4 Macam Komponen Darah Manusia dan Fungsinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Selain dipenuhi oleh air, darah juga mengalir di sekujur tubuh manusia. Tanpa darah, bisa dipastikan bahwa oksigen dan sari makanan akan sulit untuk dihantarkan dengan baik ke seluruh tubuh. Namun, tahukah Anda komponen apa saja yang menyusun darah sampai bisa bertugas dengan optimal? Yuk, kenali dulu berbagai komponen darah dalam tubuh beserta masing-masing fungsinya!

Apa saja macam-macam komponen darah manusia?

Darah tersusun dari kombinasi antara plasma darah dan sel-sel darah, yang semuanya beredar di seluruh tubuh. Sel-sel darah ini kemudian dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Jadi secara keseluruhan, komponen darah manusia terdiri atas empat macam, meliputi plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit. Semua komponennya memiliki tugas dan fungsinya masing-masing yang mendukung kerja darah dalam tubuh.

1. Plasma darah

Plasma darah

Plasma darah merupakan komponen darah yang berbentuk cairan. Plasma darah mengisi sekitar 55-60 persen dari volume darah dalam tubuh. Secara lebih rinci, plasma darah tersusun dari air kurang lebih 92 persen, dan 8 persen sisanya merupakan karbondioksida, glukosa, asam amino (protein), vitamin, lemak, serta garam mineral.

Tugas utama plasma darah adalah mengangkut sel-sel darah, untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh bersama nutrisi; hasil limbah tubuh; antibodi; protein pembeku; serta bahan kimia seperti hormon dan protein yang bantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Protein pembeku yang dibawa oleh plasma, nantinya akan bekerja bersama trombosit untuk mempercepat proses pembekuan darah.

Selain mengedarkan berbagai bahan penting, plasma darah juga berfungsi untuk menyeimbangkan volume darah serta kadar elektrolit (garam), termasuk natrium, kalsium, kalium, magnesium, klorida, dan bikarbonat.

2. Sel darah

Jika plasma darah menyumbang sekitar 55-60 persen, komponen berupa sel darah mengisi sisanya yakni kurang lebih sekitar 40-45 persen. Terutama, yang terdiri atas sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Sel darah merah (eritrosit)

sel darah merah trombosit

Sel darah merah terkenal berwarna merah pekat dengan jumlah sel yang cukup melimpah di dalam darah. Berbentuk bulat yang dilengkapi dengan cekungan (bikonkaf) di bagian tengahnya. Salah satu keunikan sel darah merah, yaitu dilengkapi dengan protein khusus yang disebut dengan hemoglobin.

Sebagai salah satu komponen darah, sel darah merah terbentuk di sumsum tulang belakang dan dikendalikan oleh hormon yang terutama diproduksi oleh ginjal, eritropoietin. Sel darah merah awalnya adalah sel yang belum matang di sumsum tulang dan akan dilepaskan ke aliran darah setelah proses pematangan selama kira-kira tujuh hari.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut kadar normal sel darah merah yang dapat dideteksi dengan tes darah lengkap:

  • Sebesar 4,32-5,72 juta sel per mikroliter darah untuk laki-laki
  • Sebesar 3,90-5,03 juta sel per mikroliter darah untuk perempuan

Sementara itu, kadar normal hemoglobin dan hematokrit yang normal adalah:

  • Hemoglobin: Sebesar 132-166 gram per liter (laki-laki) dan 116-150 gram per liter (perempuan)
  • Hematokrit: Sebesar 38,3-48,6 persen (laki-laki) dan 35,5-44,9 persen (perempuan)

Selain memberikan warna merah yang khas, hemoglobin juga bertugas dalam membantu komponen darah ini untuk membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh, serta mengangkut kembali karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan. Persentase volume darah keseluruhan yang terdiri dari sel-sel darah merah disebut hematokrit.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)

Tidak seperti sel lainnya, sel darah merah tidak memiliki nukleus sehingga mampu berubah bentuk dengan mudah. Ini yang membantu sel darah merah menyesuaikan diri saat melewati berbagai pembuluh darah di dalam tubuh. 

Meskipun begitu, nukleus yang tidak ada membatasi pergerakan sel darah merah saat melalui pembuluh darah yang berukuran kecil. Itu sebabnya, lama kelamaan membran sel dari sel darah merah akan rusak dan energi semakin menyusut. 

Maka itu, umumnya masa hidup sel darah merah hanya bertahan sekitar empat bulan atau 120 hari. Selama masa itu, tubuh akan secara teratur mengganti dan memproduksi sel darah merah baru. 

Sel darah putih (leukosit)

Dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit. Meski begitu, komponen darah ini mengemban tugas yang tidak main-main, yakni melawan infeksi virus, bakteri, jamur, yang memicu perkembangan penyakit. Pasalnya, sel darah putih memproduksi antibodi yang akan membantu memerangi zat asing tersebut. 

Normalnya, jumlah sel darah putih pada orang dewasa adalah 3.400-9.600 sel per mikroliter. Berikut jenis-jenis sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang, lengkap dengan persentase normalnya pada orang dewasa:

  • Neutrofil (50-60 persen)
  • Limfosit (20-40 persen)
  • Monosit (2-9 persen)
  • Eosinofil (1-4 persen)
  • Basofil (0,5-2 persen)

Semuanya memiliki tugas yang sama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Masa hidup sel darah putih pun cukup lama, bisa dalam hitungan hari, bulan, hingga tahun, tergantung jenisnya. 

Trombosit (keping darah)

trombosit keping darah
Sumber: Net Doctor

Sedikit berbeda dengan sel darah putih dan merah, trombosit sebenarnya bukan sel, melainkan sebuah fragmen sel berukuran kecil. Trombosit memiliki peran penting proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terluka. Tepatnya, trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin guna menghentikan perdarahan, sekaligus merangsang pertumbuhan jaringan baru di area luka. 

Jumlah trombosit normal di dalam darah, yaitu antara 150.000 sampai 400.000 trombosit per mikroliter darah. Jika jumlah trombosit lebih tinggi dari kisaran normal, maka dapat mengakibatkan pembekuan darah yang tidak diperlukan. Akhirnya, bisa berisiko menimbulkan penyakit stroke dan serangan jantung. 

Sementara, bila seseorang kekurangan jumlah trombosit dalam darah, maka akan menyebabkan perdarahan hebat karena darah sulit membeku. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Lebih Dalam Tentang Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin (Hb) adalah protein dalam darah yang memberikan warna merah dalam darah. Tugasnya mengangkut oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang “Menolak” Sperma

Banyak faktor yang menyebabkan ketidaksuburan, misalnya tubuh ibu yang menolak sperma (antibodi antisperma). Terapi PLI mungkin adalah salah satu solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. William
Kesuburan, Kehamilan 3 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Beda Dengan Donor Darah Biasa, Apa Itu Transfusi Trombosit?

Ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang harus menjalani transfusi trombosit. Lalu, apa bedanya dengan donor darah pada umumnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 April 2019 . Waktu baca 6 menit

Apa itu Trombosit dan Berapa Kadar Normalnya dalam Tubuh?

Trombosit berperan penting dalam pembekuan darah. Jika Anda tidak memiliki jumlah trombosit normal, maka Anda rentan mengalami perdarahan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 3 April 2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
leukosit rendah atau leukopenia

Mengenal Leukopenia, Kondisi Ketika Kadar Leukosit Rendah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit
vitamin melancarkan peredaran darah

Ragam Vitamin dan Suplemen untuk Melancarkan Peredaran Darah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
lokia adalah darah nifas

Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit