Ciri-Ciri Alergi Kosmetik Pada Kulit Wajah, Mata, dan Bibir

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Kosmetik memang bisa membuat siapa pun menjadi lebih cantik. Sayangnya, tidak semua produk kecantikan aman pada kulit Anda. Beberapa di antaranya mungkin mengandung bahan kimia yang bereaksi buruk pada kulit Anda. Apalagi bila Anda sedang mencoba produk baru, alergi bisa saja terjadi. Sebelum alergi bertambah parah, Anda harus mengetahui beberapa ciri-ciri alergi kosmetik pada wajah berikut ini.

Gejala-gejala alergi kosmetik di wajah

1. Area kulit wajah

Kulit wajah adalah bagian yang rentan terhadap alergi. Ini disebabkan karena kandungan produk bisa memengaruhi struktur dan fungsi kulit sehingga menyebabkan peradangan.

Bila alerginya ringan dan terjadi pada awal pemakaian, masih bisa diobati sendiri. Namun, bila Anda tidak menyadari gejala alergi yang terjadi dan terus menggunakan produk tersebut, kemungkinan alergi akan bertambah parah dan harus mengikuti perawatan dokter.

Alergi terhadap kosmetik bisa mengakibatkan berbagai reaksi, seperti:

Biduran

Kondisi ini terjadi ketika kulit wajah bereaksi pada suatu zat yang sifatnya alergen. Gejalanya antara lain:

  • Kulit terasa panas atau perih
  • Muncul sensasi kesemutan
  • Kulit gatal
  • Ruam dan bengkak

Ciri-ciri alergi kosmetik pada kulit wajah tersebut bisa muncul beberapa menit sampai satu jam setelah Anda menggunakan kosmetik. Pada beberapa kasus, gejala-gejala ini akan mereda sendiri dalam waktu sekitar 24 jam. Bila gejala tak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter.

Dermatitis kontak alergi

Hampir 80 persen kasus alergi kosmetik menimbulkan dermatitis kontak. Reaksi ini bisa berkembang lebih dari 12 jam sampai 48 jam setelah terjadinya kontak antara kulit dengan alergen. Gejalanya meliputi:

  • Kulit kemerahan
  • Bengkak
  • Kulit gatal
  • Muncul jerawat yang tidak normal

Pada beberapa kasus, reaksi alergi bisa memunculkan komedo dan kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi). Penyakit kulit seperti dermatitis atopik dan dermatitis seboroik juga bisa terjadi karena alergi kosmetik.

2. Area sekitar mata

Untuk merias area sekitar mata, mungkin Anda pernah menggunakan eyeliner, maskara, eye shadow, concealer, atau alas bedak. Bila Anda mengalami alergi pada suatu jenis produk riasan mata tersebut karena kandungan bahan kimianya bersentuhan dengan kulit di sekitar mata, mungkin Anda akan mengalami:

Ruam

Munculnya ruam bisa bervariasi pada setiap orang. Namun, pada umumnya kondisi kulit awalnya berwarna kemerahan, terasa gatal, dan bisa mengelupas di daerah kulit sekitar mata. Ini adalah pertanda awal alergi kosmetik muncul.

Mata bengkak

Selain ruam, kelopak mata bisa menjadi bengkak dan berair karena reaksi peradangan. Kondisi ini bisa ringan dan juga parah hingga, bahkan menyebar ke daerah pipi atas. Ini bisa terjadi diikuti dengan munculnya ruam.

Iritasi mata

Dilansir dari Live Strong, riasan mata seperti eyeliner atau maskara yang bersentuhan dengan permukaan mata akan mengakibatkan konjungtivitis. Ini adalah infeksi selaput transparan mata yang membuat pembuluh darah menjadi terlihat dan daerah putih pada bola mata menjadi merah (mata merah). Ketika gejala ini muncul, mungkin Anda akan merasa sakit atau peka terhadap cahaya silau.

3. Area bibir

Pengguna produk kosmetik pada bibir juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Alergi lipstik, lip balm, atau produk lainnya bisa menyebabkan peradangan pada bibir yang disebut juga dengan cheilitis. Biasanya bibir akan terasa gatal, menjadi kering, dan kemerahan, serta membengkak.

Yang harus dicatat saat mencoba produk kosmetik baru

Dari ciri-ciri alergi kosmetik yang sudah dijelaskan, gejala ringan yang paling umum terjadi adalah rasa gatal. Bila Anda merasa gatal pada area yang terkena kontak dengan produk kosmetik, sebaiknya segera hentikan pemakaian. Bila reaksi alerginya benar-benar membuat Anda tidak nyaman, segera periksakan kulit Anda ke dokter.

Sebaiknya Anda melakukan uji sentivitas produk pada kulit Anda terlebih dahulu. Caranya dengan mengoleskan sedikit saja produk tersebut pada tangan Anda. Bila Anda merasa gatal atau muncul kemerahan, kemungkinan Anda tidak cocok dengan produk tersebut. Sebelum membeli, sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu kandungan produk. Beberapa zat seperti paraben, quaternium-15, phthalate, dan zat alergen lainnya mungkin perlu Anda hindari.

Sebenarnya alergi ini tidak hanya disebabkan oleh kandungan produk saja, kebersihan alat rias juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan kebersihan tangan, spons bedak yang digunakan, dan meja rias Anda. Gunakan produk kosmetik dengan bijak, jangan terlalu tebal dan harus dibersihkan ketika Anda akan tidur.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Studi temukan bahwa bahan kimia tertentu dalam kosmetik bisa meningkatkan risiko autisme. Namun, benarkah demikian? Yuk, baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020