Anosmia

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anosmia?

Anosmia adalah salah satu gangguan penciuman yang terjadi saat Anda kehilangan indra penciuman. Dalam kata lain, hidung Anda tidak bisa membaui apa-apa. Ini biasanya disebabkan oleh kondisi hidung atau cedera otak, tetapi sebagian orang terlahir tanpa indra penciuman (anosmia bawaan).

Indra penciuman seseorang didorong oleh proses tertentu. Awalnya, molekul yang dilepaskan dari suatu zat (seperti aroma dari bunga) harus merangsang sel-sel saraf khusus (disebut sel olfactory atau penciuman) yang terdapat di hidung bagian atas.

Sel-sel saraf ini kemudian mengirimkan informasi ke otak, di mana bau yang khas dikenali. Apa pun yang mengganggu proses ini, seperti pilek, hidung tersumbat, atau kerusakan pada sel-sel saraf itu sendiri dapat menyebabkan hilangnya indra penciuman.

Secara umum, kemampuan untuk membaui juga memengaruhi kemampuan untuk merasa. Tanpa indra penciuman, indra perasa pada lidah hanya dapat mendeteksi beberapa rasa. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Jika tiba-tiba Anda tidak bisa mencium bau alias kehilangan indra penciuman dan tidak mengetahui penyebabnya, segera kunjungi dokter. Dokter mungkin bisa mendiagnosis penyebab dasarnya dan menawarkan pengobatan untuk mengembalikan indra penciuman Anda.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anosmia adalah kondisi kesehatan yang sangat umum dan lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Anosmia dapat terjadi pada pasien di segala usia. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor pemicunya.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anosmia?

Tanda-tanda dan gejala yang jelas dari anosmia adalah hilangnya kemampuan untuk membaui. Beberapa penderita anosmia memerhatikan adanya perubahan pada bau beberapa hal, misalnya yang umum adalah tidak bisa mencium bau badan sendiri.

Mungkin ada gejala lain yang muncul yang belum disebutkan. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu, konsultasikan pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika mengalami beberapa tanda-tanda anosmia berikut:

  • Kehilangan indra penciuman karena pilek, alergi, atau infeksi sinus biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, apabila penyakitnya sudah sembuh tapi Anda masih tidak bisa mencium bau-bauan, konsultasikan pada dokter untuk mengamati kemungkinan adanya kondisi lain yang lebih serius.
  • Kehilangan indra penciuman terkadang dapat diobati, bergantung pada penyebabnya. Dokter bisa memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri atau menghilangkan apa pun yang menyumbat saluran hidung Anda.
  • Dalam kasus lain, Anda bisa kehilangan penciuman secara permanen. Khususnya, setelah usia 60 tahun, Anda lebih berisiko untuk kehilangan indra penciuman Anda.

Jika Anda mengalami gejala di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab anosmia?

Dikutip dari Mayo Clinic, hidung tersumbat karena pilek adalah penyebab umum anosmia sementara. Penyumbatan pada saluran hidung yang disebabkan oleh polip atau patah tulang hidung juga adalah penyebab umum anosmia. 

Anda juga cenderung mengalami kehilangan indra penciuman seiring dengan bertambahnya umum, terutama setelah usia 60 tahun.

Ada sejumlah besar penyebab yang bisa memicu anosmia. Beberapa penyebab anosmia adalah:

  • Infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan atas, seperti influenza
  • Sinusitis yang berkepanjangan (kronis), dengan atau tanpa polip hidung
  • Kelainan hidung, seperti hidung bengkok atau septum (dinding yang membelah lubang hidung) hidung yang tidak lurus
  • Hay fever (rhinitis) yang menyebabkan peradangan parah di saluran hidung
  • Obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik seperti metronidazole
  • Penggunaan narkoba seperti kokain atau amphetamine
  • Diabetes
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang
  • Tiroid kurang aktif
  • Sindrom Cushing (tingginya kadar hormon kortisol dalam darah)
  • Paparan terhadap zat yang membakar bagian dalam hidung
  • Cedera kepala
  • Tumor otak
  • Radioterapi pada kepala dan leher
  • Epilepsi
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Alzheimer
  • Stroke
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Kekurangan vitamin B12
  • Skizofrenia
  • Granulomatosis dengan polyangiitis, yaitu kelainan langka pada pembuluh darah
  • Sarcoidosis atau penyakit langka yang menyebabkan sel-sel otak menggumpal
  • Anosmia bawaan

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala yang Anda alami saat ini, memeriksa hidung Anda, melakukan pemeriksaan fisik lengkap, dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda. Dokter juga bisa bertanya tentang kapan masalah ini dimulai, apakah semua atau hanya sebagian jenis bau yang terpengaruh, dan apakah Anda bisa merasakan makanan atau tidak.

Ia juga bisa melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit ini. Bergantung pada jawaban Anda, tes yang mungkin diminta dokter untuk mendiagnsois anosmia adalah:

  • Computerized Tomography (CT) scan, yang menggunakan X-ray untuk menghasilkan gambar detail otak
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang menggunakan gelombang radio dan magnet untuk melihat otak
  • X-ray tengkorak
  • Endoskopi hidung untuk melihat bagian dalam hidung

Apa saja pengobatan untuk anosmia?

Penderita anosmia bawaan tidak akan bisa mencium bau seumur hidupnya. Saat ini, belum ada penyembuh atau pengobatan untuk anosmia bawaan. Namun, jenis anosmia lainnya bisa diobati ketika kondisi utama penyebabnya telah diobati. Pengobatan yang dapat membantu Anda mengatasi anosmia adalah:

  • Semprotan hidung steroid
  • Antihistamin
  • Tablet steroid
  • Operasi untuk mengangkat polip hidung
  • Operasi untuk meluruskan septum hidung
  • Operasi untuk membersihkan sinus, disebut operasi endoskopik sinus (ESS)

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi anosmia?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi anosmia adalah;

  • Pasang alarm kebakaran di semua area rumah, terutama di dapur dan dekat perapian. Ketika Anda tidak dapat membaui, alarm ini akan menjadi peringatan untuk Anda
  • Beralihlah dari kompor gas alami ke kompor gas listrik atau pertimbangkan memasang alat detektor gas
  • Tandai dengan jelas tanggal kedaluwarsa makanan dan tandai makanan sisa dengan tanggal, sehingga Anda tahu kapan harus membuangnya.
  • Bacalah label peringatan produk dengan saksama, seperti pembersih kamar mandi dan dapur, dan insektisida, untuk waspada terhadap bahan kimia kuat
  • Lakukan langkah-langkah sehat yang dapat meningkatkan kekuatan indra penciuman seiring dengan bertambahnya umur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Sindrom Kallmann, Penyakit yang Membuat Anak Gagal Puber

    Sindrom Kallmann adalah salah satu kelainan genetik yang memengaruhi pubertas pada anak dan remaja. Cari tahu penyebab, gejala, dan pengobatannya di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh dr. William
    Hidup Sehat, Fakta Unik April 5, 2018

    Mengenal Tahap Perkembangan Kelima Indra Bayi Dalam Kandungan

    Pada dasarnya indra manusia sudah mulai berkembang sepanjang kehamilan, yaitu sejak kita masih jadi janin. Seperti apa tahapan perkembangannya? Cek di sini!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Perkembangan Janin, Kehamilan Februari 3, 2018

    Risiko Demensia Meningkat Jika Hidung Anda Kurang Tajam Mencium Bau

    Penelitian terbaru memaparkan berkurangnya kemampuan hidung mencium bau dapat meningkatkan risiko demensia. Adakah kaitan indera penciuman dengan demensia?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh dr. Hendry Wijaya
    Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 10, 2018

    Sudah Tidak Bisa Mencium Bau? Bisa Jadi Tanda Ajal Mendekat

    Hati-hati, penelitian membuktikan kalau orang yang sudah tidak bisa mencium bau lagi bisa jadi tanda kalau ajal sudah mendekat. Bagaimana bisa, ya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik Juni 20, 2017

    Direkomendasikan untuk Anda

    Beragam Masalah yang Timbul Saat Punya Gangguan Sulit Mencium Aroma (Anosmia)

    Beragam Masalah yang Timbul Saat Punya Gangguan Sulit Mencium Aroma (Anosmia)

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Juni 21, 2019
    3 Penyebab Utama Kenapa Hidung Anda Tidak Bisa Mencium Bau Apa Pun

    3 Penyebab Utama Kenapa Hidung Anda Tidak Bisa Mencium Bau Apa Pun

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang Januari 26, 2019
    Mungkinkah Seseorang Kehilangan Kemampuan untuk Mencium Bau?

    Mungkinkah Seseorang Kehilangan Kemampuan untuk Mencium Bau?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang Januari 15, 2019
    5 Kunci Mempertajam Indra Penciuman dan Pengecapan, Seiring Usia Bertambah Tua

    5 Kunci Mempertajam Indra Penciuman dan Pengecapan, Seiring Usia Bertambah Tua

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang September 5, 2018