Kelilipan debu, menguap saat ngantuk, terlalu lama menatap layar, hingga tertawa terbahak-bahak adalah beberapa penyebab umum dari mata berair. Semua ini adalah hal yang wajar dan tidak usah terlalu dipusingkan. Namun begitu, jika mata Anda terus-terusan berair sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Beberapa kondisi kesehatan berikut mungkin adalah penyebabnya.

Beragam penyebab mata berair, selain kelilipan benda asing

Air mata ada untuk melindungi permukaan mata dan menghalangi benda asing masuk ke mata Anda. Jadi, tidak perlu heran jika mata Anda langsung berair saat mata Anda kelilipan benda asing.

Meskipun mata berair adalah hal yang wajar, namun akan menjadi masalah jika mata Anda terlalu banyak memproduksi air mata atau air mata tidak bisa mengalir keluar dengan baik. Apalagi jika keluhan ini disertai dengan perubahan pandangan, rasa sakit, benjolan di dekat saluran air mata, atau perasaan mengganjal di mata Anda.

Berikut adalah beberapa penyebab mata Anda berair yang perlu Anda ketahui:

Alergi

Reaksi alergi (terhadap asap, tungau, debu, bulu binatang, bahkan makanan tertentu) dapat menyebabkan mata berair, merah, dan gatal. Pada umumnya, mata yang berair karena alergi akan disertai oleh gejala khas alergi lainnya seperti bersin-bersin, kulit biduran (ruam merah gatal), hingga hidung tersumbat atau meler.

Solusi: untuk mata yang berair, Anda dapat menggunakan obat tetes mata. Obat antihistamin seperti cetirizine juga dapat mengatasi gejala alergi secara umum.

Mata kering

Meski kedengarannya aneh, mata yang berair adalah pertanda dari mata kering. Ini adalah respon tubuh yang mendeteksi bahwa permukaan mata Anda terlalu kering. Pada akhirnya, otak memerintahkan kelenjar air mata untuk memproduksi air mata secara berlebihan sebagai upaya untuk melindungi mata Anda. Penyebabnya pun macam-macam, mulai dari perubaha hormon, kondisi medis tertentu (diabetes, rematik, HIV, hingga lupus), efek samping obat, membaca atau menatap layar terlalu lama, hingga pemakaian kosmetik.

Solusi: Pengobatan untuk mata kering mungkin termasuk air mata buatan, obat tetes mata, dan perbanyak minum air putih. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai perawatannya yang tepat, terutama jika mata kering Anda dicurigai sebagai gejala kondisi medis tertentu.

Saluran air mata tersumbat

Saluran air mata berfungsi untuk menyalurkan air mata yang diproduksi dalam kelenjar air mata ke seluruh permukaan mata. Jika saluran ini tersumbat, baik sebagian atau seluruhnya, air mata akan menumpuk berlebihan dan menyebabkan mata berair.

Hal ini sering disebabkan oleh cedera pada area mata, peradangan atau infeksi tertentu, hingga tumor (meski ini jarang terjadi).

Solusi: Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik atau pembedahan jika kondisinya tak kunjung membaik.

Masalah pada kornea

Kornea adalah lapisan bening terluar mata yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap kuman, kotoran, atau apapun yang akan masuk ke mata Anda. Maka, apapun yang mengganggu kornea Anda dapat memuat mata Anda berair, seperti partikel debu atau goresan. Bahkan, kondisi tersebut juga membuat mata Anda menjadi kemerahan, terasa sakit, dan membuat mata Anda peka terhadap cahaya.

Biasanya kondisi ini berlangsung sementara dan tidak perlu diobati. Namun, jika kondisi ini tidak membaik, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Masalah pada kelopak mata

Masalah pada kelopak mata, seperti ektopion atau entropion dapat menyebabkan mata berair. Entropion adalah kondisi kulit kelopak mata yang terbalik/terlipat ke arah dalam mata sehingga menyebabkan bulu mata menggesek bola mata. Sedangkan ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak mata membalik ke arah luar sehingga tepinya tidak menyentuh bola mata.

Solusi: Untuk mengatasi ketidaknyamanan ini, Anda dapat menggunakan obat tetes mata. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai pengobatan atau terapi korektif yang tepat mengenai ektopion dan entropion.

Infeksi

Infeksi mata, seperti konjungtivitis (mata merah), bintitan, dan infeksi lainnya dapat menyebabkan mata berair. Ini adalah reaksi sistem imun tubuh untuk menyerang bakteri, kuman, atau virus yang menyebabkan infeksi tersebut.

Solusi: Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca