Cara Mencegah Kehamilan Dengan Sistem Kalender

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sistem kalender atau metode ritme kalender, adalah bentuk kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan tanpa risiko efek samping. Untuk menggunakan metode kalender, Anda harus melacak riwayat menstruasi Anda untuk memprediksi kapan Anda akan berovulasi. Metode ini membantu Anda menentukan kapan peluang terbesar Anda untuk bisa hamil.

“Yang kita tahu tentang kehamilan adalah, ada celah sempit dan singkat setelah berhubungan seks bagi sel telur untuk dibuahi,” ungkap Jennifer A. Shuford, MD, MPH, direltur sains terapan di Medical Institute for Sexual Health Texas, seperti dilansir Everyday Health. Menurut Shuford, ada waktu-waktu tertentu di sepanjang bulan di mana sangat tidak mungkin bagi wanita untuk bisa hamil jika ia tidak berovulasi selama 5-7 hari setelah berhubungan seks.

Jika Anda merencanakan kehamilan, Anda dapat menggunakan sistem kalender guna menentukan hari terbaik untuk berhubungan seks. Begitu pula sebaliknya. Jika Anda ingin mencegah kehamilan, Anda bisa menggunakan metode yang sama untuk menghindari berhubungan seks tanpa pengaman.

Menggunakan sistem kalender bisa jadi sangat efektif untuk pengendalian kehamilan. Namun, membutuhkan ketekunan dan pencatatan yang cermat agar hasil bisa akurat. Jika Anda ingin mencegah kehamilan, Anda dan pasangan harus menghindari untuk berhubungan seks atau menggunakan kondom, atau alat kontrasepsi lainnya, saat berhubungan seks di hari-hari kesuburan Anda.

Tapi ingat, metode ini hanya bisa mencegah kehamilan, dan sama sekali tidak melindungi Anda dan pasangan dari kemungkinan penularan penyakit kelamin jika tidak menggunakan kondom.

Bagaimana cara menggunakan sistem kalender?

Biasanya siklus menstruasi terbagi dalam tiga fase: periode awal dari infertilitas (atau pra-ovulasi infertilitas), periode subur, dan beberapa hari tidak subur sebelum periode selanjutnya mulai kembali (infertilitas pasca-ovulasi). Hari pertama dari siklus menstruasi bulanan Anda adalah hari pertama dari periode infertilitas.

Seorang wanita akan berpeluang besar untuk bisa hamil atau mencapai masa kesuburannya selama ovulasi dan tepat sesaat atau tepat sebelum ovulasi. Kesuburan adalah kemampuan tubuh untuk mengandung anak. Ovulasi adalah masa di saat sel telur dilepaskan dari indungnya, dan terjadi umumnya sebulan sekali, sekitar 12-16 hari setelah hari pertama menstruasi.

Saat sel telur dilepaskan, usia hidupnya termasuk singkat. Waktu pembuahan harus dilakukan 24-48 jam setelah masa ovulasi, jika Anda ingin hamil. Namun, sperma dapat tetap hidup layak dalam tubuh wanita sampai lima hari setelah ejakulasi. Jadi, jika sperma tetap tinggal dalam saluran reproduksi Anda sambil menunggu sel telur yang baru turun, peluang Anda untuk hamil akan tetap ada, bahkan jika Anda dan pasangan berhubungan seks beberapa hari sebelum Anda berovulasi.

Pada banyak kasus, mekanisme biologis ini memungkinkan masa kesuburan bertahan hingga 5-8 hari setelah hubungan seks, bergantung pada karakteristik sperma pasangan Anda, frekuensi ejakulasi selama masa subur, dan berbagai faktor lainnya.

Hari-hari spesifik di mana ovulasi terjadi akan bergantung pada panjang siklus Anda, yang sebagian besar dikendalikan oleh perubahan hormon tubuh Anda.

Seperti yang telah disebutkan, masa kadaluwarsa sperma dalam tubuh adalah lima hari setelah ejakulasi. Maka dari itu, wanita akan paling subur saat:

  • Lima hari sebelum ovulasi
  • Selama hari ovulasi
  • 12-24 jam setelah ovulasi

Mengenali tanda dan gejala ovulasi

Agar metode ini efektif, kunci utamanya adalah mengetahui pasti kapan Anda berovulasi. Ada cara mudah untuk mengetahui jika masa ovulasi akan mendekat:

  • Peningkatan suhu tubuh. Cek suhu tubuh Anda setiap pagi, bahkan sebelum beranjak dari tempat tidur, untuk mengetahui perubahan suhu tubuh Anda, yang bisa mengindikasikan ovulasi. Wanita yang berovulasi biasanya akan mengalami peningkatan suhu tubuh sebesar 0,5 derajat Celcius. Mengukur suhu tubuh harus dilakukan dengan termometer basal yang bisa mendeteksi perubuhan suhu hingga detil. Tulis dan simpan catatan Anda. Cari perbedaan penurunan suhu tubuh sebelum ovulasi yang diikuti oleh kenaikan setelahnya. Saat suhu tubuh naik, ovulasi telah terjadi.
  • Periksa lendir leher rahim Anda. Sekitar periode ovulasi, lendir leher rahim Anda akan mengalami perubahan tekstur dan volume. Anda bisa dengan mudah melihat dan merasakan hal ini, berupa cairan berwarna bening, basah, dan elastis dari vagina. Jika ini terjadi, Anda sedang berovulasi. Jika Anda tak ingin hamil, hindari berhubungan seks di saat ini.
  • Gunakan kalender Anda. Saat Anda sudah mengetahui kapan tepatnya Anda berovulasi, tandai kalender Anda. Lacak polanya untuk mengetahui apakah siklus menstruasi dan ovulasi Anda teratur. Jika Anda berovulasi secara teratur, Anda bisa mencegah kehamilan dengan tidak berhubungan seks setidaknya lima hari sebelum dan tiga hari setelah ovulasi.

Jadi, kapan waktu terbaik untuk berhubungan seks tanpa risiko hamil?

Mudah saja. Untuk menghitung kapan waktu menstruasi aman Anda, pertama, ketahui kapan hari pertama Anda terakhir kali menstruasi.

Untuk mencegah kehamilan dengan sistem kalender, idealnya Anda harus memahami benar siklus menstruasi Anda dan proses biologis yang terjadi selama masa itu. Anda harus menyimpan catatan setidaknya untuk enam sampai 12 bulan siklus menstruasi, dan harus menghitung jangka waktu periode kesuburan yang berasal dari siklus pendek dan panjang. Dilansir dari HealthLine, jika siklus menstruasi Anda berkisar antara 26-32 hari (dihitung dari hari pertama haid terakhir sampai hari pertama haid selanjutnya), masa subur akan terjadi pada hari ke-8 hingga 19.

Nah, ketika Anda hendak menghitung kapan waktu yang aman untuk berhubungan seks saat menstruasi, hari ke-1 hingga ke-7 dan hari ke-21 dari keseluruhan siklus Anda adalah waktu yang aman untuk berhubungan seks dengan risiko kehamilan minim. Metode ini cocok untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, misalnya siklus 25-32 hari.

Dengan catatan, metode ini akan kurang efektif bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur atau kurang dari 25 hari. Jika Anda baru saja memiliki anak, Anda harus menunggu selama enam periode haid berikutnya, baru Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan metode ini. Mencegah kehamilan dengan metode kalender tidak disarankan untuk remaja dan wanita pra-menopause.

Baca Juga:

Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca