Periode Perkembangan

Berbagai Potensi Komplikasi Pada Kehamilan Anak Kembar

Oleh

Kebanyakan ibu yang hamil anak kembar melahirkan bayi-bayi yang sehat. Jangan merasa khawatir kalau Anda mendengar bahwa hamil anak kembar memiliki risiko yang tinggi.

Benar adanya bahwa komplikasi lebih sedikit sering terjadi pada orang yang hamil anak kembar. Komplikasi-komplikasi tersebut relatif jarang terjadi, tapi memerlukan perhatian medis, sehingga penting untuk waspada. Beberapa komplikasi hanya dapat diketahui pada pemeriksaan kehamilan, jadi pastikan Anda melakukan pemeriksaan secara rutin.

Seberapa besar kemungkinan keguguran?

Jika Anda hamil dengan lebih dari satu bayi, risiko keguguran akan lebih besar dibandingkan kehamilan dengan satu bayi. Tidak dapat disebutkan tepatnya seberapa besar risiko keguguran, karena keguguran pada awal kehamilan biasanya tidak teridentifikasi.

Beberapa keguguran terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Kadang salah satu bayi gugur, tapi bila ini terjadi pada trimester pertama, biasanya tidak mempengaruhi pertumbuhan bayi yang masih bertahan. Janin yang telah mati biasanya akan hilang (vanishing twin syndrome) dan Anda tidak merasakan gejala.

Vanishing twin syndrome terjadi di antara 21%-30% kehamilan anak kembar. Pada kenyataannya, hal ini terjadi lebih dari yang diketahui, karena banyak kehamilan kembar yang tidak diketahui sejak awal.

Bukan berarti Anda tidak akan merasa kecewa. Mungkin Anda telah membayangkan selama beberapa minggu, seperti apa memiliki anak kembar. Wajar jika Anda merasakan sedih dan kehilangan. Bercerita dengan ibu-ibu lain di komunitas tertentu mungkin dapat membantu.

Komplikasi apa yang bisa saya alami saat hamil anak kembar?

Jika Anda hamil anak kembar, Anda lebih mudah mengalami tekanan darah tinggi (gestational hypertension) 2-3 kali dibanding jika Anda hamil dengan satu bayi.

Anda 3 kali lebih berisiko preeklampsia jika Anda hamil dengan anak kembar dibandingkan hamil dengan satu bayi. Hal ini disebabkan hamil lebih dari satu bayi memberi tekanan lebih pada plasenta Anda. Suatu survei menemukan bahwa 13% ibu yang hamil anak kembar mengalami kondisi ini.

Pada setiap pemeriksaan kehamilan, bidan Anda akan memeriksa urin dan tekanan darah Anda untuk melihat tanda-tanda preeklampsia. Anda akan disarankan untuk mengonsumsi Aspirin dengan dosis rendah (75 mg) setiap hari dari 12 minggu kehamilan untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan pre-eklampsia, jika:

  • Ini adalah kehamilan pertama Anda
  • Anda berusia 40 ke atas
  • Anda memiliki keluarga dengan sejarah preeklampsia
  • Indeks massa tubuh atau BMI Anda 35 atau lebih
  • Sudah 10 tahun sejak kehamilan terakhir Anda

1. Diabetes gestasional

Terjadi 2 atau 3 kali lebih sering jika Anda mengandung lebih dari satu bayi.

Urin Anda akan diperiksa untuk dilihat kadar gula saat pemeriksaan kehamilan. Jika dokter menduga Anda memiliki diabetes gestasional, Anda akan menjalani tes toleransi glukosa.

2. Anemia

Terjadi karena disebabkan peningkatan aliran darah yang membuat kadar zat besi menurun. Dokter akan merekomendasikan suplemen penambah zat besi. Memiliki anemia ringan tidak akan membahayakan bayi Anda. Namun Anda perlu lebih menjaga diri Anda, karena anemia dapat membuat Anda cepat merasa lelah.

Karena anemia lebih sering terjadi pada ibu yang mengandung lebih dari satu bayi, Anda wajib mengecek darah lagi saat kehamilan mencapai 20-24 minggu.

3. Obstetric cholestasis

Obstetric cholestasis adalah kondisi langka yang menyerang hati, disebabkan oleh hormon kehamilan estrogen dan progesteron. Hal ini lebih sering terjadi pada orang yang hamil anak kembar, disebabkan kadar hormon yang lebih tinggi.

Kondisi ini menyebabkan gatal ekstrem tanpa ruam. Gatal tertentu umum terjadi pada kehamilan, tapi jika gejalanya parah, segera hubungi dokter atau bidan.

Komplikasi apa saja yang dapat mempengaruhi bayi saya?

Terhambatnya pertumbuhan janin, di mana salah satu bayi tidak tumbuh sebagaimana harusnya, bisa menyebabkan komplikasi selama persalinan. Banyak bayi kembar lahir kecil tetapi sehat. Scan rutin untuk memantau perkembangan bayi Anda dapat mendeteksi adanya masalah.

Twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), di mana salah satu bayi menggunakan suplai darah bayi lainnya, adalah komplikasi langka dengan potensi serius. Kondisi ini terjadi hingga 15% pada kembar identik yang berbagi plasenta. Salah satu bayi (recipient) mendapatkan terlalu banyak darah dan bayi lainnya (donor) hanya mendapat terlalu sedikit darah.

Bayi pendonor mungkin mengecil dan mengalami anemia yang disebabkan kurangnya suplai darah. Volume darah yang tinggi pada bayi penerima dapat memberi tekanan pada jantung dan menyebabkan gagal jantung. Jika bayi kembar Anda berbagi plasenta, kehamilan Anda akan terus dimonitor dengan frequent ultrasound scan untuk gejala TTTS.

Dapatkah saya mencegah komplikasi-komplikasi ini?

Banyak komplikasi pada kehamilan kembar tidak berhubungan dengan perilaku atau gaya hidup Anda. Namun, mengetahui lebih awal bila Anda mengandung bayi kembar dan apakah mereka berbagi plasenta dapat membantu. Dokter akan memiliki banyak waktu untuk mendeteksi, memonitor, dan menangani komplikasi.

Menjaga kesehatan dapat membantu Anda mengatasi kehamilan anak kembar dengan komplikasi yang dapat timbul saat proses melahirkan.

Kenali tanda-tanda peringatan preeklampsia, jaga pola makan yang sehat dan jagalah untuk selalu terhidrasi. Lakukan kunjungan untuk pemeriksaan kehamilan, lakukan latihan olahraga ringan jika diperbolehkan oleh dokter Anda. Jika Anda merokok, hal terbaik yang dapat Anda lakukan terhadap bayi Anda adalah berhenti.

Apakah ada risiko kelahiran prematur?

40 minggu adalah jangka penuh untuk kehamilan satu bayi dan 37 minggu adalah jangka penuh untuk kehamilan anak kembar. Kelahiran prematur, di mana bayi Anda lahir lebih awal dari perkiraan, adalah salah satu komplikasi utama terkait dengan kehamilan kembar.

Lebih dari setengah jumlah seluruh anak kembar lahir sebelum 37 minggu dan 10% lahir sebelum 32 minggu. Yang paling berisiko adalah bayi prematur yang lahir sebelum 30 minggu.

Karena bayi kembar cenderung untuk lahir lebih awal, mereka memerlukan perawatan khusus setelah kelahiran. Pada tahun 2012, 46% orangtua dengan bayi kembar memiliki salah satu atau kedua bayi yang memerlukan perawatan khusus di rumah sakit setelah lahir.

Apakah bayi lahir mati lebih sering terjadi pada bayi kembar?

Angka bayi kembar yang lahir mati lebih tinggi. Sebanyak 12 dari 1.000 kelahiran kembar adalah bayi lahir mati, dan angkanya mencapai 31 dari 1.000 pada kelahiran kembar tiga. Bandingkan dengan kelahiran tunggal yang angkanya hanya 5 dari 1.000. Kematian bayi pada pada bulan pertama juga lebih mudah terjadi pada bayi kembar.

Risiko meninggal pada bayi kembar meningkat setelah 38 minggu di dalam kandungan. Oleh karena itu, jika bayi kembar Anda belum lahir setelah 38 minggu, disarankan untuk melakukan operasi caesar atau induksi.

Kembar identik yang berbagi plasenta lebih mudah mengalami komplikasi, dan risiko kematian meningkat, sehingga direkomendasikan agar bayi dilahirkan lebih awal, pada minggu ke-37.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca