Mengenal Psikosis Postpartum

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Psikosis postpartum adalah penyakit mental serius dan jarang terjadi, dan dapat menyerang wanita yang baru menjadi ibu. Psikosis postpartum biasanya mulai terjadi beberapa hari atau minggu setelah melahirkan dan bisa tiba-tiba terjadi.

Apa saja gejala psikosis postpartum?

Awalnya Anda akan merasa gembira, berenergi, dan tidak bisa tidur, kemudian berlanjut dengan gejala yang tidak wajar. Psikosis postpartum lebih mirip dengan gangguan bipolar dan manic depression, dibandingkan dengan depresi.

Setiap kasus psikosis postpartum memiliki gejala yang berbeda, tapi gejala yang umum terjadi yaitu:

  • Mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
  • Perubahan mood yang ekstrim (mood swings)
  • Perilaku manik, seperti membersihkan rumah pada tengah malam
  • Merasa terputus dari kenyataan
  • Merasa bingung, mungkin tidak mengenali teman atau keluarga
  • Berkhayal, percaya pada hal yang tidak benar atau tidak logis.

Kemungkinan orang lain akan menyadari perubahan perilaku Anda sebelum Anda menyadarinya.

Seberapa umumkah psikosis postpartum?

Sering kali, ibu yang memiliki psikosis postpartum juga memiliki manic depression (bipolar affective disorder) atau schizophrenia. Jika Anda pernah mengalami psikosis postpartum sebelumnya, atau pernah mengalami gangguan mental saat sedang hamil, Anda berada dalam risiko.

Anda akan lebih mungkin mengidap psikosis postpartum jika Anda memiliki sejarah gangguan mental pada keluarga Anda, terutama gangguan bipolar.

Namun, memiliki faktor-faktor tersebut belum tentu berarti Anda akan mengalami psikosis postpartum setelah melahirkan. Jika bidan dan dokter Anda mengetahui Anda memiliki risiko, mereka bisa dengan cepat merencanakan penanganan untuk Anda.

Psikosis postpartum juga dapat terjadi tanpa peringatan. Hal ini lebih umum terjadi pada kehamilan pertama dibanding kehamilan selanjutnya, dan apabila proses kelahiran bermasalah atau traumatis.

Dapatkah psikosis postpartum disembuhkan?

Ya. Penting untuk segera mencari pertolongan sesegera mungkin. Jika kondisi tidak ditangani, halusinasi dan khayalan dapat membuat Anda melakukan hal yang tidak akan Anda pikirkan dalam keadaan sehat. Hal ini dapat membahayakan hidup Anda dan bayi Anda.

Kondisi ini ditangani dengan obat-obatan antipsikotik atau antidepresan, di bawah pengawasan psikiater. Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk beberapa waktu. Semestinya, bayi Anda bisa bersama Anda pada kamar khusus untuk ibu dan Anak.

Jenis pengobatan tergantung dari seberapa parah kondisi Anda dan bagaimana Anda menyusui bayi Anda. Jika Anda ingin tetap menyusui, dokter akan meresepkan obat yang aman untuk ibu menyusui.

Anda mungkin juga akan diberi electroconvulsive therapy (ECT), sehingga Anda dapat tetap menyusui. Selain itu, Anda mungkin akan ditawarkan terapi bicara, seperti cognitive behavioral therapy (CBT).

Kebanyakan wanita pulih dari psikosis postpartum dalam beberapa minggu pengobatan, tapi pemulihan total dapat memakan waktu yang lebih lama.

Jika Anda pernah memiliki gangguan mental dan khawatir tentang psikosis postpartum, diskusikan dengan bidan atau dokter Anda.

Jika Anda merasa Anda atau orang yang Anda kenal mungkin menderita psikosis postpartum, segera cari bantuan medis. Walaupun hal ini merupakan kondisi yang serius, kebanyakan wanita berhasil pulih total dengan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit