Anemia Aplastik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/07/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu anemia aplastik?

Anemia aplastik adalah jenis anemia yang terjadi ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit. Mengalami anemia jenis ini artinya Anda dapat cepat merasa lemas atau tidak bertenaga tanpa sebab yang jelas, berisiko tinggi terjangkit infeksi, berisiko mengalami perdarahan yang sulit berhenti, hingga berisiko mengalami masalah jantung serius.

Anemia aplastik terbagi menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu anemia aplastik yang diwariskan dan anemia aplastik yang didapat atau berkembang (biasanya karena gangguan sistem imun tubuh).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anemia aplastik adalah penyakit darah yang serius namun langka. Siapa pun dapat mengalami jenis anemia ini, tapi akan paling sering muncul pada masa kanak-kanak atau pada usia 20-25 tahun. 

Penyakit ini dapat muncul tiba-tiba atau terjadi perlahan-lahan dalam hitungan minggu atau bulan. Jika Anda mengalami gejala dan tandanya, sangatlah penting untuk mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia aplastik?

Semua anemia menimbulkan gejala yang beragam, apapun jenisnya. Beberapa tanda dan gejala anemia aplastik adalah:

  • Gampang lelah. Gampang capek adalah gejala yang paling umum dan hampir pasti dialami orang anemia, termasuk jenis aplastik. Gejala ini muncul karena tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mengandung cukup hemoglobin.
  • Kulit pucat. Kekurangan sel darah merah akibat anemia dapat membuat warna kulit memucat. Rona kulit yang cerah berseri sedikit banyak dipengaruhi oleh cukup tidaknya jumlah darah yang ada di jaringan kulit. Gejala ini biasanya menandakan kondisi anemia yang sudah cukup parah.
  • Sakit kepala dan pusing. Sakit kepala dan sering merasa pusing juga menjadi ciri-ciri anemia yang umum. Kondisi ini terjadi bukan tanpa sebab. Pasalnya, ketika kadar hemoglobin di dalam darah terlalu rendah, aliran oksigen tidak akan sampai ke otak.
  • Sesak napas. Sesak napas sebetulnya bukan gejala anemia aplastik yang bisa langsung terjadi. Sesak napas baru terjadi ketika otot kekurangan oksigen, sementara Anda tetap harus beraktivitas.
  • Jantung berdebar cepat. Jantung yang terasa berdebar lebih cepat daripada ritme normalnya disebut sebagai palpitasi. Kondisi ini terjadi ketika jantung bekerja ekstra memompa darah agar semua organ dan jaringan tubuh mendapat oksigen yang cukup. Ini bisa terjadi ketika Anda sudah lama mengidap anemia.
  • Kulit, kuku, rambut kering. Kulit kering, kuku gampang patah, serta rambut yang rapuh dan mudah rontok bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan darah.

Gejala lainnya apabila anemia aplastik sudah parah:

  • Memar yang tidak diketahui penyebabnya
  • Sering mengalami mimisan atau gusi berdarah
  • Perdarahan yang berkepanjangan

Mengetahui gejala-gejala di atas dapat membantu Anda mencegah anemia jenis apapun, termasuk anemia aplastik.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anemia aplastik adalah kondisi langka. Namun, Anda harus segera menghubungi dokter bila curiga mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gejala menetap dan memburuk
  • Nyeri dada parah
  • Sering sesak napas
  • Lemas terus menerus
  • Gusi gampang berdarah

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab anemia aplastik?

Anemia disebabkan oleh berbagai macam hal, tergantung jenisnya. Penyebab anemia aplastik yang utama adalah kerusakan pada sumsum tulang. Kelainan tersebut mengakibatkan sel pembentuk darah normal (sel punca) tergantikan oleh sel lemak abnormal.

Kerusakan pada sumsum tulang dapat memperlambat atau mematikan produksi sel darah baru. Akibatnya, tubuh akan kekurangan komponen sel-sel darah sehat.

Padahal, setiap komponen darah ini memiliki tugasnya masing-masing untuk menjaga fungsi tubuh. Sel darah merah, misalnya, berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan, sementara sel darah putih berfungsi sebagai pelindung dari infeksi. Trombosit adalah sel darah yang mengatur proses pembekuan darah.

Pada orang dengan anemia ini, sumsum tulang mereka bisa saja kosong (aplastik) atau mengandung sangat sedikit sel darah (hipoplastik).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami anemia aplastik?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang, baik sementara ataupun permanen.

Dikutip dari Mayo Clinic, berbagai faktor yang dapat menyebabkan anemia aplastik adalah:

  • Radiasi dan kemoterapi. Pengobatan kanker membantu membunuh sel kanker namun terapi ini juga dapat membunuh sel-sel sehat, termasuk sumsum tulang belakang. Anemia aplastik merupakan efek samping yang biasa terjadi sementara dan dapat sembuh kembali setelah terapi.
  • Paparan terhadap bahan kimia beracun, misalnya benzene (kandungan yang biasa terdapat pada bensin) dan pembunuh serangga (DDT).
  • Penggunaan obat tertentu, seperti beberapa obat rheumatoid arthritis dan antibiotik. Diskusikan dengan dokter dan apoteker untuk informasi lebih lanjut.
  • Infeksi virus. Beberapa infeksi virus dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang. Infeksi tersebut antara lain hepatitis, HIV, Epstein-Barr dan cytomegalovirus.
  • Kelainan autoimun. Penyakit autoimun dapat menyerang sel-sel sehat Anda, termasuk sumsum tulang belakang.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Anemia dapat didiagnosis dengan beberapa prosedur tertentu. Ketika dokter mencurigai Anda mengidap anemia jenis aplastik, Anda mungkin diminta melakukan tes tambahan. Berikut penjelasannya.

1. Tes hitung darah

Langkah pertama dalam diagnosis anemia ini adalah dengan adalah tes darah sederhana (full blood count) atau hitung darah lengkap (complete blood count).

Tes untuk mendiagnosis anemia ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari pembuluh darah Anda. Sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk menghitung jumlah sel darah.

2. Pemeriksaan sumsum tulang

Jika hasil tes darah Anda menunjukkan bahwa Anda mungkin memiliki anemia aplastik, biopsi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk membantu meyakinkan diagnosis.

Biopsi sumsum tulang dilakukan dengan cara mengambil sampel sumsum tulang Anda, biasanya di bagian belakang tulang pinggul. Setelah sampel diambil, dokter akan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Sampel sumsum tulang akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan jumlah dan jenis sel yang ada serta jumlah aktivitas hemopoiesis (pembentuk darah) yang terjadi di sana. Pasien yang positif dengan anemia aplastik akan mengalami penurunan jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam tubuhnya.

Tes lainnya untuk membantu mendiagnosis anemia aplastik

Selain kedua tes di atas, dokter akan menyarankan Anda melakukan serangkaian tes pendukung lain untuk melihat dengan jelas penyakit yang Anda miliki. Tes lebih lanjut dapat dilakukan untuk memberikan informasi tentang kesehatan umum Anda dan bagaimana organ vital Anda berfungsi setelah ada kemungkinan terkena anemia.

Rangkaian tes pencitraan seperti tes X-ray, scan, dan EKG akan memberikan garis dasar apa yang menyebabkan anemia aplastik.

Pada tes pendukung ini, dokter juga mungkin mendapatkan hasil kesehatan lain yang bisa dicegah sebelum anemia Anda menyebabkan komplikasi. Tes tambahan juga memungkinkan dokter spesialis yang menangani Anda  untuk mendiagnosis tingkat keparahan anemia yang Anda alami.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk anemia aplastik?

Pengobatan untuk anemia, apapun jenisnya, bertujuan untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi akibat anemia, serta meningkatkan kualitas hidup. Pilihan terapi untuk anemia aplastik adalah:

1. Transfusi darah

Transfusi darah bisa menjadi penanganan utama untuk anemia aplastik yang gejalanya menyebabkan perdarahan hebat. Perlu diingat, transfusi darah bukan obat untuk anemia aplastik.

Perawatan ini berfungsi untuk meredakan gejala-gejala yang muncul di tubuh akibat suplai dan jumlah darah yang berkurang kaibat kelainan sumsum tulang belakang Anda. Transfusi dapat meliputi:

  • Sel darah merah dapat ditransfusi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Ini membantu meringankan anemia yang gejalanya berupa kelelahan.
  • Trombosit juga dapat ditransfusi ke tubuh Anda untuk membantu mencegah perdarahan yang berlebihan.

Meskipun umumnya tidak ada batasan seberapa banyak transfusi sel darah dapat dilakukan, tetapi kadang apabila berlebihan dapat menyebabkan komplikasi.

Sel darah merah yang ditransfusikan umumnya mengandung zat besi yang dapat menumpuk di tubuh Anda dan dapat merusak organ vital jika tidak di netralisir jumlahnya. Untuk itu, dokter akan mencegah kelebihan zat besi dalam darah dengan meresepkan obat pengurang zat besi.

2. Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang  adalah terapi yang dapat dilakukan bagi penderita anemia aplastik. Porseudur ini dilakukan dan darah menggantikan sel induk yang rusak dengan sel sehat dari pendonor.

Terapi ini merupakan terapi terbaik untuk anak kecil dan dewasa muda dengan anemia aplastik berat. Pendonor pun biasanya didapatkan dari saudara kandung pasien.

Setelah pendonor yang cocok telah ditemukan, sumsum tulang orang anemia aplastik akan diradiasi atau kemoterapi. Sel-sel induk yang sehat dari pendonor akan disaring dari darah. Lalu sel-sel induk yang sehat disuntikkan  ke dalam aliran darah Anda. Nanti sel sehat ini bermigrasi ke rongga sumsum tulang dan mulai menghasilkan sel-sel darah baru.

3. Terapi obat

Antibiotik adalah obat yang akan diresepkan pada orang anemia aplastik, karena tubuh pasien mudah terkena infeksi dan agak sulit untuk disembuhkan. Hydroxyurea adalah obat untuk orang anemia aplastik yang berguna untuk mencegah tubuh terus menerus membutuhkan transfusi darah. Obat ini juga bekerja merangsang produksi hemoglobin janin yang dapat membantu mencegah pembentukan sel darah sabit. 

4. Imunosupresan

Imunosupresan akan diresepkan untuk orang-orang yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang. Orang dengan anemia aplastik akibat kelainan imun juga bisa diberikan obat ini dalam perawatannya. Obat-obatan imunosupresan yang diberikan contohnya seperti cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune) dan anti-thymocyte globulin.

Obat-obatan ini dapat menekan aktivitas sel kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang Anda. Ini membantu kondisi sumsum tulang Anda kembali pulih dan menghasilkan sel darah baru.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia aplastik?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi anemia aplastik adalah:

  • Minumlah obat yang telah diresepkan dokter.
  • Lakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin sesuai dengan anjuran dokter Anda.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari infeksi dengan mencuci tangan Anda sesering mungkin dan olah makanan Anda dengan baik.
  • Hindari olahraga kontak fisik untuk menghindari memar serta perdarahan di dalam.

Selain gaya hidup yang disebutkan di atas, Anda mungkin perlu mengontrol emosi Anda setelah didiagnosis anemia aplastik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengelola emosi Anda:

Langkah 1: Ubah sikap Anda

Kelola stres dan rasa khawatir – meskipun hal ini tidak dapat benar-benar dihilangkan, tapi dapat dikelola. Bergerak maju dengan hidup Anda – meskipun kehidupan Anda telah berubah, Anda masih dapat mengambil satu hari pada satu waktu dan fokus pada hal-hal yang diperlukan yang harus Anda lakukan dan hal-hal elektif yang ingin Anda lakukan.

Langkah 2: Kenali dan kendalikan emosi buruk yang disebabkan oleh penyakit kronis

Dengan tantangan utama dari penyakit kronis, pasien dapat dengan mudah menjadi depresi dan/atau cemas tentang keadaan kesehatan baru mereka. Kuncinya adalah untuk dapat mengenali gejala-gejalanya dan mengambil tindakan yang tepat.

Langkah 3: Membangun sikap positif

Buatlah tujuan untuk hidup dengan baik dengan mengidentifikasi situasi hidup Anda, yang mana kondisi yang bisa Anda kontrol dan mana yang belum bisa Anda kontrol. Dengan berpikir secara konkrit, rencanakan kegiatan bertahap untuk hal yang dapat Anda lakukan, dan jangan menghabiskan waktu  dan energi berharga pada hal yang tidak dapat Anda kontrol.

Langkah 4: Tetap terhubung dengan teman dan kelompok pendukung

Tunjuklah juru bicara untuk memberi tahu semua orang di jaringan Anda tentang kondisi Anda. Hal ini memungkinkan Anda dan orang terdekat Anda tetap fokus pada mengurus Anda lebih dahulu, dan keprihatinan penting yang membutuhkan perhatian Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Bagi sebagian besar pasien anemia puasa Ramadan bukan hal yang berbahaya namun ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelumnya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun tidak harus jadi penghalang untuk berpuasa. Ini tips sahur sehat untuk penderita penyakit autoimun yang ingin berpuasa dengan nyaman.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hari Raya, Ramadan 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Health Centers 26/02/2020 . Waktu baca 8 menit

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit