Air Ketuban Pecah, Benarkah Tanda Persalinan Segera Dimulai?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Air ketuban pecah termasuk satu dari beragam tanda-tanda melahirkan yang perlu dikenali ibu. Namun sebenarnya, kapan air ketuban benar-benar pecah yang menandakan persalinan akan segera dimulai?

Cari tahu informasi selengkapnya seputar air ketuban pecah sebagai tanda melahirkan melalui ulasan di bawah ini, ya!

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apa penyebab air ketuban pecah?

melahirkan risiko kanker payudara

Cairan ketuban adalah air yang mengelilingi bayi selama berada di dalam rahim atau kandungan ibu.

Membran atau lapisan jaringan yang menjaga air ketuban disebut sebagai kantung ketuban.

Sering kali, kantung air ketuban pecah selama persalinan. Terkadang kantung ini pecah sebelum waktunya melahirkan disebut sebagai ketuban pecah dini (KPD).

Ketuban pecah dini juga dikenal dengan nama ketuban pecah sebelum waktu persalinan atau premature rupture of membranes (PROM).

Kebanyakan wanita akan melahirkan kurang dari 24 jam setelah kantung ketuban pecah. 

Namun, ada juga yang mengalami ketuban pecah sebelum kehamilan minggu ke-37 dan ini biasa disebut sebagai preterm premature rupture of membrane (PPROM).

Pecahnya ketuban sebelum waktunya dapat menyebabkan dampak yang serius bagi ibu dan bayi. 

Itu sebabnya, ibu dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan diri dan kandungan selama masa kehamilan. 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab air ketuban pecah, tetapu biasanya kondisi ini menjadi tanda-tanda persalinan akan tiba.

Begitu pula dengan penyebab kantung ketuban pecah dini sebelum waktu persalinan sehingga mengeluarkan banyak air juga belum dapat dipastikan penyebab utamanya.

Sementara faktor risiko kantung ketuban pecah dini sebelum persalinan, yakni:

  • Pernah mengalami ketuban pecah sebelum melahirkan di kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami infeksi intra-amnion atau radang selaput rahim.
  • Mengalami perdarahan vagina di trimester kedua dan ketiga.
  • Memiliki leher rahim atau serviks berukuran pendek.
  • Memiliki kondisi gizi buruk.
  • Merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang saat hamil.

Apa saja ciri-ciri air ketuban pecah?

antibiotik saat melahirkan

Selama kehamilan, kantung ketuban dan air yang ada di dalamnya memiliki peran besar dalam melindungi bayi.

Ketika kantung ketuban pecah, otomati cairan keluar karena sudah tidak memiliki tempat yang mampu menampungnya.

Kantung ketuban yang pecah ini memiliki ciri-ciri atau tanda berupa sensasi basah pada vagina dan perineum (area antara vagina dan anus).

Ini karena air ketuban yang pecah mengalir keluar melalui leher rahim (serviks) dan berakhir di vagina.

Cairan yang keluar biasanya perlahan atau menyembur dengan frekuensi yang konstan atau berselang.

Warna air ketuban biasanya kuning jernih atau pucat. Tak jarang, ketika air ketuban yang bocor keluar secara perlahan, para ibu hamil terkadang menganggapnya sebagai urine.

Jadi, jika Anda melihat ada cairan yang keluar, tampunglah sebagian dengan menggunakan benda apapun. Lihatlah dengan seksama dan cium aromanya.

Air ketuban biasanya bening dan tidak berbau seperti urine karena bau air ketuban jauh lebih manis.

Berapa lama bayi lahir setelah air ketuban pecah?

tahap proses melahirkan

Jika kantung ketuban pecah saat kehamilan berada di minggu ke-37, artinya bayi sudah siap untuk dilahirkan.

Karena kelahiran bayi dan pecahnya air ketuban sulit diprediksi, pastikan Anda sudah mempersiapkan berbagai persiapan persalinan dan perlengkapan melahirkan sebelumnya.

Setelah air ketuban pecah, pertanyaan berapa lama lagi bayi akan lahir dapat terjawab segera.

Melansir dari laman NHS, ibu yang mengalami air ketuban pecah biasanya akan segera melahirkan dalam kurun waktu 24 jam setelahnya.

Hanya saja, dalam beberapa kondisi tertentu, persalinan bisa tidak kunjung dimulai meski ciri-ciri atau tanda melahirkan yakni kantung ketuban pecah sudah terlihat.

Ya, ini bisa terjadi saat air ketuban pecah tapi belum ada pembukaan. Pada kondisi ini Anda harus tirah baring (bed rest) untuk mencegah infeksi dan memperparah kondisi.

Padahal, pembukaan lahiran termasuk tanda melahirkan yang biasanya juga disertai dengan munculnya kontraksi persalinan asli.

Bila kondisi tersebut terjadi, dokter umumnya memberikan induksi persalinan untuk membantu mempercepat datangnya persalinan.

Hal ini karena semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memulai persalinan setelah kantung ketuban pecah, semakin besar risiko pula risiko ibu atau bayi untuk mengalami infeksi.

Selanjutnya, ibu bisa menerapkan teknik pernapasan saat melahirkan dan cara mengejan saat melahirkan yang tepat untuk melancarkan proses melahirkan normal.

Bila kondisi ibu dan bayi memungkinkan untuk melahirkan normal melalui vagina, ibu dapat memilih posisi persalinan yang paling nyaman.

Ketika menempuh proses persalinan normal tetapi sedikit mengalami hambatan, ibu mungkin mendapat bantuan dari metode forceps, ekstraksi vakum, atau episiotomi (gunting vagina).

Dokter akan menentukan metode yang paling sesuai berdasarkan kondisi ibu dan bayi.

Air ketuban pecah saat belum 37 minggu, apa artinya?

cara melahirkan normal

Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi bila kantung ketuban pecah di usia kehamilan yang kurang dari 37 minggu:

Usia kehamilan 34-37 minggu

Jika kantung ketuban pecah di antara minggu ke-34 sampai minggu ke-37 kehamilan, dokter biasanya menyarankan Anda untuk diinduksi.

Hal ini lebih aman untuk bayi meski harus lahir beberapa minggu lebih awal ketimbang Anda dan bayi mengalami infeksi. 

Usia kehamilan sebelum 34 minggu

Sementara bila kantung ketuban pecah sebelum usia kehamilan 34 minggu, ini tergolong kondisi yang lebih serius.

Ketika tidak ada tanda-tanda infeksi, Anda mungkin lebih disarankan untuk memperbanyak istirahat sampai waktu melahirkan tiba. 

Obat-obatan steroid diberikan untuk membantu pematangan paru-paru janin.

Janin akan tumbuh dengan baik bila paru-parunya memiliki waktu untuk berkembang sebelum dilahirkan.

Biasanya, Anda diminta untuk dirawat saat melahirkan di rumah sakit

Hal ini bertujuan agar ibu bisa diawasi dan segera ditangani bila terjadi sesuatu yang berisiko membahayakan kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan. 

Dokter dapat melakukan tes untuk memeriksa kondisi paru-paru bayi.

Ketika paru-paru bayi dirasa telah berkembang dengan cukup baik, induksi persalinan bisa dilakukan.

Bagaimana bila air ketuban tidak kunjung pecah?

mencukur bulu kemaluan sebelum melahirkan

Masalah air ketuban yang pecah tapi belum ada pembukaan persalinan dapat ditangani dengan prosedur induksi persalinan.

Namun, mungkinkah air ketuban belum kunjung pecah meski sudah ada pembukaan persalinan? Jawabannya, mungkin saja.

Ketika serviks atau leher rahim sudah melebar dan menipis disertai dengan kepala bayi yang siap keluar, dokter dan tim medis mungkin menggunakan prosedur amniotomi.

Amniotomi adalah prosedur medis yang bertujuan untuk mempercepat persalinan dengan cara memecahkan kantung air ketuban.

Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur amniotomi dilakukan dengan membuat lubang kecil pada kantung ketuban menggunakan alat khusus.

Dengan terbentuknya lubang kecil tersebut diharapkan kantung ketuban bisa segera pecah agar persalinan dapat dimulai.

Kapan pecah ketuban harus dikhawatirkan?

kontraksi rahim akibat komplikasi melahirkan

Pecahnya kantung ketuban memang hal alami yang akan terjadi pada setiap ibu hamil yang hendak melahirkan.

Namun, beberapa kondisi di bawah ini tergolong berbahaya sehingga harus mendapatkan pertolongan medis segera, yaitu:

  • Kantung ketuban pecah di usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
  • Air ketuban berbau busuk, berwarna kehijauan atau kehitaman, maupun terlihat banyak darah.
  • Tidak ada kontraksi dalam kurun waktu 24 jam setelah kantung ketuban pecah.

Ketiga hal tersebut berisiko membuat ibu dan bayi berada dalam bahaya komplikasi persalinan.

Jadi, jangan anggap sepele berbagai kondisi yang Anda alami saat kehamilan dan menjelang persalinan. 

Pastikan juga Anda memerhatikan bila air ketuban pecah tanpa disertai munculnya kontraksi.

Air ketuban yang pecah tanpa adanya kontraksi sebaiknya segera mendapat penanganan dari dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Namun terkadang, mungkin tidak mudah untuk mengetahui dan membedakah apakah yang keluar adalah air ketuban atau urine.

Jika ibu tidak merasa yakin saat melihat ada cairan yang keluar melalui vagina, segera periksakan diri ke dokter.

Air ketuban ternyata tidak selalu pecah sebelum melahirkan

bayi terinfeksi COVID-19

Meski umumnya air ketuban akan pecah dengan sendirinya menjelang kelahiran, bayi ternyata bisa terlahir ke dunia dengan masih terbungkus kantung ketuban lengkap bersama cairan ketubannya.

Kelahiran langka ini disebut dengan en caul yang dalam bahasa latin caul berarti “helm”. 

Ada dua jenis caul, yaitu caul dan en caul. Kelahiran caul terjadi ketika kantung ketuban hanya pecah sebagian sehingga sisanya yang masih utuh hanya membungkus kepala dan wajah bayi.

Kondisi bayi lahir terbungkus ini membuatnya tampak seperti sedang memakai helm kaca.

“Variasi” lain dari kelahiran caul adalah kantung ketuban yang membungkus bayi dari ujung kepala sampai dada bayi, sedangkan perut sampai ujung kakinya sudah terbebas.

Kelahiran caul itu sendiri saja sudah cukup langka, tetapi kelahiran en caul ternyata lebih jarang lagi.

Sementara kelahiran en caul adalah ketika bayi yang lahir ke dunia masih komplit terbungkus meringkuk dalam kantung ketuban yang utuh tanpa cacat.

Penampakan kelahiran en caul ini membuat bayi seperti terperangkap dalam sebuah kepompong bening.

Kelahiran en caul biasanya paling mungkin terjadi pada persalinan bayi prematur. Ini karena ukuran bayi yang sangat kecil bisa memungkinkan kantung ketuban tetap terjaga utuh.

Kelahiran bayi masih terbungkus ketuban terbilang aman

afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Bayi tidak berisiko tinggi mengalami komplikasi yang timbul dari kelahiran caul maupun en caul.

Kebanyakan bayi yang lahir terbungkus berada dalam kondisi sehat walafiat, kecuali jika memang memiliki masalah yang mendahuluinya semenjak kehamilan.

Namun, tentu tim dokter Anda tidak akan membiarkan bayi berlama-lama terbungkus dalam kondisi ini untuk membiarkan ia bisa bernapas.

Jika dokter atau bidan menemukan bahwa bayi Anda terlahir masih dalam kantung ketubannya, ia akan segera membuat sayatan di atas lubang hidung bayi.

Hal ini bertujuan agar bayi bisa mengambil napas untuk pertama kalinya.

Setelah sayatan di buat, cairan akan dikuras dan dokter akan mengelupas “kulit” kantung ketuban dimulai dari wajah dan telinga, area yang paling vital dan kompleks, kemudian sisa bagian tubuh lainnya.

Dokter juga mungkin menggosok lapisan kantung ketuban dengan selembar kertas tipis yang kemudian akan dikupas dari kulit.

Akan tetapi, kantung ketuban yang telah “dipecahkan” akan lengket melekat pada kulit bayi.

Maka proses pengelupasannya pun akan sangat perlahan dan ekstra hati-hati.

Karena jika tidak, lapisan kulit kantung ketuban yang menempel erat pada kulit mungkin akan menyebabkan bekas luka yang permanen begitu ditarik kencang.

Setelah sukses mengelupas kantung ketuban, dokter akan melanjutkan proses persalinan seperti biasa.

Proses persalinan bisa dilanjutkan dengan memotong tali pusar, menyedot lendir keluar dari hidung dan mulut bayi, serta membersihkan tubuhnya dari darah dan lendir.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Pelajari 6 Titik Akupresur Ini untuk Menginduksi Persalinan Secara Alami

Akupresur bisa membantu merangsang kontraksi dan induksi persalinan. Yuk, cari tahu bagaimana caranya dan di bagian mana saja akupresur bisa dilakukan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Melahirkan, Kehamilan 23 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Minyak Jarak untuk Induksi Persalinan, Apakah Aman dan Efektif?

Meski sering dikenal sebagai obat pencahar, namun minyak jarak juga dapat digunakan untuk induksi persalinan. Benarkah? Apakah efektif? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Melahirkan, Kehamilan 17 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Ibu Dengan Ketuban Pecah Dini Harus Selalu Operasi Caesar?

Ketuban pecah dini (KPD) mungkin terdengar menakutkan bagi ibu yang ingin bersalin normal. Apakah ketuban pecah dini berarti harus caesar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Apakah Bayi Kembar Selalu Lahir Prematur?

Kebanyakan anak kembar lahir prematur. Padahal, ersalinan prematur itu sendiri sebenarnya sangat berisiko bagi keselamatan bayi. Bisakah dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kehamilan & Kandungan, Melahirkan, Kehamilan 8 Desember 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

aspirasi mekonium

Aspirasi Mekonium, Ketika Bayi Keracunan Air Ketuban yang Terkontaminasi Feses

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2019 . Waktu baca 11 menit
bayi turun ke panggul

Bayi Belum Turun ke Panggul Menjelang Persalinan, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit
air Ketuban

Semua yang Perlu Anda Tahu Soal Air Ketuban Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit
tes amniocentesis

Apakah Saya Perlu Menjalani Tes Amniocentesis Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 27 April 2018 . Waktu baca 5 menit