Kapan Saya Harus Menjalani Operasi Caesar?

Oleh

Persalinan operasi caesar memiliki manfaat yang besar, salah satunya untuk menyelamatkan jiwa ibu atau bayi yang dilahirkannya. Namun, sering kali operasi caesar dilakukan tanpa indikasi medis yang jelas, sehingga merugikan ibu, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Maka itu, sebelum memutuskan untuk operasi caesar, sebaiknya Anda ketahui ketengtuan dan syarat dari tindakan medis ini. 

Operasi caesar dianggap lebih baik dari persalinan normal

Sectio caesarea (SC) alias operasi caesar merupakan salah satu teknik persalinan yang banyak digunakan, persentase operasi caesar di dunia semakin meningkat dalam 3 dekade terakhir.

Pada tahun 2001, persentase persalinan operasi caesar di Inggris dan Wales menjadi sebanyak 21%, meningkat 5x lipat dibanding tahun 1971. Peningkatan persalinan operasi caesar ini tidak hanya terjadi di Inggris dan Wales, namun juga terjadi di banyak negara seperti Mesir, negara-negara Arab, Denmark, Swedia, Belanda, Brasil, termasuk Indonesia..

Penelitian yang dilakukan Mackenzie menyatakan permintaan ibu (23%)  adalah satu penyebab utama persalinan operasi caesar dilakukan. Ini disebabkan ibu ingin menghindari persalinan yang menyakitkan dan menjaga kekuatan otot vagina seperti saat sebelum hamil.

Apakah persalinan dengan operasi caesar benar-benar aman?

Menentukan pilihan mengenai teknik persalinan yang akan dilakukan tidaklah mudah. Mereka yang mendukung persalinan operasi caesar menyatakan prosedur ini aman dengan tingkat mortalitas dan morbiditas yang rendah.

Padahal, banyak masalah fatal bisa terjadi saat prosedur dilaksanakan. Peningkatan 4x lipat kematian ibu dihubungkan dengan persalinan operasi caesar. Operasi caesar bisa memberikan komplikasi, baik kepada ibu ataupun bayi.

Komplikasi operasi caesar pada ibu

  • Trauma organ. Operasi caesar menyebabkan peningkatan angka kejadian trauma organ tubuh seperti usus, kandung kemih, dan pembuluh darah.
  • Prosedur operasi caesar mengharuskan dokter membuat insisi untuk membuka rahim, hal ini dapat melemahkan rahim dan menjadi risiko bagi persalinan selanjutnya.
  • Prosedur operasi caesar berisiko menyebabkan plasenta menempel di tempat yang tidak seharusnya pada persalinan selanjutnya
  • Angka kejadian infeksi dan tromboemboli lebih tinggi pada persalinan operasi caesar dibandingkan dengan persalinan lewat vagina.
  • Ibu membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama setelah operasi caesar.
  • Prosedur operasi caesar mengharuskan ibu dibius terlebih dahulu, baik lokal maupun umum. Pada beberapa kasus ibu dapat mengalami komplikasi dari penggunaan obat-obatan anestesi.

Komplikasi operasi caesar pada bayi

  • Trauma. Walaupun jarang terjadi, ada kemungkinan bayi terkena pisau dokter pada saat prosedur dilaksanakan.
  • Sindrom distres pernafasan yang bersifat sementara, karena bayi tidak melewati tekanan di jalan lahir ibu seperti pada persalinan normal yang membantu penyerapan cairan di paru-paru bayi.

Tak semua ibu bisa operasi caesar, ini syarat dan ketentuannya

Persalinan lewat operasi caesar memiliki banyak risiko komplikasi seperti di atas, namun bukan berarti operasi caesar harus benar-benar dihindari. Asalkan dilakukan dengan indikasi yang tepat, operasi caesar justru dapat memberikan manfaat yang besar bagi ibu dan bayi yang dilahirkan.

Menurut WHO, peningkatan angka persalinan operasi caesar sebanyak 10% terbukti menurunkan angka kematian ibu dan janin. Walaupun demikian, peningkatan lebih dari 10% tidak menurunkan angka kematian lebih baik dibanding hanya 10% saja.  Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja indikasi yang tepat untuk dilakukan operasi caesar.

Indikasi pada ibu yang memerlukan operasi caesar

  • Riwayat persalinan operasi caesar sebelumnya.
  • Adanya kelainan yang menutupi jalan lahir, seperti keganasan, kondiloma masif di jalan lahir, dan lain-lain.
  • Kelainan panggul yang bisa mengganggu penurunan posisi janin pada saat persalinan.

Indikasi pada janin yang memerlukan operasi caesar

  • Kelainan posisi janin, misalnya janin yang letaknya melintang atau pantat terlebih dahulu dilahirkan.
  • Kegawatan janin, kondisi ini bisa diketahui dengan memantau dengan rutin denyut jantung janin pada saat persalinan.
  • Adanya kelainan kongenital pada janin

Indikasi pada ibu dan janin

  • Kelainan letak plasenta (plasenta previa, plasenta akreta)
  • Persalinan dengan kemajuan yang lambat atau tidak ada kemajuan, bisa disebabkan karena bayi yang terlalu besar, kontraksi ibu yang terlalu lemah, atau panggul yang terlalu sempit.
  • Pada kondisi tertentu di mana persalinan lewat vagina tidak direkomendasikan.

Persalinan  operasi caesar bisa memberikan manfaat yang besar bagi ibu dan bayi, tetapi ada beberapa risiko dan komplikasi yang bisa terjadi. Persalinan operasi caesar yang sesuai dengan indikasi merupakan hal yang baik untuk dilakukan, sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat untuk menentukan perlu tidaknya persalinan operasi caesar.

BACA JUGA:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca