Kenali Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Sakit Perut Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai perubahan tubuh yang terjadi setelah Anda menjalani proses persalinan. Perubahan-perubahan ini bisa membuat beberapa bagian tubuh Anda terasa sakit. Salah satu yang mungkin Anda rasakan yakni sakit atau kram pada perut setelah melahirkan.

Mungkin banyak pertanyaan terbesit di pikiran Anda, misalnya apa penyebab sakit atau kram perut setelah melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk lebih lengkapnya, mari simak ulasan di bawah ini.

Apa penyebab sakit perut setelah melahirkan?

Sejatinya, sakit atau kram perut yang terasa setelah melahirkan adalah hal normal. Ini karena rahim, kulit, otot perut, dan pembuluh-pembuluh darah yang ada di perut mengalami peregangan selama sembilan bulan, alias semasa Anda hamil.

Setelah proses melahirkan selesai, rahim akan berkontraksi agar bisa menyusut atau mengembalikan bentuknya ke ukuran semula. Kontraksi ini juga yang telah menyebabkan plasenta lepas dari dinding rahim, sehingga pada akhirnya keluar dari tubuh Anda.

Setelah itu, rahim akan menutup pembuluh darah tempat dimana plasenta menempel. Kondisi tersebut mengakibatkan Anda merasakan sakit atau kram pada perut setelah melahirkan, khususnya di area perut bagian bawah.

Munculnya rasa sakit pada perut di bagian bawah setelah melahirkan ini dikenal juga dengan nama afterpains. Menariknya, kram perut biasanya tidak terlalu terasa sakit bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan.

Namun, akan semakin bertambah sakit setelah melahirkan anak kedua, ketiga, dan selanjutnya. Hal ini dikarenakan saat proses melahirkan yang pertama kali, rahim atau uterus masih dalam keadaan baik.

Sementara bila Anda telah melahirkan lebih dari satu kali, regangan otot-otot yang ada di dalam rahim cenderung semakin berkurang.

Menariknya, selain karena proses kembalinya rahim ke ukuran semula, keluhan sakit atau kram perut setelah melahirkan juga bisa muncul pasca menjalani operasi caesar.

Bahkan, Anda juga bisa mengalami rasa tidak nyaman di perut ini akibat sembelit yang memang umum terjadi usai menjalani operasi apa pun di area perut, berdasarkan Newton-Wellesley Hospital.

Rasa sakit atau kram perut setelah melahirkan caesar biasanya disebabkan oleh adanya sayatan atau luka di sekitar perut. Keluhan sakit perut ini khususnya terasa untuk beberapa hari pertama setelah melahirkan dengan operasi caesar.

Berapa lama sakit perut setelah melahirkan berlangsung?

Umumnya, kontraksi yang terjadi pada rahim untuk mengambalikan ukurannya seperti semula bisa memakan waktu sekitar 6-8 minggu.

Namun, lama sakit yang terasa pada perut akibat proses kembalinya ukuran rahim setelah melahirkan bisa berbeda-beda pada tiap wanita.

Lama waktu berlangsungnya rasa sakit tersebut  tergantung dari beberapa faktor. Mulai dari riwayat pernah melahirkan sebelumnya, lamanya waktu persalinan, hingga riwayat operasi caesar.

Sakit perut setelah melahirkan lebih terasa saat menyusui

Tingkat sakit atau kram pada perut setelah melahirkan yang biasanya dikeluhkan para ibu baru bisa bervariasi. Ada ibu yang merasakan sakit atau kram perut dalam tingkat yang cukup tinggi setelah melahirkan, tapi ada yang cukup ringan.

Mengutip dari laman Family Doctor, sakit atau kram perut setelah melahirkan ini biasanya akan lebih terasa saat Anda menyusui si kecil. Pasalnya, menyusui akan merangsang tubuh untuk melepaskan zat kimia, yakni hormon oksitosin.

Produksi hormon oksitosin ini yang kemudian memicu timbulnya kontraksi pada rahim hingga akhirnya menyebabkan rasa sakit pada perut bagian bawah setelah melahirkan.

Akan tetapi, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir. Sakit pada perut yang semakin terasa selama masa menyusui sebenarnya merupakan hal yang baik.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sakit perut setelah menyusui ini merupakan bentuk upaya dari tubuh untuk mengembalikan rahim ke ukuran dan bentuknya seperti sediakala.

Jadi secara tidak langsung, perut yang terasa sakit setelah melahirkan ini sebenarnya sedang membantu rahim agar bisa menyusut dalam waktu yang lebih cepat ke ukuran normalnya.

Oleh karena itu, pembuluh darah yang melepas plasenta akan segera tertutup dan bisa mengurangi risiko anemia apabila terjadi perdarahan setelah melahirkan.

Bagaimana cara mengatasi kram perut usai melahirkan?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kram perut termasuk hal yang normal dan akan hilang sendiri seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa sebenarnya tidak masalah jika Anda tidak melakukan pengobatan apa pun.

Namun, jika sakit atau kram perut setelah melahirkan terasa semakin mengganggu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, yaitu:

1. Berikan kompres hangat pada perut

Kompres hangat perut bisa membantu mengatasi sakit atau kram perut setelah melahirkan. Anda juga bisa melakukan hal ini sambil berbaring telungkup dan letakkan bantal kompres di bagian bawah perut Anda.

2. Pijat perut

Jika memungkinkan, tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan pijatan lembut setelah melahirkan pada bagian perut secara perlahan.

3. Rutin buang air kecil dan jalan kaki

Buanglah air kecil sesering mungkin, jangan ditahan. Pasalnya, kandung kemih yang penuh bisa menghambat kontraksi rahim.

Selain itu, mulai juga untuk lebih sering berjalan kaki guna meredakan perut yang sakit atau kram setelah melahirkan.

4. Lakukan teknik pernapasan dan relaksasi

Jika selama persalinan Anda diajarkan teknik pernapasan dan relaksasi, coba terapkan hal ini kembali untuk mengurangi rasa sakit pada perut setelah melahirkan.

5. Minum obat pereda nyeri yang aman

Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi sakit pada perut setelah melahirkan. Dengan catatan, gunakan obat ini sesuai dengan anjuran dan resep dokter.

Dokter akan memberikan obat yang aman untuk ibu menyusui dan pasca melahirkan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

6. Konsumsi sumber serat

Bila keluhan perut yang sakit atau kram setelah melahirkan juga disebabkan oleh susah buang air besar atau konstipasi, atasi dengan makan lebih banyak sumber serat.

Sumber serat yang bisa menjadi pilihan yakni sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga biji-bijian. Tak lupa, iringi juga dengan banyak minum air putih di masa menyusui atau setelah melahirkan ini.

7. Istirahat yang cukup

Selain dari beberapa cara yang telah disebutkan sebelumnya, usahakan untuk selalu memenuhi waktu istirahat Anda.

Setelah melahirkan, baik dengan normal maupun caesar, Anda dianjurkan untuk menghindari terlalu banyak tekanan pada perut guna mencegah rasa sakit pada perut semakin parah.

Ambil contohnya, usahakan untuk tidak mengangkat barang berat terlebih dahulu. Namun, tidak masalah untuk tetap menggendong bayi di masa-masa ini.

Namun, jangan memaksakan diri jika rasas sakit mulai terasa mengganggu. Gendonglah si kecil berkaitan dengan pasangan atau keluarga di rumah.

Kapan harus ke dokter?

Anda disarankan untuk segera ke dokter apabila mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Timbul kemerahan di sekitar sayatan bekas operasi caesar
  • Demam
  • Perdarahan vagina dalam jumlah banyak
  • Mual dan muntah
  • Sakit atau kram perut yang semakin parah setelah melahirkan

Jika rasa sakit atau kram setelah melahirkan tak kunjung reda atau semakin terasa sakit hingga melebihi batas normal, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Kondisi ini mungkin saja mengarah pada infeksi atau masalah kesehatan lainnya yang memerlukan pertolongan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 5 Juni 2020 . Waktu baca 10 menit

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kista ovarium

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit