Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 31 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Janin

Bagaimana perkembangan janin di minggu 31 kehamilan?

Melansir dari Baby Center, di minggu 31 kehamilan, perkembangan janin dalam kandungan sudah sebesar buah kelapa. Berat janin kira-kira sudah sekitar 1,5 kilogram dan panjang dari kaki hingga kepalanya mencapai 40 cm.

Memasuki trimester ketiga kehamilan, janin di dalam kandungan sudah bisa kencing sendiri. Janin dapat mengeluarkan urine sebanyak 250 ml sehari yang kemudian bercampur dengan cairan ketuban.

Perkembangan otak janin di usia 31 minggu kehamilan juga sudah mulai berfungsi sepenuhnya. Koneksi antara sel-sel saraf di otak sudah terbentuk.

Ini yang membuat para pakar yakin bahwa janin sudah dapat memproses informasi, melacak cahaya, bergerak lebih leluasa, dan menangkap sinyal dari kelima inderanya.

Janin juga sudah bisa cegukan, menelan, bernapas, dan menggerakkan tangan dan kaki kecilnya di dalam rahim di kehamilan 31 minggu.

Akan tetapi, indera penciuman janin belum bisa bekerja optimal karena berada dalam cairan ketuban rahim.

Bentuk wajah janin di usia 31 minggu kehamilan ini juga sudah mulai mantap dan terbawa sampai lahir.

Perubahan pada Tubuh

Bagaimana perubahan pada tubuh ibu hamil di kehamilan usia 31 minggu?

Di kehamilan 31 minggu perut Anda semakin berbesar, seiring dengan perkembangan janin. Hal ini juga membuat beberapa perbedaaan pada tubuh ibu, di antaranya:

ASI payudara mulai keluar

Tidak hanya perkembangan janin saja yang makin sempurna di usia 31 minggu kehamilan ini, tubuh ibu juga akan menyempurnakan dirinya setelah melahirkan nanti.

Salah satu proses penyempurnaan tubuh ibu adalah dengan mengeluarkan kelenjar susu dari payudara.

Pada 31 minggu masa kehamilan, payudara ibu mungkin sudah mulai menghasilkan kolostrum.

Kolostrum adalah cairan pra-susu yang menyediakan kalori dan nutrisi penting di hari hari pertama bayi lahir.

Kolostrum juga diproduksi beberapa hari sebelum kandungan ASI muncul. Ciri-ciri kolostrum umumnya punya tekstur encer dan berair, tapi ada juga yang warnanya kekuningan.

Mengalami kontraksi palsu

Seiring dengan pesatnya perkembangan janin yang mulai masuk ke usia 31 minggu kehamilan, banyak wanita merasakan pengetatan otot rahim atau disebut kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

Braxton Hicks adalah kondisi kontraksi palsu yang sering berlangsung sekitar 30 detik, tidak teratur, dan tidak menyakitkan.

Selain itu, kontraksi ini terjadinya kadang-kadang saja, tidak selalu terjadi. Kontraksi ini tidak mengganggu perkembangan janin 

Di sisi lain, jika kontraksi ini terlalu sering terjadi, dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan janin Anda. Apabila kontraksi sering terjadi sebelum waktunya risiko yang mungkin muncul adalah kelahiran prematur.

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami empat kontraksi lebih selama dalam kurun waktu sejam.

Biasanya gejala lahir prematur akan dibarengi tanda peningkatan cairan vagina atau perubahan jenis cairan yang keluar dari vagina (misalnya berair atau berdarah).

Apa yang harus saya perhatikan dalam kehamilan 31 minggu?

Untuk memenuhi kebutuhan janin yang berada di usia 31 minggu, akan ada peningkatan produksi darah di dalam tubuh ibu.  

Tubuh Anda akan menghasilkan lebih banyak darah dari biasanya dan jantung ibu dapat memompa darah lebih cepat.

Sayangnya, perubahan dalam sistem peredaran darah untuk mendukung perkembangan janin ini dapat menyebabkan beberapa efek samping dan rasa tidak nyaman selama kehamilan.

Ketika pembuluh darah melebar untuk meningkatkan produksi darah, tampilannya akan terlihat menonjol di bawah kulit, kondisi ini disebut sebagai spider veins

Tonjolan pembuluh darah saat hamil ini umum ditemui pada sekitar pergelangan kaki. Kondisi ini wajar terjadi di perkembangan janin usia kehamilan 31 minggu.

Kunjungan ke Dokter/Bidan

Apa yang harus saya diskusikan dengan dokter di usia kehamilan 31 minggu?

Untuk memantau perkembangan janin di usia 30 minggu atau trimester ketiga kehamilan ini, ibu hamil bisa melaporkan segala gejala yang dirasakan.

Umumnya ibu hamil akan jadi sering buang air kecil dan mengompol. Terkadang, ibu tidak dapat menahan kencing saat batuk, tertawa, bersin atau saat mengangkat benda berat.

Hal ini normal di usia kehamilan ini dan akan hilang setelah si kecil lahir.

Di kehamilan usia 31 minggu, tes apa yang harus saya ketahui untuk perkembangan janin?

Minggu 31 kehamilan mungkin menjadi yang terakhir kalinya untuk menjalani tes bulanan untuk memantau perkembangan janin.

Ke depannya, Anda mungkin harus mengunjungi dokter Anda setiap 2 minggu atau bahkan setiap minggu sampai kelahiran.

Untuk mendukung kesehatan dan perkembangan janin, dokter akan menguji tekanan darah dan berat badan ibu.

Dokter juga akan menanyakan gejala yang dirasakan selama masa kehamilan berlangsung. Umumnya saat pemeriksaan yang masuk ke kehamilan trimester tiga ini, dokter akan meminta laporan pergerakan dan aktivitas bayi dari ibu hamil.

Beberapa tes lainnya yang dapat dilakukan dokter untuk memantau kesehatan ibu dan janin, yaitu:

Skrining streptokokus Grup B

Tes ini dilakukan dokter kandungan dengan mengambil sampel cairan vagina dan dubur. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi bakteri strep grup B yang dapat menginfeksi bayi baru lahir.

Memantau detak jantung bayi

Memonitor detak jantung janin juga bisa menjadi tes yang dilakukan dokter selama kehamilan dan saat proses persalinan berlangsung.

Kesehatan dan Keselamatan

Apa saja yang perlu saya ketahui untuk menjaga kesehatan perkembangan janin kehamilan 31 minggu?

Mengingat perkembangan janin semakin baik, Anda perlu menjaga kesehatan selama kehamilan demi bayi dan diri sendiri. Berikut beberapa hal di antaranya:

Perhatikan olahraga yang Anda pilih

Mengingat perut makin membesar di usia 31 minggu, ibu harus memilih olahraga kehamilan yang aman. Ini karena perut ibu hamil umumnya sudah mulai membesar.

Jika bingung pilih olahraga apa, tanyakan ke dokter kandungan. Nantinya dokter akan mempertimbangkan sesuai kondisi kehamilan Anda. Jalan santai, renang, atau senam hamil umumnya masih aman dilakukan bila kehamilan Anda normal.

Jogging sore hari di sekitar rumah juga masih tergolong aman. Namun apabila ibu hamil didiagnosis memiliki plasenta previa (kondisi plasenta menutupi leher rahim), hentakan yang terlalu banyak saat olahraga bisa menyebabkan perdarahan.

Jadi setelah minggu ke-31, akan seperti apa perkembangan janin Anda di minggu berikutnya?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

    Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

    Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

    Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

    Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    korset perut setelah melahirkan

    Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perkembangan janin 14 minggu

    Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

    Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit