Aturan Penting dan Pantangan Makanan Setelah Melahirkan yang Perlu Ibu Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Proses persalinan menghabiskan banyak tenaga ibu. Tak heran, jika setelah melahirkan ibu baru membutuhkan asupan makanan yang bergizi tinggi untuk menggantikan kalorinya yang terbakar.

Belum lagi, kehidupan sebagai ibu di bulan-bulan pertama setelah kelahiran mengharuskan Anda untuk tetap bertenaga sepanjang hari.

Supaya lebih optimal, ibu perlu mengetahui beberapa tips penting dalam memilih makanan setelah melahirkan.

Apa pentingnya asupan makanan setelah melahirkan?

susu, buah-buahan, dan sayuran sebagai pilihan makanan sehat untuk ibu hamil

Usai melahirkan biasanya berat badan ibu meningkat ketimbang sebelum kehamilan.

Demi mengembalikan bobot tubuh yang berlebih, ibu mungkin sudah membulatkan tekad untuk menurunkan berat badan segera setelah melahirkan.

Namun, ada baiknya urungkan dahulu niat ini karena Anda masih butuh banyak asupan zat gizi dari makanan dan minuman di masa nifas atau pasca persalinan.

Ya, tidak hanya nutrisi saat hamil saja yang harus diperhatikan ibu, ternyata gizi setelah melahirkan juga harus diperhatikan. 

Kebutuhan gizi ibu setelah melahirkan normal maupun melalui operasi caesar sama-sama perlu perhatian.

Ini karena setelah hamil dan melahirkan, tubuh perlu asupan zat gizi yang baik untuk mendukung proses pemulihan.

Bukan hanya itu, asupan zat gizi yang cukup dari makanan dan minuman juga diperlukan agar produksi ASI pada tubuh ibu berjalan secara optimal.

Penting untuk dipahami bahwa kualitas ASI ibu sedikit banyak dipengaruhi oleh asupan makanan.

Ketika nutrisi yang ibu butuhkan dari makanan tidak mencukupi, tubuh akan mengambilnya dari cadangan nutrisi yang tersimpan.

Itulah mengapa makan makanan yang dapat meningkatkan energi memberikan stamina yang dibutuhkan oleh ibu baru, terutama di masa nifas dan menyusui pasca melahirkan.

Teratur mengonsumsi makanan yang meningkatkan energi untuk ibu baru akan memberikan stamina yang Anda butuhkan untuk menjadi ibu terbaik yang Anda bisa.

Sebenarnya, kenaikan berat badan yang ibu peroleh selama kehamilan dapat membantu menyediakan kebutuhan gizi selama proses pemulihan dan menyusui.

Sayangnya, cadangan zat gizi ini tidak dapat menyediakan nutrisi dalam waktu lama.

Jadi, setelah melahirkan Anda tetap harus memerhatikan asupan makanan yang Anda makan.

Makan makanan yang tepat usai persalinan termasuk bentuk perawatan setelah melahirkan normal dan pasca operasi caesar.

Cara memilih makanan setelah melahirkan

pesan makanan

Sebaiknya jangan sembarangan memilih makanan setelah melahirkan.

Di masa ini ibu yang baru melahirkan justru membutuhkan asupan makanan yang tepat untuk memenuhi energi dan stamini tubuh usai proses persalinan.

Nah, tak perlu bingung, begini cara yang tepat memilih makanan yang boleh dimakan setelah melahirkan:

1. Pilih makanan setelah melahirkan jenis karbohidrat kompleks

Sejatinya, semakin kompleks karbohidrat yang terkandung dalam suatu makanan, maka semakin baik pula makanan tersebut untuk dikonsumsi.

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu cerna yang lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat sederhana.

Itu sebabnya, sumber makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks untuk ibu yang baru melahirkan dapat membuat kadar gula darah tetap konsisten.

Hal ini akan memberi ibu energi yang lebih lama sehingga membantu membuatnya kenyang lebih lama.

Selain itu, karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan sereal juga mengandung lebih banyak vitamin dan mineral.

Sementara kandungan vitamin dan mineral di dalam karbohidrat sederhana, seperti roti putih dan makanan yang mengandung gula, tidak terlalu banyak.

2. Makan makanan sumber protein tinggi

Sumber protein tinggi harus jadi menu makanan setelah melahirkan.

Protein diperlukan untuk menggantikan jaringan yang mungkin rusak setelah persalinan.

Di sisi lain, zat gizi ini juga ada banyak di dalam ASI dan digunakan untuk menunjang pertumbuhan bayi.

Makanan yang kaya akan protein memberi ibu tambahan energi yang dikeluarkan sedikit demi sedikit dan akan bertahan selama 3 hingga 5 jam.

Adapun makanan dengan protein berkualitas tinggi yang boleh dimakan setelah melahirkan di antaranya terdapat pada susu, telur, hingga yoghurt.

Pilihan makanan lain kaya protein yang juga boleh dimakan untuk ibu setelah melahirkan dan saat menyusui yakni daging tanpa lemak, kacang polong kering, dan kacang-kacangan.

Mengombinasikan kedua nutrisi ini di waktu sarapan menjadi pilihan yang baik untuk memulai hari penuh energi.

3. Makan dengan porsi kecil tapi sering

Jika Anda terbiasa makan tiga kali sehari dalam jumlah besar, ada baiknya untuk mengubah pola tersebut.

Sebaiknya, pola makan setelah melahirkan berubah menjadi lebih sedikit tetapi lebih sering.

Singkatnya, Anda bisa membagi porsi makanan yang tadinya dari tiga kali sehari menjadi lima kali sehari dengan porsi yang lebih kecil setelah melahirkan.

Pola ini akan membuat tubuh terus mendapatkan energi dari makanan sehingga Anda tak merasa kelaparan di tengah hari karena jeda waktu makan yang terlalu lama.

makanan pelancar asi

4. Minum banyak cairan

Ibu perlu menjaga hidrasi tubuh setelah melahirkan dengan minum cukup air pasca melahirkan.

Pasalnya, dehidrasi akan membuat ibu merasa kelelahan dan mengantuk sepanjang hari. Meminum banyak cairan menjadi cara termudah yang dapat dilakukan untuk mempertahankan energi dan kesegaran sang ibu.

Oleh karena itu, selalu sediakan air putih di dekat Anda.

Jadi, bila sewaktu-waktu merasa haus, Anda tinggal mengambilnya tanpa ada alasan malas mengambil minum karena letaknya yang jauh.

Terlebih selama masa menyusui ini ibu membutuhkan lebih banyak cairan sehingga tidak boleh kurang minum.

Berdasarkan Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, ibu usia 19-49 tahun yang baru menyusui selama enam bulan pertama membutuhkan sekitar 3150 mililiter (ml) cairan.

Sementara ibu menyusui usia 19-49 tahun yang sudah menyusui selama enam bulan ke atas butuh asupan cairan sekitar 3000 ml.

Ibu bisa minum jamu setelah melahirkan untuk membantu memulihkan tubuh.

5. Makan sumber asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam banyak ikan berminyak (contohnya salmon dan sarden) dapat membantu meningkatkan kerja otak.

Tak hanya itu, kandungan asam lemak omega-3 juga mampu meningkatkan perkembangan sensorik, kognitif, dan motorik bayi.

Asam lemak omega-3 ini banyak terdapat pada makanan seperti ikan salmon, ikan tuna, dan biji-bijian.

Itu sebabnya, makanan kaya asam lemak omega-3 ini baik dimakan untuk ibu melahirkan dan menyusui.

makanan untuk penderita radang usus

6. Makan sayuran hijau

Melansir dari Stanford Children’s Health, beragam sayuran terutama yang berwarna hijau perlu ibu konsumsi pasca persalinan.

Sayuran berdaun hijau contohnya bayam, brokoli, kangkung, buncis, dan sayuran hijau lainnya, banyak mengandung vitamin A, vitamin C, antioksidan, dan zat besi.

Sayuran hijau juga merupakan salah satu makanan sumber kalsium yang bukan dari susu setelah melahirkan.

Selain untuk ibu, nutrisi yang terkandung dalam sayuran hijau juga sangat dibutuhkan oleh bayi serta mencegahnya terhindar dari anemia defisiensi besi (ADB).

7. Makan buah kaya vitamin C

Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu selama masa nifas.

Kelelahan akibat mengurus si kecil yang baru lahir akan membuat daya tahan tubuh Anda sedikit menurun.

Nah, itu sebabnya Anda membutuhkan asupan makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu setelah melahirkan.

Buah yang kaya vitamin C baik dikonsumsi untuk ibu setelah melahirkan.

Buah dengan kandungan vitamin C tinggi yang sangat mudah ditemui untuk ibu setelah melahirkan antara lain jeruk, nanas, anggur, dan jambu biji.

Berbagai pantangan makan setelah melahirkan

Mengonsumsi makanan pedas setelah melahirkan

Setelah melahirkan, tugas ibu belum selesai karena masih harus menyusui si kecil.

Oleh karena itu, ibu masih harus memerhatikan asupan setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Bila sebelumnya dibahas mengenai cara memilih makanan setelah melahirkan, kini ibu perlu tahu pantangan makanan pasca persalinan baik melahirkan normal maupun operasi caesar. 

Ingat, makanan yang Anda makan saat masa menyusui bisa sampai ke bayi Anda melalui ASI.

Jadi, pilihan untuk menghindari beberapa jenis makanan agar ASI yang masuk ke tubuh bayi Anda tidak menyebabkan masalah mungkin perlu dilakukan.

Pilih makanan untuk ibu menyusui yang sekiranya aman bagi Anda dan bayi.

Beberapa pantangan makanan yang perlu dihindari atau batasi konsumsinya setelah melahirkan normal maupun operasi caesar adalah:

1. Makanan dan minuman berkafein

Apakah anda termasuk penyuka kafein sejati? Jika iya, nampaknya hasrat ini harus Anda tahan.

Kopi, cokelat, atau teh merupakan contoh makanan dan minuman yang mengandung kafein.

Minuman berkafein seperti kopi dan teh memang bisa merangsang semangat dan bikin Anda kembali bertenaga.

Kafein tidak akan menyebabkan masalah jika hanya sedikit yang masuk ke tubuh.

Namun, kafein yang masuk ke tubuh dalam jumlah banyak mungkin dapat menyebabkan masalah, seperti sulit tidur dan dehidrasi.

Bukan hanya itu, kafein juga bisa bercampur dengan ASI sehingga berpotensi masuk ke dalam tubuh bayi.

Jika bayi Anda tampak sangat tidak tenang, gelisah, dan sulit tidur, mungkin itu menjadi tanda bahwa Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein.

Cobalah untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman sumber kafein per hari dan lihat perbedaan efeknya pada si kecil setelah melahirkan normal maupun operasi caesar.

2. Makanan pedas setelah melahirkan

Makan makanan pedas saat menyusui mungkin dapat menimbulkan ketidaknyamanan bukan hanya pada Anda, tetapi juga pada bayi.

Makanan pedas dapat menyebabkan Anda mengalami mulas, sakit perut, bahkan sampai diare, entah setelah melahirkan normal maupun operasi caesar.

Hal ini tentu dapat mengganggu pemberian ASI ke bayi.

Selain itu, makanan pedas juga dapat menyebabkan kolik pada bayi. 

Atas dasar inilah, makanan pedas termasuk makanan yang harus dihindari atau tidak boleh dimakan setelah (pasca) melahirkan normal dan operasi caesar.

3. Makanan berminyak setelah melahirkan

Makanan berminyak atau berlemak merupakan makanan yang sulit untuk dicerna.

Ini lah mengapa makanan berminyak termasuk ke dalam pantangan yang dilarang dimakan setelah melahirkan normal maupun operasi caesar.

Ada alasan tertentu mengapa makanan berlemak dan berminyak termasuk yang harus dihindari atau dilarang setelah (pasca) melahirkan normal dan operasi caesar.

Ini karena makanan berminyak dan berlemak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, perut terasa terbakar, dan bergas.

Selain itu, terlalu banyak makan makanan yang berminyak dan berlemak juga dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.

Hal ini dapat membuat ibu merasa kurang bugar dan tidak nyaman dengan tubuh sendiri.

4. Makanan yang bergas dan asam

Makanan bergas dan asam dapat membuat pencernaan pasca melahirkan, entah dengan metode normal maupun operasi caesar, menjadi tidak nyaman.

Makanan ini mungkin juga dapat membuat bayi yang sedang menyusu mengalami kolik.

Beberapa makanan bergas atau asam yang harus Anda hindari beberapa hari setelah melahirkan adalah kacang, kol, kembang kol, brokoli, dan minuman bersoda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Vitamin yang Penting untuk Dipenuhi oleh Ibu Menyusui

Dari beragam asupan zat gizi, vitamin masuk ke dalam salah satu daftar yang tidak boleh terlewatkan untuk ibu menyusui. Apa saja jenis vitamin itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 15 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit

4 Masalah Kulit yang Mungkin Muncul Usai Melahirkan

Bagi para wanita yang baru saja menjalani proses persalinan, tidak jarang muncul masalah kulit setelah melahirkan yang cukup mengganggu, apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 29 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Kenali Perdarahan Lokia dan Pembekuan Darah Setelah Melahirkan

Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 30 Agustus 2019 . Waktu baca 11 menit

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Kaki bengkak bisa mulai terjadi selama kehamilan, bahkan terus bertahan sampai setelah melahirkan. Apa penyebabnya? Dan adakah cara untuk memulihkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16 Agustus 2019 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makan setelah melahirkan

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
ayah ibu depresi postpartum

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit