home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Baby Blues Jangan Dibiarkan! Berikut Cara yang Bisa Ayah dan Ibu Lakukan untuk Mengatasinya

Baby Blues Jangan Dibiarkan! Berikut Cara yang Bisa Ayah dan Ibu Lakukan untuk Mengatasinya

Melahirkan memang sedikit banyak menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Selain sedang dalam suasana berbahagia karena memiliki bayi, beberapa ibu baru juga tidak luput dari sindrom baby blues pasca melahirkan. Nah, agar tidak semakin berlarut-larut, cari tahu cara mengatasi baby blues usai persalinan.

Pentingnya mengatasi baby blues setelah melahirkan

Maprotiline

Sebaiknya pahami dulu pengertian mengenai baby blues sebelum Anda melangkah lebih lanjut untuk mencari tahu cara mengatasi kondisi ini.

Baby blues umumnya berkaitan dengan aneka perubahan suasana hati (mood) sehari-hari yang datang setelah kelahiran bayi.

Melansir dari laman Mayo Clinic, baby blues biasanya dimulai sejak 2-3 hari pertama setelah melahirkan hingga sekitar dua minggu setelahnya.

American Pregnancy Association menyebutkan sekitar 70-80 persen ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues.

Itulah mengapa penting untuk tidak mengabaikan perubahan apa pun yang terjadi pada tubuh agar cepat dicari cara mengatasi hal ini, termasuk saat mengalami baby blues.

Jika tidak segera dicari cara mengatasi baby blues, kondisi ini bisa saja berkembang menjadi kondisi yang lebih parah yakni depresi pasca melahirkan (depresi postparum).

Sayangnya, tidak sedikit ibu baru yang kebingungan saat mengalami baby blues ini.

Padahal, menceritakan kondisi Anda kepada pasangan, orang terdekat, atau keluarga, setidaknya dapat menjadi salah satu upaya terbaik untuk mengatasi baby blues.

Cara tepat untuk mengatasi baby blues

Baby blues yang dialami ibu baru sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.

Supaya cepat membaik, berikut cara yang bisa dilakukan ibu dan suami untuk membantu mengatasi baby blues:

Yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi baby blues

Ibu menyusui dan bayi

Berbagai upaya berikut ini dapat Anda lakukan sebagai cara untuk mengatasi baby blues pasca melahirkan:

1. Penuhi kebutuhan makanan harian

Selain disibukkan dengan kewajiban mengurus bayi, Anda tetap tidak boleh melupakan pentingnya mendapatkan asupan makanan yang cukup setiap harinya.

Memenuhi kebutuhan zat gizi dari makanan sehari-hari penting untuk mengubah suasana hati (mood) menjadi lebih baik.

Bahkan, asupan makanan ibu menyusui yang beragam ini juga akan membantu memenuhi kebutuhan gizi Anda.

2. Berjalan-jalan ke luar rumah

Salah satu cara untuk mengatasi baby blues yakni dengan meninggalkan kebiasaan menyusui, mengganti popok bayi, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan si kecil untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, Anda bisa pergi ke luar rumah sejenak untuk mencari udara segar atau membebaskan pikiran yang dapat menjadi cara mengatasi baby blues.

3. Minta bantuan dari orang-orang terdekat

Anda tidak mungkin meninggalkan si kecil di rumah sendiri tanpa bantuan dari orang-orang terdekat, entah suami atau keluarga.

Jadi, sebelum mencari suasana baru untuk membantu mengatasi baby blues, coba sampaikan kondisi Anda dan mintalah orang terdekat untuk membantu menjaga dan mengurus bayi.

Setidaknya, Anda bisa meminta bantuan orang terdekat untuk mengurus bayi sampai Anda kembali pulang ke rumah sebagai cara mengatasi baby blues ini.

4. Hindari minum alkohol

Jika Anda pikir minum minuman beralkohol setelah melahirkan atau di masa menyusui dapat membantu mengatasi baby blues, sebaiknya hindari hal tersebut.

Minum alkohol tidak dapat membantu mengatasi kondisi baby blues Anda.

Bukannya mengatasi, alkohol justru dapat memengaruhi suasana hati (mood) sehingga membuat kondisi baby blues Anda semakin memburuk.

Lebih parahnya lagi, Anda bisa saja semakin sulit untuk melakukan perawatan bayi baru lahir di masa nifas ini.

5. Beri diri Anda waktu untuk beradaptasi

Menjadi ibu baru memang bukan “pekerjaan” yang mudah.

Jadi, tidak ada salahnya untuk memberi diri Anda waktu guna memulihkan kondisi fisik dan mental setelah melahirkan sebagai cara mengatasi baby blues.

Anda juga bisa menjadikan masa ini untuk lebih beradaptasi dengan rutinitas sebagai ibu baru.

Tak lupa, terapkan perawatan setelah melahirkan normal seperti perawatan luka perineum.

Sementara bila Anda menjalani operasi caesar, terapkan perawatan luka SC (caesar) di masa pasca operasi caesar.

Hal ini bertujuan agar luka bekas operasi caesar cepat pulih kembali.

Yang biasa ayah lakukan untuk bantu mengatasi baby blues pada ibu

memijat payudara

Ada beberapa cara yang bisa suami lakukan untuk istri saat mengatasi baby blues, yakni:

1. Menjadi teman cerita istri

Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk keluhan-keluhan yang istri Anda sampaikan.

Matikan TV dan tutup smartphone atau laptop Anda kemudian bicara dari hati ke hati dengan istri.

Selanjutnya, coba duduk berdua dan ajak istri untuk bicara.

Ketika berbicara lihatlah matanya dan jangan melakukan perdebatan-perdebatan kurang penting.

Bukannya menerapkan cara mengatasi baby blues, perdebatan justru bisa memperburuk kondisi yang dialami istri Anda.

2. Pastikan istri mendapat asupan makanan bergizi

Kadang, baby blues dapat membuat ibu malas makan.

Padahal, tidak makan dapat membuat ibu kehilangan banyak energi dan berbagai zat gizi penting lainnya yang sebenarnya dibutuhkan setelah melahirkan atau selama menyusui.

Sebagai seorang suami, jangan biarkan hal tersebut terjadi selama istri sedang berupaya menerapkan cara mengatasi baby blues.

Jadi, pastikan istri Anda mendapat asupan makanan setelah melahirkan bergizi setiap harinya.

3. Ajak istri jalan ke luar rumah untuk menikmati udara segar

Sehari-hari berhadapan dengan popok bayi dan menyusui ASI eksklusif mungkin akan membuat istri bosan, apalagi jika dilakukan terus menerus di rumah.

Itu sebabnya, tidak ada salahnya untuk mengajak istri Anda jalan-jalan ke luar rumah guna membantu mengatasi baby blues yang dialaminya.

Di samping membantu mengatasi baby blues, mengajak istri pergi ke luar juga bisa sebagai bentuk quality time setelah Anda berdua memiliki anak.

Pilihan lainnya untuk mengatasi baby blues, sesekali Anda juga bisa megizinkan istri untuk pergi ke luar rumah sebentar sekadar mencari udara segar.

Sebagai gantinya, Anda bisa sementara waktu berada di rumah menjaga si kecil.

Meski terlihat sepele, tapi ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi baby blues.

4. Bantu pekerjaan rumah yang biasa dilakukan istri

Sebagai bentuk bantuan untuk istri dalam mengatasi baby blues, Anda bisa lakukan dengan meringankan “beban pekerjaan” istri saat di rumah.

Ambil alih pekerjaan istri Anda dengan melakukan beberapa pekerjaan rumahnya.

Anda bisa menyapu dan mengepel lantai, sedangkan istri mencuci piring.

Pilihan lainnya Anda juga bisa mencuci pakaian, sementara istri kedapatan tugas untuk menyetrika pakaian.

Dengan meringankan beban pekerjaan istri, secara tidak langsung Anda telah membantu meringankan beban pikirannya juga pascamelahirkan.

5. Memberikan dukungan penuh dan ajak istri mengenal lebih jauh keadaannya

Ternyata, ada beberapa perkataan baik yang bisa membuat istri merasa semakin buruk jika Anda mengatakannya saat ia mengalami baby blues.

Jadi, Anda mungkin tidak bisa sembarang berbicara saat istri sedang dalam masa mengatasi baby blues.

Ada berbagai perkataan yang sebaiknya disampaikan saat istri mengalami baby blues jika ingin mengatasi kondisinya.

Cobalah jujur dan terbuka dengan berkata seperti ini di masa pemulihan dalam mengatasi baby blues:

  • “Aku tahu kamu lagi merasa tidak baik sekarang, kamu mau cerita? Kita pasti bisa kok lewati ini bersama.”
  • “Aku tahu kamu sedang melakukan yang terbaik saat ini. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak harus semua yang dilakukan itu sempurna setiap saat.”
  • “Aku, kamu, dan bayi kita pasti akan baik-baik saja. Tenang saja, aku tidak akan membiarkan kamu melewatinya sendirian, kok.”

6. Jika diperlukan, buat janji bertemu dengan dokter

Pergi menemui dokter bisa menjadi salah satu pilihan upaya dalam mengatasi baby blues.

Selama masa ini pula, keberadaan suami sangat dibutuhkan untuk mengatasi baby blues.

Jadi, Anda bisa menemani istri selama melakukan pemeriksaan ke dokter dan senantiasa mendampinginya setiap kali istri membutuhkan bantuan.

Meski mungkin membutuhkan waktu, setidaknya peran suami dapat membantu meringankan kondisi istri sekaligus membantu mengatasi baby blues dengan cara yang telah dipaparkan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Baby Blues. Retrieved 15 October 2020, from https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/baby-blues/ 

Baby Blues. Retrieved 15 October 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/baby-blues 

Baby Blues and Postpartum Depression. Retrieved 15 October 2020, from http://www.postpartum.org/assets/pdfs/Att%201%20RMH%20Baby%20Blues%20&%20PPD%20Fact%20Sheet.pdf 

Baby Blues After Pregnancy. Retrieved 15 October 2020, from https://www.marchofdimes.org/pregnancy/baby-blues-after-pregnancy.aspx

Postpartum Depression. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/symptoms-causes/syc-20376617 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 16/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x