Fibromyalgia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu fibromyalgia?

Fibromyalgia adalah gangguan yang memengaruhi otak dalam memproses rasa sakit pada tubuh. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit muskuloskeletal (tulang dan otot) yang menyebar, disertai dengan kelelahan, perubahan suasana hati, rasa kantuk, dan masalah dalam mengingat.

Gejala-gejala umumnya muncul setelah terjadi trauma fisik, operasi, infeksi, atau adanya stres psikologis. Namun, dalam beberapa kasus, gejala-gejala dapat muncul secara bertahap tanpa adanya peristiwa atau kondisi tertentu yang menjadi pemicu.

Kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu panjang (kronis) dan dapat memengaruhi kegiatan sehari-hari penderitanya. Sering kali gejala-gejalanya salah diartikan sebagai penyakit lain, sehingga fibromyalgia cukup sulit untuk didiagnosis.

Selain itu, penderita kondisi ini juga berisiko mengalami komplikasi seperti sakit kepala tegang (tension headache), irritable bowel syndrome (IBS), sindrom sendi temporomandibular, serta depresi.

Seberapa umumkah fibromyalgia?

Fibromyalgia adalah kondisi kesehatan yang cukup umum terjadi. Diperkirakan terdapat 1 dari 25 orang yang mengalami kondisi ini dengan tingkat keparahan tertentu.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Namun, kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada pasien berusia antara 30 hingga 50 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan anak-anak dan lansia juga dapat mengalaminya.

Selain itu, angka kejadian penyakit ini paling banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria. Sekitar 80-90% penderita penyakit ini adalah wanita.

Fibromyalgia adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fibromyalgia?

Tanda-tanda dan gejala fibromyalgia mungkin dapat bervariasi pada masing-masing penderita. Namun, gejala paling utama adalah rasa sakit yang menyebar.

Ada kemungkinan gejala dapat membaik atau malah memburuk. Semua tergantung pada beberapa faktor, seperti tingkat stres yang dialami, perubahan cuaca, serta seberapa aktif penderita.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala umum penyakit ini:

1. Rasa sakit yang menyebar

Apabila Anda menderita fibromyalgia, salah satu gejala utama yang biasanya muncul adalah rasa sakit yang menjalar ke beberapa bagian tubuh.

Anda mungkin dapat merasakan nyeri di seluruh tubuh. Umumnya, rasa sakit paling terasa di bagian-bagian tertentu, seperti punggung atau leher.

Rasa sakit biasanya berlangsung secara terus-menerus, meskipun terkadang akan membaik atau memburuk. Nyeri yang terasa biasanya berupa sensasi terbakar atau sakit seperti tertusuk.

2. Sensitivitas meningkat

Penyakit ini membuat tubuh Anda menjadi jauh lebih sensitif. Bahkan, Anda mungkin akan merasa kesakitan hanya dengan sedikit sentuhan. Kondisi ini disebut dengan hiperalgesia atau allodynia.

Selain itu, sensitivitas Anda terhadap hal-hal lain, seperti asap, makanan tertentu, atau cahaya terang, juga dapat meningkat.

3. Kekakuan

Jika Anda menderita kondisi ini, tubuh Anda mungkin akan merasa kaku. Kondisi kaku ini akan semakin parah ketika Anda berada dalam posisi yang sama terlalu lama, seperti saat Anda baru bangun di pagi hari.

4. Kelelahan

Fibromyalgia dapat mengakibatkan tubuh terasa lelah luar biasa. Rasa lelah umumnya menyerupai gejala yang dirasakan saat Anda menderita flu.

5. Kualitas tidur berkurang

Kondisi ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur Anda. Anda mungkin akan terbangun dari tidur dengan kondisi kelelahan meskipun Anda sudah tidur dengan cukup. Hal ini biasanya disebut dengan tidur nonrestoratif.

6. Sakit kepala

Selain kelelahan dan kaku otot, Anda juga mungkin sering merasakan sakit kepala, mulai dari yang bersifat ringan hingga berat. Terkadang, rasa sakit juga disertai dengan mual dan muntah.

7. Masalah kognitif

Masalah kognitif adalah kondisi yang berkaitan dengan bagaimana mental Anda bekerja, seperti berpikir dan menyerap informasi.

Jika Anda menderita kondisi ini, Anda mungkin akan kesulitan mengingat atau mempelajari hal-hal baru. Selain itu, kemampuan berkonsentrasi, fokus, serta berkomunikasi dapat mengalami penurunan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Rasa nyeri serta kekurangan tidur dapat mengganggu produktivitas Anda di rumah dan di tempat kerja. Banyak orang yang mengalami sakit kepala, depresi, dan gelisah, serta kram pada perut.

Anda harus segera menghubungi dokter jika Anda memiliki nyeri otot kronis dan kelelahan yang berlebih, serta jika gejala-gejala tersebut sudah cukup mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab fibromyalgia?

Penyebab fibromyalgia belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti menduga bahwa kondisi ini terkait dengan sinyal otak dan zat kimia. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab dari kondisi ini:

1. Masalah pada sinyal otak

Salah satu kemungkinan penyebab kondisi ini adalah perubahan pada sistem saraf pusat tubuh. Hal ini membuat sistem saraf tidak dapat menghantarkan sinyal rasa sakit dengan normal.

Kemungkinan kondisi ini diakibatkan oleh adanya masalah pada reaksi kimia otak, sehingga tubuh menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit.

2. Ketidakseimbangan zat kimia

Penyebab lain yang mungkin berpengaruh pada kondisi ini adalah tidak seimbangnya beberapa jenis zat kimia pada tubuh, seperti hormon serotonin, noradrenalin, kortisol, atau dopamin.

Terganggunya kadar hormon-hormon tersebut dapat memicu terjadinya kondisi ini karena hormon-hormon tersebut berperan dalam mengatur suasana hati, nafsu makan, jadwal tidur, perilaku, serta respons tubuh manusia saat di bawah tekanan.

Hormon-hormon ini juga bertugas memproses sinyal rasa sakit yang dikirim dari sistem saraf. Peningkatan atau penurunan hormon dapat mengacaukan sinyal tersebut.

3. Kondisi genetik

Para ahli juga meyakini bahwa faktor genetik mungkin berpengaruh pada perkembangan penyakit ini. Beberapa orang terlahir dengan kondisi genetik yang menyebabkan tubuhnya lebih mudah mengembangkan penyakit ini.

4. Pemicu lainnya

Fibromyalgia juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi, terutama peristiwa atau prosedur medis yang menyebabkan trauma fisik atau psikis. Beberapa di antaranya adalah:

  • Cedera
  • Infeksi virus
  • Melahirkan
  • Menjalani operasi
  • Hubungan keluarga atau percintaan yang tidak sehat
  • Mengalami kekerasan fisik atau psikis
  • Kehilangan orang terdekat

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk terkena fibromyalgia?

Fibromyalgia adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan Anda dapat menderita penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu kemunculan fibromyalgia:

1. Usia

Penyakit ini paling banyak ditemukan pada pasien berusia 30-50 tahun. Apabila Anda berada di dalam rentang usia tersebut, kemungkinan Anda untuk mengembangkan penyakit ini lebih besar.

2. Jenis kelamin

Kasus kejadian penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pria.

3. Keturunan

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, ada kemungkinan Anda dapat mengalaminya pula. Hal ini diyakini berkaitan dengan adanya faktor kelainan genetik yang bersifat menurun.

4. Menderita penyakit tertentu

Beberapa penyakit rematik dan masalah sendi atau tulang, seperti osteoarthritis, lupus, rheumatoid arthritis, serta ankylosing spondylitis sering dikaitkan dengan fibromyalgia.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis fibromyalgia?

Diagnosis untuk fibromyalgia cukup sulit dilakukan karena tidak terdapat tes khusus yang dapat mendeteksi penyakit ini secara langsung.

Ketika Anda diperiksa oleh dokter, Anda akan ditanyakan mengenai gejala-gejala yang dirasakan, serta seberapa parah gejala-gejala tersebut. Selain itu, dokter juga mungkin akan mengecek adanya kelainan atau penyakit lain, seperti rheumatoid arthritis atau sindrom kelelahan kronis.

Dalam mendiagnosis, dokter mungkin juga akan meminta Anda melakukan tes darah yang meliputi:

  • Tes hitung darah lengkap
  • Tes kadar eritrosit
  • Tes peptida siklik
  • Tes fungsi tiroid

Beberapa kriteria dapat menjadi penentu apakah Anda menderita fibromyalgia atau tidak, seperti:

  • Anda merasakan sakit parah di 3-6 bagian yang berbeda di tubuh Anda, atau rasa sakit yang lebih ringan di 7 bagian tubuh yang berbeda
  • Gejala-gejala tidak kunjung membaik selama 3 bulan
  • Tidak ada penyakit atau kondisi kesehatan lain yang memicu kemunculan gejala-gejala

Bagaimana cara mengobati fibromyalgia?

Walau belum ditemukan pengobatan untuk fibromyalgia, beberapa obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejala.

Olahraga, relaksasi, dan mengurangi stress juga dapat membantu. Pilihan pengobatan dapat meliputi beberapa kombinasi.

Obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri dari fibromyalgia dan meningkatkan kualitas tidur, seperti:

  • Penawar rasa sakit, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) or naproxen sodium (Aleve, lainnya), tramadol (Ultram, Conzip).
  • Antidepresan seperti Duloxetine (Cymbalta) dan milnacipran (Savella), amitriptyline atau fluoxetine (Prozac).
  • Obat-obatan anti kejang seperti Gabapentin (Neurontin, Gralise) dan pregabalin (Lyrica). Obat-obatan untuk mengobati epilepsi juga dapat mengurangi beberapa jenis rasa nyeri.

Beberapa jenis terapi juga dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Salah satu contohnya adalah melalui pelatihan tentang strategi mengelola stres, terapi perilaku kognitif, serta konseling.

Berbicara dengan psikolog dapat membantu memperkuat keyakinan Anda terhadap kemampuan Anda serta memberi strategi untuk mengatasi situasi stres.

Selain itu, terapi fisik seperti akupunktur, manipulasi chiropractic, dan myofascial release dapat memberikan keringanan sementara bagi pasien. Namun, sulit untuk mendapatkan penanganan terapi jangka panjang karena kemungkinan tidak termasuk dalam asuransi.

Pasien juga akan diminta melakukan perubahan gaya hidup, seperti program olahraga dan teknik relaksasi tertentu.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup dan pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi fibromyalgia?

Apabila Anda didiagnosis dengan fibromyalgia, Anda perlu mempelajari sebanyak mungkin tentang kondisi ini. Mengerti kondisi ini dapat membantu Anda bertahan. Keluarga dan teman-teman juga perlu mengerti kondisi ini.

Pasien sering kali tidak mendapatkan simpati dan dukungan yang cukup karena orang lain tidak mengerti rasa sakit yang dialami pasien, karena tidak adanya gejala fisik.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi kondisi ini secara mandiri:

1. Mengikuti komunitas atau support group

Banyak orang dengan fibromyalgia merasa bahwa support group memperkenalkan mereka dengan komunitas di mana mereka dapat berbagi dengan orang lain dengan kondisi yang sama.

Memiliki konselor atau psikolog juga dapat memperkuat keyakinan Anda terhadap penanganan dan mengajari Anda bagaimana untuk tetap bertahan.

2. Rutin olahraga

Berolahraga terbukti memiliki beberapa manfaat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada awalnya, olahraga mungkin dapat memperburuk rasa sakit. Namun, berolahraga secara bertahap dan rutin dapat mengurangi gejala.

Anda dapat memulainya dengan melakukan latihan aerobik low impact. Apabila Anda terbiasa dengan latihan intensitas rendah, Anda dapat melakukan jogging atau jalan santai. Alternatif lain yang dapat Anda coba adalah bersepeda, yoga, dan berenang.

3. Menjalani gaya hidup yang sehat

Makan makanan yang sehat. Batasi asupan kafein, berhenti merokok, dan hindari minum alkohol. Lakukan sesuatu yang Anda senangi setiap harinya.

4. Tidur yang cukup

Kualitas tidur yang buruk berpengaruh pada fibromyalgia dan dapat memperburuk rasa nyeri, serta menyebabkan kelelahan dan depresi. Anda dapat mencari teknik untuk tidur dengan mudah dengan membatasi tidur siang.

Lakukan kebiasaan tidur yang baik, seperti tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, untuk membiasakan tubuh dengan jadwal tidur tertentu.

5. Mengurangi stres

Sisakan waktu untuk bersantai setiap harinya, namun cobalah untuk tidak mengubah rutinitas sehari-hari Anda. Buat rencana relaksasi dan kurangi stres emosional. Pelajari teknik penanganan stres, seperti latihan deep-breathing atau meditasi.

Beberapa hal sederhana yang dapat membantu pikiran Anda lebih tenang adalah membaca buku, mendengarkan musik, serta menikmati udara segar di tempat terbuka.

Anda juga dapat meminta bantuan profesional dengan berkonsultasi ke psikolog. Psikolog dapat membantu Anda mengatasi stres serta menghadapinya secara efektif.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca