6 Aturan Diet Sehat untuk Ibu Menyusui

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/01/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagian dari Anda mungkin pernah atau sedang menurunkan berat badan saat menyusui. Karena tak sabar untuk mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil, Anda kemudian memulai program menurunkan berat badan saat Anda sedang menyusui. Padahal, kebutuhan nutrisi Anda saat menyusui sama tingginya dengan saat Anda hamil, bahkan lebih. Hati-hati, diet penurunan berat badan yang sangat ketat saat menyusui mungkin dapat berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Sebenarnya, boleh atau tidak sih diet penurunan berat badan saat menyusui? Apakah ada diet sehat untuk ibu menyusui supaya tak berpengaruh pada nutrisi bayi?

Bolehkah ibu diet saat menyusui?

Saat Anda menyusui, sebenarnya Anda masih membutuhkan banyak sekali nutrisi untuk memproduksi ASI. Jika nutrisi ini kurang terpenuhi, maka yang rugi adalah Anda sendiri karena nantinya tubuh Anda akan mengambil zat gizi dalam tubuh untuk memproduksi ASI. Makanan yang Anda makan sebenarnya tidak terlalu memengaruhi produksi ASI, namun cukup penting bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda saat menyusui.

Diet saat hamil sebenarnya sah-sah saja jika dilakukan dengan baik. Tapi, jangan sampai malah berdampak buruk bagi Anda dan bayi Anda. Misalnya saja, tubuh Anda menjadi lemas karena Anda kurang makan, sehingga Anda kesulitan untuk merawat bayi Anda. Walaupun Anda melakukan diet saat menyusui, sebaiknya tetap perhatikan pemenuhan nutrisi untuk tubuh Anda dan untuk produksi ASI. Sehingga, juga tidak akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda yang masih tergantung pada ASI.

BACA JUGA: 8 Zat Gizi Wajib Bagi Ibu yang Sedang Menyusui

Bagaimana cara menjalankan diet sehat untuk ibu menyusui?

Sebenarnya saat Anda menyusui, tubuh Anda telah membakar kalori sebanyak 200-500 kalori. Ya, menyusui juga membantu Anda untuk menurunkan berat badan, terlebih lagi jika Anda menyusui bayi Anda secara eksklusif 6 bulan atau lebih.

Jika Anda ingin diet saat menyusui, sebaiknya ikuti petunjuk diet ini untuk memastikan  diet Anda aman dilakukan untuk Anda dan bayi Anda.

1. Jangan terlalu membatasi konsumsi makanan Anda

Diet penurunan berat badan yang terlalu ketat tidak baik dilakukan. Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Saat hamil, Anda harus mengonsumsi setidaknya 1500-1800 kalori per hari. Beberapa ibu mungkin membutuhkan lebih banyak kalori. Jangan kurang dari angka tersebut, karena pemenuhan kalori di bawah angka tersebut mungkin dapat mengganggu produksi ASI Anda. Setidaknya Anda hanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 0,5-1 kg per minggu dan tidak lebih dari ini. Penurunan berat badan lebih dari ini juga dapat memengaruhi produksi ASI Anda.

2. Turunkan asupan makanan Anda secara bertahap

Penurunan porsi makanan  yang dilakukan secara drastis dan tiba-tiba dapat membuat produksi ASI juga menurun. Penurunan asupan kalori secara tiba-tiba dalam jumlah banyak juga dapat membuat tubuh Anda menganggap hal ini sebagai kelaparan. Akibatnya, tubuh merespon hal tersebut dengan menurunkan jumlah produksi ASI Anda.

3. Jangan terburu-buru melakukan diet setelah melahirkan

Sebaiknya jangan melakukan diet penurunan berat badan di awal-awal masa setelah kelahiran. Setelah melahirkan, Anda membutuhkan banyak nutrisi untuk mempercepat pemulihan tubuh Anda setelah melahirkan. Diet penurunan badan pada masa ini dapat menyebabkan masa pemulihan Anda lebih lama dan membuat Anda merasa lebih lelah. Jadi, jika Anda ingin melakukan diet saat menyusui, sebaiknya lakukan hal ini setidaknya 2 bulan setelah kelahiran bayi Anda.

BACA JUGA: 10 Mitos Seputar Menyusui: Mana yang Benar, Mana yang Hoax?

4. Susui bayi Anda sesering mungkin

Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, semakin banyak pula ASI yang Anda produksi. Hal ini akan mendukung kelancaran pemberian ASI, sehingga Anda lebih mampu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi Anda selama 6 bulan. ASI eksklusif dapat meningkatkan penurunan berat badan Anda. Anda lebih mampu mengembalikan bentuk badan Anda seperti sebelum hamil, ketika Anda melakukan ASI eksklusif.

5. Konsumsi makanan sehat

Walaupun Anda sedang diet, ini bukan menjadi halangan bagi Anda untuk tetap mengonsumsi makanan sehat. Hanya saja, mungkin Anda perlu mengubah cara Anda memasak makanan tersebut. Misalnya, ganti kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng dengan yang direbus. Ini dapat memotong sejumlah kalori yang didapatkan dari minyak. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran (setidaknya 5 porsi dalam sehari), perbanyak makanan berserat (misalnya, ganti nasi putih Anda dengan nasi merah), pilih protein yang sedikit mengandung lemak (seperti daging tanpa lemak, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, susu rendah lemak), serta banyak minum air putih. Daripada Anda mengonsumsi minuman manis yang mengandung kalori tambahan, sebaiknya Anda lebih memilih untuk minum air putih yang lebih sehat.

6. Lakukan olahraga secara teratur

Jangan lupa untuk melakukan olahraga rutin untuk mendukung penurunan berat badan Anda. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan hanya melakukan diet ketat.

BACA JUGA: 7 Alat Kontrasepsi yang Aman Selama Menyusui

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

    Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

    Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

    Hampir serupa dengan diet Atkins, diet south beach menekankan pola makan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak protein.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    diet eliminasi

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    tidak cepat lapar

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit