Bangun karena tersedak
  • Napas berhenti sejenak saat tidur
  • Mengantuk berlebihan di siang hari, yang menyebabkan tertidur saat bekerja, menonton televisi, atau bahkan menyetir mobil. 

Banyak orang mungkin tidak akan berpikir bahwa mengorok adalah tanda dari kondisi serius, dan tidak semua orang yang mengorok adalah obstructive sleep apnea atau OSA.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala obstructive sleep apnea atau OSA yang adalah mengorok dengan keras, khususnya mengorok yang diselingi dengan periode diam. Dalam kondisi obstructive sleep apnea atau OSA, mengorok biasanya terdengar paling keras ketika Anda terlentang dan hening ketika Anda membalikkan posisi.

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab obstructive sleep apnea (OSA)?

Obstructive sleep apnea atau OSA adalah kondisi yang terjadi saat otot di belakang tenggorokan terlalu rileks hingga menghalangi proses pernapasan normal. Otot-otot tersebut menopang struktur mulut, termasuk bagian belakang atap mulut, potongan jaringan segitiga yang menggantung dari atap mulut (uvula), amandel, dan lidah. 

Dalam kondisi obstructive sleep apnea atau OSA, saat terjadi pemblokiran udara sebagian atau sepenuhnya, kadar oksigen dalam darah dapat menurun dikarenakan penghentian pernapasan (10-20 detik). Hal tersebut juga dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida. 

Kurangnya oksigen menyebabkan otak Anda menjadi panik dan membangunkan tubuh untuk bernapas kembali. Obstructive sleep apnea atau OSA adalah hal yang biasanya terjadi dengan sangat singkat, sehingga Anda mungkin tidak mengingatnya. 

Anda bisa bangun dengan napas pendek yang mengoreksi pernapasan. Anda dapat membuat suara dengusan, tersedak, atau terengah-engah. 

Pola ini dapat berulang kali selama lima hingga 30 kali setiap jam, sepanjang malam. Obstructive sleep apnea OSA adalah kondisi yang dapat merusak kemampuan Anda untuk mencapai fase tidur nyenyak yang diinginkan. Anda mungkin lebih mudah merasa ngantuk pada siang hari. 

Orang dengan obstructive sleep apnea atau OSA mungkin tidak sadar bahwa tidur yang mereka alami adalah kondisi terinterupsi. Mereka justru berpikir mereka tidur nyenyak sepanjang malam.

Apa yang meningkatkan risiko obstructive sleep apnea (OSA)?

Dikutip Mayo Clinic, faktor yang membuat Anda berisiko mengalami obstructive sleep apnea adalah OSA adalah:

Kelebihan berat badan

Kebanyakan orang dengan obstructive sleep apnea atau OSA adalah mereka yang kelebihan berat badan. Kelebihan lemak pada saluran napas bagian atas dapat menghalangi pernapasan. 

Kondisi kesehatan yang berhubungan dengan obesitas, seperti hipotiroidisme dan sindrom ovarium polikistik, juga adalah penyebab obstructive sleep apnea atau OSA. 

Namun, tidak semua orang yang punya kelebihan berat badan adalah pengidap obstructive sleep apnea atau OSA, begitu pun sebaliknya. Orang yang kurus juga dapat mengembangkan kondisi obstructive sleep apnea atau OSA. 

Jalan napas sempit

Anda mungkin menurunkan jalan napas sempit secara alami. Amandel atau kelenjar gondok Anda pun bisa membesar, sehingga menghalangi jalan napas Anda dan menyebabkan Anda mengidap obstructive sleep apnea atau OSA.

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Obstructive sleep apnea atau OSA adalah kondisi yang relatif umum pada orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). 

Hidung tersumbat kronis

Obstructive sleep apnea atau OSA terjadi dua kali lebih sering pada mereka yang mengalami hidung tersumbat di malam hari, apapun penyebabnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh saluran udara yang menyempit. 

