Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Melahirkan memang tidak mudah. Rasa gugup dan cemas kadang hinggap menjelang waktu persalinan yang semakin dekat. Kondisi itu umum dialami oleh banyak ibu hamil. 

Kebanyakan wanita yang pernah melahirkan umumnya juga merasakan kecemasan ketika memasuki trimester ketiga. Ini dia berbagai kecemasan ibu hamil menjelang persalinan yang paling sering muncul dan cara mengatasinya.

1. Tidak sempat ke rumah sakit

Salah satu kecemasan terbesar ibu hamil adalah jika air ketuban pecah di saat yang tidak tepat atau ketika jauh dari rumah sakit. Anda yang berencana untuk melahirkan di rumah juga mungkin memiliki kecemasan serupa ketika sedang berada jauh dari rumah. Bagaimana kalau di jalan terjebak macet? Bagaimana kalau ketuban pecah waktu sendirian di rumah?

Pada kenyataannya, rata-rata proses melahirkan baru akan tuntas dalam waktu 6 jam. Jadi jangan terlalu khawatir kalau harus melahirkan di jalan. Untuk mengatasi ketakutan ini, siapkan daftar orang-orang yang bisa dihubungi kalau ketuban pecah tiba-tiba. Selain itu, menjelang persalinan hindarilah pergi ke tempat yang akses transportasinya terbatas.

2. Komplikasi yang membahayakan

Wajar saja kalau Anda cemas akan komplikasi yang cukup berbahaya dalam proses persalinan. Anda mungkin takut ada hal-hal yang mengancam keselamatan bayi dan Anda sendiri.

Memang ada begitu banyak faktor yang memengaruhi kelancaran persalinan. Namun, hampir semua kemungkinan komplikasi sudah bisa diantisipasi oleh dokter kandungan Anda sebelum proses persalinan. Mulai dari posisi bayi hingga kondisi kesehatan Anda, dokter bisa melihatnya sejak beberapa minggu sebelum hari-H kelahiran.

Supaya kecemasan akan komplikasi tidak menghantui benak Anda, jangan mencari-cari berita atau cerita persalinan yang menyeramkan. Percayakan saja proses persalinan pada dokter kandungan Anda.

3. Rasa sakit berlebihan

Meskipun Anda sudah tahu melahirkan itu sakit, Anda mungkin terbayang-bayang terus seperti apa rasa sakit melahirkan. Entah ketika mengejan, dibius dengan epidural, atau kalau vagina harus digunting.

Ingatlah bahwa tubuh wanita dirancang sedemikian rupa untuk menjalani kehamilan dan kelancaran secara alami. Apalagi dengan ilmu dan teknologi kedokteran yang sudah semakin canggih, rasa sakitnya tak akan separah bayangan Anda.

Kalau takut sakit, diskusikan dengan dokter cara yang bisa ditempuh untuk mengurangi rasa sakit. Misalnya dengan bius epidural, latihan pernapasan dan relaksasi, yoga ibu hamil, atau melahirkan di air. 

4. Perubahan rencana

Anda sudah menyusun rencana persalinan yang matang dengan suami dan dokter, tetapi takut kalau ada perubahan rencana dadakan di hari-H. Misalnya kalau tiba-tiba harus bedah caesar.

Kecemasan ini sebenarnya cukup umum. Pasalnya, banyak hal yang bisa terjadi menjelang persalinan. Untuk itu, siapkan rencana cadangan B, C, hingga D. Tanyakan pada dokter setiap kemungkinan yang bisa terjadi sehingga nantinya Anda tak begitu kaget kalau ada perubahan rencana.

Selain itu, ingatlah bahwa perubahan rencana tak selalu berarti buruk. Dokter, bidan, dan petugas medis tidak mungkin sembarangan mengubah rencana kalau menurut mereka hal tersebut bukanlah yang terbaik. Maka, akan sangat membantu jika sejak awal Anda sudah berkonsultasi dengan dokter dan rumah sakit yang reputasinya baik.

5. Bayi lahir dengan gangguan atau kecacatan

Salah satu kecemasan ibu hamil menjelang persalinan adalah kemungkinan bayi lahir dengan gangguan atau kecacatan tertentu. Jika muncul ketakutan ini, ingatlah bahwa kelainan pada janin sudah bisa dideteksi sejak awal. Maka, kemungkinan timbulnya gangguan tertentu pada bayi ketika lahir sangat kecil.

Lagipula, angka kejadian bayi lahir dengan gangguan atau kecacatan sangat kecil. Apalagi kalau selama kehamilan Anda selalu menjaga kesehatan, rajin memeriksakan kandungan, dan mengikuti saran dokter.

6. Vagina robek saat melahirkan normal

Banyak ibu hamil cemas kalau vaginanya robek cukup parah ketika melahirkan normal. Pada kenyataannya, kebanyakan ibu bersalin tak merasakan sakit atau bahkan tidak menyadari kalau vaginanya robek atau harus disayat. Pasalnya, vagina robek adalah hal yang sangat wajar ketika Anda melahirkan normal.

Kalau Anda takut vagina jadi rusak atau luka, ketahuilah bahwa nantinya vagina akan dijahit lagi setelah bayi sudah di pelukan Anda. Proses pemulihan vagina yang robek karena persalinan juga cepat, yaitu sekitar seminggu.

7. Proses persalinan sangat lama

Anda mungkin cemas kalau harus menjalani proses persalinan selama berjam-jam. Namun, ingatlah pada saat tersebut tubuh dan bayi Anda sedang menyiapkan diri agar proses persalinan bisa berjalan lancar. Rasa sakitnya juga tak akan terasa setiap detik, kok.

Anda pasti ditawarkan berbagai cara untuk mempercepat kelahiran, misalnya jalan kaki atau berendam air hangat. Anda juga bisa menggunakan saat-saat ini untuk mengajak bayi Anda mengobrol. Dengan begitu, Anda dan bayi akan merasa lebih rileks dan tak merasa cemas menjelang persalinan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Kebanyakan kasus kepala bayi terbentur tidak bersifat fatal. Untuk membantu pemulihan dan menangani luka yang muncul di rumah, perhatikan panduan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum antidepresan saat hamil

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
korset perut setelah melahirkan

Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perkembangan janin 14 minggu

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pelumas seks lubrikan bikin susah hamil

Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit