Burning Mouth Syndrome (Mulut Panas)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu burning mouth syndrome (sindrom mulut terbakar)?

Burning mouth syndrome atau sindrom mulut terbakar (mulut panas) adalah kondisi yang ditandai dengan keluhan akan sensasi abnormal pada lapisan mulut. Kebanyakan pasien mendeskripsikannya seperti mulut terkena air panas.

Biasanya rasa panas ini muncul pada bagian depan mulut, mempengaruhi permukaan dalam bibir, langit-langit mulut dan bagian samping dan ujung lidah. Pada beberapa pasien, hanya lidah yang terpengaruh, namun kombinasi dari lokasi ini dapat terjadi.

Beberapa pasien dengan sindrom mulut terbakar dapat mengalami penurunan indera pengecap atau perubahan sensasi rasa (pahit atau asin). Beberapa pasien lain dapat merasa mulut mereka kering atau lengket. Namun, pada semua kasus, lapisan mulut secara klinis terlihat normal.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sindrom mulut terbakar termasuk penyakit yang jarang ditemukan sebab hanya dua persen dari seluruh populasi di dunia yang pernah mengalaminya. Dikutip dari artikel yang dipublikasikan layanan kesehatan masayarakat, NHS, burning mouth syndrome lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.

Pada beberapa orang, burning mouth syndrome bisa muncul dalam jangka waktu yang lama, sementara pada beberapa orang lainnya bisa merasakannya secara tiba-tiba dan berkembang secara bertahap.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala burning mouth syndrome (sindrom mulut terbakar)?

Kebanyakan pasien yang mengalami burning mouth syndrome adalah wanita yang sudah mengalami menopause. Anda dapat mengalami rasa panas sedang hingga parah pada lidah, langit-langit, bibir, gusi atau bagian dalam pipi.

Dilansir dari Mayo Clinic, tidak mudah untuk menemukan tanda-tanda fisik pada lidah atau mulut akibat sindrom mulut terbakar. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang bisa Anda waspadai, di antaranya:

  • Sensasi seperti tersiram air panas di lidah, namun bisa juga terasa di seluruh bagian mulut
  • Mulut terasa kering dan cepat haus
  • Mulut terasa pahit
  • Lidah terasa kebas atau mati rasa

Untuk beberapa orang, sensasi ini muncul pada pagi hari dan bertambah parah hingga puncaknya pada senja hari, seringkali membaik pada malam hari. Beberapa orang dapat mengalami sensasi terbakar sepanjang waktu.

Pada beberapa orang, rasa sakit hilang dan pergi. Gejala lainnya dapat meliputi mati rasa atau kesemutan pada mulut atau lidah, rasa pahit atau metal, atau mulut kering dan luka pada mulut.

Walau begitu, burning mouth syndrome umumnya bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu, bila Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala sindrom mulut panas, segera konsultasikan ke dokter atau dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kebanyakan orang sering mendeskripsikan burning mouth syndrome seperti Anda terkena makanan atau minuman panas pada mulut.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa saja penyebab burning mouth syndrome (sindrom mulut terbakar)?

Penyebab sindrom mulut terbakar terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

1. Primer

Saat Anda memeriksakan kondisi burning mouth syndrome yang dialami, kemudian dokter tidak menemukan adanya kelainan klinis apapun pada diri Anda, maka kondisi ini disebut sebagai sindrom mulut panas primer atau idiopatik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini diduga karena adanya masalah pada saraf perasa dan sensorik pada sistem saraf pusat Anda.

2. Sekunder

Bila mulut panas dan terasa seperti terbakar disebabkan oleh kondisi medis tertentu, hal ini disebut sebagai burning mouth syndrome sekunder. Beberapa masalah medis yang terkait dengan sindrom mulut panas sekunder adalah sebagai berikut:

  • Mulut kering (xerostomia), dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, masalah dan fungsi kelenjar ludah, atau efek samping dari pengobatan kanker.
  • Masalah mulut lainnya, seperti sariawan, lichen planus atau bercak putih tebal di mulut dan lidah, dan lidah geografis atau peradangan lidah yang menyebabkan lesi berbentuk seperti pulau-pulau pada peta.
  • Kekurangan zat gizi, seperti kekurangan zat besi, seng, asam folat (vitamin B9), thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), piridoksin (vitamin B6), dan kobalamin (vitamin B12).
  • Efek samping penggunaan gigi palsu, terutama jika gigi palsu tersebut ternyata tidak cocok dan menyebabkan gangguan pada otot dan jaringan mulut.
  • Alergi, baik karena perasa makanan, bahan tambahan makanan, atau zat pewarna tertentu pada makanan.
  • Asam lambung naik (GERD), atau kondisi naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat hipertensi.
  • Kebiasaan buruk, seperti menggigit ujung lidah atau menggertakkan gigi (bruxism).
  • Gangguan endokrin, seperti diabetes atau hipotiroidisme.
  • Iritasi mulut yang berlebihan, misalnya karena membersihkan lidah secara berlebihan, menggunakan pasta gigi yang abrasif, keseringan pakai obat kumur, atau terlalu banyak minum minuman asam.
  • Faktor psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau stres.
  • Perubahan hormon, biasa dikaitkan dengan kejadian menopause atau penyakit tiroid.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati burning mouth syndrome (sindrom mulut terbakar)?

Anda dapat mengurangi gejala burning mouth syndrome di rumah, dengan:

  • Sering minum air
  • Mengemut es serut
  • Mengunyah permen karet bebas gula – hal ini membantu menghentikan mulut dari kekeringan
  • Menghindari hal-hal yang mengiritasi mulut – seperti makanan pedas dan panas, obat kumur yang mengandung alkohol, jus atau buah-buahan asam
  • Menghindari produk tembakau dan alkohol.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Anda kemungkinan akan mengunjungi dokter atau dokter gigi akibat rasa tidak nyaman pada mulut. Karena burning mouth syndrome terkait dengan berbagai kondisi medis lainnya, dokter atau dokter gigi dapat merujuk pada spesialis lain, seperti dokter kulit (dermatolog), dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) atau dokter spesialis lainnya.

Pertama, dokter gigi akan mencari tahu apakah penyebab terkait dengan gigi, seperti gigi palsu atau mulut kering. Jika ya, ia akan memeriksa pemasangan gigi palsu dan melihat apakah Anda alergi terhadap bahan dari gigi palsu. Dokter juga dapat merekomendasikan produk untuk meringankan mulut kering atau mengatasi infeksi jamur.

Jika dokter tidak dapat mencari penyebab, mereka dapat menyarankan Anda untuk mengunjungi dokter atau spesialis. Anda dapat melakukan tes darah untuk mencari penyebab dari sindrom mulut terbakar.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah burning mouth syndrome (sindrom mulut terbakar)?

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah sindrom mulut terbakar. Namun, dengan menghindari tembakau, makanan asam, pedas dan minuman berkarbonat, serta stress berlebih, Anda dapat mengurangi rasa tidak nyaman dari sindrom mulut terbakar atau mencegah memburuknya rasa tidak nyaman.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

    Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Hari Raya, Ramadan 24 April 2020 . Waktu baca 6 menit

    3 Cara Terbaik untuk Menjaga Kebersihan Lidah

    Membersihkan lidah sama pentingnya dengan menggosok gigi. Jangan bingung, intip berbagai cara berikut ini untuk membersihkan lidah Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 November 2019 . Waktu baca 4 menit

    Atasi Mulut yang Terasa Perih dan Terbakar dengan 7 Cara Ini

    Mulut yang terasa perih dan terbakar (burning mouth syndrome) memang mengganggu. Lantas, bagaimana cara mengobati burning mouth syndrome?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 5 September 2019 . Waktu baca 5 menit

    Daftar Rekomendasi Obat Sakit Gusi, dari Resep Dokter Hingga Bahan Alami

    Sakit gusi tak boleh diremehkan karena bisa jadi sumber infeksi. Untungnya, ada banyak pilihan obat untuk membantu meredakan sakit gusi. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 29 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kesehatan gigi dan mulut

    3 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut demi Senyum yang Indah

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Agina Naomi
    Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    infeksi mulut

    5 Kebiasaan Harian yang Bisa Bantu Mencegah Masalah dalam Mulut

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    kebersihan gigi dan mulut

    4 Cara Menjaga Kebersihan Mulut Agar Tak Jadi Sarang Penyakit

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    menjaga kesehatan mulut saat puasa

    Cara Menjaga Kebersihan Mulut Saat Berpuasa

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit