Demam Berdarah Dengue (DBD)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu demam berdarah dengue (DBD) ?

Demam berdarah dengue atau biasa disingkat DBD adalah penyakit menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue.

DBD dulu sempat disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot yang membuat tulang terasa retak.

DBD taraf awal menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Sementara demam berdarah yang parah, juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever (demam dengue), dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Seberapa umum demam berdarah dengue?

Jutaan kasus infeksi DBD terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa pun tanpa mengenal status, jenis kelamin, dan usia.

Penyakit akibat gigitan nyamuk ini paling sering menyerang  di area tropis dan subtropis, selama musim hujan dan setelah musim hujan:

  • Afrika
  • Asia Tenggara dan Tiongkok
  • India
  • Timur Tengah
  • Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan
  • Australia, Pasifik Selatan dan Pasifik Tengah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus demam berdarah di seluruh dunia meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Diperkirakan ada sekitar 50-100 juta kasus demam berdarah setiap tahun, dan sekitar setengah dari populasi manusia di dunia berisiko terkena penyakit ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala DBD?

Terdapat 3 jenis demam dengue, demam berdarah dengue, dan dengue shock syndrome. Berikut adalah penjelasannya:

Demam dengue

Gejala demam dengue klasik biasanya diawali dengan demam tinggi (>40 ºCelsius) selama 4-7 hari setelah digigit nyamuk, serta:

  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi parah
  • Mual dan muntah
  • Ruam

Ruam mungkin muncul di seluruh tubuh 3 sampai 4 hari setelah demam, kemudian berkurang setelah 1 hingga 2 hari. Anda mungkin mengalami ruam kedua beberapa hari kemudian.

Demam berdarah dengue (Dengue hemorrhagic fever)

Gejala dari dengue hemorrhagic fever meliputi semua gejala dari demam dengue, ditambah:

  • Muntah terus menerus
  • Sakit perut parah
  • Sulit bernapas setelah demam awal mereda
  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan

Selama 24 hingga 48 jam kedepan, kapiler darah di seluruh tubuh mulai bocor. Komponen darah yang bocor dapat mengalir dan membanjiri rongga perut (peritoneum) dan rongga paru-paru.

Perdarahan juga dapat berisiko menimbulkan kerusakan pada kelenjar getah bening dan pembesaran hati. Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.

Dengue shock syndrome

Gejala dari dengue shock syndrome adalah yang paling parah. Gejala demam syok meliputi semua gejala dengue dan demam berdarah dengue, ditambah:

  • Kebocoran di luar pembuluh darah
  • Perdarahan parah
  • Shock (tekanan darah sangat rendah)

Jenis penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini seringkali berakibat fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Fase atau Tahapan Penyakit

Setelah nyamuk menggigit, virus yang dibawanya kemudian akan masuk dan mengalir dalam darah Anda. Virus dengue akan lebih dulu inkubasi sampai pada akhirnya memunculkan gejala dalam 3 tahapan. Fase demam berdarah sering juga disebut “Siklus Pelana Kuda”.

Berikut adalah hal yang harus Anda ketahui:

1. Fase demam

Setelah virus mulai menginfeksi, fase pertama akan muncul ditandai dengan demam tinggi yang tiba-tiba dan bisa lebih dari 40 ºCelsius.

Demam dapat berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Selain demam, akan muncul gejala lain seperti nyeri sendi, nyeri otot, dan sakit kepala.

Jika demam bertahan lebih dari seminggu, kemungkinan ini bukan disebabkan oleh DBD.

2. Fase kritis

Setelah fase demam, pasien DBD biasanya akan mengalami fase kritis yang mengecoh. Disebut mengecoh karena pada tahap ini demam sudah turun drastis sehingga dianggap sembuh. Bahkan beberapa pasien ada yang sudah kembali beraktivitas normal.

Padahal, di tahap ini pasien harus tetap mengikuti perawatan dan pengobatan dari dokter. Jika tidak, trombosit darah akan semakin sedikit. Inilah yang terkadang suka menyebabkan perdarahan yang tidak disadari.

Fase demam berdarah ini harus cepat mendapatkan perawatan. Karena jika dalam 1 sampai 2 hari tidak juga ditangani, bisa fatal akibatnya.

3. Fase penyembuhan

Setelah fase kritis sudah dilewati dengan penanganan tepat, umumnya pasien DBD akan mengalami demam kembali. Akan tetapi, tidak perlu khawatir.

Umumnya saat demam kembali naik, trombosit pun juga akan perlahan naik. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal.

Orang yang sakit DBD bisa dikatakan mau sembuh jika jumlah trombosit dan sel darah putihnya kembali normal setelah dites.

Fase penyembuhan juga biasanya ditandai dengan nafsu makan yang meningkat, nyeri otot yang membaik, dan rutinitas buang air kecil kembali normal seperti sediakala.

Penyebab

Apa penyebab demam berdarah dengue?

Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Biasanya pergelangan kaki dan leher menjadi bagian tubuh yang umum digigit nyamuk.

Terdapat 4 virus dengue, yaitu virus DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Setelah nyamuk pembawa virus menggigit, virus akan masuk dan mengalir dalam darah manusia kemudian menginfeksi sel-sel kulit terdekat yang disebut keratinosit.

Virus dengue juga menginfeksi dan berkembang biak di dalam sel Langerhans, sel kekebalan khusus yang ada di lapisan kulit. Sel Langerhans normalnya bekerja membatasi penyebaran infeksi secara terus-menerus.

Namun, sel yang sudah terinfeksi virus itu selanjutnya pergi ke kelenjar getah bening dan menginfeksi lebih banyak sel sehat. Penyebaran virus dengue menghasilkan viremia, yang merupakan tingkat tinggi dari virus dalam aliran darah.

Untuk mengatasi hal ini, sistem imun akan menghasilkan antibodi khusus yang menetralkan partikel virus dengue, sementara sistem kekebalan cadangan diaktifkan untuk membantu antibodi dan sel darah putih melawan virus. Respons imun juga mencakup sel T sitotoksik (limfosit), yang mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi.

Proses inilah yang kemudian memunculkan berbagai gejala DBD seperti yang sudah dijelaskan atas.

Seekor nyamuk yang membawa virus dengue dapat terus menginfeksi orang lain selama ia masih hidup. Ada kemungkinan seluruh anggota keluarga bisa terinfeksi virus dengue yang sama dalam waktu 2 sampai 3 hari.

Begitu Anda pulih dari demam berdarah, imunitas Anda akan terbentuk namun hanya untuk strain tertentu. Ada 4 jenis virus dbd, yang berarti Anda dapat terinfeksi lagi tapi oleh jenis yang berbeda dari sebelumnya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk demam berdarah dengue?

Ada banyak faktor risiko untuk demam berdarah yaitu:

  • Tinggal atau bepergian ke daerah dengan iklim tropis. Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko kena demam berdarah. Daerah yang berisiko tinggi adalah Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
  • Pernah kena DBD. Jika sebelumnya pernah sakit DBD, Anda berpeluang tinggi mengalami gejala yang lebih serius jika terinfeksi lagi.

Komplikasi

Komplikasi DBD apa yang bisa terjadi?

DBD atau demam berdarah tidak bisa sembuh dengan dibiarkan begitu saja. Bila dibiarkan tanpa penanganan medis, DBD akan menimbulkan berbagai komplikasi yang  membahayakan organ tubuh dan bahkan menimbulkan kematian.

Salah satu komplikasi utama yang sering terjadi saat Anda terserang demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening.

Komplikasi lainnya termasuk perdarahan organ dalam yang ditandai dengan mimisan, gusi berdarah, badan mudah memar tanpa sebab, hingga BAB berdarah.. Lambat laun perdarahan dalam dapat menyebabkan syok akibat tekanan darah yang menurun drastis dalam waktu singkat.

Jika sampai mengalami syok, artinya penyakit Anda sudah masuk kategori dengue shock syndrome (DSS). Ini adalah jenis demam dengue yang paling parah dan bisa menyebabkan gagal jantung dan ginjal, Bahkan kemungkinan juga berujung pada kematian.

Jika sudah parah, pasien demam berdarah dengue bisa mengalami kebocoran plasma. Kebocoran plasma dapat dilihat dari tingkat hematokrit atau kekentalan darah pada uji laboratorium di rumah sakit.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis demam berdarah dengue?

Mendiagnosis demam berdarah mungkin sulit dilakukan, karena tanda-tanda dan gejalanya sulit dibedakan dengan penyakit lain seperti malaria, leptospirosis, dan tifus. Beberapa tes laboratorium dapat mendeteksi bukti virus dengue, namun hasil tes biasanya keluar agak lama untuk segera memberi keputusan pengobatan.

Dokter nantinya juga akan memeriksa beberapa gejala demam berdarah yang Anda rasakan. Terlebih apabila Anda mengalami gejala setelah bepergian ke daerah di mana kasus  demam berdarah dan virus dengue banyak terjadi.

Pasien juga harus memberikan  rincian perjalanan Anda kepada dokter. Misalnya, daerah mana yang Anda kunjungi setelah merasakan gejala DBD, untuk berapa lama di sana, dan hal lainnya menyangkut tanda DDB.

Jika dua minggu atau lebih sejak Anda diketahui digigit nyamuk, kecil kemungkinan diagnosis Anda terkena virus dengue. Untuk diagnosis pasti demam berdarah, tes darah juga akan diperlukan. Ini akan memeriksa virus yang sebenarnya atau antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh Anda sebagai respons terhadap infeksi.

Bagaimana cara mengobati demam berdarah dengue?

Tidak ada penanganan spesifik untuk demam berdarah, kebanyakan pasien pulih dalam 2 minggu. Penting untuk menangani gejala-gejala untuk menghindari komplikasi. Dokter biasanya merekomendasikan pilihan pengobatan berikut:

1. Minum obat untuk menurunkan demam

Paracetamol adalah obat pereda nyeri yang dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam. Hindari penghilang rasa sakit yang dapat meningkatkan komplikasi perdarahan, seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium. Untuk kasus yang lebih serius, demam berdarah dapat menyebabkan shock atau hemorrhagic fever yang memerlukan perhatian medis lebih.

2. Istirahat yang banyak di tempat tidur

Orang yang sedang mengalami kondisi demam berdarah disarankan untuk beristirahat. Dengan istirahat, pasien akan lebih cepat untuk pulih. Istirahat dapat membantu pemulihan jaringan tubuh yang rusak saat demam berdarah menyerang. Di rumah sakit, dokter akan memberikan pasien DBD beberapa obat agar cepat mengantuk dan pasien pun bisa istirahat sepenuhnya.

3. Minum banyak cairan

Dokter akan menyarankan pasien demam berdarah yang diopname atau di rawat jalan di rumah untuk mengonsumsi banyak cairan. Tidak hanya air mineral atau infus saja, cairan bisa berupa dari makanan berkuah, buah, atau jus.  

Pasien DBD wajib konsumsi cairan untuk menurunkan demam dan mencegah tubuh dehidrasi. Lalu, gejala demam berdarah karena virus dengue yang ditandai dengan   kram otot dan sakit kepala karena dehidrasi dapat ditangani dengan minum banyak cairan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah untuk mengatasi demam berdarah dengue?

Anda dapat mengatasi demam berdarah dengue dengan perawatan di rumah. Anda memerlukan hidrasi serta penanganan rasa sakit yang baik. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:

1. Anda bisa menggunakan AC pada ruangan dan di sekitar tempat tidur. Penting untuk menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari.

2. Sementara waktu, hindari kunjungan ke daerah yang kasus demam berdarahnya sedang banyak

3. Atur waktu kapan Anda harus berkegiatan di luar ruangan ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada dini hari, senja, atau malam hari. Di mana pada waktu tersebut, nyamuk mencari mangsa atau keluar dari sarangnya.

4. Gunakan pakaian yang tertutup melindungi tubuh Anda. Misalnya, gunakan baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu saat keluar di malam hari.

Gunakan penangkal nyamuk yang mengandung permethrin dapat dipakaikan ke pakaian, sepatu, alat kemah Anda. Anda juga dapat membeli pakaian yang mengandung permethrin. 

5. Saat memakai spray lotion anti nyamuk untuk mencegah demam berdarah ke tubuh Anda, gunakan penangkal yang mengandung paling sedikit 10% konsentrasi DEET nya. Pakai juga kelambu di sekitaran ranjang Anda untuk menghalau nyamuk saat tidur.

6. Basmi tempat tinggal nyamuk di sekitar rumah Anda. Umumnya, nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar perumahan, berkembang biak di genangan air, seperti ban mobil.

Tempat atau sampah yang bisa menampung air, terlebih saat musim hujan, bisa menjadi sarang nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Tutup semua tempat penyimpanan air bersih Anda dengan rapat. Jangan lupa juga untuk menguras atau mengganti bak mandi, kolam , tempat minum hewan di rumah secara rutin.

7. Apabila ada 1 sampai 2 kasus demam berdarah alias DBD di lingkungan rumah Anda, segera anjurkan ketua RT setempat untuk melakukan fogging. Menyemprot gas fogging dengan bahan zat pyrethroid sintetis dapat membunuh nyamuk dan serangga.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Yang juga perlu Anda baca