Setelah melahirkan dengan operasi caesar, tentunya Anda ingin bentuk tubuh kembali seperti layaknya sebelum hamil. Nah, berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mengecilkan dan mengencangkan perut setelah operasi caesar.
Konten Bersponsor
Setelah melahirkan dengan operasi caesar, tentunya Anda ingin bentuk tubuh kembali seperti layaknya sebelum hamil. Nah, berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mengecilkan dan mengencangkan perut setelah operasi caesar.

Butuh waktu beberapa minggu sampai tubuh Anda benar-benar pulih setelah operasi caesar.
Sebagian besar ibu hamil membutuhkan waktu pemulihan sekitar 12 minggu hingga luka operasi caesar (post SC) benar-benar kering.
Pada waktu tersebut, rahim sudah kembali ke ukuran normal sehingga Anda bisa kembali melakukan aktivitas harian seperti sediakala.
Selama masa pemulihan, Anda tetap bisa melakukan cara-cara di bawah ini untuk mengecilkan kondisi perut yang tampak buncit setelah caesar.

Sebelum memulai rutinitas untuk mengecilkan perut setelah caesar, pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.
Ketika melakukan konsultasi, Anda mungkin bisa bertanya, “Apakah ada komplikasi yang dapat ditimbulkan saat saya hendak berolahraga?”
Nah, dokter biasanya akan meminta Anda menunggu selama 6–8 minggu sebelum kembali beraktivitas.
Namun, bila dokter Anda sudah menyetujuinya, mulailah secara perlahan serta jangan terburu-buru karena otot perut masih dalam pemulihan setelah operasi caesar.
Secara umum, berat badan ibu menyusui bisa turun lebih cepat dibandingkan dengan ibu yang tidak memberikan ASI kepada bayinya.
Dengan menyusui bayi, Anda diperkirakan dapat membakar 300–500 kalori tambahan per hari.
Bayi juga sangat membutuhkan ASI, terutama jika si kecil memang dilahirkan secara caesar, karena anak yang dilahirkan dengan metode ini umumnya membutuhkan nutrisi anak caesar untuk daya tahan tubuh mereka. Mengapa demikian?
Anak yang dilahirkan secara C-section dapat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bakteri baik yang biasanya diterima oleh si Kecil melalui jalan lahir ibunya atau secara pervaginam.
Sementara itu, bakteri pencernaan yang baik seperti Bifidobacteria tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan sistem daya tahan tubuh si Kecil.
ASI mengandung vitamin, karbohidrat, lemak, protein, dan synbiotic yang mendukung daya tahan tubuh si kecil.
Synbiotic sangat penting bagi bayi lahir melalui operasi caesar untuk memperkuat sistem imun mereka.
Jika Ibu tidak bisa menyusui, pastikan si Kecil mendapatkan nutrisi optimal dari susu yang mengandung synbiotic.
Memberikan ASI eksklusif tidak hanya baik untuk tumbuh kembang bayi, tetapi juga membantu Anda mengecilkan perut dan bagian tubuh lain setelah operasi caesar.
Jika ingin lingkar perut Anda mengecil, sebaiknya konsumsi makanan yang lebih sehat. Perbanyak menyantap buah, sayuran, dan protein tanpa lemak.
Makin tinggi gizi yang Anda peroleh, makin efektif pula usaha menurunkan berat badan Anda. Hal ini juga sekaligus membantu menjaga kesehatan si kecil melalui ASI.
Di sisi lain, penting juga untuk memperhatikan sejumlah pantangan setelah operasi caesar, di antaranya mengonsumsi makanan cepat saji, makanan olahan, dan gorengan.
Mencukupi kebutuhan air putih setelah operasi caesar dapat membantu mengecilkan perut. Ini karena asupan air dapat mencegah sembelit yang membuat perut Anda tampak buncit.
Obat bius yang digunakan selama operasi bisa memperlambat kerja usus sehingga Anda susah BAB setelah melahirkan. Nah, konsumsi serat dan minum air putih tentu cukup ampuh mengatasi masalah ini.
Minum banyak air putih juga memberikan rasa kenyang serta mencegah konsumsi kalori berlebih.

Salah satu cara untuk mengecilkan perut setelah operasi caesar adalah berolahraga. Namun, Anda tidak perlu terburu-buru melakukan olahraga intensitas tinggi.
Mulailah perlahan dengan jalan kaki atau jogging di sekitar rumah sekitar 30 menit setiap pagi.
Selain menurunkan berat badan, jalan pagi juga dapat memperbaiki mood serta meningkatkan energi tubuh untuk mengurus bayi Anda.
Jika Anda bosan jalan kaki, Anda dapat mencoba gerakan olahraga setelah caesar yang cukup mudah dilakukan, seperti plank.
Plank bertujuan untuk memperkencang dan mengecilkan perut. Tak hanya itu, gerakan ini juga membantu dalam menyamarkan tampilan stretch mark.
Adapun, Anda mungkin disarankan melakukan plank yang telah dimodifikasi seperti berikut ini.
Selain mengecilkan perut, salah satu pose yoga yang aman untuk ibu setelah operasi caesar ini juga membantu memperkuat otot panggul, pantat, dan paha belakang.
Jangan lupa untuk ikuti langkah-langkah bridge pose di bawah ini supaya tidak terjadi cedera.
Posisi yoga yang menyerupai ular cobra ini dapat membantu memperkuat otot dasar panggul dan meregangkan perut agar mengecil secara perlahan.
Beberapa langkah sederhana untuk melakukan gerakan yoga cobra pose adalah sebagai berikut.

Penggunaan korset perut setelah melahirkan membantu mempercepat proses pemulihan serta mencapai perut yang lebih kencang.
Korset atau abdominal binder membantu mengembalikan posisi otot perut depan yang terpisah dan longgar sehingga tubuh Anda akan tampak lebih langsing.
Studi dalam jurnal Physiotherapy Theory and Practice (2021) menunjukkan prosedur abdominal binding dan olahraga berdampak positif terhadap citra tubuh wanita setelah melahirkan.
Salah satu kunci mengecilkan perut setelah operasi caesar yaitu tidur dan istirahat yang cukup.
Ketika Anda tidur, sirkulasi darah ke otot-otot tubuh akan meningkat. Aliran darah ini membawa nutrisi dan oksigen untuk mempercepat regenerasi sel dan jaringan tubuh yang rusak.
Anda disarankan untuk tidur selama enam jam setiap malamnya. Jika waktu tidur Anda terasa kurang karena mengurus bayi, Anda bisa menyempatkan 1–2 jam untuk tidur siang.
Nah, itulah beberapa cara mengecilkan perut setelah operasi caesar. Untuk mendapatkan hasil terbaik, pastikan Anda melakukan langkah-langkah di atas secara rutin dan konsisten.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
5 changes to expect after a c-section. (2022). Mayo Clinic. Retrieved February 20, 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/c-section-recovery/art-20047310
Going home after a c-section. (2022). Mount Sinai Health System. Retrieved February 20, 2024, from https://www.mountsinai.org/health-library/discharge-instructions/going-home-after-a-c-section
The do’s and don’ts of healing from a c-section. (2023). Intermountain Health. Retrieved February 20, 2024, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/the-dos-and-donts-of-healing-from-a-csection
When and how to exercise after a c-section. (2021). Tommy’s. Retrieved February 20, 2024, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/giving-birth/caesarean-section/when-and-how-exercise-after-c-section
Common conditions after delivery. (n.d.). University of Rochester Medical Center. Retrieved February 20, 2024, from https://www.urmc.rochester.edu/ob-gyn/obstetrics/after-delivery/common-conditions.aspx
What happens when we sleep, and why we need just the right amount each night. (2023). American Heart Association. Retrieved February 20, 2024, from https://www.heart.org/en/news/2023/03/16/what-happens-when-we-sleep-and-why-we-need-just-the-right-amount-each-night
Keshwani, N., Mathur, S., & McLean, L. (2021). The impact of exercise therapy and abdominal binding in the management of diastasis recti abdominis in the early post-partum period: a pilot randomized controlled trial. Physiotherapy theory and practice, 37(9), 1018–1033. https://doi.org/10.1080/09593985.2019.1675207
Creti, L., Libman, E., Rizzo, D., Fichten, C. S., Bailes, S., Tran, D., & Zelkowitz, P. (2017). Sleep in the postpartum: Characteristics of first-time, healthy mothers. Sleep Disorders, 2017, 1-10. https://doi.org/10.1155/2017/8520358
Turawa, E. B., Musekiwa, A., & Rohwer, A. C. (2014). Interventions for treating postpartum constipation. The Cochrane database of systematic reviews, 2014(9), CD010273. https://doi.org/10.1002/14651858.CD010273.pub2
Versi Terbaru
27/09/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Luthfiya Rizki
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro