Sederet Penyebab Memar serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Memar adalah kondisi yang bisa terjadi pada semua orang. Entah karena kaki Anda terbentur benda keras, atau Anda terjatuh saat berjalan. Namun, terkadang memar bisa muncul tanpa sebab yang pasti. Untuk tahu apa saja penyebab memar serta bagaimana cara mengatasinya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu memar?

Memar atau lebam adalah perubahan warna pada bagian tertentu kulit yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit. Kondisi pecahnya pembuluh darah dapat terjadi akibat adanya cedera traumatis.

Trauma dapat disebabkan oleh luka sayatan atau benturan pada bagian tertentu tubuh. Hal ini mengakibatkan pecahnya kapiler atau pembuluh-pembuluh darah kecil.

Pecahnya pembuluh darah hanya terjadi di bagian dalam kulit. Karena kulit tidak mengalami luka, darah yang keluar dari pembuluh akan menumpuk di bawah permukaan kulit, sehingga muncul bercak lebam berwarna merah, ungu, atau biru di dalam kulit.

Seiring dengan berjalannya waktu, bercak biru atau merah ini akan berubah warna menjadi hijau, coklat, atau kuning. Gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah pembengkakan, kulit terasa lunak, dan muncul rasa nyeri.

Kondisi ini terkadang menimbulkan rasa sakit saat disentuh, walaupun tidak jarang pula Anda tidak merasakan apapun saat kondisi ini muncul.

Menurut Cleveland Clinic, terdapat sederet jenis memar, tergantung pada bentuk serta penyebabnya:

  • Hematoma: Kondisi ini sedikit berbeda dengan memar biasa karena muncul pembengkakan dan rasa nyeri. Hematoma terjadi setelah adanya cedera atau benturan keras pada kulit. Namun, terkadang kondisi ini juga dapat terjadi dengan sendirinya.
  • Purpura: Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada perdarahan ringan di bagian bawah kulit.
  • Petechiae: Kondisi ini ditandai dengan titik-titik merah kecil di kulit.
  • Senile purpura: Memar jenis ini muncul karena kulit yang menipis, lebih kering, dan mudah terluka karena proses penuaan.
  • Black eye: Hantaman benda keras, terutama di daerah mata, dapat menyebabkan lebam di salah satu atau kedua mata, yang disebut dengan black eye.

Bagaimana cara mengetahui jika saya mudah mengalami memar?

Tahukah Anda bahwa beberapa orang lebih mudah mengalami memar dibanding dengan orang lain pada umumnya? Nah, berikut adalah beberapa gejala yang bisa jadi menandakan memar lebih mudah muncul di tubuh Anda:

  • Memar membengkak dan terasa nyeri meski hanya mengalami cedera ringan
  • Ukuran memar yang sangat besar
  • Memar muncul dalam jumlah banyak dan Anda tidak tahu penyebabnya
  • Lebam membutuhkan waktu lebih lama untuk memudar
  • Perdarahan yang lebih lama dari kondisi normal setelah terluka atau cedera

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari lebam yang muncul.

Apa penyebab memar?

Sebagian besar kondisi memar biasanya disebabkan oleh cedera atau terbentur benda tumpul yang keras. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kondisi kesehatan lain yang bisa menjadi pemicu munculnya lebam-lebam di kulit Anda.

1. Melakukan aktivitas yang terlalu berat

Aktivitas fisik yang terlalu ekstrem atau berat berisiko menyebabkan terjadinya cedera. Cedera yang terjadi bisa mengakibatkan patah tulang, keseleo, dislokasi, otot robek, dan pembengkakan otot, sehingga lebam pun muncul.

Apabila memar dikarenakan oleh keseleo, Anda akan mengalami gejala-gejala tambahan seperti pembengkakan, nyeri, perubahan warna pada kulit, serta rasa kaku pada pergelangan kaki.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang aktif melakukan kegiatan fisik yang berat, seperti angkat beban, lari, bela diri, dan lain sebagainya. Menyetir kendaraan terlalu cepat juga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, sehingga cedera bisa saja terjadi.

2. Konsumsi obat-obatan tertentu

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan dapat memicu terjadinya kondisi ini, khususnya obat-obatan pengencer darah dan kortikosteroid.

Beberapa suplemen herbal, seperti minyak ikan, juga memiliki efek mengencerkan darah, sehingga memar dapat muncul. Anda juga mungkin akan mengalami kondisi ini setelah disuntik atau mengenakan pakaian terlalu ketat.

Orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu lebih mudah mengalami kondisi ini. Obat-obatan tersebut meliputi nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen.

Selain itu, obat-obatan pengencer darah seperti warfarin, clopidogrel, dan heparin juga memengaruhi kemunculan memar. Steroid (prednisone) serta obat-obatan lain yang digunakan untuk mengatasi kanker juga memengaruhi risiko seseorang untuk terkena kondisi ini.

3. Usia tua

Orang-orang berusia lanjut memiliki kulit yang lebih tipis seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi tersebut menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit rentan mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, apabila Anda tergolong dalam rentang usia lanjut, risiko Anda untuk mengalami kondisi ini lebih tinggi, terutama untuk mengalami memar jenis senile purpura.

4. Kekurangan faktor pembekuan darah

Penyebab lain dari tubuh yang lebih mudah mengalami memar adalah kekurangan faktor pembekuan darah, yaitu protein yang berperan dalam proses pembekuan darah. Biasanya, kondisi ini ditemukan pada pasien pengidap gangguan pembekuan darah.

Salah satunya adalah penyakit Von Willebrand, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan kadar faktor von Willebrand (VWF) yang dibutuhkan darah untuk membeku dengan baik saat terjadi luka.

Jika kadar VWF Anda rendah, tubuh Anda akan lebih mudah mengalami lebam, mimisan, serta pendarahan berlebihan saat terluka.

Selain itu, penyakit lain dengan penyebab yang serupa adalah hemofilia. Yang membedakan hemofilia dengan penyakit Von Willebrand adalah jenis protein pembekuan darah yang terpengaruh. Kondisi ini juga dapat menyebabkan tubuh lebih mudah lebam, berdarah, muncul pendarahan di gusi, bahkan pendarahan pada otak.

5. Kekurangan trombosit dalam darah

Apabila tubuh Anda kekurangan kadar trombosit di dalam darah, memar juga lebih mudah muncul. Pasalnya, trombosit adalah salah satu komponen dalam darah yang bekerja sama dengan protein pembeku untuk membekukan darah dengan baik.

Trombositopenia adalah kondisi di mana jumlah trombosit di dalam darah Anda terlalu rendah. Dalam kasus yang parah, kelainan trombosit ini menyebabkan munculnya ruam atau bercak-bercak merah, ungu, atau biru, yang disertai dengan bintik-bintik merah, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, dan pendarahan berlebihan saat menstruasi.

6. Kekurangan vitamin tertentu

Tubuh yang  mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin juga lebih mudah mengalami gangguan perdarahan dan memicu timbulnya memar.

Salah satu vitamin yang paling dibutuhkan untuk menjaga fungsi darah adalah vitamin K. Vitamin K memiliki peran penting dalam proses penggumpalan darah. Rendahnya kadar vitamin K dalam tubuh menyebabkan lebam lebih mudah muncul.

Bagaimana cara mengobati memar?

Kondisi ini sebenarnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter hanya perlu melihat secara langsung bagian kulit yang mengalami perubahan warna.

Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab utamanya, misalnya patah tulang.

Jika terdapat kemungkinan cedera atau patah tulang, dokter akan merekomendasikan tes X-ray pada area yang terdampak.

Apabila kondisi tersebut sering terjadi tanpa ada penyebab khusus, dokter mungkin akan melakukan tes darah lengkap untuk mengetahui apakah ada kondisi kelainan pendarahan pada tubuh.

Jika perubahan warna kulit disebabkan oleh obat-obatan pengencer darah, dokter akan memantau kondisi darah Anda secara berkala untuk menentukan dosis pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Pengobatan pada memar tergantung pada apa penyebab utamanya. Apabila kondisi ini terjadi akibat cedera atau kecelakaan ringan, biasanya kulit Anda akan pulih dengan sendirinya.

Selama proses penyembuhan, kulit yang terdampak mungkin akan mengalami perubahan warna secara berkala, mulai dari biru atau merah, menjadi kuning, coklat, hijau, hingga akhirnya menghilang seutuhnya.

Untuk meringankan rasa sakit, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk memar seperti salep, serta penawar rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen. Paracetamol dapat diberikan untuk mengatasi rasa sakit sesuai petunjuk pada botol.

Namun, jika Anda mengidap gangguan pembekuan darah, hindari aspirin dan ibuprofen karena dapat memperlambat pembekuan darah, serta memperlambat proses penyembuhan.

Jika memar tidak kunjung menghilang setelah beberapa minggu, atau kembali muncul tanpa ada alasan yang jelas, segera periksakan diri lagi ke dokter. Kondisi tersebut mungkin membutuhkan penanganan medis secara lebih intensif.

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi memar?

Perawatan untuk memar paling efektif diberikan sesaat setelah cedera, saat memar masih berwarna kemerahan.

1. Menggunakan kompres dingin

Kompres dingin, seperti ice pack atau handuk yang direndam di air dingin, dapat Anda letakkan pada area yang terdampak selama 20-30 menit. Metode ini dapat mempercepat penyembuhan dan meredakan pembengkakan.

Yang perlu Anda hindari adalah menempelkan es batu secara langsung ke kulit. Sebaiknya, bungkuslah es batu dengan kain atau handuk.

2. Mengangkat kaki

Ketika kondisi ini menimbulkan bercak biru dan besar dan cukup parah, angkatlah kaki Anda setinggi mungkin ketika Anda sedang berbaring. Pastikan kaki berada di posisi yang lebih tinggi dari kepala Anda. Lakukan teknik ini dalam 24 jam pertama setelah Anda mengalami cedera.

3. Kompres hangat

Setelah sekitar 48 jam, Anda dapat memberikan panas dalam bentuk kain hangat pada area yang terdampak selama 10 menit. Lakukan metode ini selama 2-3 kali sehari, agar aliran darah pada area tersebut menjadi lebih lancar dan bercak akan memudar.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thrombophob

Thrombophob adalah obat oles untuk memar. Cari tahu informasi tentang fungsi, dosis, efek samping, keamanan, dan interaksi obat Thrombophob di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 6 Februari 2019 . Waktu baca 8 menit

Badan Masih Sakit Setelah Olahraga, Bolehkah Lanjut Latihan Lagi?

Olahraga terkadang membuat badan nyeri tak karuan. Jika badan masih sakit setelah olahraga, jangan langsung asal olahraga lagi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebugaran, Hidup Sehat 23 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Lutut Sakit Saat Ditekuk? Ini 4 Kondisi yang Bisa Jadi Pemicunya

Tak melulu karena keseleo atau terkilir, faktanya ada banyak hal yang bisa menyebabkan Anda mengalami lutut sakit saat ditekuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nyeri Kronis, Health Centers 17 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Menyembuhkan Cedera Olahraga Dengan Metode RICE

Metode RICE, kepanjangan dari rest, ice compress, compression, dan elevation adalah salah satu cara menyembuhkan cedera olahraga. Selengkapnya, cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
lebam setelah meninggal

Penjelasan Tentang Munculnya Lebam Pada Tubuh Orang yang Meninggal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
mencegah jatuh terpeleset

Ingat 6 Tips Ini Agar Anda Tidak Mudah Jatuh atau Terpeleset di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2019 . Waktu baca 4 menit