backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Hal yang Bikin Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 07/09/2023

7 Hal yang Bikin Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk

Digigit nyamuk ketika bersantai di luar rumah atau sedang berjalan-jalan tentu sedikit mengganggu. Namun, ketika melihat ke sekitar, ternyata hanya Anda yang sibuk menggaruk bentol, sedangkan orang lain tenang-tenang saja. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa nyamuk terkadang mengincar orang tertentu?

Kenapa beberapa orang lebih sering digigit nyamuk?

nyamuk malaria penyebab malaria

Ada kalanya, alasan mengapa hanya Anda sendiri yang sibuk dengan gigitan nyamuk adalah karena kulit Anda lebih sensitif. Mungkin orang lain juga terkena gigitan nyamuk, tapi bisa jadi mereka tidak menyadarinya.

Begitu nyamuk berganti menggigit Anda, Anda yang punya kulit sensitif langsung menunjukkan reaksi yang lebih besar.

Pada pemilik kulit sensitif, gigitan nyamukpun dapat memicu terjadinya peradangan pada area kulit yang terkena. Alhasil, timbul bentol dan gatal yang tidak tertahankan.

Namun, terlepas dari masalah kulit sensitif, sebenarnya memang ada orang-orang yang lebih menarik perhatian nyamuk. Berikut adalah penyebab mengapa seseorang lebih sering digigit nyamuk.

1. Ukuran tubuh lebih besar

Salah satu faktor yang membuat Anda rentan digigit nyamuk adalah ukuran tubuh yang lebih besar, baik dari segi berat badan maupun tinggi badan.

Secara otomatis, orang-orang yang bertubuh besar akan menghasilkan lebih banyak karbon dioksida setiap bernapas.

Karbondioksida merupakan salah satu komponen yang menarik nyamuk untuk datang. Nyamuk dapat mencium karbon dioksida yang kita hasilkan dari jarak 50 meter jauhnya melalui organ khusus yang disebut maxillary palp.

2. Sedang hamil

Perubahan kulit pada ibu hamil

Kehamilan dan gigitan nyamuk masih berhubungan dengan banyaknya karbon dioksida yang dihasilkan tubuh. Ibu hamil mengeluarkan karbon dioksida lebih banyak daripada orang pada umumnya.

Selain itu, suhu tubuh ibu hamil biasanya sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang biasa. Hal ini membuat ibu hamil lebih rentan digigit nyamuk.

3. Kolesterol tinggi

Bukan berarti nyamuk hanya akan menggigit mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Anda mungkin saja termasuk tipe orang yang lebih cepat memproses kolesterol sehingga produk sampingan dari metabolisme kolesterol ini tersisa pada permukaan kulit.

Inilah yang mengundang nyamuk untuk hinggap. Tidak hanya kolesterol, orang yang memiliki kadar steroid tinggi pada permukaan kulitnya juga lebih sering digigit nyamuk.

4. Asam urat tinggi

Anda yang punya masalah asam urat mungkin merasa sering diganggu oleh gigitan nyamuk. Nah, bisa jadi gangguan ini datang akibat kondisi yang Anda miliki.

Nyamuk senang menggigit orang-orang yang memproduksi asam tertentu dalam jumlah berlebih, salah satunya asam urat.

Zat ini dapat memancing indra penciuman nyamuk sehingga mereka tertarik untuk mendekat pada sumber bau tersebut.

5. Golongan darah O

tipe golongan darah tidak subur

Suatu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medical Entomology pada 2004 menyatakan bahwa nyamuk lebih sering hinggap pada orang yang memiliki golongan darah O.

Kemungkinan tersebut dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah A. 

Fakta tersebut semakin diperkuat dengan adanya studi di Sri Lanka pada 2019 yang juga menilai preferensi golongan darah pada nyamuk.

Dari studi tersebut, terlihat bahwa nyamuk lebih suka berkumpul dan mengisap darah dari golongan O daripada tipe lainnya.

Belum ada penjelasan ilmiah mengapa golongan darah O menjadi golongan darah yang disukai nyamuk. Namun, ternyata pada sebagian orang, golongan darah dapat “terbaca” oleh nyamuk karena senyawa kimia yang terdapat pada kulit.

6. Bau badan

mencium bau badan

Selain asam urat, nyamuk juga tertarik akan aroma asam laktat, amonia, dan senyawa lain yang dapat ditemukan pada permukaan kulit dan keringat.

Jangan bingung bila Anda diganggu oleh nyamuk-nyamuk setelah berolahraga. Olahraga meningkatkan penumpukan asam laktat dan panas dalam tubuh sehingga keluarlah keringat yang menarik untuk nyamuk.

7. Warna pakaian

Risiko digigit nyamuk juga bisa dipengaruhi oleh warna baju yang Anda pakai, lho. Tidak hanya menggunakan indra penciuman, nyamuk juga menggunakan mata mereka untuk mengincar korban.

Baju berwarna gelap seperti hijau, merah, atau hitam membuat Anda lebih mudah dikenali nyamuk.

Sebagai solusinya, lebih baik pilih warna-warna yang lebih lembut seperti pastel atau putih. Terutama bila Anda mengunjungi tempat yang dihinggapi banyak nyamuk, pakaian berwarna lembut bisa bantu mencegah gigitan nyamuk.

Sekalipun Anda memiliki beberapa faktor yang disebutkan di atas, gigitan nyamuk bisa dicegah dengan menggunakan losion antinyamuk dan mengenakan pakaian panjang saat beraktivitas di luar ruangan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 07/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan