9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda menguap saat mengantuk atau tertawa terbahak-bahak, Anda mungkin merasakan mata menjadi berair. Semua itu adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipusingkan. Akan tetapi, jika mata Anda terus-terusan berair, atau disertai dengan gejala lain yang mengganggu, hal tersebut mungkin pertanda dari adanya gangguan tertentu.

Apa penyebab mata berair?

Air mata sebenarnya memiliki manfaat untuk kesehatan mata Anda. Salah satu fungsi utamanya adalah melindungi permukaan mata dan menghalangi benda asing masuk ke mata. Jadi, tidak perlu heran jika mata Anda langsung berair saat mata Anda kelilipan benda asing.

Meskipun mata berair adalah hal yang wajar, namun akan menjadi masalah jika mata Anda terlalu banyak memproduksi air mata, atau air mata tidak bisa mengalir keluar dengan baik. Apalagi jika keluhan ini disertai dengan perubahan pandangan, rasa sakit, benjolan di dekat saluran air mata, atau perasaan mengganjal di mata Anda.

Berikut adalah beberapa penyebab mata Anda berair yang perlu Anda ketahui:

1. Alergi

Alergi pada mata, atau yang disebut juga dengan konjungtivitis alergi, adalah kondisi yang ternyata cukup umum. Saat tubuh terpapar alergen (asap, tungau, debu, bulu binatang, serbuk sari, atau makanan tertentu), mata akan mengalami reaksi alergi berupa kemerahan, gatal, serta berair.

Reaksi alergi tersebut merupakan akibat dari zat dalam tubuh yang bernama histamin, yaitu zat yang diproduksi ketika tubuh mengalami kontak dengan alergen. Terkadang, alergi mata juga disertai dengan gejala hidung gatal, bersin, dan mampet.

2. Mata kering

Meski kedengarannya aneh, mata yang berair juga bisa jadi pertanda dari mata kering. Ya, keluarnya air mata secara berlebihan adalah respon tubuh yang mendeteksi bahwa permukaan mata Anda terlalu kering.

Pada akhirnya, otak memerintahkan kelenjar air mata untuk memproduksi air mata secara berlebihan sebagai upaya untuk melindungi mata Anda. Penyebabnya pun macam-macam, mulai dari perubahan hormon, kondisi medis tertentu (diabetes, rematik, HIV, hingga lupus), efek samping obat, membaca atau menatap layar terlalu lama, hingga pemakaian kosmetik.

3. Saluran air mata tersumbat

Saluran air mata yang tersumbat atau saluran yang terlalu sempit merupakan penyebab paling umum dari mata berair. Saluran air mata berfungsi untuk menyalurkan air mata yang diproduksi dalam kelenjar air mata ke seluruh permukaan mata Anda.

Jika saluran ini tersumbat ataupun menyempit, air mata Anda akan menumpuk dan membentuk kantong air mata sehingga bisa menyebabkan mata jadi berair. Tidak hanya itu, air mata yang menumpuk di kantung air mata bisa meningkatkan risiko infeksi dan kelebihan produksi cairan lengket yang biasa disebut dengan belek. Infeksi ini juga bisa menyebabkan radang di sisi hidung, tepatnya di samping mata.

Beberapa orang mungkin terlahir dengan saluran mata yang lebih kecil dibandingkan dengan lainnya. Bayi yang baru lahir juga sering mengalami kondisi ini. Meski begitu, kondisi ini pada bayi umumnya akan membaik dalam beberapa minggu, seiring dengan perkembangan saluran air matanya.

4. Masalah pada kornea

Kornea adalah lapisan bening terluar mata yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap kuman, kotoran, atau apapun yang akan masuk ke mata Anda. Oleh karena itu, kornea lebih rentan terkena partikel debu, kuman, atau goresan, sehingga lebih mudah mengalami gangguan.

Salah satu masalah yang umum terjadi pada kornea adalah keratitis. Kondisi ini terjadi ketika muncul luka atau peradangan pada kornea. Keratitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Menurut situs American Academy of Ophthalmology, keratitis disertai dengan gejala mata berair, kering, sakit, kemerahan, ada sensasi mengganjal di mata, dan lebih sensitif terhadap cahaya.

Selain keratitis, kornea juga rentan tergores, atau yang disebut dengan abrasi kornea. Kornea yang lecet biasanya disebabkan oleh goresan benda luar, seperti kuku, kuas makeup, atau bahkan ranting pohon. Karena kornea memiliki sel saraf yang banyak, Anda mungkin akan merasakan sakit mata yang cukup intens, selain gejala mata berair.

5. Masalah pada kelopak mata

Kelopak mata yang bermasalah juga dapat memengaruhi produksi air mata Anda. Salah satunya adalah ektopion atau entropion.

Entropion adalah kondisi kulit kelopak mata yang terbalik atau terlipat ke arah dalam mata, sehingga menyebabkan bulu mata menggesek bola mata. Sementara itu, ektropion adalah suatu keadaan dimana kelopak mata membalik ke arah luar sehingga tepinya tidak menyentuh bola mata.

Gangguan kelopak mata lainnya seperti bintitan juga bisa menyebabkan mata berair. Selain meningkatnya produksi air mata, bintitan juga ditandai dengan benjolan berupa jerawat di pinggir kelopak mata, kemerahan, rasa sakit di kelopak mata, serta sensitif terhadap cahaya.

6. Infeksi mata

Infeksi mata seperti konjungtivitis, blefaritis, dan infeksi lainnya dapat menyebabkan mata berair. Hal ini merupakan reaksi alami dari sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan kuman, bakteri, virus, maupun parasit yang menyebabkan infeksi tersebut.

7. Bulu mata yang tumbuh ke dalam

Trikiasis adalah kondisi ketika bulu mata yang seharusnya tumbuh ke arah luar, justru berbalik tumbuh ke arah dalam mata. Akibatnya, bulu mata dapat menggores kornea, konjungtiva, serta permukaan dalam kelopak mata. Goresan tersebutlah yang dapat mengakibatkan iritasi mata dan timbul gejala berair.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan trikiasis, mulai dari infeksi mata, peradangan kelopak mata, penyakit autoimun, hingga cedera mata.

8. Adanya penyakit autoimun

Kondisi kesehatan lain dalam tubuh Anda juga dapat berpengaruh ke mata, misalnya penyakit autoimun seperti Bell’s palsy. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan sistem saraf pada otot wajah.

Akibatnya, salah satu atau sebagian wajah Anda mengalami kelumpuhan. Kelopak mata pun sulit tertutup dengan baik dan mengalami gejala kering, iritasi, serta penglihatan buram.

9. Usia tua

Kondisi mata berair juga umum dialami oleh orang-orang yang memasuki usia senja. Tidak seperti air mata yang keluar saat sedang tertawa atau menguap, mata berair pada lansia biasanya terjadi terus-menerus.

Kelenjar meibom yang berada di belakang kelopak mata, bertugas untuk menghasilkan zat berminyak guna membantu mata agar tetap terlumasi. Saat kelenjar meibom mengalami peradangan atau yang dikenal dengan meibomian gland dysfunction (MGD), maka mata tidak dapat terlumasi secara optimal yang akhirnya mengakibatkan mata kering. Nah, disinilah air mata tambahan mulai diproduksi lebih banyak dibandingkan biasanya.

Bukan hanya itu, semakin meningkatnya usia biasanya kondisi kelopak mata bagian bawah juga semakin menurun . Ini menyulitkan air mata untuk mengalir di jalur yang tepat menuju lubang air mata (puncta) sehingga air mata menumpuk dan terlihat seperti berair.

Bagaimana cara mengatasi mata berair?

Dalam banyak kasus, mata berair umumnya tidak membutuhkan perawatan khusus karena bisa membaik dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa jadi tanda adanya masalah serius pada mata sehingga membutuhkan penanganan yang khusus.

Untuk membantu mengatasi kondisi Anda, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan obat tetes mata yang sesuai dengan kondisi Anda. Misal, jika mata berair disebabkan oleh mata kering, Anda dapat menggunakan air mata buatan. Apabila dipicu oleh alergi, pakai obat tetes dengan kandungan antihistamin.
  • Hindari pemicu alergi, seperti debu atau bulu binatang. Jaga kebersihan rumah agar Anda terhindar dari alergen yang mengganggu.
  • Pakai kacamata hitam untuk menghalau sinar radiasi UV saat beraktivitas di luar rumah, terutama jika kondisi Anda disebabkan oleh keratitis.
  • Bila Anda mengalami mata perih dan berair akibat bintitan, kompres kelopak mata dengan air hangat selama 5-10 menit. Ulangi langkah ini sebanyak 3-5 kali sehari.
  • Hindari memegang atau bahkan mengucek mata Anda.

Jangan tunda waktu untuk menjalani pemeriksaan mata jika Anda mengalami gejala lain yang serius, seperti kemampuan melihat menurun, ada yang mengganjal di mata, atau produksi air mata tidak kunjung berkurang meski sudah mencoba cara-cara di atas.

Berkonsultasi ke dokter juga dapat membantu Anda mendapatkan pengobatan yang sesuai. Misalnya, dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi mata berair yang disebabkan oleh konjungtivitis atau infeksi bakteri lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit