Mengenal Lebih Jauh Fungsi Leukosit, Sel Darah Putih Penghasil Kekebalan Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Leukosit adalah satu dari empat komponen darah manusia. Jangan salah! Meski jumlah leukosit dalam tubuh kita jauh lebih sedikit daripada sel darah merah, fungsinya tidak boleh Anda sepelekan, lho! Anda bisa tidak gampang sakit karena leukosit memiliki peran utama sebagai pembangun kekebalan tubuh. Apa lagi fungsi leukosit?

Apa itu leukosit?

Ilustrasi sel darah putih atau leukosit (sumber: Medical News Today)

Leukosit adalah nama lain dari sel darah putih yang menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh alias sistem imun.

Sel darah putih berfungsi melacak kemudian melawan mikroorganisme atau molekul asing penyebab penyakit atau infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Tidak hanya memerangi kuman yang menyebabkan penyakit dan infeksi, sel darah putih juga berusaha melindungi kita terhadap agen asing yang menjadi ancaman.

Sementara beberapa sel leukosit langsung bekerja membunuh kuman penyakit sampai tuntas, ada beberapa sel darah putih lainnya yang menghasilkan senjata dalam bentuk antibodi untuk melindungi tubuh. Ada pula sel darh putih yang fungsinya sebatas memberi tahu pasukan leukosit “penyerang” bahwa penyakit telah terjadi.

Nah dari penjelasan di atas, Anda kini tahu bahwa sel darah putih ada banyak jenisnya. Mari kita selidiki masing-masing secara detail.

Jenis leukosit dan fungsinya masing-masing

Ada lima jenis leukosit berbeda yang mengembang tugas spesifik berdasarkan kemampuan masing-masing dan jenis molekul asing yang dilawan. Lima komponen sel darah putih ini disebut neutrofil, basofil, eosinofil, monosit, dan limfosit.

1. Neutrofil

Hampir setengah dari jumlah sel darah putih dalam tubuh adalah sel neutrofil. Neutrofil adalah sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan cara menyerang bakteri atau virus.

Sebagai tameng utama, neutrofil juga akan mengirimkan sinyal yang memperingati sel-sel lain dalam sistem kekebalan tubuh untuk merespons bakteri atau virus tersebut. Neutrofil umumnya ada pada nanah yang keluar dari infeksi atau luka di tubuh Anda.

Sel darah putih ini akan keluar setelah dilepaskan dari sumsum tulang, dan bertahan di tubuh hanya sekitar 8 jam. Tubuh Anda dapat memproduksi sekitar 100 miliar sel neutrofil tiap hari.

2. Eosinofil

Eosinofil adalah bagian dari leukosit yang berfungsi melawan bakteri dan infeksi parasit (seperti cacing). Eosinofil juga bekerja ketika seseorang mengalami reaksi alergi. Apabila jumlah sel eosinofil berlebihan, maka umumnya ini adalah hasil dari respon imun terhadap zat penyebab alergi.  

Eosinofil jumlahnya hanya sekitar 1 persen dari sel darah putih dalam aliran darah Anda, namun pada sistem pencernaan Anda jumlahnya lebih tinggi.

3. Basofil

Basofil adalah sel darah putih yang jumlahnya hanya sekitar 1 persen. Basofil berfungsi untuk meningkatkan respons imun non-spesifik terhadap patogen. Basofil adalah sel yang paling dikenal karena perannya memunculkan asma.

Ketika dirangsang dengan adanya pemicu asma, seperti debu, sel basofil akan melepaskan histamin. Basofil inilah yang dapat menyebabkan peradangan dan bronkokonstriksi di saluran pernapasan Anda.

4. Limfosit (limfosit B dan limfosit T)

Limfosit adalah sel darah putih yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Limfosit T bertanggung jawab untuk  membunuh bakteri dan virus secara langsung. Sedangkan limfosit B fungsinya membuat antibodi untuk melawan antigen.

5. Monosit

Monosit adalah sel darah putih yang bisa dibilang sebagai truk sampah. Sel leukosit ini jumlahnya ada sekitar 5 persen dari keseluruhan sel darah putih. Fungsi truk sampah monosit ini adalah berpindah ke jaringan-jaringan dalam tubuh sembari membersihkan sel-sel mati di dalamnya.

Mengenal hasil tes leukosit sel darah putih

puasa sebelum tes darah

Penting untuk melakukan tes darah apabila ditemukan gejala penyakit seperti infeksi virus dan bakteri. Anda bisa melakukan tes sel darah putih di puksesmas, klinik atau pun rumah sakit.

Menurut standar American Associaton of Family Physician (AAFP), berikut adalah kadar normal leukosit apabila dihitung berdasarkan kategori usia:

  • Anak bayi baru lahir kadar sel darah putih normalnya sebanyak 13.000 – 38.000/mm3
  • Bayi dan anak-anak kadar normalnya 5.000 – 20.000/mm3
  • Orang dewasa kadar sel darah putih normalnya berkisar 4.500 – 11.000/mm3
  • Wanita hamil (trimester tiga) beriksar5.800 – 13.200/mm3

Apabila jumlah sel darah putih berlebih, umumnya hal itu disebut leukositosis. Melacak jumlah sel darah putih umumnya dibarengi juga dengan tes sel darah merah.

Penyebab jumlah leukosit naik atau turun

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa sel darah putih penting untuk menjaga sistem kekebalan imun tubuh. Apabila sel darah putih jumlahnya sedikit, Anda jadi rentan kena penyakit. Apabila sel darah putih berlebih hal itu juga berbahaya.

Tes darah yang menunjukkan jumlah sel darah putih kurang dari 4.000 per mikroliter (beberapa ahli ada juga yang mengatakan bahwa batas minimalnya kurang dari 4.500) dapat menandakan bahwa tubuh Anda mungkin tidak dapat melawan infeksi seperti seharusnya. Jumlah leukosit rendah ini  juga disebut sebagai leukopenia.

Sedangkan sel darah putih berlebih disebut leukositosis. Umumnya, leukositosis yang serius dan perlu dikhawatirkan adalah bila jumlah sel darah putih naik sampai di atas 100.000/mm3

Penyakit yang ditandai dengan jumlah sel darah putih tinggi

Beberapa kondisi berikut ini juga bisa menyebabkan sel darah putih berlebih:

  • Infeksi.
  • Adanya kanker seperti leukemia, limfoma, dan mieloma. Kondisi tersebut terjadi ketika banyak sel darah putih diproduksi.
  • Peradangan seperti penyakit radang usus dan gangguan autoimun.
  • Trauma tubuh atau mental, seperti adanya patah tulang dan stres.
  • Anda sedang hamil. kehamilan bisa membuat jumlah sel darah putih meningkat.
  • Asma dan alergi yang ditandai dengan meningkatnya sel darah putih eosinofil.

Penyebab sel darah putih rendah

Kondisi yang dapat menyebabkan jumlah sel darah putih rendah meliputi:

  • Infeksi parah
  • Kerusakan atau gangguan sumsum tulang, termasuk anemia aplastik.
  • Penyakit autoimun seperti lupus

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca