Pembekuan Darah Setelah Melahirkan: Mana yang Normal, Mana yang Bahaya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Semua wanita yang melahirkan pasti mengalami perdarahan selama kurang lebih 40 hari. Sering kali perdarahan ini disertai dengan bekuan darah yang ditunjukkan dengan adanya gumpalan pada darah yang dikeluarkan. Banyak wanita yang mempertanyakan apakah pembekuan darah setelah melahirkan normal terjadi. Nah, untuk membedakan mana yang normal dan yang bahaya, berikut ulasannya.

Apakah pembekuan darah setelah melahirkan normal?

tips melahirkan di rumah Methylergometrine obat apa

Sekitar 6 sampai 8 minggu setelah melahirkan, tubuh berada dalam masa penyembuhan. Di waktu-waktu ini, tubuh biasanya mengalami perdarahan yang dikenal nama lokia. Tidak semua darah berbentuk cair, beberapa darah justru menggumpal dengan ukuran yang cukup besar yang biasanya dikeluarkan dengan deras pada 24 jam setelah kelahiran. Bekuan darah yang berbentuk seperti kumpulan agar-agar ini juga normal terjadi saat rahim berkontraksi dan mengecil serta melepaskan lapisannya setelah melahirkan. Darah ini biasanya bersumber dari jaringan yang rusak di rahim dan saluran lahir Anda.

Jenis gumpalan darah setelah melahirkan

Ada dua jenis gumpalan darah yang umumnya dialami wanita setelah melahirkan, yaitu:

  • Gumpalan yang dikeluarkan melalui vagina pada masa-masa setelah melahirkan yang berasal dari lapisan rahim dan plasenta.
  • Gumpalan yang terjadi di dalam pembuluh darah tubuh. Ini adalah kasus yang jarang terjadi tapi bisa mengancam nyawa.

Gejala pembekuan darah normal setelah melahirkan

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Pembekuan darah memiliki tampilan seperti agar-agar yang biasanya mengandung lendir dan jaringan tertentu dan ukurannya bisa sampai sebesar bola golf. Perdarahan ini mungkin Anda alami sesaat setelah kelahiran hingga 6 minggu sesudahnya. Berikut adalah kasus pembekuan darah setelah melahirkan yang masih tergolong normal:

  • 24 jam pertama setelah kelahiran. Di masa ini merupakan masa perdarahan paling berat dengan darah yang berwarna merah cerah. Ukurannya bervariasi, bisa seukuran buah anggur hingga sebesar bola golf. Biasanya Anda perlu mengganti pembalut setiap jamnya karena volume darah cukup deras.
  • 2-6 hari setelah kelahiran. Di masa ini, aliran darah secara bertahap akan menjadi lebih ringan, mirip seperti aliran darah saat menstruasi normal. Gumpalan yang terbentuk pun ukurannya semakin mengecil dibandingkan di waktu 24 jam pertama setelah kelahiran. Warna darah juga menjadi kecokelatan atau merah muda. Jika di waktu ini Anda masih memiliki darah yang berwarna merah terang, segera konsultasikan ke dokter karena hal ini menunjukkan perdarahan tidak melambat seperti seharusnya.
  • 7-10 hari setelah kelahiran. Darah akan berwarna cokelat atau merah muda yang mulai memudar. Alirannya juga menjadi lebih ringan dibandingkan dengan minggu pertama kelahiran.
  • 11-14 hari setelah kelahiran. Aliran darah akan semakin ringan dan sedikit. Selain itu gumpalan darahnya pun akan semakin kecil dibanding hari-hari sebelumnya. Namun, beberapa wanita menyatakan aliran darah yang lebih berat dengan warna merah cerah setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.
  • 2-6 minggu setelah kelahiran. Di masa ini, beberapa wanita bahkan sama sekali tidak lagi mengalami perdarahan. Darah yang tadinya berwarna merah muda akan berubah menjadi putih atau kuning, mirip seperti keputihan yang biasa terjadi sebelum hamil.
  • 6 minggu setelah kelahiran. Di masa ini perdarahan biasanya akan berhenti. Namun, Anda biasanya akan menemukan bercak darah berwarna cokelat, merah, dan kuning di celana dalam Anda dan hal ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Tanda dan gejala pembekuan darah yang berbahaya

penyakit jantung setelah melahirkan

Karena risiko pembekuan darah pada wanita pasca kelahiran cukup tinggi, maka cobalah untuk mengenali tanda gumpalan darah yang berbahaya, di antaranya:

  • Nyeri, kemerahan, bengkak, dan rasa hangat pada tungkai kaki yang bisa jadi gejala deep vein thrombosis (DVT).
  • Sesak napas.
  • Sakit dada.
  • Pusing atau pingsan.
  • Kulit terasa dingin atau lembap.
  • Denyut jantung lebih cepat dari biasanya dan tidak teratur.

Beberapa wanita lebih berisiko terhadap keluhan ini. Faktor risikonya yaitu:

  • Pernah mengalami pembekuan darah sebelumnya.
  • Riwayat keluarga dengan gangguan pembekuan darah.
  • Obesitas.
  • Berusia di atas 35 tahun.
  • Jarang melakukan aktivitas fisik selama kehamilan dan sering duduk dalam waktu yang lama.
  • Mengandung bayi kembar dua atau lebih.
  • Memiliki masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan penyakit autoimun, kanker, atau diabetes.

Gumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah setelah melahirnya terkadang bisa pecah dan membentuk bekuan di arteri atau otak yang bisa mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Mengatasi pembekuan darah yang terjadi setelah melahirkan

kontraksi rahim akibat komplikasi melahirkan

Untuk mengatasi perdarahan dan pembekuan darah yang berkepanjangan, dokter akan melakukan tes ultrasound untuk menguji potongan plasenta yang tertinggal di rahim. Kemudian operasi pengangkatan plasenta dan jaringan lainnya yang tertahan di rahim juga kemungkinan akan dilakukan untuk menghentikan perdarahan.

Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk membuat rahim berkontraksi dan mengurangi perdarahan yang bisa diakibatkan oleh uterus yang gagal berkontrasi sehingga menekan pembuluh darah yang melekat di plasenta. Akibatnya rahim tersumbat dan bisa menyebabkan pembekuan darah.

Bisakah mencegah pembekuan darah setelah melahirkan?

pergi ke dokter kandungan

Mengalami pembekuan darah setelah melahirkan merupakan hal yang normal dan tidak bisa dicegah. Akan tetapi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi dari gumpalan darah yang bisa mengancam jiwa, yaitu:

  • Bangun dan bergerak secara teratur sepanjang hari.
  • Konsultasi ke dokter sejak awal kehamilan jika Anda memiliki faktor risiko yang telah disebutkan.
  • Melakukan kunjungan rutin setelah melahirkan untuk memantau kondisi serta perdarahan yang terjadi apakah normal atau tidak.

Selalu konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami pembekuan darah setelah melahirkan yang berkepanjangan atau jika Anda khawatir soal gejala apa pun.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca