Cauda Equina Syndrome

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cauda equina syndrome?

Cauda equina syndrome (CES) adalah kelainan langka yang biasanya merupakan kondisi darurat akibat operasi. Pada penderita cauda equina syndrome, akar saraf tulang belakang tertekan, sehingga harus segera ditangani supaya tidak menimbulkan inkontinensia (tak bisa menahan buang air) maupun kelumpuhan kaki.

Cauda equina syndrome terjadi pada sekumpulan akar saraf bernama cauda equina (dalam bahasa Latin artinya ‘ekor kuda’). Saraf-saraf ini terletak di ujung bawah saraf tulang belakang di tulang belakang lumbosacral. Fungsinya adalah untuk mengirim dan menerima sinyal dari dan ke kaki serta organ panggul.

Seberapa umumkah cauda equina syndrome?

Cauda equina syndrome tergolong jarang, namun bisa terjadi pada anak-anak yang memiliki kelainan tulang belakang sejak lahir, atau pernah mengalami cedera tulang belakang. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala cauda equina syndrome?

Tidak mudah mendiagnosis cauda equina syndrome. Gejalanya bisa bervariasi dan muncul secara bertahap. Bahkan sering kali gejalanya menyerupai penyakit lain. Namun, jika Anda mengalami salah satu gejala berikut, segera periksakan ke dokter:

  • Nyeri tak tertahankan pada punggung bawah.
  • Rasa nyari, atau mati rasa, atau lemah, pada salah satu atau kedua kaki yang menyebabkan Anda sering terjatuh atau sulit bangkit dari duduk.
  • Berkurang atau hilangnya sensasi di kaki, bokong, paha dalam, bagian belakang tungkai kaki, atau telapak kaki, yang makin lama makin parah.
  • Masalah saat buang air, misalnya kesulitan buang air kecil sampai tuntas, atau kesulitan menahan kencing (inkontinensia urin).
  • Disfungsi seksual yang muncul tiba-tiba.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab cauda equina syndrome?

Beberapa hal yang menyebabkan cauda equina syndrome adalah:

  • Pecahnya disk di area lumbar (pinggang)
  • Menyempitnya saluran spinal (tulang belakang), disebut juga stenosis
  • Luka tulang belakang atau tumor ganas
  • Infeksi, peradangan, perdarahan, atau keretakan tulang belakang
  • Komplikasi akibat cedera tulang lumbar seperti pada kecelakaan lalu lintas, terjatuh, luka tembak, atau tusukan benda tajam
  • Cacat lahir, misalnya koneksi abnormal antar pembuluh darah (arteriovenous malformation).

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis cauda equina syndrome?

Dokter bisa mendiagnosis cauda equina syndrome dengan berbagai cara:

  • Riwayat medis, di mana Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan seputar kondisi kesehatan, gejala, dan aktivitas Anda.
  • Pemeriksaan fisik untuk mengecek kekuatan, refleks, sensasi, stabilitas, keseimbangan, dan gerakan, Anda juga mungkin perlu tes darah.
  • Magnetic resonance imaging (MRI), yang menggunakan medan magner dan komputer untuk menghasilkan gambar tiga dimensi dari tulang belakang Anda.
  • Myelogram alias rontgen saluran tulang belakang setelah disuntikkan dengan zat kontras, yang dapat menunjukkan letak tekanan pada saraf tulang belakang.
  • CT scan.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati cauda equina syndrome?

Jika Anda memiliki cauda equina syndrome, Anda perlu perawatan darurat untuk melepaskan tekanan pada saraf. Operasi harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan permanen, misalnya kelumpuhan kaki, hilangnya kendali buang air kecil maupun besar, fungsi seksual, dan masalah lain.

Disarankan bahwa operasi dilakukan paling lambat 48 jam setelah gejala pertama muncul. Tergantung pada penyebab kondisi, Anda juga mungkin memerlukan dosis tinggi kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan.

Jika Anda didiagnosis dengan infeksi, Anda mungkin akan diresepkan antibiotik. Namun, jika penyebabnya adalah tumor, Anda mungkin perlu menjalani radiasi atau kemoterapi setelah operasi.

Bahkan setelah mendapat pengobatan, fungsi fisik Anda belum tentu kembali seutuhnya, tergantung pada seberapa besar kerusakan yang sudah terjadi. Jika operasi berhasil, Anda mungkin bisa kembali mengontrol buang air kecil/besar setelah beberapa tahun.

Perubahan gaya hidup

Apa yang bisa dilakukan untuk memudahkan hidup bagi penderita cauda equina syndrome?

Jika kerusakan sudah terjadi, operasi biasanya tak bisa memperbaiki. Ini artinya Anda memiliki cauda equina syndrome kronis, dan perlu beradaptasi melakukan perubahan gaya hidup sesuai kemampuan fungsi tubuh Anda. Ini membutuhkan bukan saja dukungan fisik, tapi juga emosional.

Libatkan keluarga dan petugas medis profesional dalam perawatan Anda. Tergantung pada kebutuhan, Anda bisa mendapatkan bantuan dari terapis fisik, terapis inkontinensia, atau bahkan terapis seks.

Jika Anda sudah telanjur kehilangan kontrol terhadap aktivitas buang air (tidak bisa menahan kencing atau buang air besar), ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Gunakan kateter untuk mengosongkan kandung kemih 3-4 kali sehari
  • Minum banyak cairan dan jaga kebersihan alat kelamin untuk mencegah infeksi saluran kencing
  • Kosongkan usus menggunakan enema atau alat pencahar
  • Pakai popok dewasa untuk mencegah kebocoran
  • Tanyakan kepada dokter tentang obat-obatan untuk mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan, atau untuk mengontrol buang air.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Operasi Usus Buntu (Appendektomi)

Usus buntu yang mengalami infeksi dan berisiko pecah harus dikeluarkan lewat operasi. Apa saja yang harus Anda ketahui sebelum masuk kamar operasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Operasi A-Z, Kesehatan A-Z 3 September 2019 . Waktu baca 7 menit

5 Risiko Komplikasi yang Bisa Terjadi Setelah Operasi Penurunan Berat Badan

Prosedur operasi memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat dan instan. Namun, ada banyak risiko komplikasi setelah operasi yang harus Anda perhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 16 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit

Kapan Seseorang Harus Dibius Total, Lokal, Atau Spinal?

Ada tiga bentuk obat bius, yaitu total, lokal, dan regional. Nah, kapan seseorang biasanya akan diberikan bius total, lokal, dan regional?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit

Berapa Lama Pasien Kanker Payudara Bisa Pulih Setelah Pengobatan?

Setelah pengobatan kanker payudara, tentu pasien tak bisa langsung melakukan aktivitasnya dengan normal. Berapa lama waktu pemulihan kanker payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kanker Payudara, Health Centers 20 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Makanan setelah operasi

Jenis Makanan Setelah Operasi yang Dapat Membantu Pemulihan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
prostatektomi

Mengenal Prostatektomi, Operasi untuk Masalah Penyakit Prostat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
tummy tuck adalah operasi perut

Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit