Seperti Apa Pola Menstruasi yang Normal Setelah Melahirkan?

Oleh Data medis direview oleh dr. Damar Upahita.

Setelah Anda melahirkan, mungkin Anda akan bertanya-tanya kapan bisa kembali menstruasi dan apakah rasanya akan sama. Katanya, menstruasi setelah melahirkan terasa lebih sakit dibanding sebelumnya. Apakah benar? Seperti apa sih, menstruasi yang normal setelah melahirkan?

Kapan bisa menstruasi lagi setelah melahirkan?

Kapan tepatnya menstruasi kembali lagi setelah melahirkan akan berbeda-beda tiap ibu. Jika Anda menyusui ASI eksklusif, menstruasi pertama Anda mungkin akan datang dalam 6 bulan setelah melahirkan. Pasalnya, tubuh memproduksi banyak hormon prolaktin untuk mencukupi kebutuhan ASI. Hormon ono dapat menekan hormon reproduksi. Akibatnya, Anda tidak mengalami ovulasi (pelepasan sel telur untuk pembuahan) sehingga kemungkinan besar tidak akan mengalami menstruasi sampai selesai masa menyusui.

Jika Anda tidak menyusui, menstruasi pertama umumnya akan datang sekitar 6-8 minggu setelah melahirkan (rata-rata 45 hari setelah melahirkan).

Jika Anda melahirkan normal dan menstruasi pertama Anda datangnya cepat, dokter mungkin menyarankan Anda menghindari pakai pembalut atau tampon selama menstruasi. Hal ini karena tubuh masih dalam proses penyembuhan, dan pembalut atau tampon bisa berpotensi menyebabkan trauma.

Bagaimana normalnya menstruasi setelah melahirkan?

Setelah melahirkan, Anda akan mengalami perdarahan dan keputihan, baik untuk melahirkan secara normal ataupun caesar. Tubuh Anda akan terus mengeluarkan darah dan jaringan yang ada di rahim saat Anda hamil.

Dalam beberapa minggu pertama, mungkin darah akan keluar lebih padat dan dalam bentuk gumpalan. Setelah beberapa minggu, darah ini akan menjadi keputihan yang dikenal sebagai lokia. Lokia adalah cairan tubuh yang terlihat berwarna putih krem kemerahan. Keputihan ini akan berlanjut selama sekitar enam minggu, yaitu kira-kira waktu kembalinya menstruasi Anda setelah melahirkan, jika Anda tidak menyusui.

Jika keputihan tampak seperti lokia, lalu berhenti untuk beberapa waktu, dan kemudian Anda akan mengalami perdarahan, ini mungkin mulainya menstruasi Anda.

Jika Anda tidak yakin apakah perdarahan yang Anda alami berhubungan dengan kehamilan atau menstruasi Anda, ada beberapa cara untuk mengetahuinya, yaitu:

  • Lokia biasanya tidak berwarna merah terang di minggu pertama setelah melahirkan. Biasanya lebih cair dan bisa berair atau putih. Pendarahan berwarna merah terang yang terjadi enam minggu atau lebih setelah melahirkan lebih cenderung menjadi menstruasi.
  • Perdarahan yang terkait dengan kehamilan dapat meningkat dengan meningkatnya aktivitas Anda. Jika keputihan Anda meningkat seiring bertambahnya aktivitas Anda dan berkurang saat Anda lebih banyak istirahat, keputihan itu lebih mungkin termasuk lochia.
  • Lokia juga cenderung memiliki bau yang berbeda. Lokia mungkin memiliki bau yang “manis” karena baunya bercampur dengan sisa jaringan dari kehamilan. Jika Anda menemukan keputihan dengan berbau busuk, maka segeralah periksakan diri ke dokter.

Selain itu, mungkin siklus menstruasi Anda tidak akan sama seperti semula sebelum hamil. Menstruasi pertama setelah kehamilan juga mungkin akan lebih berat dari biasanya. Mungkin Anda akan mengalami kram yang lebih berat dan sering. Ini karena rongga rahim menjadi lebih besar setelah kehamilan, sehingga ada lebih banyak lapisan rahim yang harus diluruhkan selama menstruasi.

Selain itu, menstruasi setelah kehamilan akan menimbulkan gumpalan darah kecil, rasa sakit yang lebih dari biasanya, dan lama siklus menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi Anda mungkin akan lebih sering dan lebih cepat berulang dari biasanya.

Selama tahun pertama setelah melahirkan, Anda akan mengalami perubahan lama menstruasi yang biasanya lebih lama, waktu antar siklus, dan intensitas perdarahan. Ini adalah hal yang normal, terutama jika Anda sedang menyusui.

Menurut Cleveland Clinic, kebanyakan siklus menstruasi wanita akan kembali noemal setelah tahun pertama setelah melahirkan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi seperti masalah tiroid atau adenomiosis dapat menyebabkan perdarahan berat setelah kehamilan. Kunjungi dokter apabila Anda merasa ada perubahan yang tidak wajar dalam siklus menstruasi setelah melahirkan.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca