Berapa Lama Normalnya Proses Induksi Sampai Saatnya Melahirkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, beberapa ibu membutuhkan bantuan induksi untuk memulai persalinan. Hal ini biasanya dilakukan jika pembukaan tak kunjung bertambah atau karena alasan medis tertentu. Namun, Anda mungkin cemas dan takut jika induksinya akan berlangsung lama dan kian menambah rasa sakit menuju persalinan. Memang, berapa lama, sih, proses induksi itu berlangsung? Berikut ulasan lengkapnya.

Berapa lama proses induksi berlangsung?

mitos induksi

Lama proses induksi persalinan ditentukan oleh kondisi tubuh ibu sendiri. Biasanya, ibu yang pernah mengalami persalinan spontan sebelumnya akan lebih cepat merespon induksi daripada ibu yang belum pernah mengalami persalinan spontan.

Bila kondisi leher rahim (serviks) ibu belum matang, dalam artian masih keras, panjang, dan tertutup, maka proses induksi mungkin akan berlangsung sekitar 1-2 hari sampai waktunya melahirkan. Namun bila kondisi serviksnya sudah lunak, maka proses induksinya tentu akan lebih cepat, bahkan hanya butuh beberapa jam sampai melahirkan.

Selain itu, metode induksi yang dipilih juga menentukan seberapa lama proses induksi tersebut berlangsung. Berikut ini beberapa metode induksi yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Menggunakan prostaglandin

Dokter mungkin juga akan memasukkan obat prostaglandin ke dalam vagina Anda supaya leher rahimnya menipis dan terbuka. Obat ini secara efektif dapat mematangkan dan melunakkan leher rahim pada 90 persen wanita.

Ada dua jenis obat prostaglandin, yaitu berbentuk gel dan supositoria. Bila Anda diberikan gel prostaglandin, maka tubuh ibu akan dipantau setiap 6-8 jam sampai terjadinya kontraksi lanjutan.

Sedangkan bila menggunakan supositoria, maka prostaglandin akan mulai dilepaskan dalam tubuh selama 12-24 jam. Dalam rentang waktu tersebut, sebaiknya persiapkan diri Anda karena persalinan semakin dekat.

minyak jarak

2. Menggunakan oksitosin

Kebanyakan wanita membutuhkan waktu kira-kira 6-12 jam untuk memulai persalinan setelah mendapatkan induksi oksitosin (pitocin). Jenis persalinan yang satu ini efektif melebarkan serviks Anda setidaknya 1 sentimeter (cm) per jam.

Anda juga akan mengalami pecah ketuban dalam waktu dekat. Siap-siap, sebentar lagi Anda akan bersalin dan bertemu si buah hati.

3. Menggunakan kateter Foley

Selain obat, merangsang persalinan juga dapat dilakukan dengan bantuan alat. Dokter mungkin akan memasukkan kateter Foley ke ujung leher rahim Anda.

Kateter Foley adalah jenis kateter dengan ujung balon yang berisi cairan saline di dalamnya. Balon ini akan menekan leher rahim dan merangsang kontraksi setidaknya dalam waktu 24 jam menuju persalinan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan Bayi Besar: Lebih Baik Normal Atau Caesar?

Melahirkan bayi besar dapat menyulitkan Anda pada saat proses kelahiran, baik jika Anda melahirkan normal atau lewat operasi caesar. Mana yang lebih baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

Metode kangguru terbukti manjur memulihkan kondisi bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah. Bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Bayi Prematur, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda bayi akan lahir

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara menggugurkan kandungan

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
aborsi

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
pandemi membuat risiko stillbirth meningkat

Infeksi Postpartum

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit