home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengapa Mulut Terasa Panas Meski Tak Makan Pedas?

Mengapa Mulut Terasa Panas Meski Tak Makan Pedas?

Anda tentu tahu rasanya ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, maka lidah dan mulut akan terasa sangat panas dan sakit. Kondisi ini juga bisa terjadi saat Anda makan makanan yang pedas. Namun, ternyata ada gangguan kesehatan yang membuat rasa panas itu muncul di mulut dan lidah selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan, padahal tidak sedang makan atau minum yang panas-panas. Nah, kondisi ini disebut dengan burning mouth syndrome atau sindrom mulut panas. Apa saja penyebab mulut terasa panas atau burning mouth syndrome tersebut?

Apa itu burning mouth syndrome atau sindrom mulut panas?

Burning mouth syndrome atau sindrom mulut panas adalah istilah medis yang menggambarkan saat seseorang merasa mulutnya seperti terbakar atau kesemutan tanpa penyebab yang jelas.

Umumnya, kondisi ini membuat lidah terasa seperti tersiram air panas tapi bisa juga dirasakan pada bagian mulut lainnya, seperti gusi, bibir, pipi bagian dalam, hingga langit-langit mulut.

Sindrom mulut panas termasuk penyakit yang jarang ditemukan sebab hanya dua persen dari seluruh populasi di dunia yang pernah mengalaminya. Pada beberapa orang, penyakit ini bisa muncul dalam jangka waktu yang lama, sementara pada beberapa orang lainnya bisa merasakannya secara tiba-tiba dan berkembang secara bertahap.

Penyebab sindrom mulut panas belum diketahui secara pasti. Ini sebabnya, sindrom yang satu ini cenderung sulit untuk didiagnosis dan diobati sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Berbagai penyebab mulut panas dan terbakar akibat burning mouth syndrome

Penyebab sindrom mulut panas terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

1. Primer

Saat Anda memeriksakan kondisi mulut panas yang dialami, kemudian dokter tidak menemukan adanya kelainan klinis apapun pada diri Anda, maka kondisi ini disebut sebagai sindrom mulut panas primer atau idiopatik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ini diduga karena adanya masalah pada saraf perasa dan sensorik pada sistem saraf pusat Anda.

2. Sekunder

Bila mulut panas dan terasa seperti terbakar disebabkan oleh kondisi medis tertentu, hal ini disebut sebagai sindrom mulut panas sekunder. Beberapa masalah medis yang terkait dengan sindrom mulut panas sekunder adalah sebagai berikut:

  • Mulut kering (xerostomia), dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, masalah dan fungsi kelenjar ludah, atau efek samping dari pengobatan kanker.
  • Masalah mulut lainnya, seperti sariawan, lichen planus atau bercak putih tebal di mulut dan lidah, dan lidah geografis atau peradangan lidah yang menyebabkan lesi berbentuk seperti pulau-pulau pada peta.
  • Kekurangan zat gizi, seperti kekurangan zat besi, seng, asam folat (vitamin B9), thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), piridoksin (vitamin B6), dan kobalamin (vitamin B12).
  • Penggunaan gigi palsu, terutama jika gigi palsu tersebut ternyata tidak cocok dan menyebabkan gangguan pada otot dan jaringan mulut.
  • Alergi, baik karena perasa makanan, bahan tambahan makanan, atau zat pewarna tertentu pada makanan.
  • Asam lambung naik (GERD), atau kondisi naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat hipertensi.
  • Kebiasaan buruk, seperti menggigit ujung lidah atau menggertakkan gigi (bruxism).
  • Gangguan endokrin, seperti diabetes atau hipotiroidisme.
  • Iritasi mulut yang berlebihan, misalnya karena membersihkan lidah secara berlebihan, menggunakan pasta gigi yang abrasif, keseringan pakai obat kumur, atau terlalu banyak minum minuman asam.
  • Faktor psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau stres.
  • Perubahan hormon, biasa dikaitkan dengan kejadian menopause atau penyakit tiroid.

Perhatikan setiap tanda dan gejala sindrom mulut panas

Dilansir Mayo Clinic, tidak mudah untuk menemukan tanda-tanda fisik pada lidah atau mulut akibat sindrom mulut panas. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang bisa Anda waspadai seperti di bawah ini.

  • Sensasi seperti tersiram air panas di lidah, namun bisa juga terasa di seluruh bagian mulut
  • Mulut terasa kering dan cepat haus
  • Mulut terasa pahit
  • Lidah terasa kebas atau mati rasa

Beberapa orang mengalami tanda dan gejala dengan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang merasakannya setiap hari mulai dari bangun tidur, namun ada pula yang merasakannya hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Walau begitu, sindrom mulut panas umumnya bertahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu, bila Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala sindrom mulut panas, segera konsultasikan ke dokter atau dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is Burning Mouth Syndrome? https://www.medicalnewstoday.com/articles/320026.php. Accessed 6/4/2018.

Burning Mouth Syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/burning-mouth-syndrome/symptoms-causes/syc-20350911. Accessed 6/4/2018.

What is Burning Mouth Syndrome? https://www.webmd.com/oral-health/burning-mouth-syndrome-facts#1. Accessed 6/4/2018.

Burning Mouth Syndrome. https://emedicine.medscape.com/article/1508869-overview. Accessed 6/4/2018.

Burning Mouth. https://www.nidcr.nih.gov/health-info/burning-mouth. Accessed 6/4/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 27/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus