Panduan Merawat Luka Jahitan Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/02/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Usai menjalani proses melahirkan normal, Anda akan sangat dianjurkan untuk menerapkan perawatan luka yang tepat untuk perineum. Pasalnya, peregangan pada area perineum selama persalinan sering kali membuatnya robek dan memerlukan jahitan. Itulah mengapa penting untuk mengetahui perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan.

Apakah vagina pasti robek saat melahirkan?

Sebelum mencari tahu lebih lanjut mengenai perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan, pahami dulu penyebab robeknya vagina saat melahirkan.

Ketika menjalani proses persalinan normal, vagina bisa mengalami robekan hingga ke area perineum. Perineum adalah area yang terletak di antara vagina dan anus.

Hal ini mungkin terdengar mengkhawatirkan, tetapi biasanya robekan yang terjadi pada perineum tidak parah. Biasanya, dokter kandungan atau bidan akan memeriksa dengan hati-hati untuk melihat apakah terjadi robekan setelah proses persalinan Anda.

Jika robekan dirasa cukup besar, Anda akan mendapatkan jahitan agar area perineum kembali rapat seperti semula. Selain itu, Anda juga membutuhkan jahitan apabila dilakukan episiotomi pada perineum Anda.

Tindakan episiotomi alias gunting vagina bertujuan untuk memperbesar lubang vagina agar proses melahirkan bayi bisa lebih mudah. Anda memerlukan prosedur episiotomi apabila proses persalinan memerluka bantuan alat, seperti forceps dan vakum.

Pasalnya, penggunaan alat forceps dan vakum hanya bisa dilakukan pada kondisi vagina yang sudah cukup lebar. Meski biasanya episiotomi dapat kembali sembuh dalam kurun waktu dua minggu pasca persalinan, dibutuhkan sekitar enam bulan sampai area perineum benar-benar sembuh total.

Di samping mengalami robekan atau memerlukan sayatan saat melahirkan normal, Anda juga mungkin mengalami beberapa memar. Ukuran memar dapat bervariasi dari yang kecil hingga besar.

Memar dalam ukuran yang besar dan bengkak disebut dengan hematoma. Hematoma yang berukuran kecil biasanya bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati.

Memar kecil dan besar (hematoma) biasanya disebabkan oleh tekanan dari kepala bayi saat melewati pembukaan vagina Anda. Jika bayi Anda memerlukan bantuan saat persalinan, beberapa peralatan yang digunakan untuk membantu juga dapat menyebabkan memar.

Itu sebabnya, pastikan Anda memahami bagaimana perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan.

Bagaimana perawatan untuk luka perineum?

Mengetahui perawatan luka perineum yang tepat setelah melahirkan bukan hanya penting untuk mencegah serangan infeksi.

Di sisi lain, menerapkan perawatan luka perineum dengan baik dan benar juga mempercepat penyembuhan perineum, vagina, dan area di sekitarnya.

Berikut perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan agar cepat sembuh:

1. Selalu jaga kebersihan area perineum

Anda dianjurkan untuk selalu membiasakan membersihkan area perineum setiap kali mandi, setelah buang air kecil, maupun buang air besar selama masa perawatan luka perineum. Mungkin Anda pernah mendengar mengenai penggunaan garam yang dicampurkan ke dalam air untuk mandi.

Melansir dari laman NHS, sebenarnya tidak ada perbedaan khusus mengenai lamanya waktu proses penyembuhan apabila Anda menggunakan air garam ketimbang air biasa dalam perawatan luka perineum.

Jadi, sah-sah saja untuk tetap menggunakan air yang biasa Anda gunakan untuk mandi sebagai perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan.

2. Hindari menggunakan tampon

Setelah melahirkan atau di masa nifas, biasanya akan muncul perdarahan normal yang disebut dengan lokia. Untuk menampung darah yang keluar dari vagina selama masa nifas, Anda bisa menggunakan pembalut.

Namun, ada baiknya untuk menghindari pemakaian tampon sebagai bentuk perawatan luka perineum. Pasalnya ketimbang pembalut, tampon dinilai cenderung lebih berisiko menyebabkan infeksi karena penggunaannya yang harus dimasukkan ke dalam vagina.

Penting untuk selalu mengganti pembalut Anda secara rutin. Selain itu, cuci tangan sebelum dan sesudahnya guna menghindari adanya infeksi dalam proses perawatan luka perineum Anda.

3. Pastikan Anda minum banyak air putih

Mengejan terlalu keras selama buang air besar dapat meregangkan bekas luka pada perineum sehingga menyebabkan rasa sakit. Oleh karena itu, Anda sangat dianjurkan untuk minum banyak air putih sebagai upaya perawatan luka perineum.

Selain membantu menjaga agar tubuh terhidrasi dengan baik, minum air putih yang cukup juga bisa mencegah timbulnya sembelit (konstipasi). Mengalami sembelit dapat membuat Anda berusaha lebih keras untuk mengejan saat buang air besar setelah melahirkan.

Bahkan, akan lebih baik lagi bila Anda rutin mengonsumsi sumber makanan dan minuman yang kaya serat, seperti sayur dan buah-buahan dalam masa perawatan luka perineum.

Meski terlihat sepele, rutin minum air putih dan mengonsumsi serat dapat menjadi salah satu cara yang baik untuk merawat jahitan setelah melahirkan.

4. Hindari berhubungan seks untuk sementara waktu

Perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan lainnya yakni dengan menghindari berhubungan seks.

Dalam masa perawatan luka perineum, Anda tidak disarankan untuk melakukan berhubungan intim sampai dirasa nyeri perineum tidak lagi terasa, atau sesuai dengan anjuran dari dokter.

5. Lakukan latihan pelvic floor

Salah satu perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan ini yakni dengan latihan pelvic floor contohnya senam Kegel.

Selama masa perawatan luka perineum, melakukan latihan pelvic floor dapat membantu penyembuhan, meningkatkan sirkulasi, dan mencegah kebocoran pada usus atau kemih Anda.

Melatih otot panggul (pelvis) dapat menjadi perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan yang baik karena melancarkan aliran darah ke jaringan yang rusak.

6. Angin-anginkan jahitan luka perineum

Supaya cepat sembuh, Anda bisa mengangin-anginkan luka bekas jahitan perineum. Caranya dengan melepas celana dalam Anda selama kurang lebih 10 menit, baringkan tubuh di kasar, kemudian tekuk dan buka kedua kaki.

Sebelumnya, jangan lupa alasi tempat tidur Anda dengan handuk bersih yang tidak terpakai. Gunakan celana dalam katun yang sedikit longgar dan hindari celana yang ketat. Lebih baik lagi, apalagi Anda memakai rok atau celana longgar dapat membantu sirkulasi udara.

Bagaimana cara meringankan rasa nyeri pada luka jahitan?

Jika jahitan terasa tidak nyaman selama masa penyembuhan, Anda bisa mencoba tips berikut sebagai perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan:

  • Tempelkan kompresan dingin atau es batu dalam plastik yang dibungkus kain bersih sebagai perawatan luka perineum. Jangan gunakan lebih dari setengah jam. Tunggu sampai satu jam sebelum mengulang pemakaian.
  • Siram dengan air bersih pada area jahitan vagina setelah buang air kecil. Hal ini dapat membilas urine dan mengurangi rasa perih. Lalu keringkan dengan tisu, dari arah depan ke belakang sebagai perawatan luka perineum yang tepat.
  • Hindari menggunakan pengering rambut pada area jahitan vagina di masa perawatan luka perineum ini.
  • Jika Anda merasa tidak nyaman untuk duduk di kursi yang keras selama masa perawatan luka perineum, cobalah duduk dengan beralaskan bantal.
  • Minum obat penghilang rasa nyeri yang disarankan dokter, seperti acetaminophen (Tylenol) dan ibuprofen (Motrin) sebagai bentuk perawatan luka perineum. Kedua obat tersebut dinilai aman untuk diminum ibu selama masa menyusui usai melahirkan.
  • Berdiri baik untuk sirkulasi, tapi bila Anda merasa tidak nyaman pada perineum Anda, duduklah saat dirasa sudah berdiri terlalu lama di masa perawatan luka perineum.

Kapan harus ke dokter?

Berdasarkan Mayo Clinic, American College of Obstetricians dan Gynecologists menyarankan Anda untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter setelah melahirkan alias di masa nifas ini.

Jika memungkinkan, usahakan untuk berkonsultasi kembali dengan dokter terkait kesehatan Anda, khususnya kondisi jahitan perineum, sekitar 3-12 minggu setelah melahirkan.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan vagina, leher rahim, serta rahim Anda guna memastikannya telah sembuh dengan baik. Maka itu, pastikan Anda menerapkan perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum yang tepat setelah melahirkan.

Jangan lupa, sampaikan segala pertanyaan maupun keluhan yang Anda rasakan sejak selesai melahirkan hingga kunjungan ini, alias selama Anda menjalani perawatan luka perineum.

Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan jika muncul beberapa hal berikut ini selama Anda menerapkan perawatan atau cara merawat luka jahitan perineum setelah melahirkan:

Berbagai tanda tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada bekas jahitan vagina atau perineum Anda. Jangan tunda untuk mengonsultasikan ke dokter lebih cepat dari jadwal yang seharusnya jika berbagai kondisi tersebut Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Dengan mengenal sistem reproduksi manusia, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/02/2019 . Waktu baca 7 menit

7 Penyebab Vagina Bengkak yang Tak Boleh Disepelekan

Vagina termasuk salah satu organ yang bisa mengalami pembengkakan. Saat vagina bengkak Anda tak boleh menyepelekannya dan harus segera ditangani dokter.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 01/02/2019 . Waktu baca 4 menit

Mau Miss V Terus Harum, Bolehkah Pakai Produk Pewangi Vagina?

Wanita mana yang tak mau area intimnya bersih dan wangi. Maka itu, tak sedikit wanita yang menggunakan pewangi vagina. Namun, amankah produk ini digunakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 19/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Serba-serbi Oogenesis, Proses Pembentukan Sel Telur Wanita

Bisa dikatakan, proses oogenesis adalah tahapan awal dari serangkaian proses reproduksi pada wanita. Cari tahu proses oogenesis dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/11/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masker vagina

Apakah Masker Vagina Aman untuk Digunakan? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit
perawatan vagina

7 Perawatan Vagina Agar Tidak Mudah Lembap dan Berkeringat

Ditinjau oleh: Fajarina Nurin
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Bagian Vagina yang Boleh dan Tidak Boleh Dibersihkan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2019 . Waktu baca 4 menit
kapan membersihkan vagina

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/09/2019 . Waktu baca 3 menit