Jangan Buru-buru Memotong Tali Pusat Bayi! Ini Alasannya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Memotong tali pusat adalah momen penting dalam kehidupan seorang bayi. Selama sembilan bulan, bayi hidup dalam kandungan hanya bergantung pada tali pusat sebagai penyambung segala asupan gizi dari sang ibu. Kemudian, tak lama setelah kelahirannya ke dunia, tali pusat bayi dipotong. Sering kali sang ayah sendiri yang akan melakukan seremoni pemotongan tali pusat bayi.

Banyak dokter yang secara rutin memotong tali pusat bayi segera setelah lahir karena dianggap sebagai upaya menurunkan risiko perdarahan berat pada ibu. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa menunggu barang beberapa menit untuk memotong tali pusat dapat bermanfaat bagi bayi dalam jangka panjang. Kenapa?

Apa manfaat menunda potong tali pusat bayi?

1. Melancarkan pernapasan bayi

Tali pusat menghubungkan bayi kepada plasenta di rahim ibu, yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke bayi, dan membawa pergi produk limbah yang berasal dari bayi — seperti karbon dioksida. Tali pusat juga merupakan saluran untuk mengirimkan antibodi yang akan melindungi bayi setelah lahir. Umum untuk dokter untuk memotong tali pusat segera, dalam waktu 15 sampai 20 detik lahir, kecuali bayi prematur.

Menunggu beberapa menit sebelum penjepitan tali pusat memungkinkan ada lebih banyak pasokan darah segar kaya zat besi yang dikirim dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir. Aliran darah segar dari plasenta mungkin masih mengalir sampai lima menit setelah bayi lahir, tapi transfer darah plasenta paling optimal terjadi dalam menit pertama — dan ada peningkatan bukti bahwa ia memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Di antara banyak manfaat dari menjaga tali pusar tetap utuh setelah bayi lahir adalah bahwa darah beroksigen yang mengalir melaluinya akan melengkapi napas pertama bayi. Di dalam rahim, plasenta bertindak sebagai paru-paru janin. Tapi dalam hitungan detik setelah kelahiran, perubahan sirkulasi darah dan paru-paru janin yang tadinya terisi cairan kini mengembang karena bayi menghirup udara. Terlalu cepat memotong akses ke sisa-sisa darah plasenta dalam tali pusar membuat bayi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan oksigen tambahan untuk memperkaya napas pertama mereka.

2. Mencegah bayi terkena anemia

Penelitian medis menunjukkan adanya efek positif lain dari menunda penjepitan tali pusat setelah bayi lahir hingga masa tumbuh kembangnya nanti, termasuk peningkatan simpanan zat besi, volume darah dan perkembangan otak. Menunggu beberapa menit sebelum memotong tali pusar memungkinkan lebih banyak darah kaya zat besi dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir. Dengan demikian, menunda memotong tali pusar bayi begitu ia lahir dapat menurunkan risiko anak mengembangkan anemia defisiensi darah begitu ia besar nanti.

Anemia defisiensi besi merupakan masalah defisiensi nutrien paling umum ditemukan pada anak di seluruh dunia terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan survei terakhir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadian anemia defisiensi besi pada anak balita di Indonesia dilaporkan sekitar 48,1 persen dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah. Kekurangan zat besi ringan ditemukan dapat menunda perkembangan kognitif anak. Bayi yang mengalami anemia sering tampak lesu dan pucat.

Dilansir dari USA Today, penelitian terdahulu milik Ola Andersson, dokter spesialis neonatologi dan pediatrik di Universitas Uppsala Swedia, menunjukkan bahwa bayi yang ditunda pemotongan tali pusatnya memiliki ketahanan tubuh hingga 90% untuk tidak mudah terkena anemia defisiensi besi saat mereka berusia 4 bulan.

3. Meningkatkan kemampuan motorik bayi

Dalam studi terbarunya, Andersson menemukan bahwa bayi yang lahir full-term dan masih bergantung pada tali pusat setidaknya tiga menit setelah mereka lahir menunjukkan kontrol gerak motorik yang lebih baik ketika mereka menginjak usia prasekolah dibanding anak yang tali pusatnya segera dipotong begitu mereka lahir. Anak yang tali pusatnya ditunda pemotongannya pun lebih mungkin menunjukkan keterampilan sosial yang lebih baik.

Berapa lama harus menunda memotong tali pusat bayi?

Studi menunjukkan bahwa manfaat menunda pemotongan tali pusar dampaknya lebih besar terlihat pada anak-anak yang lahir prematur, dengan risiko transfusi darah, anemia, dan pendarahan otak yang jauh lebih rendah. Sebagai tanggapan, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menyarankan untuk menunda pemotongan tali pusat pada bayi prematur.

Menunggu setidaknya 30 detik sampai satu menit sebelum penjepitan tali pusar memungkinkan lebih banyak darah kaya zat besi dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir — dan ini telah ditunjukkan memiliki beragam manfaat jangka panjang. Banyak organisasi kesehatan internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, yang bahkan merekomendasikan penjepitan tali pusar dilakukan satu sampai tiga menit setelah bayi lahir.

Beberapa kondisi mengharuskan tali pusat segera dipotong

Namun, keputusan tentang kapan untuk memotong tali pusar harus dibuat setelah diskusi antar dokter dan orang tua, tergantung pada proses persalinan, kesehatan bayi, dan kondisi ibu. Ketakutan awal yang muncul bahwa menunda pemotongan tali pusat dapat memicu perdarahan hebat pada ibu tidak terbukti benar. Tapi dokter tidak akan menunda pemotongan tali pusat jika bayi diketahui memiliki masalah pernapasan dan/atau membutuhkan perawatan darurat.

Jikapun tidak ada masalah yang mendahului, bayi juga perlu dipantau untuk tanda dan gejala penyakit kuning (jaundice), satu peningkatan risiko yang terkait dengan menunda pemotongan tali pusat bayi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Saat puasa kita tidak boleh makan dan minum. Penasaran tidak, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 28/04/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
bayi terinfeksi COVID-19

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
selain untuk mandi, banyak fungsi antiseptik cair yang bermanfaat untuk kesehatan

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020