Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah komplikasi kehamilan. Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim melainkan menempel dan bertumbuh di tuba fallopi.

Dilansir dari laman Ectopic, dalam beberapa kondisi langka, sel telur bisa menempel di tempat lain seperti ovarium, di serviks, dan rongga perut. Kehamilan ektopik sering terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan.

Kondisi ini dikatakan serius dan sangat mungkin membahayakan nyawa ibu. Pasalnya, sel telur yang tumbuh di luar rahim tidak dapat bertahan hidup.

Setelahnya, sel telur akan menempel di jaringan di mana ia menempel dan menghancurkan jaringan tersebut. Hal ini bisa menyebabkan perdarahan internal dan infeksi.

Tidak mudah untuk mempertahankan bayi pada kehamilan ektopik. Kemungkinan besar, bayi harus digugurkan (aborsi).

Seberapa umum kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik cukup umum terjadi. Diperkirakan dari setiap 100 kehamilan setidaknya ada 2 ibu yang hamil ektopik.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Tanda atau gejala yang sering terjadi di awal kehamilan ektopik adalah nyeri panggul.

Melansir dari Planned Parenthood, kemungkinan juga ada perdarahan yang keluar dari vagina. Perdarahan disebabkan karena jaringan tuba yang meluruh atau infeksi sehingga mengeluarkan darah.

Umumnya kondisi ini bisa menimbulkan nyeri pada perut dan ingin buang air besar terus menerus.

Berikut adalah beberapa gejala lainnya dari kehamilan ektopik yang harus diwaspadai:

  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut bawah
  • Kram perut
  • Nyeri pada satu sisi tubuh
  • Pusing atau lemah
  • Nyeri pada pundak, leher, atau rektum
  • Pingsan (jarang terjadi)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Meski kerap dikira sama, kondisi ini berbeda dengan hamil anggur. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Tubuh masing-masing orang berbeda. Jika merasakan beberapa gejala kehamilan ektopik seperti yang telah disebutkan, segera konsultasikan ke dokter kandungan. Dokter akan membantu memeriksa kondisi Anda lebih lanjut.

Penyebab

Apa penyebab kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Penyebab pasti dari kehamilan ektopik belum diketahui, tapi dapat terjadi karena kerusakan pada tuba falopi.

Tuba falopi sendiri fungsinya adalah sebagai saluran yang mengantarkan sel telur hasil pembuahan. Sel telur nantinya akan bergerak menuju dan berkembang di  dalam rahim.

Berikut adalah beberapa faktor yang diduga jadi penyebab kehamilan ektopik:

1. Pernah mengalami kondisi ini sebelumnya

Jika Anda pernah mengalami hamil di luar kandungan sebelumnya, Anda masih berisiko mengalami hal tersebut lagi.

2. Infeksi atau peradangan

Infeksi tuba falopi, rahim atau indung telur, dan juga peradangan pada tuba falopi dapat membuat wanita mengalami kehamilan ektopik. Klamidia atau gonore juga bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

3. Kerusakan pada organ reproduksi

Hamil di luar kandungan dapat terjadi jika Anda mengalami kerusakan pada saluran tuba falopi. Kerusakan tuba falopi bisa disebabkan karena operasi yang dilakukan di area tuba falopi dan rahim.

4. Obat kesuburan

Apabila sebelum hamil Anda mengikuti program hamil oleh dokter, umumnya Anda akan diberi resep obat penyubur kandungan.

Beberapa obat kesuburan pada program kehamilan dapat meningkatkan risiko wanita mengalami kehamilan ektopik.

5. Pernah dioperasi

Operasi pada bagian perut seperti operasi usus buntu atau operasi caesar dapat menyebabkan kerusakan pada tuba falopi. Kerusakan tuba falopi berisiko untuk mengalami kehamilan ektopik

6. Sedang memakai kontrasepsi

Kehamilan jarang terjadi jika Anda sedang menggunakan kontrasepsi seperti IUD (Intra Uterine Device) atau pil KB  apa pun. Sama halnya juga dengan tubektomi atau pakai metode kontrasepsi permanen.

Apabila mengalami gejala kehamilan saat sedang memakai kontrasepsi, kemungkinan besar itu adalah kehamilan ektopik.

7. Punya endometriosis

Endometriosis adalah kondisi yang menyebabkan jaringan parut di tuba falopi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang mungkin menjadi penyebab kehamilan ektopik. Di antaranya yaitu:

  • Peradangan dan jaringan parut pada tuba falopi dari kondisi medis sebelumnya, infeksi, atau akibat tindakan bedah
  • Faktor hormon
  • Kelainan genetik (bawaan)
  • Cacat lahir, mungkin disebabkan oleh gangguan pertumbuhan ketika masih menjadi janin dalam kandungan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Ada banyak faktor risiko untuk kehamilan ektopik, yaitu:

  • Hamil di usia 34-44 tahun
  • Menggunakan intrauterine device (IUD) sebagai kontrasepsi
  • Pernah mengalami penyakit seksual menular, seperti klamidia dan gonore
  • Memiliki riwayat salpingitis, penyakit peradangan pelvis
  • Gangguan pada tuba fallopi kongenital
  • Luka dari endometriosis
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
  • Sejarah ligasi tuba (tubektomi) yang gagal
  • Menggunakan obat-obat penyubur kandungan, umumnya obat untuk prosedur in vitro fertilization (IVF)
  • Merokok sebelum hamil
  • Penggunaan diethylstilbestrol selama kehamilan

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) didiagnosis?

Kehamilan ektopik dapat didiagnosis dengan beberapa metode berikut:

1. Pemeriksaan panggul

Dokter dapat mendiagnosis adanya gumpalan atau pertumbuhan abnormal pada tuba falopi. Ini karena pertumbuhan massa abnormal tersebut bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kehamilan ektopik.

Tes pemeriksaan panggul juga dilakukan untuk memeriksa ukuran rahim Anda. Pada kehamilan normal, ukuran rahim akan membesar. Sementara pada kondisi hamil di luar kandungan, ukuran rahim tidak membesar.

2. Ultrasonografi

Ultrasonografi atau biasa disingkat sebagai tes USG dapat melihat kondisi rahim dan tuba falopi. Selain melihat kondisi kehamilan, tes USG juga efektif mendeteksi masalah kesehatan lain, termasuk kehamilan ektopik di tahap awal.

3. Tes darah untuk memeriksa kadar hormon

Pada tanda-tanda kehamilan normal, pada darah ibu umumnya ditemukan hormon human chorionic gonadotropin atau hCG. Hormon ini akan meningkat setiap harinya.

Apabila tidak ditemukan atau pada hormon HCG terdapat kelainan, maka bisa menandakan bahwa Anda mengalami kehamilan ektopik atau keguguran.

Bagaimana mengobati kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Kehamilan ektopik dapat diobati dan ditangani dengan tepat. Namun ini tergantung pada seberapa cepat kehamilan ektopik yang terdeteksi dan bagaimana kondisi kesehatan ibu.

Apabila kehamilan ektopik dapat didiagnosis secara dini, Anda dapat menghindari risiko pecahnya tuba fallopi. Pada kasus ini, ada beberapa pilihan penanganan:

1. Pakai obat-obatan

Jika dokter mendiagnosis adanya tanda hamil di luar kandungan, dokter akan menguji tingkat hormon kehamilan.

Setelah itu, diperiksa juga ada atau tidaknya detak jantung janin di dalam rahim, serta memeriksa gejala kehamilan lainnya.

Jika tidak ditemukan adanya pembuahan yang berhasil di dalam rahim, dokter akan menyuntikkan obat metotreksat.

Obat ini dapat menghentikan dan menghambat kehamilan saat itu.  Obat metotreksat memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan efek samping yang risikonya kecil.

2. Operasi laparoskopi

Operasi laparoskopi adalah cara yang dilakukan untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan akibat perdarahan pada kondisi kehamilan ektopik.

Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil dibuat di perut. Letak sayatannya di dekat pusar.

Selanjutnya, dokter kandungan akan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan lensa kamera dan cahaya untuk melihat kondisi tuba fallopi.

Untuk mengatasi kehamilan ektopik, bagian tuba fallopi yang rusak akan diangkat (salpingektomi) dan diperbaiki (salpingostomi).

Setelah melakukan operasi ini, Anda diharuskan beristirahat total selama 1 sampai 2 hari.

3. Operasi darurat

Jika kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan hebat, Anda mungkin perlu operasi darurat yang dilakukan dengan cara menyayat sayatan perut (laparotomi).

Dalam beberapa kasus, kerusakan pada tuba falopi dapat diperbaiki. Jika tuba dan indung telur rusak parah, Anda mungkin memerlukan operasi pengangkatan (salpingektomi).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)?

Anda tidak dapat mencegah kehamilan ektopik sepenuhnya. Namun, Anda dapat mengurangi beberapa faktor risiko tertentu dengan mengikuti gaya hidup berikut:

  • Melakukan hubungan seks yang aman dengan membatasi jumlah pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko peradangan pelvis
  • Berhenti merokok sebelum kehamilan
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan selama kehamilan
  • Mengunjungi dokter kandungan sesuai jadwal

Selain itu, beberapa hal yang penting untuk dilakukan yaitu:

Berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu

Kehamilan merupakan hal yang banyak didambakan setiap pasangan. Dengan mengetahui bahwa kehamilan Anda belum berhasil, ini pasti menyebabkan kecewa yang mendalam.

Setelah melalui proses diagnosis dan pengobatan, kini waktunya Anda berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Beri waktu diri Anda untuk berduka secukupnya Anda juga bisa berbagi rasa sedih dengan pasangan, keluarga, atau sahabat.

Minta mereka mendengarkan ungkapan kesedihan Anda tanpa perlu memberi saran atau pilihan lain untuk bisa hamil kembali. Anda juga bisa mencari kelompok pendukung, psikolog, atau dokter dan bisa yang bisa menenangkan hati Anda.

Anda tidak perlu malu dan khawatir pernah mengalami kondisi kehamilan ektopik. Ini karena banyak di luar sana yang pernah mengalami kehamilan ektopik dan bisa mengalami kehamilan normal lagi ke depannya.

Pertimbangkan IVF atau bayi tabung

Tubuh wanita normalnya memiliki dua saluran tuba falopi. Jika salah satu rusak atau diangkat, Anda masih bisa hamil dengan normal walaupun hanya dengan satu saluran tuba falopi.

Jika kehamilan ektopik terus terjadi, sampai menyebabkan kedua tuba falopi telah terluka atau diangkat, fertilisasi in vitro (IVF) bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan hadirnya buah hati.

IVF adalah prosedur yang dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur wanita dan sel sperma yang sehat di dalam laboratorium. Setelah sel telur dan sperma berhasil dalam pembuahan, ini akan ditanamkan kembali ke dalam rahim.

Bisakah saya hamil lagi setelah kehamilan ektopik?

Sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan ektopik umumnya bisa hamil  normal dan sehat lagi di masa depan.

Umumnya bila kehamilan ektopik disebabkan karena saluran tuba falopi rusak atau bermasalah, dokter akan mengangkat saluran tersebut.

Lalu, jika salah satu saluran tuba diangkat, satu saluran tuba lainnya yang masih sehat tetap bisa membantu proses kehamilan.

Jika kehamilan ektopik Anda disebabkan karena infeksi atau penyakit menular seksual, maka pengobatan dengan obat atau tindakan perawatan lain bisa membantu.

 Akan tetapi jika kehamilan ektopik terjadi karena paparan dietilstilboestrol (DES), terjadinya kehamilan normal kemungkinan kecil terjadi.

Periksakan diri dan konsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda merencanakan kehamilan berikutnya.

Semakin dini Anda mencegah kehamilan ektopik, semakin kecil kerusakan tuba dan semakin besar kemungkinan untuk bisa hamil normal dan sehat.

Kapan boleh mencoba hamil lagi?

Sebetulnya tidak ada bukti cukup yang bisa menentukan harus menunggu seberapa lama untuk mencoba lagi setelah mengalami kehamilan ektopik.

Dikutip dari The Ectopic Pregnancy Trust, para ahli kandungan menyarankan untuk mencoba hamil kembali setelah 3 bulan atau sekitar 2 sampai 3 kali masa mentruasi Anda lewat.

Bukan tanpa tujuan. Menunggu setidaknya selama 3 bulan berfungsi untuk mengembalikan siklus haid yang normal sebelum memulai mencoba hamil kembali.

Ada beberapa laporan data yang menunjukkan Anda bisa sukses hamil lagi setelah 18 bulan pasca-kehamilan ektopik dengan tingkat kesuksesan 65 persen.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa wanita bisa hamil lagi dengan tingkat keberhasilan sampai 85 persen bila memberikan jeda waktu selama 2 tahun setelah kehamilan ektopik.

Selain itu yang perlu dipertimbangkan adalah efek suntikan metotreksat saat pengobatan kehamilan ektopik. Ini membuat Anda harus menunggu sejenak untuk kehamilan berikutnya.

Setelah disuntik metotreksat, Anda harus menunggu hingga kadar hCG dalam tubuh Anda turun hingga jumlahnya di bawah 5 mlU per mililiter saat tes darah.

Ini karena, obat metotreksat dapat menurunkan kadar folat dalam tubuh. Asam folat adalah zat yang penting dibutuhkan tubuh ibu dan janin sejak awal kehamilan.

Maka dari itu, nantinya dokter juga akan menganjurkan Anda untuk makan dan minum suplemen yang mengandung asam folat selama 12 minggu sebelum mencoba hamil kembali setelah hamil di luar kandungan. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Pekerjaan Rumah yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Saat Hamil

    Tak selalu aman, ternyata beberapa pekerjaan rumah ini tak dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sedang dalam masa kehamilan.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

    Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

    Epilepsi merupakan gangguan saraf yang dapat mengganggu perkembangan anak. Namun, bisakah mendeteksi epilepsi sejak janin di dalam kandungan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Bolehkah Membersihkan Karang Gigi Saat Hamil?

    Kebersihan gigi merupakan hal yang penting, termasuk bagi ibu hamil. Namun, apakah aman membersihkan karang gigi saat hamil? Simak ulasan berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    puasa pengaruhi kesuburan

    Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
    susu, buah-buahan, dan sayuran sebagai pilihan makanan sehat untuk ibu hamil

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020