10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda mulai merasa ada yang salah dengan penglihatan Anda, satu-satunya cara adalah memeriksakan diri ke dokter mata untuk mengetahui kondisi kesehatan mata Anda. Kemungkinan besar Anda akan diresepkan kacamata, tapi perlu diingat bahwa Anda tak boleh mendiagnosis diri sendiri dan membeli kacamata hanya dengan mencoba-coba saja, tanpa tahu apa yang sebenarnya Anda butuhkan. 

Dr. John Lahr, direktur medis EyeMed, mengatakan bahwa gejala-gejala yang sering muncul pada mata itu sangat luas, sehingga satu-satunya cara yang akurat untuk mengetahui apa masalahnya adalah dengan memeriksakannya ke ahli mata.

Di bawah ini adalah sepuluh gejala pada mata yang memerlukan tindakan lebih lanjut:

1. Mata buram/kabur

Jika Anda tidak dapat mengenali teman Anda yang jauhnya sekitar 3 meter, atau tidak dapat melihat tulisan di majalah dalam jarak dekat, maka ada kemungkinan Anda mengalami rabun jauh atau rabun dekat.

2. Sulit melihat ketika malam hari

Jika penglihatan Anda menjadi kabur pada malam hari sehingga Anda tidak dapat melihat kucing Anda di halaman pada malam hari, maka Anda kemungkinan mengalami katarak.

3. Sulit membiasakan dari gelap ke terang

Itu berarti otot yang membantu mata untuk berkontraksi melemah. Biasanya diakibatkan oleh bertambahnya usia.

4. Buram saat melihat layar komputer

Pernahkah Anda sedang sibuk bekerja di depan komputer, namun tiba-tiba tulisan atau gambar di monitor mendadak terlihat buram? Ini mungkin gejala awal rabun. Awali hari Anda dengan menatap halaman yang sama di komputer Anda, namun dengan jarak yang berbeda setiap harinya. Kemudian amati perbedaannya untuk melihat apakah ada kemajuan (atau justru kemunduran) dalam penglihatan Anda.

5. Mata lelah

Mata lelah adalah apa yang akan terjadi jika Anda memiliki penglihatan yang buram tapi tetap memaksakan diri melihat tanpa bantuan kacamata, yaitu dengan cara memicingkan mata atau sering menggosok dan mengedipkan mata demi memperjelas penglihatan. Mata lelah bisa juga disebabkan oleh terlalu lama mengemudi, menulis, atau menatap layar monitor.

6. Pusing yang berulang

Ketika mekanisme kornea dan lensa mata gagal fokus terhadap suatu objek, maka otot-otot kecil pada mata dipaksa untuk bekerja keras. Hasilnya adalah mata menjadi lelah dan menyebabkan pusing kepala. Mudahnya sih, jika Anda harus memicingkan mata untuk melihat suatu objek, Anda butuh kacamata.

7. Penglihatan berbayang

Kemungkinan besar Anda memiliki masalah pada kornea atau otot mata. Bisa juga gejala katarak.

8. Penglihatan bergelombang

Saat garis lurus terlihat bergelombang dan warna terlihat memudar, mungkin ini adalah gejala degenerasi makula, yang merupakan menurunnya fungsi tengah retina dan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara total.

9. Melihat lingkaran cahaya

Jika Anda sedang melihat suatu objek dan objek tersebut memiliki lingkaran cahaya meskipun di sekitar Anda tidak terdapat objek yang dapat memantulkan cahaya, maka ada kemungkinan Anda mengalami katarak atau rabun gelap. Lingkaran cahaya ini biasanya lebih sering muncul saat Anda melihat di dalam gelap.

10. Tekanan pada mata

Ketika Anda merasakan adanya tekanan di belakan mata, ada kemungkinan mata Anda mengalami glaukoma. Cek terlebih dahulu ke ahli mata.

Apa yang terjadi kalau saya harus pakai kacamata?

Menurut Dr. Rupa Wong, terdapat 4 langkah mudah untuk membantu Anda beradaptasi dalam menggunakan kacamata, yaitu:

1. Gunakan kacamata setiap hari

Menggunakan kacamata setiap hari akan mempercepat Anda untuk beradaptasi dengan kacamata. Gunakanlah sesuai ketentuan dokter. Lepas kacamata ketika Anda merasakan pusing dan gunakan kembali ketika pusing mereda.

2. Gerakkan kepala, bukan mata

Pengguna kacamata pemula biasanya sering mengeluh pusing karena mereka terlalu banyak menggerakkan mata. Gerakkanlah kepala Anda, bukan bola mata, untuk meminimalisir rasa pusing, meskipun Anda akan membutuhkan waktu hingga dapat beradaptasi secara penuh.

3. Bersihkan lensa secara rutin

Debu dan noda akan mempersulit adaptasi Anda terhadap kacamata baru, maka lakukanlah pembersihan lensa secara rutin.

4. Simpan kacamata dengan aman

Sebelum tidur, simpanlah kacamata ke dalam kotaknya untuk menghindari bingkai bengkok dan goresan pada lensa. Selain tidak enak dilihat, kerusakan pada kacamata juga akan memperlambat proses beradaptasi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

    Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Penyakit Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    4 jenis Makanan dan Minuman yang Bisa Mengatasi Mual dan Mencegah Muntah

    Rasa mual dan ingin memang sangat mengganggu, terlebih bila Anda sedang beraktivitas. Coba konsumsi makanan dan minuman yang bisa mengatasi mual ini.

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahaya makanan asin

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    efek samping imunisasi

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
    tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

    11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit