Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit Setelah Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Cukup banyak ibu baru yang merasakan susah BAB alias sembelit setelah melahirkan normal. Rasa bahagia yang menggebu-gebu saat akhirnya bertemu dengan buah hati tentu bisa terganggu dengan kehadiran gejala sembelit yang mengganggu. Lantas, kenapa susah buang air besar bisa terjadi setelah melahirkan? Lalu bagaimana cara aman untuk mengatasinya? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Penyebab susah BAB setelah melahirkan normal

Setelah bersalin secara normal, Anda masih harus berjuang dengan berbagai perubahan tubuh yang cukup drastis. Salah satu yang paling umum adalah perubahan pola atau kebiasaan buang air besar.

Jika dulu sewaktu hamil Anda mungkin bisa BAB sekitar tiga kali sehari atau tiga kali dalam satu minggu, kini  Anda mungkin tidak akan “ke belakang” selama kira-kira 2-3 hari. Hal ini menyebabkan penumpukan feses dalam usus yang kemudian mengeras dan kering sehingga susah dikeluarkan.

Sembelit setelah melahirkan bukanlah hal yang bisa disepelekan. Bagi beberapa orang, kondisi ini bisa jadi sebuah mimpi buruk karena buang air besar pertama kali setelah melahirkan bisa terasa sangat menyakitkan. Meski memang ada juga beberapa ibu yang merasa baik-baik saja ketika harus BAB. 

Selain faktor perubahan alami tubuh setelah melahirkan, penyebab susah BAB pada ibu baru sebetulnya tetap sama yaitu kurangnya asupan makanan berserat dan asupan air; baik menjelang atau selama proses melahirkan normal.

Selain itu, sebagian perempuan juga mengalami wasir setelah melewati proses persalinan. Hal ini akan semakin menyulitkan Anda untuk buang air besar. Wasir setelah melahirkan disebabkan oleh tekanan akibat mengejan saat proses persalinan.

Jika Anda sebelumnya sudah punya sejarah menderita sembelit ataupun wasir, risiko Anda kesulitan BAB setelah melahirkan juga jadi lebih tinggi.

Gejala susah BAB setelah melahirkan normal

setelah melahirkan caesar

Gejala sembelit setelah melahirkan tidak jauh berbeda dengan gejala pada waktu-waktu lain. Ibu dapat merasakan perut kembung dan terasa kencang (penuh), dan kesulitan buang air besar.

Intensitas sakit perutnya yang mungkin jadi pembeda. Ibu yang baru melahirkan dan mengalami sembelit biasanya akan merasakan nyeri yang lebih kuat. Penyebabnya adalah robekan pada vagina dan wasir (pembengkakan pada pembuluh darah di anus) yang membuat BAB setelah melahirkan terasa sakit dan susah.

Robekan pada vagina bisa terjadi ketika kepala atau bahu bayi Anda melewati vagina atau episiotomi bisa saja dibuat oleh dokter Anda ketka dirasa perlu selama proses bersalin. Jahitan dan luka yang Anda dapat setelah melahirkan memang dapat menimbulkan rasa nyeri sehingga BAB rasanya susah.

Cara mengatasi susah BAB setelah melahirkan normal

makanan untuk yang punya endometriosis

Anda tak perlu cemas bahwa jahitan Anda (jika ada) akan sobek ketika berusaha untuk mengeluarkan feses dari anus. Jahitan yang Anda dapatkan telah dibuat sedemikian rupa untuk menahan tekanan besar.

Anda tidak perlu khawatir karena ada banyak pilihan perawatan untuk mengatasi susah BAB setelah melahirkan, di antaranya:

1. Minum banyak air dan makan yang kaya akan serat

Air tidak hanya mencegah dehidrasi, tapi juga bisa membantu melunakkan feses yang keras. Perawatan ini akan jadi lebih efektif jika Anda juga meningkatkan asupan makanan berserat. Anda bisa menikmati buah-buahan, seperti pir atau apel, sayur-mayur, kacang polong, atau gandum.

Masukkan daftar makanan pelancar BAB tersebut sebagai menu sarapan, makan siang, maupun camilan sehat Anda. Bisa juga ditambah dengan makanan kaya probiotik, seperti yogurt rendah gula agar kesehatan pencernaan jadi lebih baik.

Atur jam makan Anda jadi lebih teratur, agar gerakan usus juga jadi lebih stabil dan buang air besar jadi lebih lancar. Makanlah dengan porsi kecil, namun sering agar tidak memperburuk kondisi perut Anda yang kembung.

2. Jangan menahan BAB

Semakin tegang, Anda justru akan semakin panik dan sulit buang air besar. Semakin lama Anda menunda dan menahan BAB, juga akan semakin sulit untuk Anda BAB dengan nyaman.

Tindakan ini akan membuat feses akan semakin mengeras. Anda juga tidak disarankan untuk mengejan karena bisa menyebabkan iritasi atau luka. Jika memang terasa sangat sakit, Anda bisa minum obat pereda nyeri (ibuprofen) sebelum BAB.

3. Cobalah untuk berjongkok

BAB akan jadi lebih lancar jika posisi lutut Anda terangkat. Maka sebaiknya Anda BAB dengan posisi berjongkok. Jika toilet yang Anda gunakan adalah toilet duduk, Anda bisa menyangga kaki dengan menaruh bangku pendek atau tumpukan buku di bawah kaki.

4. Berendam air hangat

Bagi Anda yang mengalami susah BAB karena wasir setelah melahirkan, berendamlah dalam air hangat selama 3-10 menit. Ini dapat mengurangi nyeri akibat robekan vagina. Air hangat bisa membantu meredakan wasir sehingga BAB pun bisa lebih lancar.

5. Minum obat pencahar

Minum obat sembelit adalah langkah terakhir yang Anda lakukan untuk mengatasi susah BAB setelah melahirkan normal karena obat tertentu dapat menyebabkan efek samping. Maka, akan lebih baik jika Anda mencoba melancarkan BAB secara alami lebih dulu.

Jika pengobatan alami tidak efektif, barulah Anda mempertimbangkan obat pencahar medis yang dijual di apotek maupun toko obat. Ingat, kandungan obat tertentu bisa mengalir ke ASI dan masuk ke tubuh. Oleh karena itu, pilih obat pencahar yang memang aman diminum ibu hamil. Bila perlu konsultasi ke dokter, agar lebih aman.

Jika sembelit memang disebabkan oleh wasir, Mayo Clinic merekomendasikan untuk mengoleskan krim mengandung hydrocortisone pada anus.

Kapan harus ke dokter?

Seharusnya buang air besar setelah melahirkan akan terasa semakin mudah dan lancar seiring berjalannya waktu. Namun, jika sudah berminggu-minggu dan Anda masih saja merasakan susah BAB setelah melahirkan, tak ada salahnya periksa ke dokter.

Dalam beberapa kasus, susah BAB setelah melahirkan dapat memicu terjadinya fissura ani di mana terdapat retakan atau luka pada anus. Dokter akan meresepkan obat supaya otot-otot yang tegang bisa lebih lemas dan membuat Anda bisa buang air besar dengan lancar.

Share now :

Direview tanggal: Oktober 11, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca