Pentingnya Jaga Kadar Eritrosit Darah Tetap Normal Agar Selalu Sehat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Darah di dalam tubuh terbagi menjadi dua jenis, yaitu sel darah merah dan sel darah putih. Eritrosit adalah nama lain dari sel darah merah. Apa saja fungsi eritrosit?

Eritrosit adalah sel darah merah

Eritrosit adalah kepingan sel darah merah (RBC) yang berbentuk bulat dengan sedikit ceruk di tengahnya, agak mirip seperti donat. 

Eritrosit adalah sel darah merah yang dibuat di sumsum tulang melalui proses yang disebut erythropoiesis. Warna merah pada sel darah ini disebabkan karena adanya kandungan hemoglobin yang terdiri dari protein di dalamnya. Inilah mengapa darah manusia warnanya merah.

Eritrosit bentuknya sangat elastis dan dapat berubah untuk menyesuaikan diri ketika mengalir melewati kapiler darah yang kecil. Bentuk yang elastis ini membuat sel darah merah mampu untuk menyebar dengan cepat dalam aliran darah untuk sampai ke berbagai organ di tubuh.

Setelah bergerak menyebar ke seluruh tubuh, eritrosit pada akhirnya akan kembali dibawa tubuh ke organ limpa untuk dipecah. Usia hidup eritrosit umumnya sekitar 120 hari, atau 4 bulan.

Eritrosit yang belum matang biasanya disebut retikulosit dan jumlahnya bisa mencapai 1-2 persen dari sel darah merah keseluruhan.

Apa fungsinya?

Eritrosit mengalir ke seluruh tubuh untuk mengedarkan oksigen ke seluruh sel dan jaringan tubuh karena kepingan darah ini mengandung hemoglobin. Hemoglobin berperan dalam mengikat oksigen. Hemoglobin jugalah yang bertanggung jawab untuk membentuk bulatan pada kepingan darah.

Selain membawa oksigen ke seluruh tubuh, eritrosit adalah sel darah merah yang punya banyak fungsi berbeda. Di paru-paru, misalnya, eritrosit membantu proses pertukaran gas oksigen dan karbon diksida ketika Anda bernapas

Pertama, oksigen yang dihirup diambil oleh eritrosit dan dibawa ke sel lain. Di mana ini akan digunakan sebagai makanan dan bahan bakar untuk tubuh. Kemudian, karbon dioksida yang dihasilkan tubuh diambil dan dibawa keluar oleh eritrosit dari dalam tubuh.  

Berapa kadar sel darah merah yang normal?

Eritrosit adalah sel darah yang bisa dihitung atau diukur kadarnya. Tinggi atau rendahnya eritrosit dapat menentukan beberapa penyebab masalah kesehatan yang Anda alami.

Dokter akan mengukur jumlah sel darah merah Anda untuk membantu mendiagnosis kondisi medis dan mempelajari lebih lanjut tentang kesehatan Anda. Jumlah sel darah merah atau eritrosit normal adalah:

  • Pria: 4,7 hingga 6,1 juta sel darah merah per mikroliter darah
  • Wanita: 4,2-5,4 juta sel darah merah per mikroliter darah
  • Anak-anak, 4,0 hingga 5,5 juta sel darah merah per mikroliter darah

Anda mungkin akan memerlukan lebih banyak tes untuk menentukan apa yang menyebabkan jumlah sel darah Anda tinggi. Salah satunya termasuk tes untuk mencari kondisi yang menyebabkan tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak sel darah merah, seperti tes gagal jantung, atau tes untuk mendeteksi gangguan yang membatasi suplai oksigen Anda, seperti sleep apnea.

Gejala yang muncul apabila jumlah eritrosit tidak normal

Jumlah sel darah merah yang tidak normal dapat menyebabkan gejala tertentu pada tubuh Anda.

Jika Anda memiliki jumlah sel darah merah atau eritrosit tinggi, Anda bisa mengalami gejala seperti:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Nyeri sendi
  • Kulit  gatal, terutama setelah mandi
  • Mengalami gangguan tidur

Jika Anda memiliki jumlah sel darah merah atau eritrosit rendah, gejala bisa termasuk:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pusing dan terasa lemah, terutama ketika mengubah posisi badan dan kepala dengan cepat
  • Peningkatan denyut jantung
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat

Apa penyebab kadar eritrosit tinggi?

sel darah putih naik

Eritrosit yang tinggi dapat mencerminkan gejala penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, meski tidak selalu demikian. Kebiasaan gaya hidup tidak sehat juga dapat menyebabkan jumlah sel darah merah jadi tinggi.

Kondisi medis yang dapat menyebabkan peningkatan sel darah merah meliputi:

  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung kongenital
  • Polisitemia vera (gangguan darah di mana sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah merah)
  • Tumor ginjal
  • Penyakit paru-paru, seperti emfisema, PPOK, fibrosis paru (jaringan paru menjadi bekas luka)
  • Hipoksia (kadar oksigen darah rendah)
  • Paparan karbon monoksida (biasanya karena merokok)

Faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan jumlah sel darah merah yang tinggi termasuk:

  • Anda merokok
  • Tinggal di dataran yang tinggi seperti pegunungan
  • Minum obat penambah energi atau obat hormon lainnya seperti steroid anabolik (misalnya, testosteron sintetis) atau erythropoietin

Bagaimana cara mengobati kadar sel darah merah yang tinggi?

Jika jumlah sel darah merah tinggi, dokter Anda dapat merekomendasikan prosedur atau obat untuk menurunkannya.

Dalam prosedur yang disebut phlebotomy, dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah Anda dan mengalirkan darah melalui tabung ke dalam kantong atau wadah. Anda mungkin perlu menjalani prosedur ini secara berulang sampai tingkat sel darah merah Anda mendekati normal.

Jika Anda didiagnosis dengan polisitemia vera atau penyakit sumsum tulang, dokter Anda mungkin juga akan meresepkan obat yang disebut hydroxyurea untuk memperlambat produksi sel darah merah.

Anda harus memeriksakan diri ke dokter secara teratur saat mengambil hidroksiurea untuk memastikan tingkat sel darah merah Anda tidak turun terlalu rendah.

Apa penyebab kadar eritrosit rendah?

Jika jumlah sel darah merah lebih rendah dari biasanya, itu mungkin disebabkan oleh:

  • Anemia
  • Kegagalan sumsum tulang
  • Kekurangan erythropoietin, yang merupakan penyebab utama anemia pada pasien dengan penyakit ginjal kronis
  • Hemolisis, atau kerusakan RBC yang disebabkan oleh transfusi dan cedera pembuluh darah
  • Perdarahan internal atau eksternal
  • Leukemia
  • Malnutrisi
  • multiple myeloma, kanker sel plasma di sumsum tulang
  • Defisiensi nutrisi, termasuk kekurangan zat besi, tembaga, folat, dan vitamin B-6 dan B-12
  • Sedang hamil
  • Gangguan tiroid

Obat-obatan tertentu juga dapat menurunkan jumlah sel darah merah, terutama:

  • Obat kemoterapi
  • Obat kloramfenikol, yang mengobati infeksi bakteri
  • Obat quinidine, yang dapat mengobati detak jantung yang tidak teratur
  • Obat hydantoins, yang secara tradisional digunakan untuk mengobati epilepsi dan kejang otot

Bagaimana cara meningkatkan eritrosit?

Anda mungkin dapat meningkatkan RBC atau sel darah merah Anda dengan mengikuti pola makan berikut:

  • Makan makanan kaya zat besi (seperti daging, ikan, unggas), serta kacang kering, kacang polong, dan sayuran hijau (seperti bayam) untuk diet Anda
  • Makan makanan yang kaya akan tembaga d seperti kerang, unggas, dan kacang
  • Makan makanan yang lebih banyak nengandung vitamin B-12 dengan makanan seperti telur, daging, dan gandum.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca