Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Tidak Pernah Mual dan Muntah Selama Hamil, Apa Ini Normal?

    Tidak Pernah Mual dan Muntah Selama Hamil, Apa Ini Normal?

    Salah satu gejala kehamilan yang khas muncul pertama kali adalah mual dan muntah atau yang lebih dikenal dengan morning sickness. Gejala ini memengaruhi sekitar 70-80 persen wanita pada awal kehamilannya. Meski begitu, ada beberapa wanita yang hamil tanpa merasakan mual dan muntah sama sekali. Apakah ini normal atau justru pertanda bahaya?

    Apa penyebab morning sickness?

    Morning sickness sering terjadi selama tiga bulan pertama masa kehamilan. Memasuki trimester kedua, gejala ini biasanya mulai membaik, meski ada beberapa wanita yang masih mengalaminya.

    Penyebab dari morning sickness itu sendiri belum diketahui pasti. Namun, beberapa ahli percaya hal ini terkait dengan peningkatan hormon progesteron dan HCG (human chorionic gonadotropin) selama kehamilan.

    Hormon progesteron membantu mempersiapkan rahim untuk kehamilan dan melindungi lapisan rahim.

    Ketika hormon progesteron meningkat, kerongkongan bagian bawah bisa mengencang dan memengaruhi katup ke perut sehingga menimbulkan mual.

    Selain perubahan hormon kehamilan, kurangnya vitamin B6 dalam asupan makanan ibu hamil juga mungkin menjadi penyebabnya.

    Sensitivitas indera penciuman selama hamil pun cenderung meningkat, sehingga tubuh dapat bereaksi berlebihan terhadap aroma atau bau tertentu yang memicu mual muntah.

    Bukan cuma itu, makanan pedas, cuaca panas, dan air liur berlebih juga kadang menjadi pemicunya.

    Dengan kata lain, morning sickness bisa dipicu oleh kombinasi perubahan fisik dan stres emosional yang menimbulkan ketidaknyamanan.

    Apakah normal kalau tidak mual dan muntah saat hamil?

    mual muntah darah saat hamil

    Hampir kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness. Namun, hamil tanpa mual bukan berarti ada yang salah pada tubuh atau kehamilan Anda.

    Mengapa demikian? Pasalnya, setiap tubuh wanita memiliki caranya tersendiri untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan.

    Nah, wanita yang tidak pernah mengalami mual muntah saat hamil diduga memiliki toleransi yang lebih tinggi dan lebih tahan banting terhadap perubahan yang terjadi selama kehamilan.

    Pada beberapa wanita, hamil tapi tidak mual juga mungkin terkait dengan peningkatan kadar hormon kehamilan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang mengalami gejala tersebut.

    Studi pada jurnal Autonomic neuroscience: basic & clinical menyebutkan, penelitian terdahulu menemukan kaitan antara kadar hormon HCG pada ibu hamil dengan tingkat keparahan mual dan muntah.

    Artinya, wanita dengan kadar HCG lebih tinggi cenderung mengalami morning sickness yang lebih parah.

    Ini terbukti berkat adanya temuan bahwa morning sickness sering terjadi pada awal kehamilan, di mana kadar hormon HCG sedang berada pada puncaknya.

    Selain itu, mual dan muntah saat hamil pun umumnya lebih buruk pada beberapa kondisi kehamilan yang berhubungan dengan peningkatan kadar HCG.

    Misalnya, kehamilan kembar, hamil anggur, hamil anak dengan Down syndrome, atau hamil anak perempuan.

    Meski demikian, beberapa penelitian lainnya tidak menemukan kaitan antara kedua hal tersebut.

    Tidak semua wanita hamil yang mual dan muntah pun terkait dengan kadar hormon kehamilan yang lebih tinggi.

    Apakah hamil tanpa mual lebih berisiko keguguran?

    abortus inkomplit

    Penelitian pada Journal of American Medical Association menemukan fakta bahwa mengalami mual dan muntah saat hamil terkait dengan risiko keguguran yang lebih rendah.

    Persentase kemungkinan pengurangan ini mencapai sekitar 50-75 persen.

    Berkaca pada hasil penelitian tersebut, ibu hamil yang tidak mengalami mual dan muntah merasa khawatir karena kondisinya justru bisa meningkatkan risiko keguguran. Apakah hal ini benar?

    Melansir laman Tommy’s, hasil penelitian tersebut merupakan studi tunggal. Faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hasil penelitian pun tak diketahui.

    Artinya, tidak mengalami mual dan muntah saat hamil bukan berarti Anda memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi.

    Risiko keguguran bagi ibu hamil yang mengalami morning sickness maupun yang tidak tetap dianggap sama. Mayo Clinic menyebut, sekitar 10—20 persen kehamilan diketahui berakhir dengan keguguran.

    Sebagian besarnya pun tidak mengalami keguguran yang berulang. Artinya, sebagian besar wanita yang pernah mengalami keguguran masih mungkin memiliki kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat.

    Cek hari perkiraan lahir (HPL) bayi Hello Sehat berikut ini.

    health-tool-icon

    Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

    Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

    Durasi siklus haid

    28 days

    Adapun sejauh ini, risiko keguguran meningkat bila wanita hamil pada usia 35 tahun ke atas, memiliki kelebihan berat badan, merokok atau mengonsumsi alkohol saat kehamilan, atau menderita penyakit kronis seperti diabetes.

    Sederhananya, mual muntah saat hamil adalah hal yang umum dan wajar, begitu pula sebaliknya.

    Tidak pernah mengalami morning sickness bukan berarti ada masalah, karena gejala kehamilan bisa sangat bervariasi pada tiap wanita.

    Justru, Anda bisa patut berbahagia karena dapat melewati masa kehamilan ini dengan tubuh prima sehingga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil tanpa hambatan.

    Meski begitu, jika Anda tidak yakin dengan kondisi yang Anda alami, sebaiknya segera konsultasikan dan periksakan diri ke dokter kandungan.

    Ini termasuk bila Anda mengalami tanda-tanda keguguran, seperti perdarahan dari vagina, nyeri atau kram di perut atau punggung bagian bawah, serta keluarnya cairan atau jaringan dari vagina Anda.


    Punya pertanyaan atau cerita kehamilan?

    Yuk, gabung komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan dapatkan info menarik seputar kehamilan.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    If you don’t get morning sickness, there’s no need to worry. Tommy’s. Together, for every baby. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/blogs-and-stories/im-pregnant/pregnancy-news-and-blogs/if-you-dont-get-morning-sickness-theres-no-need-worry

    Miscarriage – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298

    Morning sickness – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/morning-sickness/symptoms-causes/syc-20375254

    Morning sickness. Pregnancybirthbaby.org.au. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/dealing-with-morning-sickness

    Nausea during pregnancy: A good thing?. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 8 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/nausea-during-pregnancy/faq-20057917

    Bustos, M., Venkataramanan, R., & Caritis, S. (2017). Nausea and vomiting of pregnancy – What’s new?. Autonomic neuroscience : basic & clinical202, 62–72. https://doi.org/10.1016/j.autneu.2016.05.002

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Dec 13, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Amanda Rumondang Sp.OG
    Next article: