Blefaritis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu blefaritis?

Blefaritis adalah peradangan kelopak mata yang biasanya terjadi di area pertumbuhan bulu mata dan bisa mengenai kedua kelopak mata.

Kondisi ini umumnya muncul saat kelenjar minyak kecil yang terletak di dekat dasar bulu mata tersumbat. Penyumbatan kelenjar minyak kecil ini kemudian dapat menyebabkan mata iritasi dan merah. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan blepharitis. 

Blefaritis sering kali merupakan kondisi kronis yang sulit diatasi. Blepharitis membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan tidak enak dipandang. Namun, kondisi ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Sekalipun menyebabkan mata merah dan iritasi, penyakit ini tidak menular.

Seberapa umum kondisi ini?

Blepharitis adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan dapat menyerang pasien dengan usia berapa pun. Blepharitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri dan gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala blefaritis?

Peradangan pada kelopak mata biasanya akan mengganggu penampilan, juga dapat mengiritasi mata dan bisa saja memengaruhi penglihatan. Gejala dari blepharitis adalah:

  • Kelopak mata gatal
  • Kelopak mata bengkak
  • Kelopak mata merah atau inflamasi
  • Sensasi terbakar pada mata
  • Kelopak mata berminyak
  • Perasaan seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam mata
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Kerak pada bulu mata atau pada ujung mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya

Blepharitis adalah kondisi yang umumnya mengenai kedua mata dan biasanya salah satu mata akan tampak lebih meradang. Gejala dirasakan lebih berat pada pagi hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera kunjungi dokter mata Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab blefaritis?

Penyebab blepharitis tidak pasti. Faktor yang mungkin dikaitkan dengan penyebab blepharitis adalah:

  • Dermatitis seboroik (ketombe) pada kulit kepala dan alis
  • Infeksi bakteri
  • Penyumbatan atau malfungsi kelenjar minyak pada kelopak mata
  • Rosacea: kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah
  • Alergi
  • Kutu pada bulu mata
  • Ketidakseimbangan hormon

Ada tiga jenis blefaritis yang dibagi berdasarkan lokasi dan penyebabnya, yaitu blefaritis anterior, posterior, dan campuran (kombinasi dari blefaritis anterior dan posterior). Berikut penjelasannya:

Peradangan mata anterior

Peradangan ini terjadi pada bagian luar mata, yaitu pada bulu mata. Blefaritis anterior dapat disebabkan karena infeksi bakteri Staphylococcus atau terkait dengan kondisi dermatitis seboroik. Ketombe pada alis dan reaksi alergi pada mata dapat menyebabkan peradangan kelopak mata anterior.

Peradangan mata posterior

Peradangan ini terjadi umumnya pada ujung bagian dalam mata. Jenis inflamasi ini biasanya disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar Meibom (kelenjar yang terletak di sepanjang tepi belakang kelopak mata) ataupun terkait dengan kondisi rosacea.

Faktor Pemicu

Apa saja yang membuat saya berisiko terkena blefaritis?

Faktor pemicu yang membuat Anda berisiko terkena blepharitis adalah:

  • Efek samping pengobatan
  • Malfungsi kelenjar minyak
  • Ketombe pada kulit kepala atau alis
  • Reaksi alergi terhadap riasan wajah atau produk kosmetik yang digunakan di sekitar mata, sehingga memicu inflamasi kelopak mata.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Tes dan prosedur untuk mendiagnosis blepharitis adalah:

  • Memeriksa kelopak mata. Dokter akan memeriksa kelopak mata dan mata dengan saksama. Alat pembesar khusus dapat digunakan selama pemeriksaan.
  • Swabbing kulit untuk tes. Pada beberapa kasus, dokter dapat menggunakan swab untuk mengambil sampel minyak atau kerak yang terbentuk pada kelopak mata. Sampel dapat dianalisis untuk melihat adanya bakteri, jamur, atau bukti suatu alergi.

Bagaimana cara mengobati blefaritis?

Kunci pengobatan dari semua jenis blefaritis adalah menjaga kelopak mata agar tetap bersih dan bebas dari kerak. Apabila Anda memiliki blefaritis, lakukan langkah-langkah berikut untuk membersihkan mata Anda:

  • Basahi kain bersih dengan air hangat (jangan air panas).
  • Peras dan letakkan pada mata yang tertutup selama 5 menit.
  • Basahi kembali seperlunya untuk menjaga tetap hangat. Hal ini dapat melembutkan kerak dan meluruhkan serpihan berminyak.

Membatasi atau menghentikan penggunaan riasan mata saat mengobati blefaritis sering direkomendasikan, karena penggunaan riasan mata akan membuat kebersihan kelopak mata lebih sulit dijaga.

Pengobatan untuk melawan infeksi

Antibiotik diberikan untuk kelopak mata yang terinfeksi. Antibiotik akan meredakan gejala dan mengatasi infeksi bakteri pada kelopak mata. Ada beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan, meliputi tetes mata, krim, dan salep. Apabila obat oles atau obat tetes tidak berpengaruh, dokter akan memberikan antibiotik oral.

Pengobatan untuk mengendalikan peradangan

Obat tetes atau salep steroid dapat membantu mengurangi inflamasi. Obat antibiotik dan anti-inflamasi dapat dikombinasikan.

Pengobatan yang meningkatkan sistem imun

Cyclosporine (restasis) topikal adalah calcineurin inhibitor yang telah terbukti meringankan tanda-tanda dan gejala dari blepharitis.

Pengobatan untuk mengatasi penyakit lain yang jadi penyebab blefaritis

Blefaritis yang disebabkan oleh dermatitis seboroik, rosacea, atau penyakit lain dapat dikendalikan dengan mengatasi atau mengobati penyebabnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, blepharitis adalah kondisi yang jarang hilang sepenuhnya. Meski Anda telah melakukan perawatan, kondisi ini seringkali kronis dan membutuhkan berpahtian setiap hari dengan scrub kelopak mata.

Jika perawatan yang Anda lakukan tidak berhasil atau jika Anda terus menerus kehilangan bulu mata dan hanya satu mata yang terkena, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh kanker kelopak mata.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah blefaritis?

Berikut adalah tips atau beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah atau mengatasi blepharitis:

  • Jaga agar kelopak mata tetap bersih.
  • Pastikan Anda membersihkan wajah dengan teratur. Hal ini meliputi membersihkan riasan mata dan wajah sebelum tidur. Jangan sentuh mata dengan tangan kotor dan jangan menggosok mata yang gatal. Pilih pembersih make up yang aman untuk mata. Menggosok mata dapat menyebarkan infeksi yang sudah ada.
  • Lakukan cara aman dalam mengenakan makeup mata. Jangan menggunakan eyeliner pada ujung belakang kelopak mata di belakang bulu mata.
  • Apabila Anda berada pada tahap awal penanganan blefaritis, Anda dapat mencegah iritasi lanjutan dengan tidak menggunakan riasan wajah.
  • Begitu Anda memulai menggunakan riasan wajah kembali, ganti produk yang digunakan untuk area mata. Produk mungkin terkontaminasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kelopak Mata Anda Kering? 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

    Kelopak mata terdiri dari lapisan kulit yang sangat tipis. Saat kulit ini kering, kelopak mata Anda dapat menjadi kasar hingga bersisik. Apa penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15/08/2019 . Waktu baca 3 menit

    Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

    Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Anak, Parenting 09/06/2019 . Waktu baca 4 menit

    Mata Merah dan Sensitif Akibat Keratitis? Ini 3 Kunci Penting Mengobatinya

    Keratitis bisa menyebabkan mata merah, terasa pedih, dan sensitif terhadap cahaya. Temukan berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis disini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/03/2019 . Waktu baca 4 menit

    Panduan Memilih Dokter Mata Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

    Memilih dokter mata yang bagus memang tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menemukan yang paling cocok buat Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 14/03/2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    cara mengobati kalazion benjolan di mata

    6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi mata bengkak

    5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 10/01/2020 . Waktu baca 4 menit
    cara mengatasi gejala glaukoma

    3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 01/10/2019 . Waktu baca 3 menit