Hipertensi Esensial

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 27, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipertensi esensial?

Hipertensi esensial, atau yang disebut juga dengan hipertensi primer, adalah jenis tekanan darah tinggi yang tidak memiliki penyebab pasti (idiopatik). Kondisi ini merupakan jenis hipertensi yang paling umum terjadi. Hampir semua penderita hipertensi tergolong dalam jenis ini.

Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini mungkin berkaitan dengan faktor genetik, pola makan, kurang aktif bergerak, serta obesitas.

Jenis lain dari hipertensi adalah hipertensi sekunder, di mana tekanan darah meningkat akibat adanya penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal.

Penanganan untuk hipertensi primer biasanya dilakukan dengan perubahan gaya hidup, termasuk menurunkan berat badan, rutin berolahraga, serta mengurangi konsumsi garam. Pengobatan medis biasanya diberikan apabila penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang parah, seperti sakit kepala terus menerus dan kejang.

Seberapa umumkah hipertensi esensial terjadi?

Hipertensi merupakan kondisi yang umum terjadi. Diperkirakan terdapat lebih dari 1 miliar orang dewasa di seluruh dunia yang menderita tekanan darah tinggi.

Dilansir dari Medscape, sebanyak 95% kasus hipertensi tergolong dalam jenis esensial atau primer. Selain itu, menurut World Health Organization (WHO), sekitar 40% penderita hipertensi berusia 25 tahun ke atas.

Hipertensi esensial dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari hipertensi esensial?

Kebanyakan penderita hipertensi esensial atau primer umumnya tidak mengalami tanda-tanda dan gejala tertentu. Biasanya, mereka baru menyadari adanya peningkatan tekanan darah ketika sedang melakukan pemeriksaan penyakit atau kondisi kesehatan lain.

Beberapa penderita mungkin akan mengalami sakit kepala, sesak napas, atau mimisan. Namun, biasanya gejala-gejala baru muncul ketika kondisi ini sudah memasuki tahap yang lebih parah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala-gejala tertentu segera periksakan diri ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gejala-gejala yang perlu Anda waspadai adalah nyeri dada, sesak napas, dan refleks tubuh menurun. Ada kemungkinan organ tubuh Anda mungkin telah terpengaruh dan kondisi yang Anda alami berkembang menjadi kasus hipertensi yang jauh lebih serius.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Agar Anda mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang muncul ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab dan faktor risiko

Apa saja penyebab dan faktor-faktor risiko dari hipertensi esensial?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hipertensi dapat dikategorikan sebagai esensial apabila tidak ada penyebab yang jelas. Maka itu, hipertensi esensial atau primer sering pula disebut sebagai kondisi yang idiopatik.

Namun, diperkirakan terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami hipertensi esensial. Salah satunya adalah faktor genetik.

Nyatanya, ada banyak orang yang memiliki respon berbeda terhadap garam, dan hal ini disebabkan oleh faktor keturunan. Menurut sebuah jurnal dari Nature Genetics, sekitar 50-60 persen pasien hipertensi lebih sensitif terhadap garam dari orang-orang biasa, sehingga mereka jauh lebih rentan menderita hipertensi meski mengonsumsi garam dalam batas wajar.

Tidak hanya faktor genetik, berikut adalah kondisi-kondisi yang dapat memicu terjadinya hipertensi esensial:

  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Resistensi insulin dalam tubuh.
  • Konsumsi minuman beralkohol terlalu sering
  • Terlalu banyak mengonsumsi garam.
  • Kurang asupan kalium dan kalsium.
  • Kadar lemak dalam darah meningkat (dislipidemia).
  • Stres.
  • Jarang beraktivitas fisik atau berolahraga.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis hipertensi esensial?

Tekanan darah dapat dikatakan tinggi apabila berada di angka sistolik dan diastolik tertentu. Angka sistolik merupakan angka yang menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, sedangkan angka diastolik menunjukkan tekanan ketika jantung beristirahat dan tidak memompa darah.

Penghitungan tekanan darah biasanya dikategorikan sebagai berikut:

  • Tekanan darah naik (prehipertensi): Angka sistolik berada di kisaran 120-129 mmHg, dan angka diastolik di bawah 80 mmHg. Kondisi ini belum tergolong dalam hipertensi.
  • Hipertensi tahap 1: Jika angka sistolik berada di kisaran 130-139 mmHg atau diastolik berada di angka 80-89 mmHg, kemungkinan Anda menderita hipertensi tahap 1.
  • Hipertensi tahap 2: Jika angka sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, Anda mungkin menderita hipertensi tahap 2.

Dokter akan mengukur tekanan darah Anda dengan alat khusus. Jika tekanan darah Anda tinggi, dokter akan meminta Anda mengecek tekanan darah di rumah dalam rentang waktu tertentu.

Kemudian, Anda akan diminta mencatat hasil pengukuran tekanan darah dan kembali berkonsultasi ke dokter. Jenis hipertensi yang Anda derita akan tergantung pada rata-rata hasil pengukuran tekanan darah Anda.

Dokter juga mungkin akan meminta Anda menjalani pemeriksaan fisik, terutama jika terdapat gejala-gejala tertentu. Hal ini penting untuk mengetahui apakah hipertensi memengaruhi organ-organ tubuh Anda.

Bagaimana hipertensi esensial diobati?

Perubahan gaya hidup biasanya merupakan cara utama dalam mengobati hipertensi esensial atau primer. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah:

  • Olahraga setidaknya 30 menit sehari. Konsultasikan dengan dokter olahraga seperti apa yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Menurunkan berat badan apabila Anda memiliki massa tubuh yang berlebihan.
  • Berhenti merokok
  • Batasi konsumsi alkohol. Bila perlu, jangan minum minuman beralkohol sama sekali.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Makan makanan yang rendah garam, kaya akan kalium, serta berserat tinggi.

Namun, jika Anda memiliki masalah ginjal, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai batasan kalium untuk tubuh Anda.

Obat-obatan

Apabila perubahan gaya hidup tidak cukup membantu, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan antihipertensi. Beberapa di antaranya adalah:

  • beta-blocker, seperti metoprolol (Lopressor).
  • calcium channel blocker, seperti amlodipine (Norvasc).
  • diuretic, seperti hydrochlorothiazide/HCTZ (Microzide).
  • angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, seperti captopril (Capoten).
  • angiotensin II receptor blocker (ARB), seperti losartan (Cozaar).
  • renin inhibitor, seperti aliskiren (Tekturna).

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Kapan Anda Perlu Periksa ke Dokter Spesialis THT?

    Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Kebugaran, Hidup Sehat Mei 25, 2020

    4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

    Anda tidak boleh sedih terus-menerus karena ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, caranya mengubah hati sedih jadi senang? Baca di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Psikologi Mei 24, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020