Muka Merah (Hot Flashes)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hot flashes (muka merah)?

Hot flashes adalah munculnya rasa hangat secara tiba-tiba, yang biasanya paling terasa di wajah, leher, dan dada. Kulit wajah umumnya akan memerah seperti merona. Itu sebabnya kondisi ini disebut juga sebagai muka merah. Hot flashes juga dapat menyebabkan keringat berlebih dan menggigil.

Meski terdapat beberapa kondisi hormonal lainnya yang menjadi penyebab kondisi ini, muka merah umumnya disebabkan ketika seorang wanita memasuki masa menopause, yaitu waktu periode menstruasi berhenti. Muka merah merupakan gejala umum yang terjadi akibat masa transisi ke menopause.

Frekuensi terjadinya hot flashes pada wanita biasanya berbeda-beda. Namun, umumnya hanya berkisar pada satu atau dua kali sehari hingga satu kali setiap jam.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Kondisi memerahnya muka Anda ini sangat umum terjadi, terutama pada wanita di usia menopause. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Hot flashes dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hot flashes?

Gejala-gejala utama dari hot flashes adalah:

  • Rasa hangat mendadak menyebar ke bagian tubuh atas dan wajah
  • Tampilan merona dengan kulit berwarna merah dan bercak
  • Detak jantung berdebar kencang
  • Berkeringat, terutama pada bagian tubuh atas
  • Menggigil begitu hot flashes mereda

Frekuensi hot flashes berbeda-beda. Anda dapat mengalami beberapa kali dalam sehari. Setiap episode ini biasanya menghilang dalam beberapa menit. Umumnya kondisi ini terjadi pada malam hari. Banyak wanita yang mengalami muka merah selama lebih dari setahun. Akan tetapi, kondisi ini biasanya berhenti sendiri dalam 4-5 tahun.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab muka merah?

Penyebab muka merah yang pasti belumlah diketahui. Namun, kondisi ini kemungkinan terkait oleh beberapa faktor, seperti perubahan hormon reproduksi dan pengaturan suhu tubuh oleh bagian otak bernama hipotalamus.

Selain itu, kondisi ini juga mungkin dipicu oleh-hal berikut:

  • Hot flashes bisa menjadi efek samping dari beberapa obat resep. Raloxifene (Evista), untuk osteoporosis, dan tamoxifen (Tamoxifen dan Nolvadex), untuk kanker payudara, dapat menyebabkan meronanya kulit dan menyebabkan muka merah. Kondisi ini juga bisa menjadi efek samping dari kemoterapi. Anda juga bisa merasa muka Anda memerah setelah mengonsumsi tramadol. Namun efek samping ini terbilang langka.
  • Beberapa obat yang dijual di apotek juga dapat menyebabkan gejala yang menyerupai hot flashes terkait menopause. Periksa label obat-obatan yang Anda konsumsi. Serta pastikan untuk mendiskusikan penggunaannya dengan dokter atau apoteker.
  • Makanan pedas tertentu, terutama merica, merupakan penyebab umum muka Anda memerah. Makanan pedas dapat memperlebar pembuluh darah dan merangsang ujung saraf. Perubahan biologis ini menyebabkan rasa panas yang ekstrem. Alkohol, bagi beberapa orang, juga memiliki efek serupa dengan muka merah.
  • Stres, gelisah, atau kemarahan bisa membuat tubuh menghasilkan hormon stres, yaitu epinefrin dan norepinefrin. Kedua hormon ini memompa aliran darah dan menghasilkan sensasi hangat pada tubuh. Serupa dengan merona, “flushing” dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari stres hingga luka pada saraf tulang belakang dan sakit kepala migrain. Flushing menyebabkan seluruh bagian tubuh menjadi merah dan panas. Kadang, flushing hanyalah merupakan reaksi alergi kulit terhadap elemen makanan atau lingkungan yang tidak terkait dengan stres.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya berisiko terkena kondisi ini?

Ada banyak pemicu yang bisa membuat Anda memiliki muka merah, antara lain:

  • Merokok: Wanita perokok lebih mudah mengalami hot flashes.
  • Obesitas: Orang dengan Indeks Massa Tubuh yang tinggi (IMT atau BMI) juga terkait dengan frekuensi muka merah yang tinggi.
  • Tidak aktif secara fisik: Jika tidak atau jarang berolahraga, Anda lebih mudah mengalami hot flashes selama menopause.

Tidak semua wanita yang menopause mengalami kondisi ini. Belum dapat dijelaskan mengapa hanya sebagian wanita saja yang mengalaminya.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana hot flashes (muka merah) didiagnosis?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis muka merah berdasarkan deskripsi dari gejala-gejala Anda. Untuk memastikan apa yang menjadi penyebab muka merah, dokter mungkin akan menyarankan tes darah untuk melihat apakah Anda sedang dalam transisi menstruasi.

Bagaimana cara mengatasi muka merah?

Cara mengatasi muka merah yang paling efektif estrogen. Namun, penggunaannya dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya. Obat-obatan seperti antidepresan dan antikejang juga dapat mengurangi hot flashes.

Sebelum memulai pengunaannya, diskusikan pro dan kontra berbagai perawatan dengan dokter. Jika kondisi muka merah ini tidak mengganggu hidup, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan. Untuk kebanyakan wanita, kondisi ini mereda secara bertahap dalam beberapa tahun.

Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi muka merah, antara lain:

Terapi hormon

Estrogen dan progesteron adalah hormon yang dapat mengurangi hot flashes. Wanita yang pernah menjalani histerektomi dapat menggunakan estrogen saja. Namun jika masih memiliki rahim, Anda harus menggunakan progesteron bersamaan dengan estrogen untuk melindungi diri dari kanker lapisan rahim (kanker endometrium).

Kombinasi obat bazedoxifene dengan estrogen konjugasi (Duavee) telah disetujui untuk pengobatan gejala menopause. Obat ini dapat menghindari meningkatnya risiko kanker, namun studi lebih lanjut diperlukan. Terapi estrogen bukanlah pilihan tepat jika Anda pernah mengalami pembekuan darah atau kanker payudara.

Antidepresan

Dosis rendah dari beberapa antidepresan tertentu dapat mengurangi kondisi muka merah, seperti Venlafaxine (Effexor XR, Pristiq), Paroxetine (Brisdelle, Paxil, Pexeva), Fluoxetine (Prozac, Sarafem). Brisdelle adalah satu-satunya obat antidepresan yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (Badan POM Amerika Serikat) untuk mengatasi muka merah. Namun, obat ini cenderung mahal dibandingkan dengan racikan generik.

Obat dan racikan lain diberikan tanpa label. Antidepresan tidak seampuh terapi hormon untuk kondisi yang serius, namun dapat membantu wanita yang tidak dapat atau tidak ingin menggunakan hormon. Kemungkinan efek samping meliputi sakit kepala, kelelahan, mual, pusing, bertambahnya berat badan, mulut kering, disfungsi seksual, munculnya rasa ingin bunuh diri (depresi) dan sindrom putus obat jika obat dihentikan tiba-tiba.

Beberapa efek samping dapat berkurang seiringnya waktu atau dengan penyesuaian dosis. Jika Anda memiliki pikiran bunuh diri saat sedang mengonsumsi obat ini, segera cari bantuan medis .

Obat resep lainnya

Obat lain yang dapat meringankan gejala muka merah meliputi:

  • Gabapentin (Neurontin, Gralise). Gabapentin adalah obat anti kejang yang cukup efektif dalam mengurangi hot flashes. Efek samping dapat meliputi rasa kantuk, pusing dan sakit kepala.
  • Clonidine (Catapres, Kapvay, lainnya). Clonidine, pil atau patch umumnya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, juga dapat meringankan hot flashes. Efek samping dapat meliputi rasa kantuk, pusing, mulut kering, dan konstipasi.

Pencegahan

Apa saja yang bisa saya lakukan untuk mencegah hot flashes?

Berikut adalah perubahan gaya hidup, pencegahan, dan cara mengatasi muka merah yang mungkin bisa Anda lakukan di rumah.

  • Jaga tubuh agar tetap sejuk. Sedikit peningkatan pada suhu inti tubuh dapat memicu muka merah. Kenakan pakaian berlapis agar Anda dapat melepas pakaian saat merasa hangat. Buka jendela atau gunakan kipas/AC. Turunkan suhu ruangan jika memungkinkan. Jika Anda merasa hot flashes akan muncul, minum minuman dingin.
  • Perhatikan apa yang Anda makan dan minum. Makanan panas dan pedas, minuman berkafein dan alkohol dapat memicu hot flashes. Pelajari pemicunya dan hindari.
  • Bersantai. Beberapa wanita membaik dari kondisi muka merah dengan meditasi atau teknik pengurang stres lainnya. Walau langkah tersebut mungkin tidak mengatasi hot flashes, Anda bisa mendapatkan manfaat lainnya, seperti meredakan gangguan tidur yang cenderung muncul dengan menopause.
  • Berhenti merokok. Merokok bisa menyebabkan hot flashes bertambah parah. Dengan tidak merokok, Anda dapat mengurangi kondisi memerahnya muka Anda serta risiko kondisi kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.
  • Kurangi berat badan. Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, menurunkan badan dapat membantu mengatasi muka merah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hot Flashes: Fenomena Saat Tubuh Mendadak Terasa Panas

    Hot flashes adalah fenomena yang identik dengan gejala menopause. Tapi kalau Anda masih muda, atau bahkan laki-laki, kenapa bisa mengalami hal ini juga?

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar

    Cara Mengatasi Kepanasan Saat Menopause (Hot Flashes)

    Hot flashes alias perasaan kepanasan saat menopause adalah hal yang wajar. Memang kadang mengganggu, tetapi sebenarnya bisa diatasi. Bagaimana caranya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala

    Direkomendasikan untuk Anda

    hot flashes adalah

    4 Penyebab Hot Flashes Pada Pria yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/12/2018
    mengatasi gejala hot flashes

    Redakan Sensasi Panas Akibat Menopause Dengan Akupunktur

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 14/09/2018
    perubahan tubuh wanita

    Kenali 8 Perubahan Fisik Wanita yang Wajar Terjadi di Usia 40-an

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 10/08/2018
    penyebab hot flashes adalah

    6 Penyebab Hot Flashes (Sensasi Panas Dalam Tubuh), Selain Karena Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/04/2018