Benarkah Bayi yang Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pada tahun 2010, WHO melaporkan bahwa terdapat 18,5 juta bayi yang lahir caesar per tahunnya. Operasi caesar adalah cara alternatif yang bisa dilakukan tim medis jika ibu dan bayi mengalami komplikasi sehingga kesulitan untuk melahirkan dengan cara yang normal. Tetapi, sampai saat ini melahirkan melalui vagina adalah cara yang terbaik jika memang ibu dan anak dalam kondisi normal dan sehat.

Sama dengan operasi-operasi lainnya, operasi caesar sebenarnya memiliki risiko tersendiri, karena itulah langkah ini adalah langkah alternatif. Beberapa penelitian telah membandingkan kedua proses persalinan yang ada, dan salah satunya menyatakan bahwa cara persalinan mempengaruhi jumlah bakteri baik bayi yang bisa melindunginya dari 6 Gejala Radang Usus yang Kelihatan Sepele, Tapi Perlu Diwaspadai.

BACA JUGA : 4 Hal yang Perlu Ibu Lakukan Pada Tali Pusar Bayi Setelah Lahir

Cara melahirkan akan mempengaruhi jumlah bakteri baik pada bayi

Tahukah Anda bahwa bayi yang baru lahir sebenarnya tidak bisa menghasilkan antibodi karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna? Oleh karena itu, bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap berbagai penyakit infeksi yang mungkin menyerang. Antibodi akan diproduksi sendiri oleh anak ketika ia sudah melewati usia 6 bulan, dan sistem kekebalannya akan semakin matang ketika ia berusia 1 tahun. Lalu bagaimana bayi yang baru lahir bisa terlindungi dari berbagai infeksi virus dan bakteri?

Salah satu cara yang bisa melindungi bayi yang baru lahir adalah bakteri baik yang ada di dalam sistem pencernaannya. Sebenarnya setiap orang memiliki bakteri baik di dalam usus mereka dan bakteri-bakteri ini memiliki peran penting dalam membangun serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian telah  membuktikan bahwa bakteri baik yang ada di dalam usus sangat mempengaruhi perkembangan sel darah putih yang berfungsi sebagai pasukan penjaga tubuh dari berbagai zat asing yang masuk. Oleh karena itu, mempunyai bakteri baik itu penting, terlebih pada bayi yang baru lahir karena mereka belum memiliki sistem kekebalannya sendiri. Tetapi dari mana bakteri baik ini di dapatkan?

Apa fungsi bakteri baik dalam tubuh bayi?

Di dalam usus manusia terdapat setidaknya 100 triliun sel yang mengandung berbagai jenis bakteri, dan diperkirakan jumlah dari bakteri tersebut 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gen yang ada di dalam tubuh manusia. Tidak hanya berperan dalam membantu sistem kekebalan tubuh, bakteri baik di usus juga bertanggung jawab atas produksi berbagai vitamin dan mineral dari hasil pencernaan.

Pada awalnya, para ahli menyatakan bahwa di dalam sistem pencernaan janin, belum ada bakteri baik yang tumbuh. Setelah janin tersebut lahir dan tumbuh menjadi bayi, maka jumlah bakteri baik akan meningkat. Oleh karena itu, para peneliti kemudian menganggap mungkin cara melahirkan seorang bayi mempengaruhi jumlah awal bakteri yang tumbuh di dalam usus bayi.

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Selama Operasi Caesar?

Apa pengaruhnya pada bayi yang lahir caesar?

Penelitian yang dilakukan di University of Puerto Rico dan University of Colorado meneliti dua kelompok bayi yang dilahirkan dengan dua cara yang berbeda, yaitu secara normal dan lewat operasi caesar. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa kelompok bayi yang lahir melalui operasi caesar lebih rentan terkena alergi dan asma dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan secara normal atau melalui vagina. Selain itu, ditemukan juga infeksi kulit yang lebih banyak dialami pada bayi yang lahir caesar.

Jika disimpulkan dari hasil penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, bayi yang lahir melalui persalinan normal mempunyai bakteri baik lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang lahir secara operasi caesar. Hal ini terjadi karena selama proses persalinan normal, bayi terpapar atau terkena vagina dan bakteri usus ibu yang penting dalam pertumbuhan awal bakteri baik. Sedangkan pada bayi yang lahir melalui proses caesar, tidak terjadi kontak tersebut yang kemudian tidak ada yang memicu pertumbuhan awal dari bakteri baik bayi. Beberapa peneliti bahkan menyatakan bahwa jenis bakteri yang tumbuh pada dua kelompok bayi tersebut akan berbeda, tergantung dengan cara kelahirannya.

BACA JUGA: Bahaya Memilih Operasi Caesar Meski Bisa Melahirkan Normal

Bayi yang lahir melalui persalinan normal lebih banyak mempunyai jenis bakteri Lactobacillus, di mana jenis bakteri ini baik untuk pencernaan serta dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan berbagai zat asing yang masuk. Sedangkan bayi yang lahir dari operasi caesar justru lebih banyak bakteri dengan jenis Staphylococcus  dan Acinetobacter, yaitu jenis bakteri yang lebih banyak menyebabkan infeksi pada tubuh.

Tidak hanya itu, penyakit infeksi atopik sering kali ditemukan pada kelompok bayi yang lahir caesar dari pada yang dilahirkan secara normal. Oleh karena itu penting untuk mengetahui apakah persalinan Anda memang perlu dengan melakukan operasi caesar atau tidak. Jika memang kondisi ibu dan janin sehat, maka lebih baik untuk melakukan persalinan normal.

BACA JUGA: Apa yang Menyebabkan Perdarahan Berat Saat Melahirkan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Susah Hamil

    Sedang mencoba hamil tapi belum berhasil juga? Hal ini kemungkinan disebabkan pelumas seks alias lubrikan yang membuat susah hamil.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

    Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

    Kekebalan tubuh saat hamil berubah karena berbagai macam penyebab. Simak penjelasannya dan cara menjaga sistem imun tetap sehat di tengah kehamilan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    kekebalan tubuh saat hamil
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

    Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    korset perut setelah melahirkan

    Perlukah Memakai Korset Perut Setelah Melahirkan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perkembangan janin 14 minggu

    Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    kecemasan ibu hamil menjelang persalinan

    Menghadapi 7 Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 5 menit