Blefaritis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu blefaritis?

Blefaritis adalah peradangan kelopak mata yang biasanya terjadi di area pertumbuhan bulu mata dan bisa mengenai kedua kelopak mata.

Kondisi ini umumnya muncul saat kelenjar minyak kecil yang terletak di dekat dasar bulu mata tersumbat. Penyumbatan kelenjar minyak kecil ini kemudian dapat menyebabkan mata iritasi dan merah. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan blefaritis. 

Blefaritis sering kali merupakan kondisi kronis yang sulit diatasi. blefaritis membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan tidak enak dipandang. Namun, kondisi ini biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Sekalipun menyebabkan mata merah dan iritasi, penyakit ini tidak menular.

Seberapa umum kondisi ini?

Radang kelopak mata adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan dapat menyerang pasien dengan usia berapa pun. blefaritis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala blefaritis?

Peradangan pada kelopak mata biasanya akan mengganggu penampilan, juga dapat mengiritasi mata dan bisa saja memengaruhi penglihatan. Gejala dari blefaritis adalah:

  • Kelopak mata gatal
  • Kelopak mata bengkak
  • Kelopak mata merah atau inflamasi
  • Sensasi terbakar pada mata
  • Kelopak mata berminyak
  • Perasaan seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam mata
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Kerak pada bulu mata atau pada ujung mata
  • Sensitivitas terhadap cahaya

blefaritis adalah kondisi yang umumnya mengenai kedua mata dan biasanya salah satu mata akan tampak lebih meradang. Gejala dirasakan lebih berat pada pagi hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera kunjungi dokter mata Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab blefaritis?

Penyebab radang kelopak mata tidak pasti. Faktor yang mungkin dikaitkan dengan penyebab blefaritis adalah:

  • Dermatitis seboroik (ketombe) pada kulit kepala dan alis
  • Infeksi bakteri
  • Penyumbatan atau malfungsi kelenjar minyak pada kelopak mata
  • Rosacea: kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah
  • Alergi
  • Kutu pada bulu mata
  • Ketidakseimbangan hormon

Ada tiga jenis blefaritis yang dibagi berdasarkan lokasi dan penyebabnya, yaitu blefaritis anterior, posterior, dan campuran (kombinasi dari blefaritis anterior dan posterior). Berikut penjelasannya:

Peradangan mata anterior

Peradangan ini terjadi pada bagian luar mata, yaitu pada bulu mata. Blefaritis anterior dapat disebabkan karena infeksi bakteri Staphylococcus atau terkait dengan kondisi dermatitis seboroik. Ketombe pada alis dan reaksi alergi pada mata dapat menyebabkan peradangan kelopak mata anterior.

Peradangan mata posterior

Peradangan ini terjadi umumnya pada ujung bagian dalam mata. Jenis inflamasi ini biasanya disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar Meibom (kelenjar yang terletak di sepanjang tepi belakang kelopak mata) ataupun terkait dengan kondisi rosacea.

Faktor Pemicu

Apa saja yang membuat saya berisiko terkena blefaritis?

Faktor pemicu yang membuat Anda berisiko terkena blefaritis adalah:

  • Efek samping pengobatan
  • Malfungsi kelenjar minyak
  • Ketombe pada kulit kepala atau alis
  • Reaksi alergi terhadap riasan wajah atau produk kosmetik yang digunakan di sekitar mata, sehingga memicu inflamasi kelopak mata.

Komplikasi

Apa komplikasi yang dapat diakibatkan oleh blefaritis?

Kondisi yang mungkin muncul akibat blefaritis yang tak kunjung ditangani antara lain:

  • Masalah bulu mata, seperti bulu mata rontok, tumbuh abnormal, atau kehilangan warna. 
  • Masalah kulit kelopak mata, seperti tepi kelopak mata yang berputar ke dalam atau ke luar. 
  • Mata sobek atau kering berlebih akibat kelembapan kelopak mata yang terganggu. 
  • Bintitan yang merupakan benjolan menyakitkan di tepi kelopak mata Anda. 
  • Kalazion yang terjadi akibat penyumbatan salah satu kelenjar minyak di tepi kelopak mata, tepat di belakang bulu mata. 
  • Mata merah kronis juga dapat muncul akibat blefaritis. 
  • Cedera kornea akibat iritasi terus menerus dari kelopak mata atau bulu mata yang salah arah, serta mata kering. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Tes dan prosedur untuk mendiagnosis blefaritis adalah:

  • Memeriksa kelopak mata. Dokter akan memeriksa kelopak mata dan mata dengan saksama. Alat pembesar khusus dapat digunakan selama pemeriksaan.
  • Swabbing kulit untuk tes. Pada beberapa kasus, dokter dapat menggunakan swab untuk mengambil sampel minyak atau kerak yang terbentuk pada kelopak mata. Sampel dapat dianalisis untuk melihat adanya bakteri, jamur, atau bukti suatu alergi.

Bagaimana cara mengobati blefaritis?

Berikut ini adalah berbagai pilihan cara mengobati blefaritis:

1. Menjaga kebersihan kelopak mata

Kunci pengobatan dari semua jenis blefaritis adalah menjaga kelopak mata agar tetap bersih dan bebas dari kerak. Apabila Anda memiliki blefaritis, lakukan langkah-langkah berikut untuk membersihkan mata Anda:

  • Basahi kain bersih dengan air hangat (jangan air panas).
  • Peras dan letakkan pada mata yang tertutup selama 5 menit.
  • Basahi kembali seperlunya untuk menjaga tetap hangat. Hal ini dapat melembutkan kerak dan meluruhkan serpihan berminyak.

2. Membatasi penggunaan riasan mata

Membatasi atau menghentikan penggunaan riasan mata saat mengobati blefaritis sering direkomendasikan, karena penggunaan riasan mata akan membuat kebersihan kelopak mata lebih sulit dijaga.

3. Menggunakan obat-obatan

Selain itu, terdapat obat-obatan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk mengatasi kondisi Anda. Obat-obatan itu terdiri dari:

  • Antibiotik dalam beberapa jenis antibiotik, termasuk tetes mata, krim, dan salep. Jika obat oles atau obat tetes tidak berpengaruh, dokter akan memberikan antibiotik oral.
  • Obat tetes atau salep steroid dapat membantu mengurangi inflamasi. Obat antibiotik dan anti-inflamasi dapat dikombinasikan.
  • Cyclosporine (restasis) topikal adalah calcineurin inhibitor yang telah terbukti meringankan tanda-tanda dan gejala dari blefaritis.

Blefaritis yang disebabkan oleh dermatitis seboroik, rosacea, atau penyakit lain dapat dikendalikan dengan mengatasi atau mengobati penyebabnya.

4. Mengonsumsi makanan tinggi omega-3

Selama menjalani pengobatan, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang tinggi omega-3 karena dapat membantu mengurangi gejala blefaritis. Contoh makanan yang mengandung omega-3, antara lain: ikan sarden, tuna, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.

5. Mengendalikan ketombe dan tungau

Jika ketombe menjadi penyebab Anda mengalami blefaritis, dokter mungkin merekomendasikan Anda sampo antiketombe. Sampo tersebut dapat meredakan tanda dan gejala kondisi ini.

Menggunakan sampo dengan kandungan tea tree oil pada kelopak mata setiap hari dalam membantu mengatasi tungau. Cobalah menggosok mata Anda dengan lembut menggunakan tea tree oil 50% yang tersedia tanpa resep dokter. 

Hubungi dokter jika Anda tidak mengalami perubahan baik dalam enam minggu. Hentikan penggunaan tea tree oil jika kulit Anda iritasi. 

Dikutip dari Mayo Clinic, blefaritis adalah kondisi yang jarang hilang sepenuhnya. Meski Anda telah melakukan perawatan, kondisi ini seringkali kronis dan membutuhkan perhatian setiap hari dengan scrub kelopak mata.

Jika perawatan yang Anda lakukan tidak berhasil atau jika Anda terus menerus kehilangan bulu mata dan hanya satu mata yang terkena, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh kanker kelopak mata.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah blefaritis?

Berikut adalah tips atau beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah atau mengatasi blefaritis:

  • Cuci mata Anda secara rutin, paling tidak satu kali dalam satu hari. 
  • Pastikan Anda membersihkan wajah dengan teratur. Hal ini meliputi membersihkan riasan mata dan wajah sebelum tidur. Jangan sentuh mata dengan tangan kotor dan jangan menggosok mata yang gatal. Pilih pembersih make up yang aman untuk mata. Menggosok mata dapat menyebarkan infeksi yang sudah ada.
  • Lakukan cara aman dalam mengenakan makeup mata. Jangan menggunakan eyeliner pada ujung belakang kelopak mata di belakang bulu mata.
  • Apabila Anda berada pada tahap awal penanganan blefaritis, Anda dapat mencegah iritasi lanjutan dengan tidak menggunakan riasan wajah.
  • Begitu Anda memulai menggunakan riasan wajah kembali, ganti produk yang digunakan untuk area mata. Produk mungkin terkontaminasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma, Mulai dari Obat Herbal hingga Makanan

    Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menjadi penyebab kebutaan. Kabar baiknya, ada cara rumahan untuk membantu mengatasi glaukoma. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 1 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit

    Kelopak Mata Anda Kering? 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

    Kelopak mata terdiri dari lapisan kulit yang sangat tipis. Saat kulit ini kering, kelopak mata Anda dapat menjadi kasar hingga bersisik. Apa penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit

    Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

    Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Anak, Parenting 9 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

    Keratitis

    Keratitis bisa menyebabkan mata merah, terasa pedih, dan sensitif terhadap cahaya. Temukan berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis disini!

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20 Maret 2019 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Retinopati diabetik

    Retinopati Diabetik

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
    cara mengobati kalazion benjolan di mata

    6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi mata bengkak

    5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 10 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit