Posisi Melahirkan Normal, Baiknya Duduk Tegak Atau Tiduran?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/01/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Banyak dokter yang menganjurkan agar wanita yang hendak bersalin agar lebih sering duduk tegak atau berjalan untuk mempercepat proses persalinan. Namun, sebenarnya posisi melahirkan sebenarnya ditentukan oleh Anda sendiri. Dari berbagai posisi melahirkan yang banyak dijalani, seperti duduk atau berbaring, manakah yang lebih baik?

Melahirkan dengan posisi berbaring lebih mudah menjalani persalinan normal dan tanpa forcep

Seorang peneliti asal Inggris secara acak memberikan epidural (obat bius) dosis rendah saat tahap kedua persalinan pada ibu yang ingin melahirkan dengan posisi tegak lurus (baik itu berjalan, berlutut, berdiri, atau duduk tegak) dan pada ibu dengan posisi berbaring dengan 30 derajat kemiringan.

Hasil penelitian menemukan bahwa 41,4 persen wanita yang menjalani posisi melahirkan dengan berbaring cenderung menjalani persalinan normal tanpa forcep atau alat bantu melahirkan. Sementara itu, wanita yang menjalani posisi melahirkan dengan tegak memungkinkan untuk menjalani persalinan normal (lewat vagina) tanpa menggunakan forcep sebesar 35,2 persen. Maka bisa disimpulkan bahwa posisi persalinan berbaring lebih memungkinkan untuk menjalani persalinan normal daripada posisi tegak.

Mengapa posisi melahirkan sambil berbaring lebih baik daripada duduk tegak?

Posisi melahirkan dengan berbaring ternyata berjalan lebih cepat daripada posisi duduk tegak. Berdasarkan salah satu penelitian yang diterbitkan pada British Medical Journal, posisi berbaring lebih besar manfaatnya dalam menyebabkan kelahiran spontan.

Hal ini disebabkan karena kemungkinan wanita yang melahirkan dengan posisi tegak cenderung mengalami halangan di sekitar jalan lahir akibat tekanan postur dan efek gravitasi pada penyebaran obat-obatan epidural. 

Selain itu, wanita yang menjalani persalinan sambil duduk mungkin mengalami tekanan pada tulang ekornya. Hal ini disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pembuluh vena sehingga terjadi penyumbatan jaringan lunak pada saluran panggul.

Sementara itu, wanita dengan posisi melahirkan berbaring lebih memungkinkan untuk mengurangi tekanan kepala janin di panggul sehingga aliran darah di rahim menjadi lancar. Akibatnya, aktivitas di rahim menjadi meningkat dan lubang pelvis terbuka lebih lebar. Ini tentu akan mempermudah proses persalinan. Selain itu, terdapat dugaan bahwa risiko trauma perineum mungkin juga menurun pada kelompok persalinan dengan posisi berbaring.

Posisi berbaring di tempat tidur kemungkinan menjadi posisi yang paling nyaman oleh sebagian besar ibu melahirkan. Namun, sebaiknya usahakan untuk agak tegak. Hal ini diperkirakan karena ada beberapa manfaat seperti:

  • Membantu mengatasi kontraksi.
  • Meningkatkan kesempatan untuk mempercepat proses persalinan.
  • Membantu Anda dan bayi bekerja sama selama proses persalinan.

Oleh sebab itu, Dr. Peter Brocklehurst, seorang profesor kesehatan wanita di University of Birmingham di Inggris, menganjurkan agar wanita mencoba berbaring di sisi tubuh saat serviks benar-benar melebar. Sebab, kebanyakan wanita menginginkan persalinan spontan sehingga dianjurkan untuk berbaring miring untuk memberikan kesempatan persalinan spontan yang lebih baik.

Meskipun baik dengan posisi berbaring, tetaplah sangga tubuh Anda agar sedikit tegak

Meskipun posisi berbaring lebih baik pada saat melahirkan, Anda tetap perlu menyangga tubuh Anda sedikit tegak atau disebut dengan semi-sitting. Sebab, gravitasi dapat membantu mendorong kepala bayi ke arah serviks untuk membuka jalan lahir. Sehingga, hal ini dapat membantu bayi Anda melewati daerah panggul dan segera terlahir.

Jika Anda berada di tempat tidur, letakkan bantal pada bagian punggung untuk menyangga tubuh Anda. Hal ini akan mengurangi beberapa kemungkinan yang bisa terjadi saat proses persalinan:

  • Membutuhkan alat bantu persalinan
  • Mengalami episiotomi atau sayatan pada jalan lahir
  • Memengaruhi detak jantung bayi Anda saat sedang mengejan

Di tengah kontraksi, Anda bisa meletakkan tangan di sekitar lutut untuk menarik diri seperti sedang berjongkok. Relaksasi dan bantuan dari gravitasi sangat penting untuk membuat bayi Anda keluar dengan cepat dan meminimalisir sobekan pada jalan lahir.

Sebenarnya tidak ada posisi terbaik. Sebab pada kenyataannya, kebanyakan wanita akhirnya sering berganti posisi selama persalinan. Maka, biarkan tubuh Anda menjadi pemandu posisi persalinan yang nyaman sehingga Anda bisa menjalani proses persalinan dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 mins read

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 mins read

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 mins read

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 mins read
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read