Periode Perkembangan

Perkembangan Kehamilan di Minggu 39

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin di minggu 39 kehamilan?

Memasuki minggu 39 kehamilan, perkembangan berat janin sekarang sudah mencapai 3,5 kilogram. Panjang tubuhnya sudah sekitar 50 cm dari kepala sampai kaki.

Di usia kehamilan ini, tali pusar atau tali pusat mungkin dapat melilit leher janin. Umumnya hal ini tidak menyebabkan masalah apa pun. Namun jika lilitannya mempersulit bayi untuk dilahirkan normal, dokter akan mengambil tindakan operasi caesar.

Vernix atau lapisan lemak tipis yang yang menutupi kulit janin di minggu 39 sudah mulai menghilang, Selain vernix, lanugo atau rambut halus di sekujur tubuh bayi juga umumnya sudah mulai menipis.

Imun atau kekebalan tubuh yang ditransfer ibu melalui plasenta akan membantu sistem imun bayi Anda dalam melawan infeksi untuk 6-12 bulan pertama setelah ia lahir.

Perubahan Pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh saya?

Kontraksi palsu

Seiring perkembangan janin yang masuk minggu 39 kehamilan, ibu akan mulai merasakan kontraksi palsu (kontraksi Braxton-Hicks).

Kontraksi palsu berupa kram atau rasa kencang pada rahim yang sensasinya berpusat di bagian depan perut. Kontraksi palsu umumnya akan mereda atau ketika tubuh Anda berganti posisi.

Anda akan mengalami kontraksi asli tanda melahirkan apabila gejala kram dimulai bagian atas rahim Anda dan polanya sering serta teratur.

Tekanan panggul

Saat masuk ke posisi mau melahirkan,  janin mungkin berada di bagian bawah perut menuju panggul. Alhasil, bagian bawah perut ibu rasanya berat dan jadi tidak nyaman.

Karena posisi janin di panggul ini, beberapa pergerakan bayi dapat mengenai beberapa saraf sensitif ibu. Dampaknya, ibu bisa merasakan sensasi nyeri di panggul.

Keluar lendir dari vagina

Pada perkembangan janin usia 39 minggu ini, ada kemungkinan ibu mengalami gejala kehamilan berupa lendir yang keluar dari vagina.

Lendir ini bisa banyak atau sedikit jumlahnya ketika keluar. Terkadang, lendir yang warnanya putih atau bening ini bisa bercampur dengan darah.

Belum diketahui pasti penyebab keluarnya lendir dari vagina ibu hamil. Namun beberapa orang percaya bahwa campuran lendir dan darah yang keluar di minggu 39 usia kehamilan bisa menjadi tanda mau melahirkan.

Ketuban pecah

Tanda atau gejala lain yang dapat terjadi di kehamilan usia 39 minggu adalah ketuban pecah. Ketuban pecah dapat terjadi kapan saja.

Ketika air ketuban Anda pecah, beberapa wanita mengalami semburan air yang cukup besar atau air mengalir sedikit demi sedikit seperti buang air kecil.

Beberapa wanita yang mengalami ketuban pecah tidak langsung merasakan kontraksi melahirkan. Alhasil, mereka harus segera ke dokter untuk mengeluarkan cairan ketuban agar proses bersalin bisa segera dilakukan.

Jika Anda merasa air ketuban Anda telah pecah atau mengalami kontraksi secara terus menerus, segera hubungi dokter.

Apa yang perlu saya perhatikan?

Di perkembangan janin yang masuk usia 39 minggu, Anda  harus pada terhadap tanda kehamilan yang mengarah ke proses persalinan. Tanda-tanda yang harus diwaspadai antara lain seperti pecah ketuban, diare dan mual, dan bahkan rasa lelah berlebih.

Gejala vagina mengeluarkan lendir bercampur darah juga harus segera Anda amati. Ini karena biasanya gejala tersebut menandakan 2 sampai 3 hari lagi waktu persalinan Anda akan tiba.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter?

Saat konsultasi ke dokter kandungan, mungkin ibu hamil ingin menggunakan minuman herbal yang bisa menenangkan sembari melancarkan proses persalinan.

Ada beberapa daun teh, salah satunya daun teh raspberry yang diyakini sebagian orang dapat d mempercepat proses bersalin. Akan tetapi, tidak ada penelitian lebih lanjut terkait keamanan dari teh herbal daun raspberry tersebut.

Untuk menghindari berbagai macam risiko yang dapat membahayakan Anda dan janin, silakan konsultasi ke dokter mengenai obat herbal apa yang aman untuk kondisi Anda.

Tes apa yang perlu saya ketahui?

Semakin mendekati tanggal persalinan, dokter mungkin akan sering memeriksa panggul Anda untuk menentukan posisi bayi pada rahim.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu melihat sampai mana perkembangan janin usia 39 minggu kehamilan, dan bagaimana posisi si kecil menjelang persalinan.

Umumnya ada berbagai arah posisi janin, ada yang kepala lebih dulu di panggul. kaki lebih dulu, atau bokong lebih dulu di bagian panggul dari dalam rahim.

Pada saat tes kandungan dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada serviks yang berguna untuk melihat apakah serviks Anda sudah mulai terbuka atau menipis dan informasi ini akan disajikan dalam bentuk angka dan persentase.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama hamil?

Sulit tidur

Pada perkembangan janin yang telah masuk usia 39 minggu, sulit tidur akan menghiasi masa akhir kehamilan ibu. Sayangnya kurang waktu tidur akan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu. Sulit tidur bisa menyebabkan Anda tidak berenergi untuk beraktivitas di siang hari.

Namun sulit tidur yang dialami ibu umumnya tidak akan mengganggu siklus tidur janin dalam kandungan. Pasalnya, siklus tidur bayi tidak bergantung pada jam tidur ibu. Jadi janin bisa tidur dan bangun kapan saja selama berada di dalam kandungan.

Pengobatan migrain

Bila Anda sering mengalami migrain sebelum kehamilan, ada kemungkinan Anda akan lebih sering mengalami migrain. Bisa juga migrain yang Anda alami terasa lebih hebat.

Beberapa ibu mungkin khawatir dan bertanya-tanya mana obat sakit kepala yang aman untuk kehamilan. Umumnya dokter kandungan akan menyarankan ibu hamil mengonsumsi paracetamol sebagai obat penghilang rasa sakit kepala saat hamil. 

Perlu diperhatikan, ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi aspirin atau ibuprofen untuk migrain tanpa resep dan anjuran dari dokter. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan sebelum minum obat medis apapun. 

Setelah minggu 39, bagaimana perkembangan janin pada masa kehamilan berikutnya?

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca