home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anemia Gravis

Pengertian|Tanda dan Gejala|Penyebab|Faktor risiko|Diagnosis|Pengobatan|Pencegahan di Rumah
Anemia Gravis

Pengertian

Apa itu anemia gravis?

Anemia gravis adalah jenis anemia yang tergolong berat dan ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah 8 g/dL. Anemia gravis bukan hanya menyebabkan lelah dan kelemahan, tapi juga berisiko menimbulkan komplikasi berupa kerusakan beberapa organ tubuh.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anemia gravis adalah kondisi yang bisa terjadi pada ibu hamil atau orang dengan penyakit kronis, seperti kanker atau sakit ginjal. Konsultasi ke dokter apabila Anda merasa mengalami tanda-tanda dan gejala anemia.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala anemia gravis?

Tanda dan gejala anemia gravis pada setiap orang dapat berbeda. Namun, gejala anemia ini termasuk parah dan dapat terjadi dalam waktu lama. Berikut adalah gejalanya:

  • Lelah yang ekstrem
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sering sesak napas dan sakit di dada
  • Pusing
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala

Penyebab

Apa penyebab anemia gravis?

Berbagai penyebab anemia membagi kondisi ini menjadi beberapa jenis. Anemia gravis adalah kondisi yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah sehat. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya perdarahan berat, seperti kecelakaan atau jatuh.

Selain itu, cedera fisik serius juga dapat merusak organ, pembuluh darah, dan tulang belakang yang menghasilkan darah.

Perdarahan dalam juga dapat menyebabkan anemia gravis. Biasanya ini dapat disebabkan karena kondisi penyakit yang menyerang sistem pencernaan Anda.

Saat sistem pencernaan terganggu, nutrisi dan vitamin yang membantu produksi sel darah merah tidak dapat dicerna dengan baik. Penyakit yang berisiko menyebabkan perdarahan dalam pencernaan adalah polip usus besar, kolitis, dan tukak lambung.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami kondisi ini?

Anemia adalah kelainan darah yang terjadi jika sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Ketika kekurangan zat besi di dalam tubuh Anda, sumsum tulang Anda membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang mengandung hemoglobin.

Lantas, apa lagi hal-hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami anemia gravis?

1. Kekurangan vitamin

Tubuh yang kekurangan vitamin, terutama folat, vitamin B-12, dan juga vitamin C, tidak dapat menghasilkan cukup sel darah merah. Ketiga vitamin tersebut sangat berperan dalam produksi sel darah merah.

2. Penyakit tertentu

Penyakit kronis seperti kelainan pada sumsum tulang, kanker, infeksi HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, atau penyakit autoimun kronis adalah faktor pemicu anemia gravis.

Penyakit kronis dapat menyebabkan Anda mengalami anemia parah dalam waktu lebih dari 3 bulan. Penyakit-penyakit tersebut umumnya memengaruhi proses produksi sel darah merah, baik secara langsung maupun tidak.

Efek samping minum obat tertentu untuk pengobatan penyakit di atas juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah yang cukup.

3. Keturunan

Faktor bawaan atau keturunan, bisa menjadi salah satu hal yang membuat Anda berisiko kena anemia gravis. Beberapa kondisi bawaan bisa membuat bentuk sel darah merah menjadi abnormal dan produksinya terganggu.

Akibatnya, oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh secara maksimal. Sel darah yang berbentuk abnromal juga dapat mati sebelum waktunya, sehingga Anda mengalami anemia.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendiagnosis anemia, dokter mungkin akan melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan, seperti:

1. Pemeriksaan kondisi fisik dan gejala

Untuk mendiagnosis anemia, dokter mungkin akan menanyakan riwayat kesehatan Anda sembari melakukan pemeriksaan fisik,

Anda dapat membantu dengan memberikan jawaban terperinci tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, makanan dan obat apa yang Anda konsumsi. Dokter Anda akan mencari gejala anemia dan petunjuk fisik lainnya yang mungkin mengarah pada penyebabnya.

2. Pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count)

Pemeriksaan darah lengkap digunakan untuk menghitung masing-masing jumlah sel darah Anda berdasarkan sampel. Untuk kondisi anemia, dokter akan fokus melihat kadar sel darah merah (hematokrit) dan hemoglobin dalam darah Anda.

Dikutip dari dokumen yang dipublikasikan Badan Kesehatan Dunia, nilai hematokrit dewasa normal umumnya antara 40-52% untuk pria, dan 35% dan 47% untuk wanita.

Sementara itu, jumlah hemoglobin normal pada orang dewasa umumnya 14-18 g/dL untuk pria dan 12-16 d/dL untuk wanita.

3. Tes tambahan lainnya

Tes darah tambahan lainnya kemungkinan akan dianjurkan dokter. Fungsinya untuk mendeteksi penyebab anemia yang jarang, seperti serangan kekebalan pada sel darah merah, sel darah merah rapuh, atau cacat enzim.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan hitungan retikulosit, bilirubin, dan kandungan di dalam urin lainnya untuk menentukan seberapa cepat sel darah Anda dibuat.

Hanya dalam kasus yang jarang terjadi, dokter perlu mengeluarkan sampel sumsum tulang untuk menentukan penyebab anemia Anda.

Pengobatan

Apa saja pengobatan untuk anemia gravis?

Anemia dapat ditangani dengan berbagai pilihan pengobatan sesuai penyebab hingga tingkat keparahannya. Berikut pengobatan yang mungkin bisa mengatasi anemia gravis dan menghindari risiko komplikasi akibat anemia jenis ini:

1. Transfusi darah

Apabila Anda mengalami anemia gravis, dokter akan memberikan transfusi darah untuk menambah darah dalam tubuh Anda.

Transfusi sel darah merah dapat diberikan kepada pasien dengan anemia gravis. Biasanya pengobatan ini diberikan pada orang yang mengalami anemia berat yang sedang mengalami perdarahan aktif atau memiliki gejala signifikan seperti nyeri dada, sesak napas, atau lemah.

Transfusi diberikan untuk menggantikan sel darah merah yang kurang dan tidak akan memperbaiki masalah kekurangan zat besi sepenuhnya.

2. Mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan

Kondisi anemia berat yang terjadi karena kekurangan nutrisi dapat dibantu diatasi dengan minum suplemen dan vitamin penambah darah. Dokter umumnya Anda menganjurkan minum suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin C.

3. Mengobati penyebab anemia terlebih dahulu

Anemia biasanya muncul karena beberapa penyebab tertentu. Itu sebabnya, dokter akan mengatasi anemia yang Anda miliki dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya terlebih dulu. Apabila anemia yang Anda alami akibat penyakit kronis, dokter akan berusaha mengobati penyakit itu dulu, baru perlahan memperbaiki kondisi anemia Anda.

Untuk kasus anemia karena kelainan sumsum tulang, dokter akan menganjurkan transplantasi sumsum tulang. Prosedur ini digunakan untuk mentransfer sel sumsum tulang sehat ke pasien anemia. Diharapkan sumsum tulang pasien dapat memproduksi sel darah yang baru, jumlahnya cukup, dan sehat.

Pencegahan di Rumah

Bagaimana cara mencegah dan merawat anemia gravis di rumah?

Beberapa kondisi anemia berat umumnya dapat dicegah. Anda dapat membantu mencegah anemia parah dengan dengan memilih makanan penambah darah yang mengandung nutrisi, seperti:

  • Zat besi, bisa didapat dari daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, lentil, sereal yang mengandung zat besi dan sayuran, seperti bayam dan sawi
  • Folat (B9) dan vitamin B12, dari kacang-kacangan, roti, sereal, pasta, dan susu kedelai.
  • Vitamin C, yang berasal dari buah jeruk, melon, dan stroberi untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anaemia. (2020). Retrieved 10 July 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/anaemia

Anemia – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 10 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/diagnosis-treatment/drc-20351366

(2020). Retrieved 10 July 2020, from https://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf

Cei, M., Ferretti, A., & Mumoli, N. (2017). Patients with very severe anemia: a case series. Revista Brasileira De Hematologia E Hemoterapia, 39(3), 285-287. doi: 10.1016/j.bjhh.2017.02.001

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph pada 02/10/2020
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x