home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Menyamarkan Bekas Luka Operasi Caesar

Cara Menyamarkan Bekas Luka Operasi Caesar

Operasi caesar sering menjadi pengalaman buruk bagi banyak wanita, bukan hanya akibat rasa sakit yang berkepanjangan, tapi karena operasi ini juga menyisakan bekas luka yang cukup jelas terlihat pada tubuh wanita. Simak bagaimana cara mengurangi dan menyamarkan bekas luka operasi caesar.

Jenis-jenis sayatan saat operasi caesar

Jika seorang ibu memiliki masalah dengan melahirkan secara alami, operasi caesar akan dilakukan. Setelah kelahiran bayi, ada bekas yang tertinggal di tubuh ibu. Bekas luka ini bisa berupa membentang secara vertikal dari atas ke bawah, biasanya dimulai dari bawah pusar, maupun horizontal dari kiri ke kanan bagian bawah perut ibu.

Baik jika sayatan Anda berbentuk vertikal maupun horizontal, ada tiga cara dokter untuk menutup bekas sayatain ini, yaitu:

  • Staples. Ini adalah pilihan termudah dan tercepat dengan menggunakan stapler kulit.
  • Jahitan. Dokter menggunakan jarum dan benang untuk menjahit sayatan. Ini memerlukan waktu lebih lama daripada metode staple tetapi lebih aman.
  • Lem. Lem bedah digunakan untuk menutup sayatan. Metode lem ini memerlukan waktu tersingkat untuk sembuh dan menyisakan bekas luka yang paling samar.

Jenis-jenis bekas luka operasi caesar

Biasanya, bekas luka dari operasi caesar akan sembuh. Namun, terkadang, para wanita memiliki masalah dengan proses penyembuhan. Wanita muda (di bawah usia 30 tahun) atau wanita berkulit gelap sangat berisiko untuk mengalami masalah ini.

Ada dua jenis masalah yang mungkin terjadi pada bekas luka operasi ini:

  • Keloid. Bekas luka menjadi keloid saat jaringan di luka tumbuh melampaui batas luka sehingga menghasilkan tonjolan bekas luka di sekitar sayatan.
  • Bekas luka hipertrofik. Berbeda dari keloid, bekas luka hipertrofik berada dalam batasan garis sayatan asli. Namun, jaringan tetap tumbuh dan menjadi lebih tebal dan keras dibandingkan dengan bekas luka normal.

Bagaimana supaya bekas luka operasi caesar sembuh dengan benar?

Salah satu metode untuk mengurangi bekas luka operasi ini adalah dengan merawat bekas luka dengan benar pasca operasi.

  • Jaga kebersihannya. Saat mandi, Anda tidak perlu menghindari air mengenai bekas luka Anda. Biarkan air menetes melewati bekas luka dan usap dengan lembut. Cobalah untuk menggosoknya dengan selembut mungkin. Setelah mandi, keringkan area tersebut dengan handuk halus atau kapas.
  • Jangan bolos janji dengan dokter. Jika jahitan tidak melarut dan Anda bolos atau terlambat mengunjungi dokter, bekas luka Anda bisa menjadi buruk rupa.
  • Tetaplah aktif. Tetap aktif bergerak akan mendukung aliran darah dan mempercepat proses penyembuhan. Dengan ini, Anda juga bisa menghindari risiko DVT (trombosis vena dalam)—alias kondisi pembekuan darah. Namun, jangan tekuk atau putar tubuh Anda atau membuat gerakan yang tiba-tiba. Selain itu, jangan membawa benda-benda berat. Jika Anda ingin berolahraga, tunggu sampai dokter mengizinkannya.

Jika melihat tanda-tanda atau gejala infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, demam tinggi, atau bekas luka mencabang, segera periksakan diri ke dokter.

Cara menyamarkan bekas luka agar tidak terlalu jelas

Bekas luka operasi caesar akan menghilang setelah beberapa jangka waktu tertentu. Namun, ada tips untuk memperbaiki penampilan bekas luka ini.

  • Jangan biarkan bekas luka terpapar sinar matahari. Sinar matahari bisa membuat bekas luka menjadi lebih gelap atau lebih terang daripada kulit di sekitarnya. Sembunyikan bekas luka dari sinar matahari langsung atau lindungi dengan tabir surya.
  • Anda bisa menggunakan berbagai pilihan pengobatan untuk mengurangi bekas luka. Tersedia terapi non- medis dan terapi medis untuk ini.

Prosedur non-medis untuk menghilangkan bekas luka operasi caesar

  • Terapi laser. Anda bisa memulai terapi ini begitu jahitan dilepas dari bekas luka. Pergilah ke dokter spesialis jauh hari sebelumnya.
  • Suntik steroid. Untuk bekas luka buruk rupa seperti keloid atau bekas luka hipertrofik, suntik steroid bisa membantu bekas luka menjadi datar dan samar. Steroid bisa disuntikkan di waktu yang sama dengan operasi caesar atau setelah bekas luka sembuh.

Prosedur bedah untuk menghilangkan bekas luka operasi caesar

  • Perbaikan bekas luka. Dalam terapi ini, dokter akan mengangkat kulit yang menutupi bekas luka. Setelah prosedur ini, akan terbentuk luka yang baru namun tidak separah sebelumnya. Luka ini akan memulai penyembuhan kembali dengan menyisakan bekas yang lebih tipis dan samar. Namun pada kasus keloid dan bekasl luka hipertrofik, prosedur ini tidak disarankan karena dapat menimbulkan bekas luka berulang.

Ada banyak cara untuk mengurangi bekas luka operasi caesar seperti yang dijelaskan di atas. Metode yang diterapkan akan bergantung pada tingkat keparahan bekas luka dan juga kemampuan ekonomi pasien. Pilihlah metode yang paling sesuai untuk mengembalikan kulit tubuh Anda yang sempurna, dan juga mengembalikan rasa percaya diri Anda untuk berpakaian sesuka Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

C-Section
Scar Care Basics | What to Expect. http://www.whattoexpect.com/pregnancy/c-section-scars Accessed January 13, 2017

http://www.healthline.com/health/pregnancy/c-section-tips-for-fast-recovery#4

https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000624.htm

http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/scars

Patient Education: Wounds, Caring for

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 10/12/2020
x