Melahirkan Bayi Besar: Lebih Baik Normal Atau Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Agustus 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mempunyai janin dengan berat besar atau lebih dari normal dapat menyulitkan Anda pada saat proses kelahiran. Melahirkan bayi besar dapat membawa Anda dan bayi pada situasi yang berbahaya, bahkan bisa membawa dampak serius pada kehidupan bayi selanjutnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memantau perkembangan berat janin sejak masih dalam kandungan. Jangan sampai berat janin melebihi normal pada saat ingin dilahirkan.

Melahirkan bayi besar baiknya dengan cara normal atau caesar?

Bayi dikatakan mempunyai berat yang besar saat beratnya sudah melebihi 4000 gram. Hal ini biasa disebut dengan makrosomia. Makrosomia dapat menyulitkan ibu saat melahirkan normal. Namun begitu, melahirkan normal merupakan cara yang paling sering dilakukan pada ibu hamil dengan bayi makrosomia.

Walaupun melahirkan normal dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cedera saat persalinan karena ukuran bayi lebih besar daripada jalan lahirnya. Namun, melahirkan normal memiliki risiko kematian ibu yang lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil dengan bayi makrosomia yang melahirkan sesar, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Obstetrics and Gynaecology tahun 2012.

Penelitian yang dilakukan di Kuala Lumpur pada 330 kasus bayi makrosomia ini menunjukkan bahwa sebesar 56% kasus makrosomia dilahirkan dengan cara melahirkan normal, dengan induksi persalinan maupun tidak. Serta, distosia bahu bayi terjadi pada 4,9% bayi yang dilahirkan dengan cara normal. Selain itu, sebesar 4% kelahiran normal dan 32% kelahiran sesar mengalami perdarahan pascapersalinan.

Namun, jika melahirkan normal tidak memungkinkan dan memiliki risiko yang lebih besar, Anda mungkin harus menjalani operasi caesar. Memaksakan diri melahirkan bayi besar dengan cara normal dapat meningkatkan risiko robeknya perineum, terjadi banyak perdarahan setelah melahirkan karena otot rahim berkontraksi tidak benar, dan kerusakan pada tulang ekor ibu.

Masalah apa yang bisa terjadi pada bayi besar saat dilahirkan?

Distosia bahu mungkin terjadi saat melahirkan bayi besar dengan cara normal. Distosia bahu merupakan komplikasi yang jarang terjadi pada kelahiran bayi besar namun dapat menyebabkan masalah yang serius. Ini merupakan kejadian di mana bahu bayi tersangkut di belakang tulang kemaluan ibu sehingga bayi sulit untuk dikeluarkan. Dokter mungkin perlu melakukan episiotomi untuk membantu mengeluarkan bayi dengan aman saat persalinan normal, atau bahkan harus melakukan operasi caesar darurat.

Distosia bahu juga dapat menyebabkan tulang selangka dan tulang lengan atas bayi patah. Komplikasi distosia bahu yang lebih serius dapat menyebabkan kerusakan saraf pada lengan bayi yang tersangkut.

Selain masalah tersebut, bayi makrosomia juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti berikut ini setelah dilahirkan.

  • Memiliki kadar gula darah lebih rendah dari normal
  • Memiliki tekanan darah lebih tinggi
  • Mengalami penyakit kuning

Tak hanya itu, setelah besar bayi makrosomia juga lebih berisiko untuk mengalami obesitas dan sindrom metabolik di masa kecil. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan apakah masalah bayi makrosomia ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung pada masa dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Merawat Bekas Luka Operasi Caesar (Sesar) di Rumah

Metode sesar dilakukan untuk menjamin keselamatan Ibu dan si Kecil. Tak hanya kesehatan si Kecil, Ibu juga perlu merawat bekas operasi sesar di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
merawat bekas operasi sesar
Melahirkan, Kehamilan 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Mengeringkan Luka Pasca Operasi Caesar

Mengeringkan luka operasi caesar dapat dilakukan dengan beberapa cara ini. Jangan lupa untuk tak beraktivitas terlalu berat agar luka bisa segera pulih.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Melahirkan, Kehamilan 9 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Melahirkan Lebih Lancar, Ini Berbagai Teknik Persalinan yang Meringankan Rasa Sakit

Rasa sakit saat melahirkan kerap menjadi momok bagi calon ibu. Namun, Anda bisa meringankan rasa nyeri dengan menerapkan metode melahirkan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Melahirkan, Kehamilan 5 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Metode Induksi Alami Persalinan untuk Merangsang Datangnya Kontraksi

Metode induksi alami yang cukup dikenal ternyata tidak efektif mempercepat persalinan. Lantas, adakah metode alternatif yang lebih menjanjikan dan aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 3 Oktober 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
gentle birth adalah

Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Hal yang Perlu Diketahui dan Dipersiapkan saat Lahiran Caesar Kedua

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit