Limfadenopati (Pembengkakan Kelenjar Getah Bening)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)?

Limfadenopati adalah kondisi yang terjadi apabila ada pembengkakan pada gumpalan jaringan kecil berbentuk bulat yang tersebar di seluruh tubuh Anda, yang disebut kelenjar getah bening.

Ada sekitar 600 kelenjar getah bening yang tersebar di dalam tubuh Anda. Akan tetapi, jumlah kelenjar yang bisa dirasakan atau diraba di bawah kulit dengan tangan telanjang hanya beberapa saja.

Beberapa kelenjar getah bening yang dapat teraba terletak di area-area berikut ini.

  • Di bagian bawah rahang.
  • Di belakang daun telinga.
  • Di ketiak (di bawah lengan atas).
  • Salah satu sisi leher.
  • Salah satu pangkal paha.
  • Di atas tulang selangka.

Ukuran kelenjar getah bening  berbeda-beda. Mulai dari sekecil ujung jarum hingga sebesar satu butir kacang merah yang sudah matang.

Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem imun (daya tahan tubuh), khususnya sistem limfatik. Pasalnya, kelenjar ini mengandung sel-sel darah putih serta antibodi. Ini berarti kelenjar getah bening sangat berperan dalam melawan infeksi dan penyakit.

Ketika tubuh Anda kena infeksi atau penyakit, tubuh akan memproduksi lebih banyak sel imun. Meningkatnya jumlah sel imun dalam kelenjar limpa inilah yang menyebabkan kondisi limfadenopati.

Maka dari itu, kelenjar getah bening yang membengkak kemungkinan besar menandakan adanya infeksi atau penyakit.

Limfadenopati dapat muncul pada salah satu atau beberapa area tubuh Anda.

Limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening adalah pembesaran yang dapat dirasakan (> 1 cm) pada satu kelenjar limfa atau lebih. Pembesaran ini dikategorikan sebagai:

  • Terlokalisasi: Apabila terdapat hanya pada satu area tubuh
  • Umum: Apabila terdapat pada 2 atau lebih area tubuh

Seberapa umum pembengkakan kelenjar getah bening?

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati cukup umum terjadi. Limfadenopati dapat terjadi pada orang dengan usia berapa pun.

Akan tetapi, wanita memang lebih rentan mengalami masalah ini.

Biasanya kelenjar getah bening yang membengkak akan mengecil sendiri setelah infeksi atau penyakit yang menyebabkan pembengkakan diobati. Penyembuhan ini bisa memakan waktu sekitar seminggu setelah infeksinya sembuh.

Meskipun pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati adalah kasus yang cukup umum, bukan berarti kondisi ini tidak membahayakan sama sekali.

Dalam beberapa kasus, pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening mungkin saja merupakan tanda kanker getah bening limfoma Hodgkin dan kanker getah bening limfoma non-Hodgkin.

Jadi, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter atau klinik untuk mendapatkan diagnosis serta perawatan limfadenopati yang terbaik.

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala limfadenopati?

Ketika kelenjar getah bening mulai mengalami pembesaran, biasanya gejala awal yang dapat Anda rasakan, antara lain:

  • Nyeri saat menekan kelenjar yang membengkak.
  • Kelenjar yang membengkak bisa terasa hangat.
  • Area kelenjar yang membengkak jadi lebih peka, misalnya di area leher Anda jadi terasa tidak nyaman saat digerakkan.
  • Kelenjar yang membengkak sangat besar, biasanya tampak menonjol sebesar kacang polong atau lebih dari itu.

Setelah Anda merasakan gejala-gejala awal limfadenopati, Anda mungkin merasakan serangkaian gejala lain. Gejala limfadenopati yang muncul kemudian biasanya akan bergantung pada penyakit atau infeksi yang menyebabkannya.

Secara umum, gejala yang akan muncul saat Anda mengalami pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening antara lain:

Kemungkinan masih ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala limfadenopati berikut ini:

  • Kelenjar yang bengkak tidak kunjung hilang, bahkan menyebar selama 2-4 minggu.
  • Kelenjar yang bengkak terasa kenyal atau lentur.
  • Demam tidak kunjung hilang.
  • Berkeringat terus pada malam hari.
  • Berat badan menurun padahal tidak sedang menjalani diet khusus.  
  • Radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh.
  • Kelenjar terasa sangat keras dan terus membesar dengan cepat, ini bisa jadi tumor atau kanker getah bening.

Segera cari bantuan darurat apabila:

  • Kelenjar getah bening yang bengkak berdarah.
  • Kelenjar yang membengkak di leher memengaruhi pernapasan atau proses menelan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala limfadenopati di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Pasalnya, tubuh masing-masing orang berbeda.

Selain itu, bagian kelenjar yang membengkak mungkin letaknya jauh di dalam tubuh Anda sehingga tidak tampak dan tidak bisa diraba di bawah kulit.

Selalu diskusikan dengan dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab limfadenopati?

Limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari infeksi ringan sampai penyakit kronis seperti kanker getah bening bisa menjadi penyebab membesarnya kelenjar getah bening.

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah limfadenopati.

1. Infeksi telinga

Perhatikan kelenjar bagian mana yang mengalami pembengkakan. Biasanya, pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati di area kepala dan leher menandakan adanya infeksi telinga.

Infeksi telinga sendiri bisa disebabkan oleh alergi atau infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Anak-anak lebih sering kena infeksi telinga daripada orang dewasa. Namun, jenis infeksi ini memang bisa menyerang siapa saja.

2. Infeksi virus

Ada banyak jenis virus yang bisa menyerang tubuh dan menyebabkan limfadenopati. Biasanya lokasi pembengkakan kelenjar getah bening akan menentukan di mana lokasi infeksi virus terjadi.

Berikut adalah jenis-jenis virus yang bisa menyebabkan limfadenopati.

  • Varicella-zoster, yaitu virus penyebab cacar air dan herpes zoster.
  • Rubella, yaitu virus yang mengakibatkan penyakit campak.
  • HIV, yaitu virus menular yang jadi penyebab penyakit AIDS.
  • Herpes simplex, yaitu virus penyebab herpes oral, herpes genital, dan herpes encephalitis.
  • Flu, yaitu virus yang menyebabkan penyakit influenza.

3. Infeksi bakteri

Beberapa jenis bakteri yang masuk dalam tubuh Anda bisa menyebabkan infeksi. Infeksi bakteri tertentu dapat menimbulkan gejala yaitu limfadenopati. Berikut daftar jenis bakterinya.

  • Streptococcus atau strep, yaitu bakteri penyebab penyakit radang tenggorokan atau pembengkakan amandel.
  • Staphylococcus atau staph, yaitu bakteri penyebab keracunan makanan, toxic shock syndrome (TSS), atau mastitis.
  • Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri yang mengakibatkan penyakit tuberkulosis (TB atau TBC).

4. Infeksi HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang mengakibatkan penyakit AIDS. Virus ini kadang tidak menunjukkan gejala apa pun pada penderitanya, sehingga Anda bisa saja terlambat didiagnosis.

Padahal, terlambat mendeteksi penyakit ini bisa berakibat fatal.

Itu sebabnya, bila Anda mengalami limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha yang disertai dengan gejala lain seperti lemas, nyeri otot, dan sakit kepala, segera periksa ke dokter.

5. Infeksi gigi

Infeksi pada area gusi dan gigi bisa menunjukkan gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening. Infeksi gigi biasanya disebabkan oleh abses gigi, yaitu penumpukan nanah karena bakteri.

6. Mononukleosis

Limfadenopati di leher dan ketiak bisa menandakan mononukleosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus.

Virus yang ditularkan melalui air liur ini membuat penderitanya sakit tenggorokan, demam, lemas, gatal-gatal, sakit kuning, mimisan, hingga sesak napas.

7. Infeksi kulit

Berbagai jenis penyakit kulit juga bisa membuat limfadenopati. Apalagi kalau Anda mengalami gejala-gejala lain, seperti muncul ruam, kulit jadi kemerahan, terasa perih atau panas, dan gatal-gatal.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit yang mungkin ditandai dengan limfadenopati:

8. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan adalah jenis penyakit yang cukup umum. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Infeksi virus, infeksi bakteri, alergi, iritasi pada tenggorokan, pembengkakan amandel, atau cedera (trauma) tertentu pada bagian leher dan tenggorokan bisa menjadi penyebab kelenjar getah bening Anda membesar.

9. Gangguan sistem imun

Gangguan pada sistem kekebalan tubuh Anda bisa membuat Anda lebih lemah dan rentan diserang penyakit. Pasalnya, sistem yang bertugas untuk mempertahakan diri dari ancaman penyakit sudah melemah atau terganggu.

Nah, biasanya gangguan sistem imun sering menyerang orang yang punya penyakit autoimun, seperti rematik (rheumatoid arthritis) dan lupus. Gejalanya antara lain adalah limfadenopati dan badan lemas.

10. Kanker

Hati-hati, jangan remehkan gangguan seperti pembengkakan pada kelenjar getah bening Anda. Limfadenopati bisa jadi awal mula dari penyakit kanker.

Ketika di dalam tubuh Anda sudah ada sel kanker yang bersarang, lalu sel kanker ini berpindah tempat tinggal melalui pembuluh limfa. Perpindahan inilah yang lantas membuat limfadenopati.

Setelah pindah dan menyebar ke bagian tubuh lain, sel kanker bisa menetap dan tumbuh menyerang sel-sel di bagian tubuh tersebut.

Beberapa jenis kanker yang menunjukkan gejala pembengkakan kelenjar limfa antara lain kanker kulit, kanker payudara, leukimia, kanker paru, kanker perut, kanker getah bening limfoma Hodgkin, serta kanker getah bening limfoma non-Hodgkin.

Kanker getah bening dan jenis kanker lainnya masih bisa dikendalikan pada tahap stadium awal. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mendeteksi kanker getah bening atau kanker lain sedini mungkin.

11. Penyakit menular seksual

Beberapa jenis penyakit menular seksual bisa menimbulkan gejala pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati. Penyakit tersebut di antaranya, yaitu sipilis (raja singa), gonore, dan klamidia. Apalagi kalau limfadenopati berada di area pangkal paha.  

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya berisiko kena pembengkakan kelenjar getah bening?

Ada banyak faktor risiko untuk limfadenopati, yaitu:

  • Interaksi dengan kucing
  • Makanan yang belum matang
  • Gigitan kutu
  • Tuberkulosis kelenjar
  • Transfusi darah atau transplantasi
  • Perilaku seksual yang berisiko tinggi
  • Penggunaan obat suntik
  • Pekerjaan: pemburu, pemasang perangkap, nelayan, pekerja rumah potong daging
  • Bepergian ke area yang terinfeksi

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana limfadenopati didiagnosis?

Dokter akan memeriksa ukuran dan letak kelenjar limfa. Anda mungkin memerlukan tes berikut untuk membantu dokter menemukan penyebab limfadenopati:

Tes darah

Pemeriksaan ini dapat menunjukkan apakah Anda memiliki infeksi atau kondisi medis lain.

Rontgen dada

Tes ini merupakan gambar yang membantu dokter melihat fungsi paru-paru dan jantung.

Ultrasononografi (USG)

Ultrasonografi dengan gelombang suara dapat menunjukkan gambar kelenjar limfa pada monitor.

CT scan

Mesin rontgen menggunakan komputer untuk mengambil gambar dari kelenjar limfa. Anda mungkin diberikan cairan pewarna kontras sebelum gambar diambil untuk membantu dokter melihat gambar dengan lebih baik.

Beri tahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap pewarna kontras.

MRI

MRI dengan menggunakan gelombang magnet kuat dan komputer untuk mengambil gambar dari kelenjar limfa. Anda mungkin akan diberikan pewarna kontras untuk menunjukkan gambar dengan lebih jelas.

Beri tahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap pewarna kontras. Jangan memasuki ruangan MRI dengan sesuatu yang terbuat dari metal.

Metal dapat menyebabkan cedera serius. Beri tahu dokter apabila Anda memiliki metal di dalam tubuh (seperti ring jantung).

Biopsi kelenjar limpa

Prosedur ini digunakan untuk mengambil sampel jaringan untuk diuji. Dokter dapat mengambil sel limpa menggunakan jarum atau mengangkat satu atau beberapa kelenjar limpa selama operasi.

Bagaimana limfadenopati ditangani?

Dalam beberapa kasus, limfadenopati bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa obat-obatan dari dokter. Ini jika penyebab penyakitnya cukup ringan seperti influenza atau keracunan makanan.

Namun, jika limfadenopati cukup serius dan disebabkan oleh penyakit yang parah, Anda akan membutuhkan pertolongan medis.

Namun, beberapa penyebab belum ditemukan obatnya sehingga Anda hanya bisa mengendalikan supaya gejalanya tidak tambah parah. Misalnya pada kasus kanker getah bening limfoma Hodgkin dan kanker getah bening limfoma non-Hodgkin.

Lebih jelasnya, simak beberapa pilihan pengobatan untuk pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati berikut ini.

Pengobatan antibiotik atau antiviral

Obat-obatan ini adalah perawatan paling umum untuk limfadenopati yang disebabkan infeksi bakteri.

Antibiotik akan membantu menghentikan perkembangbiakan serta infeksi bakteri dalam tubuh Anda.

Sementara itu, jika penyebab pembengkakan kelenjar getah bening adalah virus, Anda akan diberi obat-obatan yang bisa meringankan gejala yang timbul. Untuk hasil pengobatan limfadenopati yang terbaik, ikuti anjuran dokter dan apoteker.  

Mengatasi penyebab

Terkadang, limfadenopati merupakan akibat dari kondisi kesehatan yang buruk, seperti lupus atau rheumatoid arthritis yang disebabkan oleh penyakit autoimun.

Mengobati kondisi tersebut dapat menyembuhkan pembengkakan pada kelenjar getah bening secara efektif.

Perawatan kanker 

Perawatan ini diberikan pada pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati yang disebabkan oleh kanker. Jenis kanker akan menentukan perawatan yang dapat meliputi operasi, terapi radiasi atau kemoterapi.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi limfadenopati?

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi limfadenopati:

Gunakan kompres hangat

Letakkan kompres hangat dan basah, seperti kain yang direndam air panas pada area tersebut.

Gunakan penawar rasa sakit

Konsumsi penawar rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin, lainnya), naproxen (Aleve) atau acetaminophen (Tylenol, lainnya).

Berhati-hatilah saat memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja. Walau telah disetujui penggunaannya pada anak-anak dan remaja di atas 2 tahun, mereka yang baru pulih dari cacar air atau gejala seperti flu tidak boleh menggunakan aspirin.

Beri tahu dokter apabila Anda baru saja mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Istirahat yang cukup

Anda perlu sering beristirahat untuk membantu pemulihan dari kondisi penyebab.

Kumur air garam

Kalau pembengkakan kelenjar terjadi di area leher, telinga, rahang, atau kepala, Anda bisa berkumur dengan garam yang dilarutkan dalam air hangat.

Berkumurlah selama kira-kira sepuluh sampai dua puluh detik. Kemudian buang airnya. Ulangi sebanyak tiga sampai lima kali sehari.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Direkomendasikan untuk Anda

    mencegah kelenjar getah bening bengkak

    Apakah Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Bisa Dicegah?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Desember 4, 2019
    pembengkakan hati

    Hepatosplenomegali, Ketika Hati dan Limpa Membengkak Sekaligus. Apa Penyebabnya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini
    Tanggal tayang Agustus 26, 2018
    Kelenjar getah bening adalah

    Mengenal Apa Itu Kelenjar Getah Bening dan Fungsinya Bagi Tubuh

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Tamara Alessia
    Tanggal tayang Maret 12, 2018