Merokok

Orang yang merokok adalah mereka yang cenderung mengalami obstructive sleep apnea atau OSA. 

Diabetes

Obstructive sleep apnea atau OSA adalah kondisi yang mungkin lebih umum terjadi pada orang dengan diabetes. 

Jenis kelamin

Secara umum, pria dua kali lebih berpeluang untuk mengalami obstructive sleep apnea atau OSA daripada wanita. Frekuensi kondisi itu meningkat pada wanita setelah menopause. 

Riwayat keluarga

Jika Anda memiliki keluarga dengan obstructive sleep apnea atau OSA, Anda cenderung mengalaminya juga. 

Asma

Penelitian telah menemukan hubungan antara asma dan risiko obstructive sleep apnea atau OSA. 

Diagnosis

Bagaimana obstructive sleep apnea (OSA) didiagnosis?

Cara diagnosis obstructive sleep apnea atau OSA adalah melalui serangkaian pemeriksaan dan tes. Cara diagnosis obstructive sleep apnea atau OSA juga adalah dengan menanyakan mengenai riwayat keluarga dan bagaimana pasien menjalani kehidupan sehari-hari.

Berikutnya adalah pemeriksaan fisik untuk memeriksa kelainan di belakang tenggorokan. Dokter juga mungkin mengukur keliling leher dan pinggang Anda, dan memeriksa tekanan darah Anda. Tes yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis obstructive sleep apnea atau OSA adalah:

Polisomnografi 

Pemeriksaan laboratorium semalaman adalah tes yang dilakukan untuk mendiagnosis obstructive sleep apnea atau OSA. Dalam penelitian tidur ini, Anda terhubung ke peralatan yang memonitor aktivitas jantung, paru-paru dan otak Anda, pola pernapasan, gerakan lengan dan kaki, dan kadaar oksigen darah saat Anda tidur. 

Tes obstructive sleep apnea (OSA) di rumah

Dalam keadaan tertentu, dokter mungkin akan memberikan Anda polisomnografi versi rumahan untuk mendiagnosis obstructive sleep apnea atau OSA.

Pemeriksaan ini biasanya melibatkan pengukuran aliran udara, pola pernapasan, dan kadar oksigen darah, serta mendengkur. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk obstructive sleep apnea?

Pengobatan utama untuk obstructive sleep apnea atau OSA adalah perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, namun bisa dibantu dengan metode pengobatan berikut:

Pengobatan continuous positive airway pressure (CPAP)

Ini merupakan lini depan pengobatan. CPAP dianjurkan untuk gejala moderat sampai berat sebagai pengobatan yang paling efektif.

Variable positive airway pressure (VPAP)

Pengobatan ini lebih sering digunakan pada pasien dengan kondisi pernapasan yang serius.

EPAP nasal

Ini merupakan pengobatan yang biasa digunakan pada kasus obstructive sleep apnea atau OSA ringan.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi obstructive sleep apnea (OSA)?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi obstructive sleep apnea:

  • Kurangilah berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Berolahragalah dengan teratur.
  • Konsumsi alkohol secukupnya atau tidak sama sekali, dan jangan minum beberapa jam sebelum tidur.
  • Berhentilah merokok.
  • Gunakanlah dekongestan nasal dan obat alergi.
  • Jangan tidur terlentang. Sebaiknya Anda tidur dalam posisi miring (menghadap ke kanan atau ke kiri)

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . 7 menit baca

    Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

    Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . 4 menit baca

    Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

    Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . 4 menit baca

    Kurang Tidur Dapat Merusak Hubungan Percintaan, Kok Bisa?

    Kurang tidur biasanya membuat Anda merasa lelah dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah Anda ternyata kurang tidur bisa merusak hubungan Anda?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 20/01/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    sleep texting adalah

    Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 5 menit baca
    somniphobia

    Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 7 menit baca
    penyebab tidur berlebihan

    Terus Mengantuk dan Ingin Tidur, Ini Berbagai Penyebab Anda Tidur Berlebihan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020 . 4 menit baca

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca