Melahirkan Bayi Besar: Lebih Baik Normal Atau Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mempunyai janin dengan berat besar atau lebih dari normal dapat menyulitkan Anda pada saat proses kelahiran. Melahirkan bayi besar dapat membawa Anda dan bayi pada situasi yang berbahaya, bahkan bisa membawa dampak serius pada kehidupan bayi selanjutnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memantau perkembangan berat janin sejak masih dalam kandungan. Jangan sampai berat janin melebihi normal pada saat ingin dilahirkan.

Melahirkan bayi besar baiknya dengan cara normal atau caesar?

Bayi dikatakan mempunyai berat yang besar saat beratnya sudah melebihi 4000 gram. Hal ini biasa disebut dengan makrosomia. Makrosomia dapat menyulitkan ibu saat melahirkan normal. Namun begitu, melahirkan normal merupakan cara yang paling sering dilakukan pada ibu hamil dengan bayi makrosomia.

Walaupun melahirkan normal dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cedera saat persalinan karena ukuran bayi lebih besar daripada jalan lahirnya. Namun, melahirkan normal memiliki risiko kematian ibu yang lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil dengan bayi makrosomia yang melahirkan sesar, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Obstetrics and Gynaecology tahun 2012.

Penelitian yang dilakukan di Kuala Lumpur pada 330 kasus bayi makrosomia ini menunjukkan bahwa sebesar 56% kasus makrosomia dilahirkan dengan cara melahirkan normal, dengan induksi persalinan maupun tidak. Serta, distosia bahu bayi terjadi pada 4,9% bayi yang dilahirkan dengan cara normal. Selain itu, sebesar 4% kelahiran normal dan 32% kelahiran sesar mengalami perdarahan pascapersalinan.

Namun, jika melahirkan normal tidak memungkinkan dan memiliki risiko yang lebih besar, Anda mungkin harus menjalani operasi caesar. Memaksakan diri melahirkan bayi besar dengan cara normal dapat meningkatkan risiko robeknya perineum, terjadi banyak perdarahan setelah melahirkan karena otot rahim berkontraksi tidak benar, dan kerusakan pada tulang ekor ibu.

Masalah apa yang bisa terjadi pada bayi besar saat dilahirkan?

Distosia bahu mungkin terjadi saat melahirkan bayi besar dengan cara normal. Distosia bahu merupakan komplikasi yang jarang terjadi pada kelahiran bayi besar namun dapat menyebabkan masalah yang serius. Ini merupakan kejadian di mana bahu bayi tersangkut di belakang tulang kemaluan ibu sehingga bayi sulit untuk dikeluarkan. Dokter mungkin perlu melakukan episiotomi untuk membantu mengeluarkan bayi dengan aman saat persalinan normal, atau bahkan harus melakukan operasi caesar darurat.

Distosia bahu juga dapat menyebabkan tulang selangka dan tulang lengan atas bayi patah. Komplikasi distosia bahu yang lebih serius dapat menyebabkan kerusakan saraf pada lengan bayi yang tersangkut.

Selain masalah tersebut, bayi makrosomia juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti berikut ini setelah dilahirkan.

  • Memiliki kadar gula darah lebih rendah dari normal
  • Memiliki tekanan darah lebih tinggi
  • Mengalami penyakit kuning

Tak hanya itu, setelah besar bayi makrosomia juga lebih berisiko untuk mengalami obesitas dan sindrom metabolik di masa kecil. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan apakah masalah bayi makrosomia ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung pada masa dewasa.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Usia Kandungan Anda Sekarang? Coba Hitung di Sini

Anda biasanya tahu usia kandungan lewat USG di dokter. Ternyata, ada cara menghitung usia kehamilan yang tak perlu keluar banyak uang.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Jangan Keliru, Kenali Ciri Kontraksi Palsu yang Terjadi Menjelang Persalinan

Ibu hamil kerap terkecoh dengan kontraksi palsu dan langsung pergi ke rumah sakit. Agar jelas, ini cara memastikan kontraksi palsu (Braxton Hicks) dan asli.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 2 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Kondisi Penyebab Kematian Ibu Setelah Melahirkan

Melahirkan adalah soal pertaruhan hidup dan mati ibu. Banyak kondisi kritis selama persalinan yang menjadi penyebab ibu meninggal setelah melahirkan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Komplikasi Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Menyusui Pasca Operasi Caesar bagi Ibu dan Bayi

Ibu yang melahirkan secara caesar disarankan untuk segera menyusui pasca operasi karena memiliki sejumlah manfaat untuk Ibu dan bayi. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
manfaat menyusui pasca operasi caesar
Bayi, Parenting, Menyusui 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan luka post sc cara merawat bekas luka operasi caesar

Begini Cara Mudah Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Post SC)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
mitos induksi

5 “Fakta” Tentang Induksi Persalinan Alami yang Sering Bikin Salah Paham

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bekas jahitan caesar pada tubuh

Proses dan Tahapan Pemulihan Setelah Menjalani Operasi Caesar

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
pengalaman demam berdarah saat hamil

Proses dan Tahapan Melahirkan Normal, Tidak Semenakutkan yang Dibayangkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit