Jangan Buru-buru Memotong Tali Pusat Bayi! Ini Alasannya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Memotong tali pusat adalah momen penting dalam kehidupan seorang bayi. Selama sembilan bulan, bayi hidup dalam kandungan hanya bergantung pada tali pusat sebagai penyambung segala asupan gizi dari sang ibu. Kemudian, tak lama setelah kelahirannya ke dunia, tali pusat bayi dipotong. Sering kali sang ayah sendiri yang akan melakukan seremoni pemotongan tali pusat bayi.

Banyak dokter yang secara rutin memotong tali pusat bayi segera setelah lahir karena dianggap sebagai upaya menurunkan risiko perdarahan berat pada ibu. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa menunggu barang beberapa menit untuk memotong tali pusat dapat bermanfaat bagi bayi dalam jangka panjang. Kenapa?

Apa manfaat menunda potong tali pusat bayi?

1. Melancarkan pernapasan bayi

Tali pusat menghubungkan bayi kepada plasenta di rahim ibu, yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke bayi, dan membawa pergi produk limbah yang berasal dari bayi — seperti karbon dioksida. Tali pusat juga merupakan saluran untuk mengirimkan antibodi yang akan melindungi bayi setelah lahir. Umum untuk dokter untuk memotong tali pusat segera, dalam waktu 15 sampai 20 detik lahir, kecuali Ini Beberapa Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Prematur.

Menunggu beberapa menit sebelum penjepitan tali pusat memungkinkan ada lebih banyak pasokan darah segar kaya zat besi yang dikirim dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir. Aliran darah segar dari plasenta mungkin masih mengalir sampai lima menit setelah bayi lahir, tapi transfer darah plasenta paling optimal terjadi dalam menit pertama — dan ada peningkatan bukti bahwa ia memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Di antara banyak manfaat dari menjaga tali pusar tetap utuh setelah bayi lahir adalah bahwa darah beroksigen yang mengalir melaluinya akan melengkapi napas pertama bayi. Di dalam rahim, plasenta bertindak sebagai paru-paru janin. Tapi dalam hitungan detik setelah kelahiran, perubahan sirkulasi darah dan paru-paru janin yang tadinya terisi cairan kini mengembang karena bayi menghirup udara. Terlalu cepat memotong akses ke sisa-sisa darah plasenta dalam tali pusar membuat bayi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan oksigen tambahan untuk memperkaya napas pertama mereka.

2. Mencegah bayi terkena anemia

Penelitian medis menunjukkan adanya efek positif lain dari menunda penjepitan tali pusat setelah bayi lahir hingga masa tumbuh kembangnya nanti, termasuk peningkatan simpanan zat besi, volume darah dan perkembangan otak. Menunggu beberapa menit sebelum memotong tali pusar memungkinkan lebih banyak darah kaya zat besi dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir. Dengan demikian, menunda memotong tali pusar bayi begitu ia lahir dapat menurunkan risiko anak mengembangkan anemia defisiensi darah begitu ia besar nanti.

Anemia defisiensi besi merupakan masalah defisiensi nutrien paling umum ditemukan pada anak di seluruh dunia terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan survei terakhir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadian anemia defisiensi besi pada anak balita di Indonesia dilaporkan sekitar 48,1 persen dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah. Kekurangan zat besi ringan ditemukan dapat menunda perkembangan kognitif anak. Bayi yang mengalami anemia sering tampak lesu dan pucat.

Dilansir dari USA Today, penelitian terdahulu milik Ola Andersson, dokter spesialis neonatologi dan pediatrik di Universitas Uppsala Swedia, menunjukkan bahwa bayi yang ditunda pemotongan tali pusatnya memiliki ketahanan tubuh hingga 90% untuk tidak mudah terkena anemia defisiensi besi saat mereka berusia 4 bulan.

3. Meningkatkan kemampuan motorik bayi

Dalam studi terbarunya, Andersson menemukan bahwa bayi yang lahir full-term dan masih bergantung pada tali pusat setidaknya tiga menit setelah mereka lahir menunjukkan kontrol gerak motorik yang lebih baik ketika mereka menginjak usia prasekolah dibanding anak yang tali pusatnya segera dipotong begitu mereka lahir. Anak yang tali pusatnya ditunda pemotongannya pun lebih mungkin menunjukkan keterampilan sosial yang lebih baik.

Berapa lama harus menunda memotong tali pusat bayi?

Studi menunjukkan bahwa manfaat menunda pemotongan tali pusar dampaknya lebih besar terlihat pada anak-anak yang lahir prematur, dengan risiko transfusi darah, anemia, dan pendarahan otak yang jauh lebih rendah. Sebagai tanggapan, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menyarankan untuk menunda pemotongan tali pusat pada bayi prematur.

Menunggu setidaknya 30 detik sampai satu menit sebelum penjepitan tali pusar memungkinkan lebih banyak darah kaya zat besi dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir — dan ini telah ditunjukkan memiliki beragam manfaat jangka panjang. Banyak organisasi kesehatan internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, yang bahkan merekomendasikan penjepitan tali pusar dilakukan satu sampai tiga menit setelah bayi lahir.

Beberapa kondisi mengharuskan tali pusat segera dipotong

Namun, keputusan tentang kapan untuk memotong tali pusar harus dibuat setelah diskusi antar dokter dan orang tua, tergantung pada proses persalinan, kesehatan bayi, dan kondisi ibu. Ketakutan awal yang muncul bahwa menunda pemotongan tali pusat dapat memicu perdarahan hebat pada ibu tidak terbukti benar. Tapi dokter tidak akan menunda pemotongan tali pusat jika bayi diketahui memiliki masalah pernapasan dan/atau membutuhkan perawatan darurat.

Jikapun tidak ada masalah yang mendahului, bayi juga perlu dipantau untuk tanda dan gejala penyakit kuning (jaundice), satu peningkatan risiko yang terkait dengan menunda pemotongan tali pusat bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bayi baru lahir

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit