Avascular Necrosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu avascular necrosis?

Avascular necrosis adalah kondisi di mana jaringan tulang mati karena kekurangan darah, menghasilkan kerusakan tulang dan bahkan kehancuran tulang.

Avascular necrosis juga sering dikenal dengan nama osteonecrosis, aseptic necrosis, atau ischemic bone necrosis

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala avascular necrosis?

Pada tahap awal dari avascular necrosis, Anda mungkin tidak menyadari gejala yang jelas. Namun, seiring prosesnya, rasa sakit akan mulai muncul. Pada awalnya, rasa sakit hanya akan Anda rasakan ketika menaruh beban pada tulang yang bermasalah.

Rasa sakit akan menjadi konstan ketika tulang dan sekitarnya menyatu. Karena rasa sakit yang intens, Anda tidak dapat lagi menggunakan persendian Anda.

Sebagai contoh, jika avascular necrosis berkembang di pinggul Anda, Anda tidak akan bisa berjalan. Dapat memakan waktu mulai dari 1 bulan hingga 1 tahun sejak gejala pertama muncul hingga kehancuran tulang sepenuhnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ketika Anda merasakan rasa sakit yang konsisten pada sendi Anda, Anda perlu mencari bantuan medis sesegera mungkin.

Penyebab

Apa penyebab avascular necrosis?

Avascular necrosis dapat disebabkan oleh trauma, seperti pergeseran sendi yang dapat menghancurkan pembuluh darah. Selain itu, tumpukan lemak yang ada pada pembuluh darah kecil dapat membatasi asupan aliran darah ke tulang.

Kondisi lainnya (anemia sel sabit atau penyakit Gaucher) dan beberapa pengobatan (radiasi dari pengobatan kanker) dapat bertanggung jawab atas kelemahan tulang dan kerusakan pembuluh darah. Jika tidak diobati maka avascular necrosis bukan hanya dapat menghancurkan tulang tetapi juga menimbulkan arthritis parah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk avascular necrosis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena avascular necrosis, seperti:

  • Kadar kolesterol
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan steroid

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana avascular necrosis didiagnosis?

Avascular necrosis didiagnosis menggunakan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan melalui gambar seperti X-Rays, MRI, CT Scan, dan ronsen tulang.

Apa saja pengobatan untuk avascular necrosis?

Walaupun pengobatan tidak dapat mengembalikan kondisi tulang seperti sebelumnya, hal ini akan mencegah kerusakan tulang lebih lanjut. Tergantung pada kerusakan tulang Anda, dokter akan memberikan rencana pengobatan yang sesuai dengan Anda. Pilihan yang tersedia meliputi:

  • Pengobatan untuk meredakan rasa sakit dan memperlambat proses, seperti mengurangi hambatan di pembuluh darah
  • Terapi fisik untuk merawat keluwesan sendi
  • Operasi: transplantasi tulang, pembentukan tulang, penggantian sendi, dan lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi avascular necrosis?

Faktanya, Anda dapat mengurangi risiko terjangkit avascular necrosis dengan mengontrol kadar kolesterol sehingga lemak Anda tidak menghambat aliran darah. Anda juga dapat membatasi konsumsi alkohol karena peminum berat adalah salah satu faktor resiko utama, sama seperti menggunakan steroid, yang dapat merujuk pada kerusakan tulang karena dosis tinggi.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

Variasi Gerakan Senam untuk Menguatkan Tulang Penderita Osteoporosis

Rutin senam setiap hari dapat membantu mengurangi risiko patah tulang akibat jatuh bagi orang yang memiliki osteoporosis. Yuk, intip caranya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 29 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Patah Tulang Pada Anak Lebih Cepat Sembuh Daripada Orang Dewasa?

Patah tulang dapat menimpa orang dewasa maupun anak-anak, tapi patah tulang pada anak biasanya lebih cepat sembuh. Kira-kira, apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 2 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Rutin Minum Suplemen Magnesium Sejak Dini Bantu Lansia Cegah Alami Patah Tulang

Risiko cacat fisik pada lansia akibat patah tulang bisa dicegah sejak dini. Di sinilah peran manfaat magnesium untuk kesehatan tulang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 31 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi osteoporosis

Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab tulang keropos

Mengenali Berbagai Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit
gejala osteoporosis

6 Gejala Umum Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit