Serba-serbi Depresi Pasca Melahirkan

Oleh

Postnatal depression (PND) atau depresi pascamelahirkan sering sulit dibedakan dengan baby blues. Baby blues adalah kondisi di mana Anda merasa moody, mudah menangis, lelah, atau gelisah selama minggu pertama setelah melahirkan. Biasanya hal-hal tersebut akan hilang setelah beberapa hari.

Namun, berbeda dengan baby blues, PND adalah penyakit yang sulit untuk disembuhkan tanpa bantuan. Semakin cepat Anda menyadari bahwa Anda memiliki depresi pasca melahirkan, masalah jangka panjang dan depresi yang lebih parah akan lebih mudah dihindari.

Seberapa umumkah depresi pascamelahirkan?

Berdasarkan data yang diambil dari pada ibu di Inggris, hanya sekitar 1 dari 8 ibu yang mencari pertolongan pada dokter akibat depresi pascamelahirkan. Padahal, hal ini terbilang sangat umum terjadi. Angka tersebut belum termasuk beberapa wanita yang bahkan tidak menyadari mereka mengalami depresi.

Depresi pascamelahirkan lebih rawan terjadi bila Anda memiliki permasalahan dalam hidup, seperti kesulitan ekonomi atau masalah dalam hubungan pernikahan.

Bagaimana cara mengenali gejala depresi pascamelahirkan?

Tanda-tanda dan gejala depresi berbeda-beda pada setiap ibu. Teman atau keluarga Anda dapat melihat tanda-tanda ini sebelum Anda menyadarinya, tapi Anda biasanya merasa:

  • Sedih
  • Tidak dapat menikmati apa-apa
  • Sangat lelah, tidak berenergi
  • Tidak berpengharapan
  • Perasaan bersalah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Menderita
  • Mudah menangis
  • Gelisah

Pada umumnya, seorang ibu akan merasakan salah satu perasaan di atas pada waktu tertentu. Wajar saja untuk mengalami hari yang menyenangkan dan hari yang buruk. Namun, jika Anda merasakan gejala ini hampir setiap saat dan tidak membaik, Anda mungkin mengalami depresi pascamelahirkan.

Kapan biasanya depresi ini terjadi?

Depresi pasca melahirkan biasanya muncul pada beberapa bulan pertama setelah melahirkan, sekitar 5 minggu pertama. Namun dapat juga terjadi kapan saja pada tahun pertama.

Anda dapat merasa senang merawat bayi Anda sebelum depresi terjadi pada Anda. Jika Anda sudah merasa depresi saat hamil, kelahiran bayi tidak akan membantu menghilangkan depresi Anda.

Apa saja penyebab depresi pascamelahirkan?

Para ahli tidak mengerti sepenuhnya mengapa beberapa wanita mengalami depresi dan beberapa wanita tidak. Depresi biasanya terjadi akibat beberapa alasan dan bukan hanya karena satu alasan. Anda dapat mengalami depresi pada kelahiran bayi kedua, walau tidak terjadi saat kelahiran bayi pertama, atau sebaliknya.

Kadang, kesibukan sehari-hari dapat menyibukkan Anda sehingga sulit untuk memperhatikan diri seperti makan atau beristirahat. Beberapa keadaan tertentu dapat mempersulit, seperti:

  • Anda pernah mengalami depresi sebelumnya, memiliki permasalahan dengan kesehatan mental, atau depresi pada kehamilan sebelumnya.
  • Anda tidak memiliki pasangan yang mendukung, tidak ada teman atau keluarga di sekitar Anda.
  • Anda sedang memiliki masalah pada keuangan, pekerjaan, atau hubungan.
  • Anda mengalami kesulitan pada persalinan dan masalah pada kesehatan.
  • Bayi Anda lahir prematur atau sedang dalam kondisi tidak baik.
  • Anda mengalami kesulitan menyusui.
  • Kenangan menyedihkan setelah bayi Anda lahir, seperti kematian salah satu orangtua.

Apa saja pengobatan untuk depresi pascamelahirkan?

Dengan pertolongan, keadaan Anda dapat membaik. Dokter akan mendukung agar Anda dapat merawat diri dan bayi Anda dengan baik. Yakinkan diri Anda bahwa mengalami depresi bukan berarti Anda adalah ibu yang tidak baik.

Jika Anda mengalami depresi ringan, dokter Anda akan menyarankan strategi untuk membantu diri sendiri dan merekomendasikan buku yang dapat membantu. Jika Anda memiliki depresi tingkat menengah sampai parah, Anda dapat ditangani dengan:

Konseling

Walau membicarakannya kepada pasangan atau teman Anda dapat membantu, mungkin mereka akan mengalami kesulitan dalam mengerti apa yang sedang Anda lalui.

Dokter dapat merekomendasikan kelompok pendukung, konselor, atau psikoterapis. Dokter juga dapat menyusun cognitive behavioral therapy (CBT) atau interpersonal therapy (IPT). CBT dapat mengajarkan strategi untuk mengatasi depresi, dan IPT dapat mencari tahu apakah ada permasalahan pada hubungan Anda dengan orang lain yang berkontribusi pada depresi yang Anda alami.

Sayangnya, terapi ini kadang kali memiliki daftar tunggu yang panjang. Beberapa komunitas dapat mengenalkan Anda pada sukarelawan yang sudah terlatih menangani ibu yang depresi pasca melahirkan.

Jika depresi Anda di tahap yang parah, Anda akan ditangani oleh tim kesehatan mental, seperti perawat spesialis, psikolog atau psikiater.

Antidepresan

Antidepresan dapat menyeimbangkan zat kimia pada otak. Antidepresan dapat meningkatkan kadar hormon serotonin untuk memperbaiki mood Anda, membantu Anda tidur dan membuat Anda merasa lebih tenang.

Di antara 5-7 dari 10 wanita yang menggunakan antidepresan merasa gejala depresi berkurang setelah 2-4 minggu pengobatan.

Antidepresan tidak selalu efektif dan biasanya dapat menyebabkan efek samping. Walau antidepresan tidak adiktif, tapi sangat jarang terjadi, seseorang bisa mengalami ketergantungan.

Tricyclic antidepressants (TCAs) terbilang aman untuk ibu menyusui. Biasanya nortriptyline atau imipramine direkomendasikan. Antidepresan lain yang umum diresepkan untuk PND adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), seperti:

  • Fluoxetine (Prozac)
  • Sertraline (Lustral)
  • Paroxetine (Seroxat).

Antidepresan dapat meresap ke dalam ASI, walau dalam kadar yang sedikit. Paroxetine dan sertraline lebih direkomendasikan dibanding fluoxetine untuk ibu menyusui, karena kadar obat-obatan tersebut lebih sedikit yang meresap ke dalam ASI. Jika bayi Anda terlihat mengantuk atau sensitif setelah Anda mengonsumsi antidepresan, hubungi dokter Anda.

Banyak ibu yang menggunakan antidepresan tetap menyusui karena dapat meningkatkan kepercayaan diri dan memperkuat ikatan dengan bayi. Merasa dekat dengan bayi Anda dapat membantu menghilangkan depresi.

Konsultasikan dengan dokter untuk memahami risiko dan manfaat dari antidepresan jika Anda menyusui.

Bagaimana cara saya mengatasi depresi pascamelahirkan?

Banyak beristirahat

Tidur atau beristirahatlah dengan cukup. Jika seseorang dapat menjaga bayi Anda selama beberapa jam, silakan dengarkan musik yang menenangkan, minum minuman hangat, dan rilekskan diri Anda. Tidur sianglah saat bayi Anda tidur dan lupakan sejenak aktivitas Anda.

Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang

Makan dengan baik penting untuk menggantikan energi yang telah Anda keluarkan. Hindari tidak makan pada jangka waktu yang lama, karena dapat menyebabkan turunnya gula darah. Makanan dapat mengisi energi dan memperkuat sistem imun, dan pola makan yang seimbang dapat menghindari Anda dari rasa lelah.

Olahraga

Meski mungkin rasanya malas untuk dilakukan, olahraga dapat membuat Anda merasa lebih baik. Anda dapat mengikuti kelas di gym atau menggunakan personal trainer untuk latihan Anda.

Jika dirasa sulit untuk memulai, cobalah untuk membuat tujuan yang mudah dilakukan, seperti berjalan-jalan dengan bayi Anda atau mengikuti kelas yoga atau pilates.

Temui ibu lainnya

Memiliki depresi dapat menyebabkan Anda merasa kesepian. Bergabung dengan kelompok pijat bayi dapat mempertemukan Anda dengan ibu-ibu lainnya. Hal ini juga dapat memperkuat ikatan dengan bayi Anda.

Pengertian terhadap diri sendiri

Merawat diri dan bayi Anda adalah hal terpenting. Hindari menyibukkan diri Anda dengan hal-hal yang tidak penting. Lakukan keputusan besar saat kondisi Anda membaik dan berpikirlah secara realistis tentang apa yang dapat Anda lakukan. Manjakan diri Anda sesekali.

Bagaimana pasangan, teman, atau keluarga dapat membantu saya?

Orang-orang di sekitar Anda mungkin akan mengalami kesulitan dalam memahami apa yang Anda rasakan, tapi mereka memiliki peran penting dalam membantu pemulihan Anda. Jelaskan dan beri informasi yang Anda tahu tentang depresi. Pasangan Anda mungkin merasa depresi juga, dan mengerti bagaimana cara mendukung Anda juga dapat membuatnya merasa lebih baik.

Minta bantuan orang-orang terdekat, karena dukungan langsung, seperti membantu urusan rumah atau mempersiapkan makanan, dapat membantu Anda merasa lebih baik. Satu jam saja mereka membantu menjaga bayi Anda sampai Anda dapat beristirahat, memiliki waktu sendiri atau bersama pasangan, dapat membantu Anda merasa segar kembali.

Bagaimana mencegah depresi pascamelahirkan?

Tidak diketahui. Beberapa dokter mungkin akan meresepkan antidepresan jika Anda memiliki risiko depresi. Terapi estrogen dapat dipertimbangkan jika Anda memiliki depresi.

Rawat diri Anda saat Anda hamil, kurangi tingkat stres dan terima tawaran bantuan. Semakin banyak dukungan saat kehamilan, Anda akan merasa semakin kuat saat bayi Anda lahir.

Jika Anda pernah mengalami depresi atau depresi saat kehamilan sebelumnya, beri tahu dokter agar Anda bisa segera diberi pertolongan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca